Share

Bab 86

Author: Levin Sergio
Beluno, Keluarga Wijaya.

Nathan mengikuti Tiara pergi ke kediaman Wijaya.

"Mengapa nggak melakukan pengobatan di rumah sakit saja?"

Wajah Tiara tersipu malu. "Ada banyak orang di rumah sakit. Kamu juga tahu penyakitku. Pokoknya, aku nggak ingin orang lain mengetahuinya."

Melihat Tiara yang tampak canggung, Nathan hanya mengangguk dan tidak mengatakan apa-apa lagi.

Hari ini dia datang ke kediaman Wijaya untuk menyembuhkan atresia rahim yang dideritanya sejak lahir.

Tiara telah berusia 28 tahun. Dia sudah memasuki usia matang dan jenjang pernikahan.

Namun karena penyakit yang dideritanya, semua hal itu berada di luar jangkauannya.

Meski Tiara berbakat dan juga arogan, jauh di dalam hatinya dia masih menyimpan rasa rendah diri.

Itu semua karena penyakit aneh yang dideritanya!

Sebagai dokter terkenal di Beluno, kakeknya juga tidak berdaya menghadapi penyakit anehnya dan tidak mempunyai solusi untuk saat ini.

"Tiara, siapa dia?"

Brian, murid pertamanya Dokter Bayu, mengerutkan kening dan be
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 87

    Dokter Bayu benar-benar marah kali ini.Dia sendiri dikenal sebagai dokter genius, tetapi cucunya tidak mencarinya untuk berobat, melainkan mencari orang luar. Bukankah ini secara tidak langsung menyebut kakeknya tidak berguna?Tiara berkata dengan marah, "Baiklah. Kalau begitu, biarlah Kakek yang mengobatiku. Aku nggak mau jadi wanita yang punya kelainan rahim lagi. Kakek, tolong obati aku sekarang juga."Dokter Bayu tertegun dan tertawa canggung, "Tiara, Kakek masih meneliti bagaimana cara mengobati penyakit anehmu.""Jangan cemas, ya? Beri Kakek beberapa tahun lagi. Kakek pasti bisa menyembuhkanmu."Tiara berkata dengan sedih, "Kakek, kamu mengatakan hal yang sama tiga tahun lalu. Setelah tiga tahun berlalu, kamu bilang tiga tahun lagi. Apa masa muda cucumu bisa bertahan selama itu?""Usiaku sudah 28 tahun. Kalau terus begini, aku pasti akan menjadi perawan tua. Apa Kakek ingin melihat cucumu seperti ini selamanya?"Sembari berbicara, Tiara tampak sedikit emosional. Matanya juga mem

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 88

    Nathan sungguh kehabisan kata-kata.Padahal dia datang ke kediaman Wijaya untuk mengobati penyakit Tiara.Siapa sangka, dia malah dianggap sebagai saingan cinta oleh pria bernama Brian ini. Bahkan, Brian juga cemburu dan dendam."Begini, meski kamu suka pada Tiara, itu juga nggak ada hubungannya denganku.""Aku menerima imbalan dari Tiara, jadi sudah seharusnya aku mengobati penyakitnya.""Kalau kamu benar-benar ingin bersamanya, tunggulah sampai aku mengobatinya. Saat itu, kalian berdua bisa melakukan apa pun yang kalian inginkan. Itu urusanmu dan aku sama sekali nggak peduli!"Nathan dengan sabar menjelaskan semua itu pada Brian.Meski perkataan Brian agak kasar, Nathan tahu pria ini punya alasan untuk berbuat demikian. Dia keliru dan mengira Nathan ingin merebut perempuan yang dia sukai.Jadi, Nathan juga tidak ingin berdebat dengannya lagi.Barulah ekspresi wajah Brian kian membaik. Dia mendengus dingin. "Kamu sadar diri juga, tapi hanya aku yang boleh mengobati penyakitnya Tiara.

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 89

    "Selain belajar kedokteran, kamu nggak tahu apa-apa lagi. Di zaman sekarang ini, kita berdua sama sekali nggak cocok."Saat ini, Dokter Bayu juga berkata, "Brian, aku juga merasa kamu dan Tiara nggak cocok.""Tapi kamu nggak perlu khawatir. Sebagai murid pertamaku, aku pasti akan meneruskan semua ilmuku kepadamu kelak.""Saat itu, kamu akan mendapatkan wanita mana pun yang kamu inginkan."Darah Brian telah mendidih. Dia langsung berteriak sambil menunjuk ke arah Dokter Bayu dan Tiara, "Kalian, kalian ...."Matanya berputar ke atas. Saking emosinya, dia bahkan sampai pingsan.Dokter Bayu segera memerintahkan orang untuk membawa muridnya beristirahat.Di saat bersamaan, dia juga mendengus pada Nathan. "Bocah, kamu sudah melihat aib dalam keluarga kami.""Sekarang, tunjukkan kemampuanmu yang sesungguhnya dan obati Tiara. Kalau kamu nggak bisa menyembuhkannya, jangan harap kamu bisa kembali!"Lantaran tidak kuasa menahan diri lagi, Nathan langsung tertawa.Tiara melotot dan berkata, "Natha

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 90

    Di ruang tamu kediaman Wijaya.Dokter Bayu buru-buru meminta pelayan untuk membawakan teh enak dan menyajikannya dengan sopan kepada Nathan."Dokter genius kecil, minum teh. Ayo dicicipi!"Nathan meliriknya sekilas, lalu berkata, "Dokter Bayu, aku nggak pantas dipanggil sebagai dokter genius. Sebaiknya panggil aku Nathan saja."Dokter Bayu buru-buru berkata, "Mana boleh seperti itu. Seperti pepatah, belajar nggak mengenal usia. Yang berpengetahuan lebih tinggi pantas disebut guru. Meski dokter genius kecil masih muda, keterampilan medismu sangat hebat. Jadi, aku tulus menyebutnya sebagai dokter genius."Nathan berkata sambil tersenyum, "Apa Dokter Bayu masih ingat pertemuan terakhir kali kita di kediaman Sebastian? Saat itu, Dokter Bayu masih ingin aku menjadi muridmu.""Saat itu, aku nggak setuju. Dokter Bayu mengatakan aku bocah nggak tahu berterima kasih dan nggak pandai menilai orang.""Semua ini salahku karena kurang berwawasan. Ditambah lagi, anggota Keluarga Sebastian juga menye

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 91

    Dokter Bayu berkata dengan cemas, "Tapi dokter genius kecil, kamu belum setuju untuk menerimaku sebagai muridmu. Jangan khawatir, aku tahu aturan dalam berguru. Aku pasti akan menyiapkan hadiah besar untukmu."Nathan melambaikan tangannya. "Aku nggak pantas menjadi gurumu. Aku hanya bisa mengatakan, kalau situasinya memungkinkan kelak, barulah kita membicarakan hal ini lagi."Melihat Nathan meninggalkan kediaman Wijaya, Dokter Bayu merasa sangat enggan.Saat menoleh dan menatap cucunya, harapannya yang telah padam tiba-tiba menyala kembali."Tiara, dokter genius kecil menyembuhkan penyakitmu. Apa ada percikan api yang muncul di antara kalian berdua?" tanya Dokter Bayu sambil memasang senyum nakal."Kakek, apa yang kamu bicarakan?"Wajah Tiara dipenuhi rasa malu.Dia tidak mengerti mengapa kakeknya tiba-tiba berubah menjadi seperti ini.Dokter Bayu berdiri sambil meletakkan kedua tangan ke belakang punggungnya. "Gadis sepertimu tahu apa? Nathan punya keterampilan medis sehebat itu di us

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 92

    Tak lama setelah Nathan meninggalkan kediaman Wijaya, dia menerima telepon dari Regina."Dokter Nathan, kamu tahu Pak Samuel sakit kritis?"Nathan sama sekali tidak terkejut dan berkata, "Aku sudah mengatakan sebelumnya. Dia punya penyakit kronis, tapi dia nggak mau dengar. Jadi, aku juga nggak bisa berbuat apa-apa."Regina tersenyum pahit dan berkata, "Dokter Nathan, Pak Samuel juga termasuk pemimpin tertinggi Beluno. Maukah kamu membantunya?"Nathan menolaknya. "Suasana hatiku kurang baik saat ini. Kita lihat saja nanti. Lagi pula, dia kan wali kota. Kalau mau berobat, pasti ada banyak dokter hebat yang bersedia menyembuhkannya."Regina berkata, "Baiklah. Aku akan pergi ke kediaman Pak Samuel untuk memeriksa kondisinya lebih dulu. Kalau benar-benar nggak ada yang bisa menyembuhkannya, aku akan minta bantuan Dokter Nathan untuk menyelamatkan nyawanya.""Dokter Nathan nggak perlu khawatir. Aku juga nggak akan membuat bantuanmu sia-sia. Aku pasti akan membuatmu puas. Aku bahkan bersedia

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 93

    Ken berkata dengan ekspresi penuh harap, "Entah pimpinan ini seorang pria atau wanita. Kalau dia seorang wanita, sekalipun sudah tua, aku juga bersedia menjadi lelakinya."Emilia mengerutkan kening dan berkata, "Sebagai anggota Keluarga Sebastian, apa kamu nggak punya pendirian?""Meski dia seorang wanita, kamu juga nggak boleh sembarangan. Apa kamu kira pimpinan Grup Nugroho akan tertarik padamu?"Ken berkata dengan sedih, "Bu, lihat. Kakak meremehkanku lagi. Hidup dengan mengandalkan wanita juga termasuk keterampilan sekarang, oke?""Misalnya, Nathan si pecundang itu. Setelah meninggalkan Kakak, dia juga mulai mengandalkan hidup dari nona muda Keluarga Suteja. Jujur saja, aku iri pada bajingan itu!"Tamara juga setuju. "Benar. Emilia, nggak ada salahnya dengan ambisi Ken. Sangat sulit untuk menghasilkan uang dan naik ke posisi yang lebih tinggi sekarang ini.""Menurutku, kalau Ken benar-benar bisa disukai oleh pimpinan wanita Grup Nugroho, sekalipun hanya menjadi gigolo, juga nggak m

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 94

    Ken yang barusan ditampar langsung menutupi wajahnya dan tidak berani mengatakan sepatah kata pun.Dia hanya bisa memelototi Nathan dengan matanya yang berapi-api.Saat mendengar kerja sama mereka akan dibatalkan, Emilia ketakutan hingga wajahnya memucat. "Pak Yandi, aku minta maaf kepadamu di sini. Aku minta maaf karena adikku sudah menyinggungmu."Pak Yandi mendengus dingin dan berkata, "Nggak ada gunanya minta maaf padaku. Semua yang ada di sini diputuskan oleh Pak Nathan."Emilia tampak kesal. Apa dia juga harus minta maaf kepada Nathan?Namun saat melihat ekspresi mengerikan di wajah Pak Yandi, jika dia tidak meminta maaf, sepertinya tanah panti asuhan ini akan lepas dari tangannya.Setelah ragu beberapa saat, Emilia menggertakkan giginya dan berkata, "Maaf, Pak ... Pak Nathan!"Nathan mencibir dan berkata, "Bu Emilia, ternyata ada saat di mana kamu harus tunduk kepada orang lain juga?"Emilia menggertakkan giginya dan berkata, "Nathan, kamu menggunakan pengaruh Tuan Bima dan seng

Latest chapter

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 232

    Salah satu pengawal bertanya dengan gemetar, "Tu ... Tuan Edward, apa yang harus kita lakukan?""Bocah itu menakutkan sekali. Dia bahkan menghancurkan dada Master Emir. Kalau dia mengejar kita, bukankah kita ... kita juga akan celaka?"Edward berteriak, "Sekelompok pengecut yang takut mati!""Lihat betapa pengecutnya kalian! Lebih baik Keluarga Halim memelihara anjing daripada kalian."Para pengawal itu marah, tetapi tidak berani mengatakan apa pun. Mereka hanya bisa diam-diam mencibir dalam hati.'Bukankah orang yang lebih takut mati itu Tuan Edward sendiri?'"Bawa aku untuk mengobati lukaku dulu. Setelah itu, baru pergi mencari ayahku."Tatapan mata Tuan Edward tampak begitu tajam. Dia mengatupkan giginya rapat-rapat. "Nathan, kamu tunggu saja. Pokoknya, salah satu dari kita pasti akan mati dan orang itu adalah kamu!"Di Rumah Sakit Perdana.Tamara menarik Emilia dan berbisik di telinganya, "Emilia, kesempatan Keluarga Sebastian kita sudah datang."Emilia bertanya dengan bingung, "Bu

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 231

    Dua pengawal Keluarga Halim bergegas maju dan dengan susah payah memapahnya."Master Emir, kamu ...."Edward tercengang. Dia sama sekali tidak menyangka akan berakhir seperti ini.Sebelum kehilangan kesadarannya, Emir masih sempat berpesan dengan pasrah, "Tuan Edward, cepat kabur."Seakan-akan kehilangan penyelamatnya, putra sulung Keluarga Halim langsung mengaum histeris.Wajah Nathan tampak dingin. Dia tidak mengejarnya.Serangan lutut yang barusan dia luncurkan itu telah menghancurkan meridian Emir.Sekalipun bisa bertahan hidup, Emir juga hanya bisa menjadi orang yang tidak berguna.Butuh waktu lama bagi Edward untuk tersadar kembali. "Apa yang kalian lakukan di sana? Huh? Semuanya pecundang. Cepat bawa aku pergi!"Memandang para pengawal yang tertegun, Tuan Edward langsung meraung frustrasi.Para pengawalnya baru terhenyak dan bersiap membawanya kabur dari tempat ini.Nathan berkata dengan nada datar, "Kalau kalian nggak ingin mati, tinggalkan pecundang itu di sini."Para pengawal

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 230

    Tindakan Nathan cepat dan tegas. Gerakannya juga sangat tajam.Seketika membuat Emilia, Tiara, dan yang lainnya tercengang.Mereka sama sekali tidak menyangka bahwa Nathan masih berani menyerang Edward. Padahal, dia ditemani oleh Master Emir hari ini.Yang lebih mengejutkan mereka lagi, bukankah Edward juga termasuk tuan muda terkenal di Beluno dan punya keterampilan bela diri yang cukup sempurna?Kenapa begitu jatuh di tangan Nathan, Edward malah seperti orang lemah dan justru dipukul secara habis-habisan? Sampai-sampai tidak bisa bangkit lagi hanya karena sentuhan ringan.Ada nyala api membara yang muncul di mata Emir."Nak, nyalinya besar juga.""Beraninya kamu menyerang orang di hadapanku. Jangan harap kamu bisa lolos hidup-hidup."Nathan melambaikan tangan ke arahnya. "Jangan omong kosong lagi. Cepatlah kalau kamu mau bertindak.""Selesai bertindak, aku masih harus memeriksa pasien lainnya."Kesabaran Master Emir seakan-akan diuji. Dia sudah hampir mengamuk. "Dasar bocah kurang aj

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 229

    "Tapi yang kulakukan untukmu kali ini sudah cukup untuk membalas semua pengorbananmu."Nathan mengerutkan kening dan berkata, "Jadi sampai sekarang, kamu masih berpikir untuk perhitungan denganku? Kamu juga berusaha keras untuk memastikan bahwa kamu dan Grup Sebastian nggak berutang apa pun padaku lagi?"Emilia memalingkan wajahnya dan berkata dengan keras kepala, "Ya, aku nggak ingin berutang padamu."Nathan tersenyum sinis. "Kamu nggak berutang apa pun padaku. Minggirlah. Bukankah Tuan Edward sangat sombong? Bukankah dia ingin mengendalikanku? Aku akan beri dia kesempatan."Emilia tertegun sejenak. Kemudian, dia memarahi pria itu. "Nathan, kamu tahu apa yang kamu lakukan?""Mundur. Edward ditemani oleh master dari Keluarga Halim. Kalau kamu terus keras kepala seperti ini, percuma saja aku kompromi dengan Edward barusan."Nathan mendorong Emilia dan berkata dengan nada datar, "Pertama, aku sama sekali nggak butuh kamu membantuku berkompromi.""Kedua, Tuan Edward sedang pamer di wilaya

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 228

    Emilia berkata dengan kaku, "Maaf, aku nggak butuh semua itu. Aku sudah bilang tadi malam, hubungan kita sudah berakhir."'Dasar wanita nggak tahu berterima kasih!'Edward diam-diam memaki Emilia dalam hatinya, tetapi wajahnya masih tetap tersenyum. "Aku tahu kamu masih marah.""Aku nggak minta kamu memaafkanku sekarang. Tapi Emilia, perasaanku padamu nggak pernah berubah. Aku akan datang ke kediaman Sebastian setiap hari untuk mengakui kesalahanku sampai kamu memaafkanku."Emilia berkata dengan nada jijik, "Edward, tahukah kamu pemikiranmu itu terlalu kekanak-kanakan?""Sudah kubilang, kamu nggak perlu mengakui kesalahanmu. Mulai sekarang, kita juga nggak perlu saling berhubungan lagi. Itu lebih baik daripada apa pun."Tamara juga ikut memarahi. "Edward, jangan ganggu putriku lagi. Bagaimanapun juga, kamu itu putra sulung Keluarga Halim. Jangan jadi orang yang nggak tahu malu."Wajah Edward tampak geram. Dia ingin menghampiri Tamara dan menghajar wanita tua itu.Namun, dia menarik nap

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 227

    Thomas juga bukan orang yang bisa ditekan oleh Tiara dan juga Regina.Edward sangat senang dan berkata dengan nada datar, "Tiara, kamu pasti nggak sangka kalau aku akan mampu menekan Nathan dan memberinya pelajaran, 'kan?""Selama ini, kamu dan Regina, dua wanita paling cantik di Beluno, selalu bergaul dengan bocah itu.""Sebagai seorang kakak, entah sudah berapa kali aku memperingatkanmu. Tapi kalian keras kepala dan nggak mau dengar nasihatku.""Begini saja. Kamu panggil Nathan ke sini, lalu suruh dia berlutut dan jilat jari kakiku. Kalau aku puas, mungkin aku akan pertimbangkan untuk melepaskan nyawanya untuk sementara waktu."Melihat senyum puas Edward, Tiara merasa jijik dan juga ilfil."Edward, bagaimanapun juga, kamu termasuk tuan muda paling berbakat di Beluno dan berasal dari keluarga bangsawan.""Tapi selama ini, kamulah yang terus-terusan mencari masalah dengan Nathan. Lantaran nggak bisa mengalahkan Nathan, sekarang kamu minta para master keluargamu untuk datang membantumu.

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 226

    "Emilia, aku datang menjengukmu, juga Bibi, dan Ken.""Tadi malam aku memang agak impulsif. Aku juga kehilangan akal sehat. Bisakah kamu memaafkanku?"Begitu Edward sampai, dia langsung memperlihatkan sikap rendah hati, seolah-olah dia itu pria yang berperilaku baik dan berhati hangat.Tamara mendengus dingin. "Maaf, kami nggak menerima permintaan maafmu. Keluarlah dari sini."Edward sama sekali tidak peduli. Dia sudah menebak bahwa Tamara akan bersikap seperti itu.Pria itu melihat sekeliling dan mendapati Emilia tidak ada di sana, jadi dia langsung bertanya, "Di mana Emilia? Dia pergi ke mana?"Tamara tersenyum sinis. "Ke mana dia pergi? Tentu saja menjauh dari pria berengsek sepertimu.""Edward, lebih baik kamu menyerah saja. Nggak ada seorang pun anggota Keluarga Sebastian yang bisa memaafkan kelakuanmu tadi malam.""Asal kamu tahu saja, Emilia sudah balikan sama Nathan. Sekarang, mereka berdua mungkin lagi bermesraan."Wajah Edward tiba-tiba berubah muram. Tatapannya seolah ingin

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 225

    "Kebetulan kakekku punya buku kedokteran yang nggak begitu dia pahami, jadi dia ingin kamu membantunya."Nathan tersenyum dan berkata, "Nggak masalah. Asal ada waktu, aku pasti akan pergi mengunjungi Pak Willy."Ada dua lesung pipit yang muncul di wajah cantik perawat itu. Dia pun melangkah pergi dengan gembira.Emilia yang berdiri di samping menyaksikan pemandangan ini dengan tatapan tidak senang."Nathan, perawat kecil ini dari Keluarga Setiawan, keluarga terpandang di Beluno, 'kan?" tanya Emilia.Nathan tidak tahu terlalu banyak tentang latar belakang Keluarga Setiawan, keluarganya Adel, jadi pria itu pun menjawab, "Aku kurang tahu."Emilia tersenyum pahit dan berkata, "Nggak perlu pura-pura lagi. Tatapan matanya yang penuh kekaguman itu sudah begitu jelas. Dia sepertinya tergila-gila padamu.""Haha. Sejak berpisah denganku, hubungan asmaramu cukup mulus juga. Sebelumnya ada Nona Regina, kemudian Nona Tiara dari Keluarga Wijaya.""Sekarang bertambah satu Adel lagi. Nathan, sepertiny

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 224

    Rumah Sakit Perdana.Begitu Nathan masuk ke dalam ruangannya, Tiara bergegas menghampiri dan berkata dengan ekspresi aneh, "Nathan, mantanmu dan keluarganya berada di rumah sakit kita."Nathan terkejut dan bertanya, "Apa terjadi sesuatu pada mereka?"Tiara cemberut dan berkata, "Sepertinya kamu masih punya perasaan terhadap Emilia. Kamu masih peduli padanya, 'kan?""Bukan seperti yang kamu bayangkan. Aku hanya merasa aneh," ucap Nathan tak berdaya.Tiara mendengus dan berkata, "Emilia baik-baik saja, tapi ibunya, si wanita tua galak itu, dan juga adik laki-lakinya, Ken, hampir dipukul sampai mati.""Aku lihat kondisi Emilia tampak kacau, wajahnya juga pucat, dan kebingungan. Bukankah kalian berdua kenal? Lebih baik kamu pergi lihat sendiri saja."Nathan tersenyum dan berkata, "Lantas, kenapa kamu barusan sepertinya nggak ingin aku pergi melihatnya?"Tiara membusungkan dadanya dan berkata dengan arogan, "Memang benar. Aku nggak ingin kamu terjerat dengan Emilia lagi.""Tapi bagaimanapun

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status