Share

51.

last update Last Updated: 2025-03-31 12:44:51

"Hmm, sini!" seru Aldebaran, tersenyum tipis.

Shania berjalan, lalu berdiri di samping Aldebaran. "Aku lapar," katanya, pelan.

Aldebaran membelai rambutnya perlahan. "Kita pesan makan aja, ya? Kamu mau makan apa?"

"Beef burger with corn soup," jawab Shania dengan lancar.

"Cuma itu?"

"Ya," sahut Shania sambil memeluk perut Aldebaran. "I want you more!"

"Hmm? Are you ok, Sha?"

"Ho-oh," jawab Shania.

Aldebaran tidak menanggapinya. "Oke, aku pesan dulu," ujarnya sambil mengeluarkan ponsel dari saku celana

"Oh iya, kamu jangan keluar dari sini sebelum aku kasih izin!"

"Kenapa?"

"Ini perintah, ok!" Aldebaran menjawab dengan cuek

Kedua alis Shania terangkat. "Sejak kapan kamu berani memerintahku?"

Aldebaran menatap Shania sebelum akhirnya menempelkan bibirnya ke gadis itu.

"Sejak apa yang kita lakukan tadi di kamarku," jawab Aldebaran sehingga membuat Shania tersipu malu.

Shania menunduk. "Aku mandi dulu."

"Kamu bawa baju ganti, nggak?"

"Nggak," jawab Shania, panik. "Terus, gimana?"

"Ten
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • 2 Billion Dollars: Rahasia Cinta Bodyguard Tampan    52.

    Mau tidak mau, Aldebaran bangun dan duduk di samping Shania. Dia meraih ponsel yang tergeletak di atas meja.Aldebaran membaca satu pesan masuk yang memang sudah dia tunggu-tunggu sejak lama.Nico: Bos, Nona Zoya udah kembali dari Rusia. Saat ini sedang berada di kediamannya.Aldebaran membaca pesan dari Nico dengan jantung berdebar dan mata yang berbinar. Dia segera membalasnya.Aldebaran: Cari tau semua kegiatan Zoya!Nico: Oke, Bos!Aldebaran lega seketika. Dia tidak berhenti tersenyum sambil membayangkan wajah cantik Zoya."Kells? Kamu kayaknya happy banget?"Aldebaran tidak menjawab. Dia mendaratkan bibirnya di kening Shania. Lalu meletakkan kembali ponselnya ke tempat semula.Shania menutup kedua matanya sejenak. "Sebentar, Kells. Kayaknya ponselku berdering." Shania bergegas bangun dari sofa dan berjalan ke kamar untuk mengambil ponselnya."Itu pasti keluarganya," gumam Aldebaran sambil mengikuti langkah Shania.Shania meraih ponselnya di atas meja nakas. Wajahnya berubah teg

    Last Updated : 2025-03-31
  • 2 Billion Dollars: Rahasia Cinta Bodyguard Tampan    53.

    Aldebaran sedang memegang gelang milik Zoya di tangan kirinya sambil terus berbicara seolah-olah itu adalah Zoya, si Nona ketiga keluarga Alexander.Ponsel Aldebaran menyala. Tertera nama Nico di layar. Aldebaran membuka pesan dengan tidak sabar.Nico : Saya akan mengirimkan jadwal Nona Zoya segera.Aldebaran : Sekarang!Nico : Baik, Bos.Aldebaran masih menunggu hasil Nico dengan sabar. Dia bersiul-siul di dalam mobilnya sambil sebuah yang sedang diputar.Nico: Bos, Anda sudah membaca pesan saya yang terakhir? Cepat respon saya.Aldebaran tersentak membaca pesan terakhir Nico. "What? Really?" Aldebaran terperangah saat membaca pesan Nico yang berisi tentang kegiatan Zoya untuk satu minggu ke depan. Dia menggelengkan kepala karena sangat puas dengan hasil kerja Nico. Aldebaran: Oke. Kerja bagus!Nico: Thank you, Bos. Apa masih ada lagi tugas buatku?Aldebaran: Tunggu job selanjutnya!Nico: Oke, Bos.Aldebaran tiba di apartemennya menjelangsenja. Dia merasakan sepi tanpa Shania.Al

    Last Updated : 2025-03-31
  • 2 Billion Dollars: Rahasia Cinta Bodyguard Tampan    54.

    "Bagaimana jika di sini, Tuan?" Carla menunjuk dengan sopan tempat duduk dekat jendela di sisi kirinya."Hmm, nggak masalah," sahut Aldebaran, menyetujuinya.Carla berkata dengan sopan. "Kalau begitu, silakan duduk! Ini buku menunya. Jika sudah siap memesan, silakan panggil saya atau pelayan lainnya, Tuan!""Oke," jawab Aldebaran datar.Setelah Carla pergi, Aldebaran melirik dua meja di barisan depan. "Aku pikir, suasana restoran Italia ini formal, tapi ternyata nggak." Aldebaran menatap empat wanita yang duduk di meja barisan depan. "Homey and cozy banget di sini!" seru Aldebaran sambil terus menatap keempat wanita."Tapi, di mana Zoya?"Kedua mata Aldebaran tidak berhenti mencari-cari Zoya yang sedari tadi tidak terlihat. Aldebaran mengenal keempat wanita yang sedang berbincang sambil sesekali tertawa."Zoya!" Wanita bermata bulat meneriakkan nama Zoya. Dia adalah Cornelia. Cornelia berdiri dan diikuti ketiga wanita lainnya."Hai, Onel!" Zoya memeluk wanita Cornelia. "Gimana

    Last Updated : 2025-04-01
  • 2 Billion Dollars: Rahasia Cinta Bodyguard Tampan    55.

    Aldebaran mulai menikmati menu pesanannya sambil sesekali melirik Zoya. Pengunjung yang tidak begitu banyak, jadi memudahkan Aldebaran mendengar semua perbincangan mereka."Zoya, bagaimana dengan baletmu diBolshoi?" tanya Cornelia."Aku berhenti.""Hah? Apa?" teriak keempat wanita serempak."Kenapa, Zoya?" tanya Amanda yang sejak tadi hanya terdiam.Zoya bertanya balik, "Apa peduli kamu, Kak?""Hah? Kamu bilang, apa peduliku?" Kedua mata Amanda membulat sempurna."Benar. Karena selama ini, kamu cuma sibuk sama dunia kamu sendiri!" seru Zoya sambil membenarkan anak rambutnya yang menutupi mata."Tapi, Zoya....""Manda, cukup! Jangan buat kegaduhan di restoran ini!" Dia adalah Natasha. Penampilan Natasha elegan dengan rok hitam bergaris yang panjangnya selutut dan dipadu dengan atasan sabrina berwarna merah muda."Tapi, Kak....""Stop!" seru Natasha lagi. "Kami semua tahu sikap pemberontak kamu di keluarga!"Aldebaran tampak tidak tenang melihat Amanda terpojok seperti itu. "Wanita

    Last Updated : 2025-04-01
  • 2 Billion Dollars: Rahasia Cinta Bodyguard Tampan    56.

    Aldebaran berlari masuk ke toilet wanita. Brak! Aldebaran membuka pintu toilet dengan kasar. Dia mengedarkan pandangan ke segala penjuru toilet. Namun, tidak menemukan siapapun."Anda di mana, Nona?" tanya Aldebaran. "Nona? Anda dengar saya, nggak?""Saya di sini, Tuan. Di toilet paling ujung sebelah kanan," jawab si wanita.Aldebaran bergegas ke sana. Tidak lama, dia melihat Zoya.Zoya tersungkur di lantai sambil mengaduh. Sementara si wanita menyanggah kepala Zoya dengan tangan kirinya agar tidak membentur dinding."Apa yang terjadi?" tanya Aldebaran, tidak sabat."Kamu?" Zoya terkejut saat melihat Aldebaran baginya tidak asing."Saya bantu berdiri," ujar Aldebaran. "Tuan, sepertinya kaki Nona ini terkilir," kata si wanita."Baiklah. Saya akan menggendongnya."Aldebaran melangkah mendekati Zoya dan wanita tadi."Permisi, saya akan membawa Nona ini keluar dari sini," ujar Aldebaran."Ya," jawab si wanita sambil berdiri dengan perlahan."Maaf, siapa nama Anda, Nona?" tanya Aldebara

    Last Updated : 2025-04-01
  • 2 Billion Dollars: Rahasia Cinta Bodyguard Tampan    57.

    Aldebaran tidak beranjak dari lantai 20 Four Seasons Hotel. Dia sangat penasaran dengan apa yang akan dilakukan kedua pria tadi."Aku nggak mungkin cuma duduk diam melihat apa yang akan terjadi! Aku harus melakukan sesuatu, tapi apa?"Dengan hati gundah, Aldebaran melangkah menuju basement tempat dia memarkirkan mobilnya. Aldebaran menutup pintu mobil. Dia duduk di kursi kemudi dengan gelisah. Aldebaran sengaja memarkirkan mobilnya di dekat mobil milik keluarga Alexander. Karena dengan begitu, dia akan lebih mudah mengawasi setiap gerak-gerik Zoya.1 jam lamanya, Aldebaran berada di dalam mobil. Dia menjadi sangat tidak sabar. "Apa yang akan dilakukan Ezra pada Zoya? Apa mungkin dia mencintainya?"Aldebaran memijit pelipisnya yang terasa pusing karena memikirkan Zoya dan Ezra."Tapi, siapa pria yang tadi datang sama Ezra? Pria itu terlihat asing karena aku belum pernah lihat dia sebelumnya."Aldebaran mengaktifkan ponsel. Dia mengetik pesan untuk Carla.Aldebaran: Bantu saya awasi d

    Last Updated : 2025-04-02
  • 2 Billion Dollars: Rahasia Cinta Bodyguard Tampan    58.

    "Shit!" maki Aldebaran ketika pintu tertutup. Dia gagal menerobosnya.Aldebaran berjalan. "Aku harus mencari cara lain supaya bisa masuk ke dalam," ujarnya sambil berpikir. Aldebaran mendengar seseorang berjalan di belakangnya. Dia segera mencari asal suara itu.Aldebaran melihat seorang pria berusia sekitar 40-an awal hendak memasuki lift. Dia tanpa ragu menyapanya. "Permisi, Pak!" Pria itu berbalik, menatap Aldebaran. "Ya, ada apa?""Bisakah saya meminjam atribut Anda?"Pria tampak kebingungan. "Maksudnya? Terus terang aja, saya nggak ngerti maksud kamu," ujar si pria."Saya mau pinjam seragam yang Anda pakai atau kalo perlu saya akan menyewanya. Gimana, Pak?"Dengan penasaran, si pria bertanya, "Seragam lusuh ini? Untuk apa?""Bapak nggak usah tau. Jadi, apa boleh?" "Baiklah, baiklah." Si pria melepaskan seragam yang dipakainya. Yaitu seragam berwarna jingga yang bertuliskan petugas kebersihan.Aldebaran tersenyum tipis dan berkata, "Terima kasih, Pak.""Ini ambilah!" Pria t

    Last Updated : 2025-04-02
  • 2 Billion Dollars: Rahasia Cinta Bodyguard Tampan    59.

    Ezra menghampiri Aldebaran dengan kedua tangan yang mengepal. Tatapan Ezra setajam belati."Bajingan mana yang berani ganggu kesenanganku?!"Sementara Aldebaran yang memiliki jiwa sniper, tidak pernah gentar dengan apapun. Dia segera mengambil ancang-ancang untuk menyerang Ezra.Bukk! Bukk! Beberapa pukulan mengenai wajah Ezra. Pria itu meringis, menahan rasa sakit pada wajahnya. Sesekali Aldebaran melirik Zoya dengan kasihan.Aldebaran berteriak, "Tutup mata kamu, Nona!""Brengsek! Kenapa kamu ikut campur urusanku, hah?!" Ezra yang sejak tadi naik pitam, terus menerus melayangkan pukulan ke arah lawan. Meskipun dia telah berusaha, Aldebaran selalu berhasilmenghindarinya."Saya nggak suka seorang pria menindas wanita!"Ezra tersenyum sinis. "Jangan sok pahlawan!" Ezra berteriak marah. Dia menyerang Aldebaran dengan membabi buta. Karena tidak ingin membuang waktu dan tenaganya, Aldebaran menghantam dada Ezra dan membuatnya tersungkur di lantai dengan tidak berdaya.Aldebaran mena

    Last Updated : 2025-04-03

Latest chapter

  • 2 Billion Dollars: Rahasia Cinta Bodyguard Tampan    62.

    Aldebaran antri dan menyiapkan uang untuk membeli tiket masuk. Karena dia tidak juga membuat kartu member Klub Jenja. Seorang penjaga pintu menyapa Aldebaran. "Hi, Bro! What's up?""Hello! Aku datang kemalaman.""Nggak juga. Hot party baru aja mulai," sahut si penjaga itu."Ok!" Aldebaran memberikan 3 lembar uang ratusan ribu rupiah kepada penjaga pintu masuk. "Seperti biasa, uang kembaliannya ambil aja!""Thank you, Boss! Kamu kan memang enggak butuh uang receh...."Aldebaran tidak membalas ucapan si penjaga pintu. Dia berjalan masuk dengan santai. Nico terkejut melihat Aldebaran yang tiba-tiba datang tanpa mengabarkannya. Dia buru-buru menyimpan ponselnya."Woi!" seru Aldebaran."Eh, si Bos! Katanya nggak jadi ke sini!""Kenapa? Kamu udah tidur sama gadis itu?""Belum, kan aku masih kerja," jawab Nico."Terus di mana dia?" tanya Aldebaran, tidak sabar."Sebentar, Bos. Aku telepon dia sekarang." Nico mengambil ponselnya lagi. Lalu, dia menghubungi seseorang.Aldebaran memutar kep

  • 2 Billion Dollars: Rahasia Cinta Bodyguard Tampan    61.

    Sultan dan Aldebaran bersitegang. Sultan tidak ingin kalah berdebat dengan Aldebaran. Begitupun sebaliknya. Aldebaran selalu menilai dirinya tinggi. Dia tidak akan menyerah dengan mudah kepada Sultan, meskipun sebenarnya sangat ingin berada didekat Zoya."Apa maksud saya? Saya pikir, kamu cukup pintar untuk mengerti apa."Kali ini, Sultan menatap Aldebaran dengan tatapan memohon."Saya akan tegaskan, bahwa saya nggak minta kerja dengan orang lain. Karena saya menyukai kebebasan."Aldebaran telah menjawab dengan tegas. Dia berusaha menolak tawaran Sultan."Kamu mau ajukan penawaran khusus pada saya? Berapa bayaran yang kamu mau untuk menjaga Zoya?"Aldebaran tersenyum penuh arti. "Maaf, Tuan Sultan. Penghasilan saya saat ini, jauh lebih dari cukup.""Seyakin itukah kamu? Jangan sombong dulu, Anak muda!" Sultan menepuk bahu kiri Aldebaran. "Berapausiamu?""21 tahun," jawab Aldebaran, cepat.Sultan menyebutkan nama seseorang. "Keenan."Aldebaran yang tidak mengerti, langsung bertanya,

  • 2 Billion Dollars: Rahasia Cinta Bodyguard Tampan    60.

    Jantung Aldebaran terus berdebar kencang. Dia menarik napas dalam-dalam."Jangan takut! Aku cuma mau bantu kamu melepas sabuk pengaman aja," ujar Aldebaran.Setelah selesai membantu Zoya, Aldebaran segera memakai topi dan masker wajahnya lagi. "Huft ...." Zoya bernapas lega. "Maafin pikiran negatif aku!"Aldebaran membuka pintu mobil. Dia segera menggendong Zoya dan membawanya masuk ke kediaman mewah keluarga Alexander."Hei, siapa kamu?" tanya seorang penjaga pintu ketika melihat Aldebaran berjalan mendekati pintu masuk."Bukain pintu!" perintah Zoya pada penjaga. "Eh, Nona Zoya? Kenapa Anda diantar orang asing? Di mana Tuan Ezra?""Nggak usah banyak tanya!" seru Zoya ketus."Maaf, Non," ucap si penjaga pintu.Aldebaran berjalan tanpa menghiraukan penjaga. Hatinya berdecak kagum dengan kemegahan tempat tinggal Zoya."Di mana pintu utamanya?""Di sebelah kiri kamu," jawab Zoya sambil memeluk leher Aldebaran erat."Aku takut nggak bisa keluar lagi dari sini karena tersesat." Aldebara

  • 2 Billion Dollars: Rahasia Cinta Bodyguard Tampan    59.

    Ezra menghampiri Aldebaran dengan kedua tangan yang mengepal. Tatapan Ezra setajam belati."Bajingan mana yang berani ganggu kesenanganku?!"Sementara Aldebaran yang memiliki jiwa sniper, tidak pernah gentar dengan apapun. Dia segera mengambil ancang-ancang untuk menyerang Ezra.Bukk! Bukk! Beberapa pukulan mengenai wajah Ezra. Pria itu meringis, menahan rasa sakit pada wajahnya. Sesekali Aldebaran melirik Zoya dengan kasihan.Aldebaran berteriak, "Tutup mata kamu, Nona!""Brengsek! Kenapa kamu ikut campur urusanku, hah?!" Ezra yang sejak tadi naik pitam, terus menerus melayangkan pukulan ke arah lawan. Meskipun dia telah berusaha, Aldebaran selalu berhasilmenghindarinya."Saya nggak suka seorang pria menindas wanita!"Ezra tersenyum sinis. "Jangan sok pahlawan!" Ezra berteriak marah. Dia menyerang Aldebaran dengan membabi buta. Karena tidak ingin membuang waktu dan tenaganya, Aldebaran menghantam dada Ezra dan membuatnya tersungkur di lantai dengan tidak berdaya.Aldebaran mena

  • 2 Billion Dollars: Rahasia Cinta Bodyguard Tampan    58.

    "Shit!" maki Aldebaran ketika pintu tertutup. Dia gagal menerobosnya.Aldebaran berjalan. "Aku harus mencari cara lain supaya bisa masuk ke dalam," ujarnya sambil berpikir. Aldebaran mendengar seseorang berjalan di belakangnya. Dia segera mencari asal suara itu.Aldebaran melihat seorang pria berusia sekitar 40-an awal hendak memasuki lift. Dia tanpa ragu menyapanya. "Permisi, Pak!" Pria itu berbalik, menatap Aldebaran. "Ya, ada apa?""Bisakah saya meminjam atribut Anda?"Pria tampak kebingungan. "Maksudnya? Terus terang aja, saya nggak ngerti maksud kamu," ujar si pria."Saya mau pinjam seragam yang Anda pakai atau kalo perlu saya akan menyewanya. Gimana, Pak?"Dengan penasaran, si pria bertanya, "Seragam lusuh ini? Untuk apa?""Bapak nggak usah tau. Jadi, apa boleh?" "Baiklah, baiklah." Si pria melepaskan seragam yang dipakainya. Yaitu seragam berwarna jingga yang bertuliskan petugas kebersihan.Aldebaran tersenyum tipis dan berkata, "Terima kasih, Pak.""Ini ambilah!" Pria t

  • 2 Billion Dollars: Rahasia Cinta Bodyguard Tampan    57.

    Aldebaran tidak beranjak dari lantai 20 Four Seasons Hotel. Dia sangat penasaran dengan apa yang akan dilakukan kedua pria tadi."Aku nggak mungkin cuma duduk diam melihat apa yang akan terjadi! Aku harus melakukan sesuatu, tapi apa?"Dengan hati gundah, Aldebaran melangkah menuju basement tempat dia memarkirkan mobilnya. Aldebaran menutup pintu mobil. Dia duduk di kursi kemudi dengan gelisah. Aldebaran sengaja memarkirkan mobilnya di dekat mobil milik keluarga Alexander. Karena dengan begitu, dia akan lebih mudah mengawasi setiap gerak-gerik Zoya.1 jam lamanya, Aldebaran berada di dalam mobil. Dia menjadi sangat tidak sabar. "Apa yang akan dilakukan Ezra pada Zoya? Apa mungkin dia mencintainya?"Aldebaran memijit pelipisnya yang terasa pusing karena memikirkan Zoya dan Ezra."Tapi, siapa pria yang tadi datang sama Ezra? Pria itu terlihat asing karena aku belum pernah lihat dia sebelumnya."Aldebaran mengaktifkan ponsel. Dia mengetik pesan untuk Carla.Aldebaran: Bantu saya awasi d

  • 2 Billion Dollars: Rahasia Cinta Bodyguard Tampan    56.

    Aldebaran berlari masuk ke toilet wanita. Brak! Aldebaran membuka pintu toilet dengan kasar. Dia mengedarkan pandangan ke segala penjuru toilet. Namun, tidak menemukan siapapun."Anda di mana, Nona?" tanya Aldebaran. "Nona? Anda dengar saya, nggak?""Saya di sini, Tuan. Di toilet paling ujung sebelah kanan," jawab si wanita.Aldebaran bergegas ke sana. Tidak lama, dia melihat Zoya.Zoya tersungkur di lantai sambil mengaduh. Sementara si wanita menyanggah kepala Zoya dengan tangan kirinya agar tidak membentur dinding."Apa yang terjadi?" tanya Aldebaran, tidak sabat."Kamu?" Zoya terkejut saat melihat Aldebaran baginya tidak asing."Saya bantu berdiri," ujar Aldebaran. "Tuan, sepertinya kaki Nona ini terkilir," kata si wanita."Baiklah. Saya akan menggendongnya."Aldebaran melangkah mendekati Zoya dan wanita tadi."Permisi, saya akan membawa Nona ini keluar dari sini," ujar Aldebaran."Ya," jawab si wanita sambil berdiri dengan perlahan."Maaf, siapa nama Anda, Nona?" tanya Aldebara

  • 2 Billion Dollars: Rahasia Cinta Bodyguard Tampan    55.

    Aldebaran mulai menikmati menu pesanannya sambil sesekali melirik Zoya. Pengunjung yang tidak begitu banyak, jadi memudahkan Aldebaran mendengar semua perbincangan mereka."Zoya, bagaimana dengan baletmu diBolshoi?" tanya Cornelia."Aku berhenti.""Hah? Apa?" teriak keempat wanita serempak."Kenapa, Zoya?" tanya Amanda yang sejak tadi hanya terdiam.Zoya bertanya balik, "Apa peduli kamu, Kak?""Hah? Kamu bilang, apa peduliku?" Kedua mata Amanda membulat sempurna."Benar. Karena selama ini, kamu cuma sibuk sama dunia kamu sendiri!" seru Zoya sambil membenarkan anak rambutnya yang menutupi mata."Tapi, Zoya....""Manda, cukup! Jangan buat kegaduhan di restoran ini!" Dia adalah Natasha. Penampilan Natasha elegan dengan rok hitam bergaris yang panjangnya selutut dan dipadu dengan atasan sabrina berwarna merah muda."Tapi, Kak....""Stop!" seru Natasha lagi. "Kami semua tahu sikap pemberontak kamu di keluarga!"Aldebaran tampak tidak tenang melihat Amanda terpojok seperti itu. "Wanita

  • 2 Billion Dollars: Rahasia Cinta Bodyguard Tampan    54.

    "Bagaimana jika di sini, Tuan?" Carla menunjuk dengan sopan tempat duduk dekat jendela di sisi kirinya."Hmm, nggak masalah," sahut Aldebaran, menyetujuinya.Carla berkata dengan sopan. "Kalau begitu, silakan duduk! Ini buku menunya. Jika sudah siap memesan, silakan panggil saya atau pelayan lainnya, Tuan!""Oke," jawab Aldebaran datar.Setelah Carla pergi, Aldebaran melirik dua meja di barisan depan. "Aku pikir, suasana restoran Italia ini formal, tapi ternyata nggak." Aldebaran menatap empat wanita yang duduk di meja barisan depan. "Homey and cozy banget di sini!" seru Aldebaran sambil terus menatap keempat wanita."Tapi, di mana Zoya?"Kedua mata Aldebaran tidak berhenti mencari-cari Zoya yang sedari tadi tidak terlihat. Aldebaran mengenal keempat wanita yang sedang berbincang sambil sesekali tertawa."Zoya!" Wanita bermata bulat meneriakkan nama Zoya. Dia adalah Cornelia. Cornelia berdiri dan diikuti ketiga wanita lainnya."Hai, Onel!" Zoya memeluk wanita Cornelia. "Gimana

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status