LOGINSekte Argansa bergabung dengan Paviliun Laut Selatan, datang dengan penuh keganasan. Meskipun sudah melihat bahwa Afkar belum mati, mereka tetap berniat membunuh Afkar, bahkan berniat memusnahkan Sekte Surya Rembulan.Namun saat ini, leluhur Sekte Argansa, Pendeta Gila, justru dipukuli sampai mati oleh Afkar. Para ahli tingkat pemecahan kekosongan yang tersisa, termasuk Arnold juga dibantai habis oleh Afkar. Pada akhirnya, hanya tersisa dua orang ahli puncak tahap akhir pemecahan kekosongan yang lolos dan melarikan diri.Kengerian daya tempur Afkar sepenuhnya melampaui perkiraan dua sekte kuno besar itu.Saat melihat Pendeta Gila tewas, Peri Selatan langsung membawa para ahli Paviliun Laut Selatan kabur menyelamatkan diri. Dia sama sekali tidak berniat bertarung mati-matian melawan Afkar!Namun, Afkar tidak berniat melepaskan mereka. Dengan menunggangi sisa tubuh burung ilahi, dia mengejar dengan kecepatan yang sangat mencengangkan. Untungnya rombongan Paviliun Laut Selatan belum melar
Bam! Pukulan itu membuat Pendeta Gila terpental jauh ke belakang dan terjun ke bawah. Sorot mata Afkar menajam. Seluruh tubuhnya berubah menjadi seberkas cahaya. Tanpa ragu, dia langsung mengejar."Leluhur!""Leluhur!""Afkar, berani-beraninya kamu!"Melihat adegan ini, Arnold dari Sekte Argansa beserta para ahli tingkat pemecahan kekosongan lainnya terkejut setengah mati. Mereka meraung marah.Mereka segera mengendalikan artefak dan mengejar Afkar, berusaha menghentikan Afkar memberi serangan susulan pada Pendeta Gila.Semua orang bisa melihat dengan jelas, Pendeta Gila telah terluka parah oleh satu serangan Afkar. Meskipun tidak langsung tewas, dia jelas sudah sekarat.Saat ini, Pendeta Gila bahkan tak mampu lagi terbang di udara. Tubuhnya jatuh menghantam tanah dengan kecepatan tinggi. Di matanya terpancar ketakutan dan kepanikan, saat melihat sosok Afkar semakin mendekat. Hatinya dipenuhi keputusasaan."Peri Selatan, tolong aku!" Pendeta Gila tidak menggantungkan harapan pada para
Ketika tingkat kekuatan mental mencapai tingkat pelepasan, setiap serangan yang dilepaskan dapat membawa seberkas kekuatan mental milik sendiri. Dengan mengendalikan seberkas kekuatan mental ini, serangan pun dapat dikendalikan. Selama aura lawan berhasil dikunci, serangan hampir tidak mungkin meleset.Saat ini, serangan Pendeta Gila dan Peri Selatan mengunci rapat aura Afkar, membawa kekuatan pembunuh yang mutlak, dan menerjang dengan ganas.Namun, menghadapi dua ahli tingkat pencapaian agung dan jurus serangan mengerikan itu justru membuat wajah Afkar menampakkan senyuman mengejek dan meremehkan. Dia tampak seolah-olah mengabaikan sepenuhnya dua naga yang saling berjalin itu. Tubuhnya melesat lurus ke arah Pendeta Gila."Cari mati!" Melihat itu, mata Pendeta Gila memancarkan kegirangan dan keganasan.Swoosh! Namun pada detik berikutnya, raut wajahnya langsung berubah. Dia melihat dengan jelas bahwa serangannya menembus tubuh Afkar begitu saja, seolah-olah hanya menghantam udara.Sera
Mendengar itu, Pendeta Gila mendengus dingin dengan senyuman meremehkan."Balas dendam? Balas dendam gimana? Apa Lemuel berani menyerbu Sekte Argansa atau Paviliun Laut Selatan demi membalas kematian cucunya? Kita sama-sama berada di tingkat pencapaian agung dan masing-masing sekte dipenuhi formasi pembunuh. Apa kita perlu takut padanya?"Di mata Pendeta Gila, Lemuel paling-paling juga hanya seorang ahli tingkat pencapaian agung.Peri Selatan mengangguk. "Baik! Kalau begitu, hari ini juga kita bunuh Afkar untuk membalas dendam atas para ahli dari dua sekte besar kita yang tewas di tangannya!"Saat itu, ekspresi Afkar berubah. Di matanya terpantul kilatan berbahaya bercampur amarah. Meskipun percakapan Pendeta Gila dan Peri Selatan sengaja dipelankan, dengan kekuatan kesadaran ilahi Afkar, tak satu kata pun luput dari pendengarannya."Semuanya, aku sarankan kalian berpikir matang-matang sebelum bertindak!" seru Afkar dengan suara lantang.Pendeta Gila menyeringai sinis. "Oh? Pikir matan
Afkar menelusuri susunan lawan dengan kesadaran ilahinya. Alisnya langsung berkerut rapat.Sekte Surya Rembulan pernah jatuh hingga ke tingkat tersembunyi. Meskipun dalam kurun waktu ini kekuatan keseluruhan sekte memang meningkat, mereka masih terlalu lemah. Generasi baru para ahli belum benar-benar tumbuh dewasa.Sekalipun baru saja dimasukkan ke jajaran sekte tingkat kuno, kekuatan mereka tetap berada di posisi paling bawah di antara sekte tingkat kuno."Organisasi Penjaga Ketertiban memasukkan Sekte Surya Rembulan ke jajaran sekte kuno, sebenarnya justru lebih banyak mudarat daripada manfaat! Hal ini membuat sekte-sekte kuno lain berani tanpa ragu menargetkan Sekte Surya Rembulan! Sialan!""Jelas sekali Sekte Argansa dan Paviliun Laut Selatan datang dengan niat buruk!" Afkar bergumam pelan, ekspresinya tampak agak suram.Di cabang Sekte Surya Rembulan di Gunung Yonsa, selain dirinya sendiri, hanya ada empat ahli tingkat penyatuan kekosongan, termasuk Abdul.Adapun ahli sekte lainny
Yang paling di luar dugaan Afkar adalah kekuatan Shafa.Gadis kecil itu telah membangkitkan Fisik Zuro. Setelah berlatih Teknik Ilahi Transformasi Naga, peningkatan kekuatannya bisa dibilang melesat pesat dari hari ke hari.Terakhir kali Afkar mengantar Shafa kembali ke Kota Nubes dari Keluarga Rajendra Kuno, kekuatan gadis kecil itu sudah mencapai tingkat inti emas. Kini, kekuatannya justru melonjak drastis hingga tingkat kelahiran jiwa tahap akhir.Harus diakui, Teknik Ilahi Transformasi Naga bagi seseorang seperti Shafa yang telah membangkitkan Fisik Zuro benar-benar merupakan teknik yang menentang langit.Selain peningkatan pada kekuatan energi, laju peningkatan kekuatan fisik Shafa bahkan lebih membuat Afkar tercengang.Fisik Zuro adalah kondisi di mana garis keturunan Zuro di dalam tubuh diaktifkan, lalu terbangun. Setelah mengalami transformasi, fisiknya semakin tangguh dan potensi pertumbuhannya pun luar biasa mengerikan. Potensi pertumbuhan fisik Shafa sebanding dengan seekor







