Dulu Caden sering mengeluh takdir tidak adil. Bukan cuma Caden, bahkan orang yang mengenalnya juga ikut mengeluh. Hal ini karena hidup Caden sangat buruk!Caden juga sering menyalahkan Tuhan. Namun, malam ini Caden bukan cuma meminta maaf, dia juga memohon kepada Tuhan untuk memberinya hasil yang sempurna. Dengan begitu, kali ini Caden bisa bahagia.Keesokan harinya, hasil tes DNA keluar pada pukul 10 pagi. Robbin melihat layar komputer sejenak, lalu melihat Caden dan bertanya, "Kamu beri tahu aku dulu, apa ini tes DNA Rayden dengan ibu kandungnya?"Caden bertanya balik sembari mengernyit, "Hasilnya sudah keluar?"Robbin merasa gundah. Hasilnya memang sudah keluar, tetapi dia belum mencetaknya. Hanya saja, Robbin sudah bisa melihat hasilnya.Masalahnya, Robbin tahu Caden jatuh cinta pada Naomi. Apa yang akan dilakukan Caden jika sekarang ibunya Rayden tiba-tiba kembali?"Beri tahu aku hasilnya!" bentak Caden.Robbin yang terkejut menceletuk, "Hasilnya mereka memang ibu dan anak."Caden
Asisten Robbin terkejut setelah mendengar ucapan Caden. Bagaimanapun, dia tahu status Caden sangat tinggi. Sebenarnya dia sering bertemu Caden. Hanya saja ini adalah pertama kalinya Caden mengajaknya bicara dengan ramah.Caden bukan hanya membuat asisten Robbin kebingungan, tetapi semua orang yang ditemuinya. Caden memberi tahu staf di lift, keluarga pasien, dan orang tua yang sedang berbincang di lantai bawah.Bahkan, Caden memberi tahu petugas kebersihan rumah sakit, "Ibunya anakku bernama Naomi! Dia itu Naomi yang paling sempurna! Aku nggak menyangka dia itu ibunya Rayden. Kenapa aku begitu beruntung?""Menurut kalian, apa di kehidupan sebelumnya aku pernah menyelamatkan dunia? Naomi! Haha, aku ... benar-benar beruntung! Aku senang sekali!"Kabar tentang seorang pria tinggi dan tampan yang menjadi gila beredar di rumah sakit. Dia terus menyebut nama "Naomi" setiap bertemu orang. Dia tersenyum bodoh begitu mengungkit Naomi.Seorang nenek berkomentar, "Padahal dia begitu tampan dan mu
Caden merasa sangat bersyukur Naomi adalah wanita yang dicarinya selama ini. Namun, dia juga menyesal. Caden ingin menghajar dirinya sendiri saat teringat dia pernah bersikap kasar pada Naomi. Kenapa dia begitu keterlaluan?Untung saja, Caden masih bisa menebus kesalahannya. Dia pasti akan memperlakukan Naomi dengan baik dan memanjakannya.Tiba-tiba, ponsel Caden berdering. Steven menelepon untuk melaporkan urusan perusahaan, "Kak Caden, hari ini jadi rapat, nggak? Sekarang sudah waktunya rapat, kenapa kamu belum datang ke kantor?"Caden menceletuk, "Kita libur!""Ha?" sahut Steven.Caden menjelaskan, "Beri tahu mereka ini perintahku. Belakangan ini kalian sangat lelah, jadi perusahaan diliburkan selama 3 hari dan semua pegawai tetap mendapatkan gaji.""Selain itu, suruh bagian keuangan setujui pengajuan dana untuk kegiatan team bulding setiap divisi. Mereka boleh mengadakan kegiatan itu kapan saja dan semua biaya ditanggung perusahaan. Dananya minimal ratusan juta," lanjut Caden.Stev
Caden merasa bersyukur, tetapi dia juga membenci orang misterius itu. Dua puluh menit kemudian, Caden sampai di Kompleks Sunia.Caden membuka pintu rumah dengan pelan. Dia tidak melihat Naomi di ruang tamu, jadi dia pergi ke kamar tidur utama.Sekarang sudah siang. Kamar tidur masih gelap. Tirai jendela belum dibuka. Hanya ada sedikit cahaya dari celah tirai yang terpancar di wajah Naomi.Kala ini, Naomi masih tertidur pulas. Begitu melihat Naomi, Caden langsung melupakan orang misterius. Hari ini, Caden ingin menghabiskan waktu berduaan dengan Naomi. Jadi, siapa pun tidak boleh mengganggu mereka.Caden menutup pintu kamar dengan pelan, lalu berjalan ke samping tempat tidur dan memandangi Naomi dengan penuh cinta.Naomi adalah ibunya Rayden dan wanita yang dicarinya selama 6 tahun. Caden pernah menyakiti Naomi, lalu mencarinya untuk bertanggung jawab. Sekarang dia juga mencintai Naomi.Perasaan Caden campur aduk. Dia membelai wajah Naomi dengan lembut. Tangannya gemetaran. Selain peras
Naomi kebingungan. Dia tidak terlalu pintar. Naomi mengira asalkan dirinya tidak mengaku dan tidak mengungkapkan kebenaran, Caden tidak akan mengetahuinya.Jadi, saat mendengar Caden meminta maaf, Naomi juga tidak menyangka Caden sudah mengetahui kebenarannya.Namun, Naomi pernah mempelajari ilmu psikologi. Dia tahu kondisi Caden sekarang. Caden sangat menderita dan memendam banyak penyesalan. Dia tidak bisa melupakannya.Kondisi Caden lebih parah dari semalam. Pria memang jarang menangis, tetapi mereka tetap bisa meneteskan air mata jika terlalu sedih. Kala ini, Caden pasti sangat sedih.Naomi benar-benar tidak tahu apa yang terjadi. Ini adalah pertama kalinya Naomi melihat Caden seperti ini. Dia sangat khawatir sehingga berpikiran macam-macam.Naomi bertanya, "Apa ... kamu menyukai wanita lain atau kamu punya hubungan spesial dengan wanita lain?"Mungkin Caden berhubungan dekat dengan wanita lain, jadi dia merasa bersalah pada Naomi. Caden tertegun sejenak, lalu segera menjelaskan, "
Kala ini, perasaan Caden campur aduk. Namun, ciumannya sangat lembut dan hati-hati.Seperti seorang anak kecil yang memakan kue kesukaannya. Dia ingin melahapnya, tetapi tidak rela. Jadi, dia mencicipinya dengan perlahan.Sama juga seperti kolektor yang mengagumi barang berharga yang langka. Gerakan Caden sangat lembut karena dia takut menyakiti Naomi.Naomi memejamkan mata dan bulu matanya bergetar. Sebelumnya, ciuman Caden sangat impulsif. Hari ini, Caden tiba-tiba mencium Naomi dengan lembut, seolah-olah ini adalah ciuman pertama mereka. Namun, ciuman seperti ini lebih menggoda.Sebelumnya, Caden mencium Naomi dengan penuh hasrat. Hari ini, dia mencium Naomi dengan tulus. Naomi yang gugup menarik kedua sisi pakaian Caden di bagian pinggang dan membiarkan Caden menciumnya.Suasana di kamar tidur menjadi makin intens. Napas mereka memburu dan keduanya berpelukan dengan erat.Hasrat Caden bergelora dan dia hampir tidak bisa mengendalikan diri lagi. Caden mulai melumat bibir Naomi. Tang
Naomi dan suaminya belum bercerai. Jika suaminya tahu dia berhubungan dengan pria lain, takutnya dia akan menyakiti Caden.Naomi harus segera menghubungi pengurus Vila Uwana untuk bercerai dengan suaminya. Saat Caden sedang mandi, Naomi duduk dan mengambil ponsel.Naomi menelepon pengurus Vila Uwana, "Halo, aku mau tanya kapan Caden bisa bertemu denganku? Aku buru-buru mau cerai dengannya. Kalau dia nggak memberiku kabar, aku akan mencarinya di perusahaan."Pengurus hanya mengatakan dia akan menyampaikannya kepada suami Naomi, lalu mengakhiri panggilan telepon.Naomi mengernyit. Dia merasa pusing, apa suaminya gila? Jelas-jelas dia tidak mencintai Naomi dan sampai sekarang mereka belum bertemu. Kenapa dia tidak bersedia cerai dengan Naomi?Naomi berusaha menenangkan dirinya, lalu menelepon anak-anaknya. Hari ini, Tiara pulang ke rumah dan anak-anaknya baik-baik saja. Mereka menyuruh Naomi tidak usah khawatir dan berpesan agar Naomi fokus pada urusannya sendiri.Setelah mengakhiri pangg
Naomi menggeleng dan menolak, "Nggak boleh. Kamu nggak boleh hubungi dia.""Kenapa?" tanya Caden.Naomi menyahut, "Aku takut dia menyakitimu."Caden menimpali, "Kamu nggak usah khawatirkan hal ini. Aku cari dia untuk bicara baik-baik.""Itu juga nggak boleh," tegas Naomi. Sebelumnya Caden berkelahi dengan Samuel. Dia pasti tidak bisa mengendalikan diri jika bertemu suami Naomi.Bagaimanapun, sikap suami Naomi pada Caden pasti lebih buruk dibandingkan sikap Samuel pada Caden. Dia bahkan tidak bisa menahan emosinya saat menghadapi Samuel, apalagi suami Naomi.Jika Caden memukul suami Naomi, masalahnya pasti runyam. Meskipun marga mereka sama, suami Naomi adalah seorang presdir. Sementara itu, Caden adalah pebisnis yang bangkrut. Mana mungkin dia sanggup melawan suami Naomi?Lagi pula, Caden tidak berhak main tangan. Pria itu adalah suami Naomi yang sah secara hukum, sedangkan Caden ....Bagaimana kalau suami Naomi marah dan memenjarakan Caden, lalu sengaja menambah kesalahannya agar dia
“Dari mana asal bau alkohol seberat ini? Kamu minum alkohol?” jerit Kevin begitu memasuki rumah.Camila bersembunyi di samping Dylan. Dia bahkan tidak berani bernapas sama sekali. Dahlia dan Keiza menutup hidung mereka. “Iya, bau sekali, pasti minumnya banyak.”Tiba-tiba Fakhri menyadari botol alkohol yang bergelinding di samping! Dia mengambil botol itu dan rasa syok seketika terlukis di wajahnya.“Astaga! Alkohol tahun 1935! Ini minuman koleksi kakekmu saat dia masih hidup. Dia bahkan nggak tega untuk meminumnya. Dylan malah meminumnya?”Omran juga menemukan beberapa botol kosong. Di bawah bantuan cahaya lilin, dia membaca, “Vodka Rosso Polo edisi terbaru, Han Emperor Maotai …. Astaga! Dylan, apa gara-gara kamu dipukul, kamu sampai nekat menghabiskan koleksi kakekmu?”Kedua mata Kevin terbelalak lebar ketika melihat botol kosong itu. Dia segera berlari ke depan altar ayahnya! Ternyata botol alkohol yang disimpan di balik papan sudah dihabiskan semuanya!Amarah di hati Kevin seketik
Ekspresi Kevin sangat masam. Sementara itu, para penjaga masih berjaga di luar aula leluhur. Mereka ketakutan saat melihat Kevin dan lainnya yang datang.Salah satu penjaga bergegas masuk ke aula leluhur untuk mengabari Camila. Kevin yang curiga langsung berteriak, "Berhenti!"Penjaga terdiam di tempat. Kevin menghampiri penjaga dan bertanya, "Kenapa kamu panik?"Penjaga gemetaran. Dia menunduk karena tidak berani melihat Kevin. Penjaga memanggil, "Pak Kevin."Tidak ada pintu belakang di aula leluhur, jadi Camila tidak bisa kabur. Tentu saja para penjaga panik.Kevin tidak mengizinkan siapa pun untuk melihat Dylan. Namun, mereka membiarkan Camila masuk. Itu berarti mereka melanggar perintah Kevin.Selain itu, mereka sudah berjanji kepada Camila untuk mengabarinya jika ada yang datang. Para penjaga merasa tidak berdaya.Kevin menyadari ada yang tidak beres. Dia membentak dengan ekspresi muram, "Cepat bilang! Apa yang dilakukan anak sialan itu di dalam aula leluhur?"Para penjaga tidak b
Dylan ingin menunjukkan tekadnya. Mungkin juga dia ingin memprovokasi Kevin dan Catherine. Dylan mengeluarkan ponsel, lalu menambahkan deskripsi di akunnya.[ Aku nggak akan menikah selamanya! Orang yang menikah bodoh! ]Setelah selesai, Dylan memamerkannya kepada Camila. Sementara itu, pandangan Camila agak kabur. Sesudah beberapa saat, dia baru bisa melihat dengan jelas. Camila mengacungkan jempol kepada Dylan dan memuji, "Kamu hebat!"Dylan bertanya, "Kamu mau tulis, nggak?"Camila masih bisa berpikir rasional. Dia menyahut, "Nggak mau. Aku ini artis, jadi aku harus memikirkan citraku. Tapi, aku pasti nggak akan menikah lagi. Aku sudah membuat keputusan.""Kalau salah satu dari kita menikah, itu berarti dia bodoh!" balas Dylan."Oke," sahut Camila.....Camila dan Dylan bersenang-senang di aula leluhur. Di sisi lain, Lyana yang berada di ruang tamu terus menangis. Dylan terluka parah dan tidak makan seharian.Selain itu, sekarang sudah malam. Namun, Kevin masih tidak mengizinkan Dyl
Camila ragu-ragu sejenak sebelum menghampiri papan nama kakek Dylan. Dia memberi hormat kepada kakek Dylan, lalu berkata, "Kakek, jangan salahkan aku, ya. Cucumu yang suruh aku ambil, aku cuma bantu dia. Kalau kamu marah, buat perhitungan dengan cucumu. Jangan cari aku."Selesai bicara, Camila baru berani bertindak. Dia mengambil 2 botol vodka dan 2 gelas. Setelah kembali ke sisi Dylan, Camila baru berani melihat vodkanya.Tangan Camila bergetar. Dia berseru, "Sialan! Vodka ini sangat mahal!"Camila melihat vodka, lalu memandang Dylan dan bertanya, "Kamu yakin mau minum ini?"Harga sebotol vodka ini setara dengan sebuah vila. Dylan menyahut dengan santai, "Tentu saja, cepat buka."Camila menelan ludah. Dia meletakkan botol vodka di samping, lalu mengambil makanan. Dia tidak melupakan tugasnya hari ini. Camila berucap, "Nggak bagus kalau kita minum vodka saat perut kosong. Kita makan dulu."Ketika mengambil makanan, Camila teringat dengan batu permata itu. Dia berujar, "Oh, iya. Ada uru
Camila menyahut, "Aku datang melihatmu."Dylan mengeluh, "Seharusnya kamu bilang dulu sebelum datang."Camila tertawa, lalu menimpali, "Kenapa? Apa kamu mau berdandan dulu?"Dylan mengatupkan bibirnya. Dia sudah terbiasa sok ganteng. Sekarang kondisinya sangat menyedihkan, jadi Dylan tidak ingin bertemu siapa pun. Apalagi bertemu wanita cantik.Camila memiringkan kepalanya dan melihat Dylan sambil menyipitkan matanya. Dylan merasa canggung dilihat Camila. Dia bertanya seraya mengernyit, "Kamu lihat apa?"Camila menilai, "Rambutmu acak-acakan, bajumu kotor dan robek, wajahmu juga dinodai abu. Dylan, penampilanmu sangat buruk!"Apalagi dibandingkan dengan penampilan Camila yang menawan, Dylan tampak seperti pengemis. Dylan memelotot. Dia sangat mementingkan penampilannya, bisa-bisanya Camila mengkritiknya!Dylan berpikir sejenak, lalu berujar, "Dipukul ayahku bukan hal yang memalukan. Hampir semua orang pernah dipukul waktu kecil!""Orang lain dipukul waktu kecil. Kamu sudah berusia 30 t
Caden mempunyai 5 anak, sedangkan putra mereka belum mempunyai keturunan. Para keluarga kaya tidak kekurangan uang. Tentu saja mereka berharap bisa mempunyai banyak keturunan. Mereka mampu membesarkan anak-anak itu.Keluarga Hermanto tidak berani berharap Dylan bisa mempunyai anak. Mereka sudah cukup bersyukur jika Dylan bersedia menikah. Namun, bagaimana kalau Camila dan Dylan benar-benar bersama? Kemungkinan tahun depan mereka juga mempunyai anak!Seluruh anggota Keluarga Hermanto pasti sangat gembira. Mungkin Kevin dan Lyana akan sibuk memberi tahu semua orang mereka sudah mempunyai cucu."Bu Camila, kamu parkir mobilmu di sini saja," ujar penjaga yang menunggu di pintu belakang. Dia sudah mendapatkan kabar sebelumnya. Begitu melihat Camila, penjaga sangat antusias.Camila memarkir mobil, lalu mematikan mesin. Penjaga dan pelayan Keluarga Hermanto menyapa Camila dengan ramah. Mereka juga membantu Camila membawa barang-barang. Bahkan, mereka juga mengingatkan Camila untuk berhati-hat
Mobil sport merah milik Camila berhenti di depan kediaman Keluarga Hermanto. Camila membunyikan klakson.Para penjaga kediaman Keluarga Hermanto terpana melihat kecantikan Camila. Mereka berebutan untuk menyapa Camila dengan ramah."Bu Camila, apa kamu datang untuk menjenguk Pak Dylan?""Pak Caden sudah memberi tahu kami. Kamu jalan terus, lalu belok ke pintu belakang kediaman Keluarga Hermanto.""Jarak dari sana ke aula leluhur lebih dekat dan nggak bisa ketahuan Pak Kevin. Ada orang yang tunggu kamu di sana. Dia akan bawa kamu ke aula leluhur."Camila mengangguk dan menyahut, "Oke, terima kasih.""Sama-sama," balas penjaga. Setelah Camila pergi, beberapa penjaga sibuk berkomentar."Entah apa yang dipikirkan Leon tolol itu. Dia malah nggak menghargai istri yang begitu cantik. Otaknya bermasalah!""Ibunya Leon juga tolol. Dia terus memfitnah Bu Camila di internet.""Jelas-jelas Bu Camila itu menantu yang membanggakan. Keluarga Leon benar-benar beruntung, tapi mereka malah menyia-nyiaka
Camila berbicara dengan tatapan dingin, "Sejujurnya, waktu dikurung selama 1 tahun olehmu, aku merasa kesakitan setiap hari. Bukan cuma itu, aku juga merasa putus asa. Aku dikurung pria yang kusukai dan dipermalukan pelakor. Aku sangat tersiksa!"Camila menambahkan, "Aku kira aku nggak bisa kabur lagi seumur hidup. Aku benar-benar putus asa ...."Sambil bicara, Camila menginjak jari Leon hingga putus. Dia membawa pisau, lalu membuka pintu kandang dan berjalan masuk.Leon sudah lama tidak makan, jadi dia tidak mampu melawan lagi. Leon mengangkat tangannya yang terluka parah dan berkata sembari memandang Camila dengan ekspresi panik, "Apa yang ingin kamu lakukan? Membunuh itu ... melanggar hukum ...."Camila berucap, "Kamu cuma merasa sedikit ketakutan, tapi kamu nggak merasakan keputusasaanku waktu itu! Kamu tahu aku nggak akan membunuhmu dan aku juga nggak bisa mengurungmu dalam waktu yang lama seperti yang kamu lakukan padaku. Jadi, kamu nggak merasa putus asa.""Kalau kamu nggak mera
Leon berucap dengan napas tersengal-sengal, "Berikan padaku!"Camila duduk di sofa, lalu meletakkan botol anggur dan gelas di atas meja. Dia menceletuk, "Apa kamu masih ingat arti dari anggur ini? Kalau kamu bisa jawab, aku akan memberimu segelas anggur."Leon mengernyit. Bibirnya bergerak, tetapi dia tidak bisa melontarkan sepatah kata pun. Camila menggeleng seraya mendesah, lalu menambahkan, "Kamu benar-benar pelupa. Kamu bahkan melupakan anggur ini."Camila meneruskan, "Ini anggur di resepsi pernikahan kita yang sengaja kita simpan. Kita sudah sepakat untuk menyimpannya. Nanti waktu salah satu dari kita hampir meninggal, kita baru buka anggurnya."Selesai bicara, Camila tidak memberi Leon kesempatan untuk mempertimbangkan. Dia mengambil botol anggur, lalu membukanya. Camila menuang anggur ke gelas dan langsung mencicipinya. Dia berkomentar, "Enak, ini anggur yang bagus!"Leon yang panik berkata, "Kamu ... mau bunuh aku? Jangan lupa, membunuh itu melanggar hukum. Banyak orang tahu ka