Dalam penjara.Begitu melihat Caden, Attar langsung merasa gelisah. “Pa ... Pak Caden ....”Caden tidak menyahut. Dia hanya duduk dengan ekspresi datar. Sementara itu, Attar duduk di seberang Caden dengan gelisah.Kemudian, Caden bertanya dengan acuh tak acuh, “Kamu sudah tahu identitas Naomi, ‘kan?”Attar buru-buru mengangguk dan menjawab, “Sudah. Di ... dia itu putri keluarga terkaya di Kota Haidi.”Begitu teringat latar belakang keluarga Naomi, Attar merasa sangat menyesal. Jika tahu Naomi memiliki latar belakang yang begitu bagus, dia pasti akan bersikap sangat baik terhadap Naomi. Dengan begitu, setelah Keluarga Howie datang mengenali Naomi, dia pasti bisa sukses.Hanya saja, Tuhan sudah memberikan permata kepada Keluarga Tandi, tetapi Keluarga Tandi malah menganggapnya sebagai sampah dan menyiksanya setiap hari. Sekarang, selain tidak bisa mendapatkan keuntungan apa pun, Attar malah harus merasa gelisah setiap hari karena takut Joseph datang untuk memberi pelajaran padanya.Caden
“Aku nggak tahu lagi yang lainnya. Pak Caden, kamu itu tokoh terkemuka. Kamu harus penuhi janjimu. Aku mohon kirimlah kami sekeluarga ke luar negeri secepat mungkin!” ujar Attar.Attar sekeluarga sudah tidak bisa lanjut tinggal dalam negeri. Saat ini, mereka harus menghadapi Caden, Joseph, dan Leon. Attar bahkan ingin langsung terbang ke luar negeri sekarang juga.Caden menatapnya dengan penuh arti. “Aku selalu tepati janjiku. Habis masalah ini selesai, aku akan kirim kalian ke luar negeri.”Membiarkan Attar sekeluarga lanjut dikurung di penjara terlalu menguntungkan mereka. Mereka seharusnya dikirim ke luar negeri seperti Tony. Caden berniat untuk menyerahkan mereka kepada Joseph dulu, lalu baru membiarkan Joseph mengirim mereka ke “tempat yang baik”.Keluarga Tandi sudah menindas Naomi selama 20 tahun. Biarkan saja mereka menggunakan sisa hidup mereka untuk menebus dosa mereka.Attar tidak mengetahui niat Caden dan mengira dirinya bisa hidup enak di luar negeri. Dia pun merasa sangat
Pada pukul 4 sore, Naomi, Braden, dan Hayden tiba di sebuah kafe. Leon sudah menunggu di dalam. Dia mengenakan setelan jas yang dipadukan dengan kemeja. Meskipun wajahnya terlihat agak lesu, matanya malah berbinar dan dia terlihat seperti seorang pemuda yang riang.Leon memiliki penampilan yang terkesan jujur dan wajah yang tampan. Orang yang tidak memahaminya tidak akan menyangka di balik penampilannya yang jujur dan tampan itu, tersembunyi hati yang sangat busuk dan kejam.Naomi diam-diam mengepalkan tangan dan berjalan ke arah Leon dengan terburu-buru. Braden dan Hayden juga mengikutinya berjalan ke sisi Leon, lalu menyapa dengan berpura-pura ramah, “Halo, Paman Leon.”Leon melirik wajah kedua bocah yang mirip dengan Caden itu dengan agak dingin. Dia tidak akan membesarkan anak Caden. Setelah dirinya bersama Naomi, mereka akan memiliki anak mereka sendiri. Dia akan menyingkirkan anak-anak Caden dengan baik. Di dunia ini, hanya dia yang layak menghamili Naomi. Pria lainnya tidak laya
Naomi sedih lagi! Setelah beberapa saat, Naomi baru berjalan keluar dari rumah sakit. Matanya terlihat merah dan bengkak.“Mama!”“Mama nggak apa-apa. Jangan khawatir. Kalian main saja.”Setelah menenangkan Braden dan Hayden, Naomi kembali ke tempat duduk dan lanjut berbincang dengan Leon.“Yang di dalam video itu Camila. Kali ini, itu benar-benar Camila!”“Emm, aku juga merasa begitu. Kamu jangan terlalu sedih. Masalahnya belum mencapai titik terburuk. Meski sudah disiksa, Camila masih hidup.”Naomi menarik napas dalam-dalam, lalu bertanya, “Kalau nggak lapor polisi, gimana kita bisa tolong Camila?”“Aku punya pemikiran seperti ini. Demi keselamatan Camila, sebaiknya kita jangan lapor polisi dulu dan lakukan perintah penculik. Habis Camila diselamatkan, kita baru lapor polisi.”Naomi mengangguk dan menjawab, “Benar, keselamatan Camila itu yang paling penting. Apa yang diminta penculik?”“Mereka mau uang, juga mau pusaka Keluarga Nandara.”“Berapa banyak uang yang mereka minta?”“Sepu
Setelah kembali ke Vila Maison, Naomi langsung melemparkan diri ke pelukan Caden dan menangis.“Aku sudah melihat Camila! Camila yang asli! Aku yakin 100% ... orang di video itu memang Camila!”“Aku tahu. Aku juga sudah melihatnya. Ini hal yang baik. Dia benar-benar masih hidup.”“Tapi, dia terluka. Lagian, tatapannya juga penuh rasa takut. Dia pasti sudah disiksa. Dia ... dia pasti menderita banget.”Caden memeluk Naomi sambil menghibur, “Kita sudah makin dekat dengannya. Percayalah padaku, kita pasti bisa segera menyelamatkannya.”Naomi menyeka air mata dan berkata, “Leon ingin memanfaatkannya untuk menipu uangmu.”“Aku punya uangnya dan bisa kasih ke dia kapan pun itu. Kamu nggak usah khawatir.”Naomi segera menjawab, “Itu uang kita! Atas dasar apa kita harus kasih ke dia! Aku lagi mikir cara gimana kita bisa selamatkan Camila tanpa kasih dia uangnya.”Caden berujar dengan lembut, “Kamu nggak usah khawatir soal cara menolong orang. Aku punya caranya.”Naomi menghela napas. Dia kuran
“Ingat! Kamu cuma boleh bawa uangnya keluar rumah sendiri! Kalau ada orang lainnya, kami akan langsung habisi Camila! Bu Naomi, demi keselamatan sahabatmu, sebaiknya kamu turuti perintah kami. Kami lagi mengawasimu!”Seusai berbicara, orang itu langsung memutuskan sambungan telepon.Naomi masih berada dalam keadaan terkejut ketika Leon menelepon. Leon bertanya dengan panik, “Naomi, penculiknya sudah hubungi kamu?”“Dia baru putuskan sambungan teleponnya. Ada apa ini sebenarnya?”Leon menjawab, “Penculiknya sudah tahu kita ketemu sore ini. Dia takut kamu lapor polisi, juga takut kamu kasih tahu Pak Caden, makanya dia sengaja memberimu peringatan. Mereka tahu Pak Caden sulit dihadapi dan takut Pak Caden terlibat.”Naomi berusaha untuk menenangkan diri, lalu berkata dengan kening berkerut, “Mereka suruh aku mencarimu.”“Emm. Aku lagi pergi ambil pusaka Keluarga Nandara sesuai perintah mereka. Habis itu, aku akan menjemputmu.”“Kamu mau jemput aku ke mana?”“Aku juga nggak tahu, mereka ngg
Setelah menelepon beberapa orang, Caden kembali ke sisi Naomi dan menghiburnya, “Jangan khawatir. Leon nggak akan bisa kabur, sedangkan Camila juga nggak akan kenapa-napa. Aku sudah atur semuanya.”Naomi yang baru memutuskan sambungan telepon Leon bertanya dengan panik, “Gimana ini sekarang? Aku benar-benar harus pergi cari Leon dengan bawa uangnya?”“Nggak usah. Waktu dia telepon kamu nanti, kamu temui saja dia di rumah sakit.”Naomi bertanya dengan bingung, “Rumah sakit?”“Emm. Braden, Hayden, nanti kalian temani Mama ke rumah sakit. Rayden, kamu hubungi Kakek Surendra dan yang lain ....”Baru saja Caden selesai mengatur segalanya, Leon pun menelepon Naomi. Dia berkata dengan suara berat, “Naomi, untuk sementara, aku nggak bisa ke mana-mana.”Naomi tanpa sadar melirik Caden, sedangkan Caden mengisyaratkannya untuk tidak gugup. Dia menenangkan diri, lalu bertanya, “Kamu kenapa?”“Aku terluka. Sekarang, aku lagi dalam perjalanan ke rumah sakit.”“Hah? Kok kamu bisa terluka?”“Baru saja
Hayden juga menambahkan, “Papaku itu orang paling hebat di seluruh dunia! Cuma papaku yang bisa selamatkan Mama Camila! Papaku boleh terlibat secara diam-diam!”Naomi bertanya, “Gimana kalau kita biarkan Caden mencobanya? Kakimu sudah terluka. Kamu harus dirawat di rumah sakit untuk beberapa saat. Selama Camila masih di tangan penculik, aku nggak bisa tenang. Lagian, aku rasa yang dibilang anak-anak juga masuk akal. Caden sangat hebat. Dia pasti punya cara untuk selamatkan Camila.”Begitu mendengar ucapan Naomi, Leon langsung merasa tidak senang. Dia sangat ingin memberi tahu Naomi bahwa di dunia ini, hanya dia seorang yang bisa menyelamatkan Camila. Tidak ada gunanya Naomi bergantung pada Caden. Camila ada di tangannya sehingga Caden tidak mungkin bisa menemukan Camila.Leon mengembuskan napas panjang. “Demi keselamatan Camila, sebaiknya jangan biarkan Caden ikut campur. Naomi, tenang saja. Aku pasti selamatkan Camila! Kamu boleh percaya padaku.”“Tapi, kamu sudah terluka. Gimana kamu
Waktu itu, Dinala juga berada di tempat. Saking syoknya, wajahnya pun memucat. Ketika dia maju hendak melindungi Steven, sekujur tubuhnya gemetar. Dinala menutupi bagian luka Steven untuk menghentikan aliran darah. Darah pun mengalir dari celah jari tangan Dinala.Steven tidak ingin membuat Caden khawatir. Jadi, dia pun tidak memberi tahu Caden. Namun, pengawal merasa tidak tenang. Hari ini dia pun memberi tahu masalah itu kepada Caden.Mengenai mata-mata yang diutus orang misterius, tentu saja nasib mereka juga tidak berakhir bagus. Inilah hasil dari perbuatan yang mereka lakukan. Berhubung mereka berani menjadi monster, mereka pun mesti memiliki keberanian untuk menanggung akibatnya.Steven tidak lapor polisi, melainkan langsung membuang mereka ke rumah sakit jiwa. Dia juga berpesan kepada dokter, menyuruh dokter untuk lebih “menjaga” mereka. Jika diperlukan, disetrum dan dipukul saja.Dengan adanya tusukan itu, sementara waktu ini, Steven tidak bisa meninggalkan Kota Amari. Kebetul
Setelah mereka pergi, Caden menemani Baby sembari memikirkan cara untuk menenangkan Naomi.Menjelang siang, Naomi pun bangun. Saat ini, Caden sedang menemani Baby main di ruang tamu. Naomi menuruni tangga, lalu bertanya, “Kenapa cuma kalian berdua di rumah? Di mana yang lain?”Caden menatapnya dengan tatapan lembut. “Papa dan Mama keluar untuk belanja sayuran. Rayden ada di ruang baca lantai atas. Braden dan Hayden pergi bersama Kakek Bungsu. Apa kamu sudah lapar? Papa sudah masak buat kamu. Aku pergi keluarkan dulu.”Naomi mencium putrinya, lalu bertanya, “Braden dan Hayden ikut Kakek ke mana?”Caden berlagak tenang. “Aku juga nggak tahu. Aku cuma tahu mungkin mereka akan keluar selama beberapa hari.”Naomi terbengong sejenak. “Keluar selama beberapa hari? Tapi, kamu nggak tahu mereka ke mana?”Caden berkata, “Kata Braden dan Hayden, suasana hati Kakek lagi nggak bagus, mereka ingin keluar untuk menemaninya selama beberapa hari. Aku nggak enak untuk menolak, jadi aku menyetujuinya.”N
Satu-satunya permasalahan adalah ….“Kita mesti cari alasan yang bagus untuk membohongi Mama. Kalau sampai Mama tahu, dia pasti akan merasa nggak tenang.”Kening Caden berkerut. Dia tidak membalas.Braden berkata lagi, “Kamu nggak usah khawatir dengan keselamatan kami. Hayden, Putih, dan Master Bercodet sangat hebat. Ditambah lagi dengan kondisi lingkungan di dalam pegunungan, kalau orang misterius berani mengikuti kami, bisa jadi malah akan terjadi sesuatu sama dia.”Bagi Braden, Hayden, dan Putih, pegunungan itu mirip seperti Kota Karl orang misterius. Siapa yang berkuasa di wilayahnya, dialah yang menentukan! Kalau orang misterius itu masuk ke gunung, pasti dia yang akan dirugikan.“Selain itu, kalau kami yang pergi, nggak akan mudah menimbulkan kecurigaan dari orang misterius itu. Dia pasti nggak akan menyangka, kamu berani menyerahkan barang sepenting itu kepadaku dan Hayden. Dia hanya akan mengawasi dirimu, bukan kami. Jadi, aku dan Hayden adalah pilihan yang paling tepat.”Kenin
Berhubung mereka tahu jelas tujuan Caden ke Kota Amari, saat ini Braden dan Rayden merasa sangat gugup!Kening Rayden berkerut. “Papa begitu cepat meninggalkan Kota Amari, apa dia sudah menemukan virus? Atau petunjuknya terputus?”Raut wajah Braden kelihatan serius. “Kita tanya dia.”Kedua abang beradik tidak pergi mengetuk pintu kamar, melainkan mengirim pesan untuk bertanya.[ Papa tiba-tiba ke Kota Haidi. Apa masalah di Kota Amari sudah diselesaikan? ]Caden yang berada di kamar lantai 3 kelihatan sangat lembut ketika melihat Naomi yang sedang tidur nyenyak. Saat membaca pesan dari putranya, Caden pun membalas.[ Nanti aku akan cari kalian untuk bahas detailnya. ]Braden membalas. [ Oke, Kakek dan Nenek bawa Hayden dan Baby keluar. Aku dan Rayden tunggu Papa di ruang baca lantai 2. ]Caden tidak membalas. Dia mencium kening istrinya, lalu pergi ke kamar mandi. Sekitar 10 menit kemudian, Caden berpakaian rapi pergi ke ruang baca lantai 2.Saat Braden dan Rayden melihatnya, mereka se
Ketika melihat Caden, Naomi terbengong sejenak. “Suamiku?”Caden melihat Naomi telah membuka matanya. Dia pun membalas dengan suara serak, “Emm, apa aku sudah membangunkanmu?”Naomi seperti tidak sedang mendengar saja. Dia mengusap wajah Caden. “Kamu memang suamiku. Aku memimpikanmu lagi.”Sambil berbicara, Naomi mendekati bibir Caden untuk menciumnya. Kemudian, dia tersenyum, seolah-olah telah mendapat keuntungan saja.Selesai mencium, Naomi memejamkan matanya, lalu memasukkan Caden ke dalam pelukannya. “Kupeluk.”Jakun Caden tidak berhenti bergerak. Dia memeluk Naomi dengan patuh.Naomi mencari posisi yang nyaman di dalam pelukan Caden, lalu mulai ketiduran.Caden terdiam membisu. Dia mengira Naomi sudah sadar, ternyata dia sedang mimpi.Caden berusaha untuk bersabar lagi, tidak menggoda Naomi. Dia memeluk Naomi yang sudah memejamkan matanya, lalu tidur bersamanya.Keesokan paginya.Setelah Naomi bangun, belum sempat dia meregangkan tubuhnya, dia pun menyadari ada yang aneh. Ada sese
Yang Caden pedulikan, yang sangat Caden pedulikan ….Orang yang sangat dipedulikan Caden sangatlah sedikit. Selain Naomi dan anak-anak yang muncul belakangan, orang tuanya yang sudah meninggal dini, Steven, dan Andrew, masih ada dia!Dylan, cuma dia saja!Namun sepertinya ada yang aneh. Dirinya mencurigai Dylan adalah orang misterius. Tidak mungkin dia menggunakan dirinya sendiri untuk mengancam Caden!Namun, siapa lagi kalau bukan dia?Caden tidak kepikiran lagi!Pada saat ini, kepala Caden berdengung. Dia tidak bisa berpikir dengan kepala dingin. Ketika melihat video yang ditinggalkan orang tuanya, Caden pun merasa kesal dan marah! Ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokannya, membuatnya merasa sangat tidak nyaman!Pada saat ini, Caden semakin kesal lagi dengan adanya telepon dari orang misterius!Rasa benci Caden terhadap orang misterius sudah memuncak. Dia ingin sekali langsung pergi ke hadapan orang misterius, lalu bertarung dengannya! Namun ketika kepikiran dengan akhirnya, Cade
Menyuruh Steven mengatasi masalah ini juga demi melindungi mereka.Steven memahami maksud Caden. Dia pun mengangguk. “Kamu pergi dengan tenang. Serahkan masalah di sini kepadaku!”Selesai membereskan barang, Caden mengenakan jaketnya, lalu berkata dengan raut dingin, “Setelah aku pergi, kamu langsung atur pengawal untuk beraksi. Berapa pun bukan masalah. Habisi mereka semua!”“Emm! Jaga dirimu!”Baru saja Caden pergi, Steven pun menerima panggilan dari pengawal. “Kak Steven, sudah terjadi sesuatu dengan Dinala. Seorang pria yang bernama Lojel mengancamnya dengan menggunakan adiknya. Sekarang dia sedang diinterogasi.”Kening Steven berkerut. “Apa Dinala terluka?”“Dia diculik oleh komplotan Lojel.”Amarah Steven meluap. “Bagaimana kalian mengawasinya?”Pengawal merasa tidak berdaya. “Lojel adalah temannya Dinala. Dia langsung pergi ke rumah Dinala. Kita juga nggak berhasil mewaspadainya, juga nggak berani bertindak gegabah.”Kening Steven berkerut. “Sekarang aku ke sana. Kalian cari kes
“Kak Caden, aku curiga ada pengkhianat dalam tim penjemputan! Pengkhianat itu diam-diam menghubungi Paman Darman dan juga Bibi Wanda, sedangkan Paman Darman dan Bibi Wanda nggak tahu mereka adalah pengkhianat. Mereka bertemu secara diam-diam, lalu memberikan virus palsu kepada mereka.”“Sementara, pengkhianat itu nggak tahu kalau virus itu palsu. Setelah mendapatkannya, mereka segera mengutus orang untuk membunuh Paman Darman dan Bibi Wanda! Saat menyadari virus itu palsu, Paman Darman dan Bibi Wanda sudah meninggal. Mereka sama sekali nggak bisa mencari tahu keberadaan virus asli. Jadi, mereka hanya bisa memfokuskan perhatian ke dirimu!”Steven mengepal erat tangannya sembari menganalisis dengan sangat gusar.Kening Caden berkerut. Raut wajahnya sangat muram. Sekeliling terasa dingin!Steven juga sudah mengerti. Dia juga semakin paham lagi. Tanpa perlu curiga lagi, kenyataan memang seperti itu!Tim yang ditugaskan untuk menjemput Darman dan Wanda saat itu tidak seperti yang dikatakan
“Karena aku dan mamamu khawatir ada pengkhianat. Nirman pernah mengingatkan kami untuk lebih berwaspada. Selain itu, kalau negara langsung mengambil tindakan, targetnya akan terlalu mencolok dan kemungkinan besar akan terdeteksi oleh Negara Amuriko.”“Jadi, kami berencana mencari seseorang yang dapat dipercaya untuk membawa virus ini kembali ke negara kita terlebih dahulu. Sementara itu, kami akan membawa virus versi palsu untuk diserahkan kepada tim penjemput. Inilah yang kumaksud.”Darman mengangkat sebuah kotak kecil dan menunjukkannya ke depan kamera. Kotak itu hampir identik dengan yang ditemukan Caden.Darman membuka kotak. Di dalamnya terdapat sebuah tabung. “Ini yang palsu. Kalau semuanya berjalan lancar, setelah kami kembali dari luar negeri, aku akan segera kembali untuk mengambil yang asli dari Kota Amari, lalu menyerahkannya kepada negara.”“Kalau sampai aku dan mamamu mati, virus asli juga nggak akan jatuh ke tangan orang jahat! Caden, ingat, kalau terjadi sesuatu dengan a