Share

Bab 177

Author: Levin Sergio
Bibi Eva tiba-tiba bertanya, "Apa yang kamu pikirkan?"

"Aku sedang memikirkan seorang pria," jawab Regina dengan sedih.

Bibi Eva berkata dengan penasaran, "Nona muda dari Keluarga Suteja begitu menawan dan cantik. Aku penasaran dengan pria yang dipikirkan Nona?"

Regina juga tidak menyembunyikannya. "Namanya Nathan. Dia seorang dokter yang baik dan penampilannya juga tampan."

"Sebelum bertemu dengannya, aku sama sekali nggak tahu bahwa menyukai seseorang terkadang bisa begitu sulit dan membuatku kesepian hingga ingin menangis."

Bibi Eva langsung menghentikannya. "Jangan bicara lagi. Kamu nggak perlu ceritakan hal ini padaku."

Regina menatap Bibi Eva dengan aneh, terutama wajahnya yang penuh bopeng. Gadis itu sepertinya menyadari sesuatu. "Bibi Eva nggak pernah menyukai pria, 'kan? Salah, seharusnya nggak ada pria yang menyukai Bibi Eva, 'kan?"

Raut wajah Bibi Eva berubah jelek, seolah-olah Regina menabur garam pada luka dalam hatinya.

"Huh! Semua pria di dunia ini adalah sekelompok oran
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 178

    Nathan melangkah maju dan berkata dengan serius, "Kamu dalam bahaya, aku pasti akan datang, sekalipun harus melewati badai dan lautan api."Regina tiba-tiba merasa terharu dan langsung menangis."Nathan, kamu tahu nggak, kamu itu benar-benar menyebalkan? Berbaliklah. Aku nggak ingin kamu melihatku menangis. Asal kamu tahu saja, aku bukan menangis karena kamu."Nathan kebingungan karena dia belum pernah melihat sosok Nona Regina yang begitu lembut dan penuh kasih sayang.Bibi Eva yang menatap mereka berdua langsung menggertakkan giginya dan berkata, "Aku paling benci lihat orang bermesraan di hadapanku.""Nak, karena kamu berani datang, aku akan bunuh kamu duluan. Biarlah gadis mati ini karena patah hati. Hahaha ...."Ada kilatan dingin yang melintas di mata Nathan. "Ok. Kebetulan aku juga ingin membunuhmu."Ekspresi Bibi Eva berubah gelap. Dia bergegas berlari ke depan, mencengkeram tangannya, dan bersiap untuk mencabik-cabiknya.Swush, swush, swush!Terdengar ledakan suara di udara. C

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 179

    Nathan menggelengkan kepalanya dan berkata, "Nona Regina, apa di antara kita masih perlu berterima kasih?"Mendengar itu, hati Regina terasa hangat. Namun, dia masih pura-pura mendengus. "Huh. Ternyata kamu masih punya hati nurani. Kupikir kamu sudah kembali ke pelukan mantanmu dan nggak peduli denganku lagi!"Nathan tersenyum pahit, tetapi dia masih bersikap bijaksana dan tidak menjelaskan.Sebab dalam situasi seperti ini, makin dia menjelaskan, makin buruk jadinya.Kemudian, keduanya berjalan keluar dari hutan lebat dan menemukan orang-orang dari Keluarga Suteja."Nona, syukurlah kamu baik-baik saja!"Semua orang Keluarga Suteja senang melihat Regina selamat."Bagaimana dengan bajingan-bajingan yang muncul di tengah jalan?" tanya Regina.Sekretaris berkata dengan marah, "Begitu Paman Billy tiba, mereka semua dipukul. Ada beberapa orang yang nggak beruntung bahkan dipukul sampai mati oleh Paman Billy."Regina sangat gembira. "Paman Billy datang ke sini? Di mana dia?"Selesai berbicara

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 180

    Dari sepuluh truk milik Grup Suteja, hanya tiga truk yang berhasil diselamatkan.Tujuh truk lain yang memuat bahan obat-obatan telah hilang.Billy menunjuk pengawal yang punggungnya penuh luka memar dan berteriak dengan marah, "Kalian hanya sekelompok orang nggak berguna. Keluarga Suteja menghabiskan uang untuk mendukung kalian, tapi kalian nggak memanfaatkannya dengan baik."Salah seorang pengawal menutupi lengannya yang berdarah dan berkata, "Paman Billy, kami semua juga sudah berusaha sekuat tenaga.""Sekelompok orang itu muncul tiba-tiba dan jumlah mereka cukup banyak, apalagi masih ada master bela diri. Jujur saja, kami juga nggak berdaya."Billy menyipitkan matanya. Dia berjalan mendekat dan menampar wajah pengawal itu dengan keras."Kamu kira kamu siapa? Beraninya kamu melawanku?""Aku peringatkan, kalian harus cari kembali semua tanaman obat yang hilang. Kalau kalian nggak bisa menemukannya, siap-siap terima konsekuensinya saja!"Pengawal itu marah, tetapi tidak berani mengatak

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 181

    Regina terlihat marah. Kenapa Billy begitu sombong?Namun, master bela diri seperti Bibi Eva ataupun Billy, memang sulit diperintah.Saat ini, Nathan tiba-tiba berkata, "Aku tahu petunjuk apa yang dia katakan itu, tapi sayangnya, nggak ada gunanya sama sekali!"Regina terkejut dan bertanya, "Dokter Nathan, cepat beri tahu aku, di mana petunjuk tanaman obat itu?""Dia pasti berpikir untuk mengikuti jejak roda truk itu," jawab Nathan.Regina melihat jalan, lalu mengangguk dan berkata, "Ide yang bagus. Ada banyak jalan tanah di pedesaan ini. Truk kami pasti akan meninggalkan jejak saat melewatinya."Nathan menggelengkan kepalanya dan berkata, "Kecuali orang yang mencuri tanaman obat itu bodoh. Kalau nggak, mana mungkin mereka meninggalkan petunjuk yang begitu jelas seperti itu.""Nona Regina, coba kamu pikirkan dulu. Jalan tanah mungkin akan meninggalkan jejak, tapi bagaimana kalau truk melaju di jalan beton atau jalan aspal?"Regina langsung putus asa. "Kalau begitu, percuma saja.""Ayo

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 182

    Regina yang berdiri di samping menyaksikan adegan ini dengan bengong.Tak disangka, Dokter Nathan begitu penyayang? Apa yang harus dia lakukan? Makin dilihat, dia makin menyukai pria itu. Bahkan, dia berharap bisa menikah dengan pria itu dan punya anak sekarang juga ....Saat ini, terdengar keributan di luar.Billy dan anak buahnya bergegas mendekat.Saat melihat Nathan dan Regina, master paling hebat di Keluarga Suteja itu jelas memperlihatkan ekspresi panik di wajahnya. Namun, hanya sesaat. Dia menenangkan emosinya dengan cepat."Nona, nggak kusangka, kamu akan menemukan truk berisi tanaman obat ini lebih cepat dariku. Nona, kamu memang pintar. Kamu pantas menjadi generasi muda paling hebat dari Keluarga Suteja kita!"Billy tertawa dan langsung memuji Regina.Padahal, dia barusan dengan arogannya meyakinkan Regina bahwa dia pasti akan menemukan truk tanaman obat.Regina tersenyum dan berkata, "Paman Billy, kamu juga sudah bekerja keras. Yang paling penting, kita sudah menemukan tanam

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 183

    Nathan merentangkan tangannya dan berkata, "Paman Billy sendiri yang mengakuinya. Aku nggak mengatakan apa pun."Billy yang sedari tadi menahan diri akhirnya melompat keluar dengan marah, "Bocah busuk, jangan coba-coba memancing keributan di sini.""Aku sudah bekerja keras untuk Keluarga Suteja selama lebih dari 20 tahun. Kamu kira bisa merusak kesetiaanku hanya dengan beberapa patah kata?"Billy langsung mengadu pada Regina dengan marah, "Nona, gigolomu ini sudah menghinaku. Mohon Nona membelaku.""Paman Billy, Dokter Nathan memang seperti itu. Dia suka bicara terus terang," ucap Regina."Aku tahu Paman Billy setia pada Keluarga Suteja, jadi aku akan mewakili Nathan minta maaf pada Paman Billy."Billy mendengus dingin. Dia melambaikan lengan bajunya, lalu berbalik dan pergi bersama anak buahnya.Di saat berbalik, dia tak lupa menatap Nathan dengan dingin. Bahkan, ada niat membunuh di matanya.Namun, Nathan sengaja menutup sebelah mata. Sebaliknya, ada senyum tipis yang tampak di sudut

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 184

    Satya tidak berkata apa-apa. Dia perlahan berjongkok dan menekan tubuh Bibi Eva.Kemudian, berdiri sambil memasang wajah muram dan berkata, "Wanita tua ini pasti berhadapan dengan seorang master.""Master seperti apa yang bisa membunuh kepala pengawal Keluarga Suteja kami?" seru Liam dengan marah.Satya tertegun sejenak, lalu berkata dengan ekspresi serius yang jarang terlihat, "Setidaknya, orang ini punya kekuatan setingkat Guru Besar junior, atau mungkin juga seorang Guru Besar.""Dengan satu pukulan, dia bisa menghancurkan meridian jantung Bibi Eva dan membunuhnya langsung. Kekuatan ini nggak bisa dibandingkan dengan orang yang baru saja berlatih kultivasi."Liam terkejut dan berkata, "Satya, jangan bercanda. Apa mungkin ada master setingkat Guru Besar yang bersembunyi di tempat kumuh seperti ini?"Master setingkat Guru Besar sudah pasti milik Keluarga Suteja. Apalagi, mereka semua harus tunduk dan menyanjungnya.Dalam benak Liam dan keluarga bangsawan lainnya, satu-satunya kesan ya

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 185

    Liam mengangguk dengan takut-takut dan berkata, "Saat Bibi Eva meninggal, untung saja kita nggak ada di sana. Kalau kita bertemu dengan master Guru Besar itu, pasti akan sulit.""Sayang sekali, Regina berhasil lolos. Tapi untungnya, persediaan bahan obat sekarang ada di tanganku. Saat dia kembali ke Grup Suteja, dia pasti akan gagal menjalankan misi karena lalai dalam menjalankan tugas!"Memikirkan hal ini, senyum akhirnya muncul di wajah muram Liam.Ekspresi wajah Satya tiba-tiba berubah. Dia berteriak, "Siapa? Keluar! Atau nggak, aku nggak akan segan lagi!"Liam terkejut, lalu berbalik cepat dan gemetar, "Satya, jangan-jangan master Guru Besar itu datang ke sini untuk membunuh kita?"Di bawah tatapan gugup kedua orang itu, seorang pria kekar berjalan keluar.Melihat orang itu, Liam baru menghela napas lega. "Aku kira siapa, ternyata kamu rupanya, Paman Billy. Kamu membuatku takut setengah mati!"Billy mendengus dingin dan berkata, "Tuan Liam, bukankah kamu ingin mengambil alih Grup S

Latest chapter

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 214

    Julian tersenyum sinis. Dia sangat tidak puas dengan kepura-puraan Edward yang telah mencuri perhatian semua orang.Tepat di saat dia hendak membantah, terdengar suara batuk yang mendominasi lagi."Aku Thomas Halim, datang ke sini untuk mendukung putraku, Edward. Mohon semuanya meninggalkan sedikit harga diri untukku."Buam!Terjadi kehebohan di acara lelang itu. Siapa sangka, bahkan kepala Keluarga Halim, tokoh paling berpengaruh di Beluno, pun akan hadir di sana."Thomas, si lelaki tua itu, ternyata datang juga. Huh!"Julian mendengus dingin di ruang VIP itu. Dia kemudian memutuskan untuk diam.Dia berani memprovokasi Edward, tetapi sebagai kepala keluarga bangsawan, Thomas masih berada pada level yang sama dengan pemimpin Sekte Pirata.Sebagai seorang junior, Julian masih tidak berani bersikap lancang.Selain itu, Julian tahu bahwa Thomas, pria tua yang sakit-sakitan ini, bukanlah orang baik sewaktu masih muda.Thomas adalah seorang master tingkat Guru Besar junior. Dia bisa membunu

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 213

    Rumah lelang setidaknya mengambil keuntungan sebanyak puluhan miliar dari 400 miliar itu.Keuntungan besar!Regina dan Tiara juga sulit menerima kenyataan itu. Dia memandang Nathan dengan tatapan tidak percaya."Dokter Nathan, 400 miliar. Kita sepertinya sudah terlalu ceroboh!"Nathan berkata dengan nada datar, "Aku nggak tertarik bermain dengan sekelompok orang bodoh ini. Alih-alih membuang waktu, lebih baik aku keluarkan harga yang membuat mereka nggak berkutik."Ekspresi acuh tak acuh pria itu membuat Regina dan Tiara kebingungan.Apa bagi Nathan, transaksi sebesar 400 miliar ini tidak berarti apa-apa?Sekalipun mereka punya uang, dia juga tidak boleh sembarangan menawar harga setinggi langit, 'kan?Julian tertawa terbahak-bahak, lalu tersenyum menyeringai. "Menghabiskan 400 miliar untuk mendapatkan obat seperti itu? Nathan, aku benar-benar penasaran, kamu itu bodoh sungguhan atau hanya pura-pura bodoh?""Aku sebenarnya ingin terus menemanimu bermain, tapi melihat kelakuanmu, aku be

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 212

    Julian tertawa dan berkata, "Tuan Edward, aku kagum dengan penawaran hargamu. Dalam hal nggak tahu malu, memang nggak ada yang bisa menandingimu."Liam juga angkat bicara dan tertawa, "Tuan Edward, kamu memang mengerti lelang. Aku mengagumimu!"Begitu mendengar kata-kata yang dilontarkan Julian dan Liam, putra sulung Keluarga Halim yang berada di ruang VIP itu langsung memperlihatkan ekspresi kejam di wajahnya.Yang dia inginkan adalah membunuh Nathan, si gigolo ini.Karena alasan inilah, sekalipun harus sementara memihak kubu yang sama dengan Julian, Edward juga tidak peduli.Emilia menatapnya dengan matanya yang indah dan berkata dengan nada dingin, "Apa seru berbuat seperti itu?"Edward berkata dengan kejam, "Kenapa nggak seru? Nathan sudah mengacau berkali-kali. Sekarang sudah saatnya gilirannya. Apa aku nggak boleh beri pelajaran padanya?"Emilia menggelengkan kepalanya dan berkata, "Aku nggak bahas tentang penawaranmu. Karena ini lelang, siapa saja bisa mengajukan penawaran. Ini

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 211

    Sebagai pihak penyelenggara, dia tahu betul bahwa Teratai Sanoya tidak akan bisa mendapatkan penawaran setinggi itu."160 miliar, apa ... apa masih ada penawar VIP lainnya? Kalau nggak ada, Teratai Sanoya ini akan menjadi milik Tuan Nathan!"Gadis cantik berpakaian tradisional sangat gembira dan memastikan sekali lagi.Padahal dia juga tahu angka tersebut sudah tidak ada tandingannya lagi dan mustahil ada orang yang mampu menyaingi harganya.Namun tepat di saat ini, ada lagi yang menawarkan harga."Aku tawar 164 miliar!"Wah!Suasana di tempat kejadian tidak bisa dibendung lagi dan berubah menjadi riuh.Semua hadirin juga tahu ada orang yang sengaja mencari masalah dengan ruang VIP nomor satu.Satya yang berada dalam ruang VIP nya Liam langsung tertawa sinis dan berkata, "Rasakan. Kalau aku nggak bisa mendapatkan teratai itu, jangan harap bocah itu bisa memperolehnya!"Liam mencibir dan berkata, "Aku sudah tahu Julian nggak mungkin berdiam diri saja.""Kebetulan. Dengan adanya pembuat

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 210

    "Lantaran tamu-tamu terhormat nggak begitu tertarik dengan Teratai Sanoya ini, mari kita lanjutkan prosesnya dan mulai menawar pada harga 10 miliar," seru gadis cantik berpakaian tradisional itu dengan nada kecewa.Tatapan matanya yang sedih menyapu seluruh ruang VIP di atas. Seketika membuat para pengusaha kaya yang mulanya tidak tertarik pun mulai menawar."10,4 miliar. Anggap saja itu sebagai bantuan untuk kalian!""11 miliar. Demi harga diri semua orang, aku masih harus mendukungnya."...Penawaran dengan cepat memanas dan telah sampai pada angka 12 miliar.Regina berkata dengan nada tidak senang, "Gadis itu sukses membodohi sekelompok pria yang nggak berotak dan mesum, tapi harganya terus naik. Bukankah ini nggak menguntungkan bagi Dokter Nathan?"Selesai berbicara, dia langsung memberikan sebuah harga. "14 miliar. Aku akan memberikan nominal yang bisa membuat semua orang meredakan emosi."Mata gadis cantik berpakaian tradisional itu berbinar. Dia berkata dengan gembira, "Nona Reg

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 209

    Regina bertanya sambil memiringkan kepalanya. Leher rampingnya tampak sangat putih dan halus di bawah cahaya redup.Nathan tersenyum dan berkata, "Ya, ada barang yang aku inginkan.""Nathan, apa itu ramuan legendaris?" tanya Tiara.Nathan juga tidak ingin menyembunyikannya. "Benar, Teratai Sanoya."Tiara mengangguk. "Teratai Sanoya merupakan ramuan legendaris bermutu tinggi dan disukai oleh para ahli medis serta sejumlah kolektor cerdas.""Tapi Beluno nggak seperti kota-kota besar serupa Peldu dan Mavodi, yang mungkin ada banyak orang yang tertarik pada Teratai Sanoya. Seharusnya kamu nggak sulit untuk mendapatkannya."Begitu selesai berbicara, wanita cantik berpakaian tradisional di atas panggung langsung menarik kain merah dan memperlihatkan Teratai Sanoya."Tamu yang terhormat, barang lelang malam ini agak istimewa.""Bukan permata yang nggak ternilai, juga bukan sebuah mahakarya. Ini adalah obat ajaib yang telah diidentifikasi secara profesional dan berusia setidaknya 500 tahun.""

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 208

    Emilia menatap Edward, lalu tersenyum sinis. "Bukankah kamu barusan bilang Nathan akan dibunuh oleh Julian? Kenapa sekarang kelihatannya nggak seperti itu?"Edward membuka mulutnya, tetapi tidak tahu harus bagaimana menjelaskannya.Bahkan, dia sendiri pun tidak menyangka CEO Grup Valentino, Roland, akan begitu sopan pada Nathan.Liam berkata dengan nada meremehkan, "Gigolo itu pasti mengandalkan koneksi Bima untuk mendapatkan sambutan hangat dari Tuan Roland."Edward memanfaatkan kesempatan itu dan berkata, "Benar, Tuan Roland dan Tuan Bima adalah sahabat karib. Nathan hanya mengandalkan koneksi Tuan Bima untuk menyelamatkan nyawanya."Julian mendengus dingin. "Bima adalah orang paling kaya di Beluno. Dia memang tokoh besar.""Tapi aku nggak mungkin melepaskan Nathan begitu saja. Sialan! Masalah ini masih belum berakhir!"Liam dan Edward saling berpandangan. Keduanya bisa melihat tatapan menyeramkan dan dingin yang terpancar dari mata mereka masing-masing.Kebetulan, Julian, pria yang

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 207

    Begitu datang, Roland langsung berbicara dengan ramah.Julian mencibir sambil memegang pedang di belakang punggungnya. Dia berkata dengan arogan, "Tunjukkan belas kasihan? Maaf, Tuan Roland. Sekalipun kamu datang ke sini untuk memohon belas kasihan, bajingan kecil ini tetap kubunuh hari ini."Para hadirin terkejut. Mereka tidak menyangka Julian bahkan tidak akan memberikan sedikit pun rasa hormat kepada tuan rumah lelang malam ini.Namun, Sekte Pirata memang sangat kuat dan mampu untuk membuat Julian memperlihatkan kesombongannya di sini.Banyak orang yang berkeringat dingin. Bahkan, kedatangan Roland pun tidak berhasil menghancurkan niat Julian. Kalau begitu, Nathan, si gigolo ini, pasti akan celaka.Namun saat ini, Roland menatap Julian seolah-olah dia bodoh. Dia berkata dengan nada dingin, "Bodoh! Kamu kira aku sedang memohon padamu?"Apa?Banyak orang yang tercengang dengan perkataan Roland.Sebagai orang yang terlibat, Julian juga tertegun sejenak. Dia kemudian berkata, "Roland, j

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 206

    Regina dan Tiara juga sudah sampai saat ini."Tuan Julian, ini wilayahnya Grup Valentino. Pertimbangkan dulu sebelum bertindak!" ucap Regina memperingatkan.Julian langsung berteriak, "Memangnya kenapa kalau wilayahnya Grup Valentino? Pamanku adalah pemimpin Sekte Pirata. Siapa yang berani nggak menghormatiku?"Nathan menggelengkan kepalanya. Apa semua anak konglomerat ini begitu arogan? Mereka selalu mengungkit latar belakang keluarga mereka di setiap kesempatan?'Pemimpin Sekte Pirata adalah pamanku ....' Nathan sudah mendengar kalimat ini berkali-kali dan mulai muak.Kegilaan Julian membuat banyak orang mundur dengan cepat.Namun, kemunculan Nathan telah mematahkan semangat Julian dan membuat mereka merasa lega.Hanya saja, tidak dimungkiri, keberadaan Sekte Pirata masih sangat kuat.Pemuda ini terlalu impulsif dan sekarang malah membuat Julian marah. Dia pasti akan berakhir celaka.Edward menarik tangan Emilia dan berkata, "Emilia, ayo kita pergi dulu. Julian sudah gila. Nathan pas

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status