MasukSerangan telapak itu membuat Afkar merasa seolah organ dalamnya hampir bergeser dari tempatnya!Setelah itu, atas perintah Aidil, empat ahli tingkat pencapaian agung tahap akhir langsung mengepung Afkar. Mereka masing-masing mencabut senjata dan menekannya ke leher Afkar.Pada saat ini, sorot mata Afkar dipenuhi amarah yang membara. Dia menatap Aidil sambil berteriak dengan marah, "Pak Aidil, apa maksudmu ini? Ini adalah dendam pribadiku dengan Noah. Atas dasar apa kamu berpihak secara terang-terangan seperti ini?""Sebelum memasuki reruntuhan wilayah asing, kamu melarang kami bertarung, itu masih bisa dimengerti. Tapi sekarang, kenapa kamu malah menyerangku?"Afkar tahu bahwa sebelumnya dia memang sempat menyinggung kepala aula ini. Namun, dia sama sekali tidak menyangka bahwa pihak lawan akan bertindak sejauh ini."Berpihak?" Aidil mendengus dingin dan menatap Afkar dengan tatapan membeku. "Kamu kira aku menindasmu karena kamu bertarung dengan Noah? Kamu salah!""Aku menangkapmu kare
Tebasan pedang Noah melesat, memancarkan seberkas cahaya pedang hitam! Warna hitam itu seolah mampu menelan segalanya, bagaikan lubang hitam di tengah samudra bintang yang tak berujung.Di dalamnya tersimpan hukum kegelapan yang amat aneh, sekaligus menyimpan kekuatan bintang yang hanya dimiliki oleh seorang ahli tingkat pencapaian agung. Terlebih lagi, tebasan ini merupakan salah satu jurus pemungkas dari Teknik Pedang Disabel, jurus bernama "Dunia Tanpa Cahaya"!Satu tebasan ini saja langsung menguras sepertiga energi sejati di dalam tubuh Noah. Sepertiga energi sejati milik seorang ahli tingkat pencapaian agung ... betapa mengerikannya itu!Afkar memiliki jurus pemungkas, tentu saja Noah juga memilikinya!Boom!Pada detik berikutnya, jejak kepalan dan cahaya pedang saling beradu, lalu justru saling meniadakan."Hm?" Sorot mata Noah langsung dipenuhi keterkejutan yang sulit disembunyikan.Afkar yang hanya berada di tingkat pemecahan kekosongan tahap awal, ternyata mampu melawan jurus
Mendengar kata-kata itu, Afkar menyeringai mengejek."Freya, sudahlah. Jangan omong kosong di sini. Kalau kamu benar-benar sudah menjalin kontrak jiwa denganku, mana mungkin kamu berani berteriak ingin membunuhku? Apa kamu nggak takut kalau aku murka dan langsung membuat jiwamu hancur berkeping-keping?""Aku tahu, setelah tingkat jiwa mencapai tahap perwujudan, seseorang sudah mampu memecah jiwanya sendiri dan membentuk duplikat jiwa. Kalau tebakanku nggak salah, yang kamu gunakan untuk menjalani kontrak jiwa denganku hanyalah pecahan jiwamu, bukan?"Begitu mendengar hal tersebut, hati Freya langsung berdegup keras, sorot matanya bergetar tak menentu."Heh, ketahuan sama aku, bukan?" kata Afkar dengan tawa dingin."Nggak! Bukan begitu! Afkar, kamu terlalu banyak berpikir. Kenapa ... kenapa kamu nggak mau percaya padaku?" Freya menggeleng sambil menyangkal."Cukup! Aku sudah bersikap cukup manusiawi dengan membawamu keluar dari sana! Mulai sekarang, jaga dirimu sendiri!" ucap Afkar deng
"Afkar" membawa Freya kabur dari Balai Suci Leluhur dan menjauh dari ibu kota dengan cepat. Di dalam balai suci, sepasang mata raksasa di langit-langit memancarkan kemarahan dan penyesalan."Para cecunguk sialan ini ternyata banyak akal juga!"Kini, ditambah dengan Noah sebelumnya, sudah ada tiga orang yang berhasil melarikan diri. Selain itu, dia juga gagal menyerap energi jiwa Zivina. Tanpa diragukan lagi, hal itu membuat tingkat pemulihan kekuatannya berkurang drastis!"Hmph! Tapi dengan bahan-bahan ini saja, seharusnya sudah cukup bagiku untuk membentuk kembali tubuh fisik dan memulihkan kekuatan hingga tingkat penyeberangan petaka! Hanya saja, sayangnya dengan tingkat kekuatan seperti ini, aku masih belum yakin bisa meninggalkan Dunia Negara Pertapa dan bebas beraksi di dunia luar!"Sepasang mata raksasa itu bergumam sendiri, nadanya dipenuhi penyesalan dan kebencian.Pada saat ini di dalam Balai Suci Leluhur, jeritan, makian, dan ratapan masih terus terdengar bersahut-sahutan. Na
'Bocah, jangan larut dalam kesedihan! Cepat serap energi jiwa gadis itu! Kalau kamu nggak menyerapnya, aku nggak akan sungkan-sungkan!' Pada saat itu, suara Leluhur Naga kembali terdengar dan mendesaknya dengan nada serius.Bahkan Leluhur Naga juga tidak menyangka, akhir dari semua ini malah akan menjadi seperti sekarang. Jiwa Afkar tidak hancur, melainkan orang lain yang mati menggantikannya.Di dalam hati, Leluhur Naga hanya bisa menghela napas panjang. Itu berarti, dia juga tidak mungkin lagi mengambil alih tubuh Afkar. Namun, dia tidak benar-benar merasa menyesal. Tubuh Afkar memang luar biasa dan memiliki potensi besar, tetapi tetap saja tidak sepenuhnya cocok baginya.Akan tetapi, energi jiwa murni yang terbentuk dari kehancuran jiwa Zivina membuat Leluhur Naga benar-benar tergoda.'Aku ... bagaimana mungkin aku menyerap energi jiwanya?' Afkar meraung dengan penuh duka dan amarah.'Bocah, nggak ada yang perlu kamu ragukan! Dia sudah rela hancur demi menyelamatkanmu. Kalau kamu me
'Apa? Kamu punya cara?'Mendengar ucapannya, Afkar langsung tertegun. Hatinya dipenuhi keterkejutan, sekaligus muncul secercah harapan.Felicia punya cara? Jika masih ada kemungkinan untuk hidup, tentu Afkar tidak ingin jiwanya hancur begitu saja. Benar juga! Felicia adalah Dewi Langit dari Dunia Negara Pertapa, mungkin dia mengetahui rahasia tertentu?Fiuh ....Namun tepat pada saat itu, Afkar yang sedang berkomunikasi lewat kesadaran tiba-tiba merasakan sesuatu yang mengerikan. Jiwa lawannya seakan berubah menjadi nyala api kecil yang berkobar hebat! Jantung Afkar langsung bergetar, lalu jiwanya pun ikut bergetar hebat.'Tidak! Sayang, apa yang kamu lakukan? Kamu gila!' Afkar meraung dengan putus asa.'Afkar, aku nggak gila! Maafkan aku, aku sebenarnya bukan istrimu, Felicia. Aku telah membohongimu ....' Suara Zivina terdengar pilu, getir, sekaligus mengejek dirinya sendiri. Seiring dengan proses membakar jiwanya sendiri, Zivina langsung merasakan tekanan kekuatan pemakan jiwa yang m







