Chapter: Bab 31 - Tolong Berhenti...Tubuh Keyna langsung bergetar, namun ia tak bisa bergerak.Otaknya mencoba memahami apa yang baru saja terjadi, tapi kenyataan di hadapannya terlalu mengejutkan. Ia sangat tidak menyangka jika Dyrroth—iblis itu—akan kembali. Dan lebih dari itu, kini ia ada di belakangnya, memeluknya erat, seakan tidak berniat membiarkannya pergi.Punggungnya merasakan setiap detail keberadaan Dyrroth—panas tubuhnya, napasnya yang mengalir lembut di telinga, dan kekuatan yang bersembunyi di balik keheningan ini.Ketegangan memenuhi udara di sekitarnya.Lalu, tiba-tiba…Pelukan itu menghilang.Keyna hampir jatuh ke depan saat cengkeraman itu lenyap begitu saja. Namun, sebelum ia sempat menarik napas lega, sosok Dyrroth sudah berdiri di hadapannya, menatapnya tanpa berkedip.Mata hitamnya bersinar dalam kegelapan, penuh ketertarikan… dan sesuatu yang jauh lebih dalam.“Kenapa wajahmu tegang seperti itu?” Suaranya lembut, nyaris terdengar menenangkan, tetapi ada bahaya yang tersembunyi di dalamnya.Keyna
Terakhir Diperbarui: 2025-03-22
Chapter: Bab 30 - Apakah kau merindukanku?Langit sore mulai berwarna keemasan saat Keyna berjalan di samping Xavier, melewati halaman menuju tempat ibadah. Angin sepoi-sepoi menggoyangkan rambut panjangnya, membawa ketenangan yang semakin akrab dalam hidupnya. Mereka sudah berjanji untuk bertemu setelah kuliah mereka selesai sore ini.Tanpa disadari, sudah sebulan berlalu sejak kekacauan terakhir. Sejak bayangan gelap itu lenyap tanpa jejak. Sejak namanya—namanya—dihapus dari dunia ini.Dyrroth.Kini, dia bahkan jarang memikirkan nama itu.“Keyna?” suara Xavier yang lembut menariknya kembali ke kenyataan.“Hm?” Keyna menoleh, menatap pemuda di sampingnya. Xavier tersenyum, tatapannya selalu lembut, selalu penuh ketulusan.“Kau melamun lagi,” katanya sambil menggeleng pelan. “Apa kau yang sedang kau pikirkan? Apakah kau memiliki masalah?”Keyna menggeleng cepat. “Tidak, aku hanya… teringat sesuatu.”Xavier menatapnya dalam, lalu mengulurkan tangannya, jemarinya menyentuh ringan symbol suci di leher Keyna. Kalung itu diberikan
Terakhir Diperbarui: 2025-03-20
Chapter: Bab 29 - Apakah karena gadis manusia itu?Di dunia yang sangat jauh dari dunia manusia, di mana langit selalu kelabu dan awan menggantung berat seperti pertanda kehancuran, berdirilah sebuah istana megah berwarna obsidian. Menjulang tinggi di atas tanah tandus yang dipenuhi pepohonan hitam tanpa kehidupan, istana itu bagaikan simbol kekuasaan yang tak tergoyahkan.Di dalam singgasana yang berlapis emas hitam dan dihiasi ukiran kuno, Dyrroth duduk dengan ekspresi dingin dan penuh perhitungan. Kedua matanya yang berwarna merah darah menyala samar, mencerminkan amarah yang selama ini ia pendam. Rambut hitamnya panjangnya tergerai, dengan tanduk tinggi menjulang di kepalanya serta menggunakan jubah hitam kebesarannya.Di hadapannya, para bawahannya berdiri dengan penuh hormat. Salah satu dari mereka, seorang iblis bertubuh tinggi dengan tanduk melengkung dan mata menyala keunguan, melangkah maju.“Pangeran, pasukan kita telah berhasil memukul mundur mereka di wilayah timur. Wilayah itu kini kembali berada dalam kendali kita.”Dyr
Terakhir Diperbarui: 2025-02-16
Chapter: Bab 28 - Ia akan melanjutkan hidupnya.Satu hari setelah Dyrroth pergi… segalanya terasa biasa saja.Keyna menjalani harinya tanpa hambatan, mengikuti kelas seperti biasa, berbicara dengan teman-temannya, dan pulang ke rumah tanpa gangguan. Tidak ada lagi sosok menyeramkan dengan tatapan tajam yang mengawasinya dari sudut ruangan. Tidak ada suara mengejek yang menyebutnya "manusia lemah."Tiga hari setelah Dyrroth pergi… ia masih merasa baik-baik saja.Tidak ada yang berubah. Kehidupannya berjalan seperti biasanya. Ia bahkan mulai berpikir bahwa kepergian Dyrroth dan Harrith memang keputusan terbaik.Namun, satu minggu setelah Dyrroth pergi… semuanya mulai terasa aneh.Ada sesuatu yang mengganggu pikirannya, meskipun ia tak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata.Saat duduk di kelas, Keyna menyadari sesuatu yang ganjil.Ia menoleh ke kanan dan ke kiri, mengamati teman-temannya yang tengah sibuk mencatat atau sekadar mendengarkan dosen berbicara.Tidak ada yang menanyakan keberadaan Drey.Padahal, sudah satu minggu kakak se
Terakhir Diperbarui: 2025-02-16
Chapter: Bab 27 - Dia… pergi?Dyrroth menatap bayangannya sendiri di cermin besar di kamarnya, matanya yang merah menyala terlihat meredup. Kata-katanya sendiri tadi malam masih terngiang-ngiang di pikirannya."Aku harus melakukannya dengan perlahan, agar dia sendiri yang menyerahkannya."Namun, benarkah itu hanya sekadar strategi?Kenapa saat ia mengucapkannya, ada keraguan yang muncul dalam dirinya?Dyrroth mendecakkan lidahnya, tidak menyukai ketidakpastian yang menyelinap dalam pikirannya. Namun, ketika mengingat wajah Keyna—tatapan matanya yang ketakutan namun tetap berani, keteguhan hatinya meski ia begitu lemah—ada sesuatu yang berbeda.Ia menghela napas. Tidak ada gunanya memikirkan itu sekarang.Yang lebih penting adalah satu hal: Xavier.***Keesokan harinya, seperti yang sudah diduga, Xavier kembali mendekati Keyna.Dari kejauhan, Dyrroth melihat bagaimana pria itu berbicara dengan lembut pada gadis itu, mengajarkannya doa-doa dan kata-kata bijak tentang kebaikan.Dyrroth mengepalkan tangannya.Bukan ha
Terakhir Diperbarui: 2025-02-14
Chapter: Bab 26 - Tidak bisa menggunakan cara yang biasaAngin malam berembus lembut saat Dyrroth mendarat di sebuah bukit yang sunyi, jauh dari kebisingan kota.Di bawah mereka, kelap-kelip lampu kota terlihat bagaikan bintang yang bertaburan, membentuk lautan cahaya yang begitu indah.Keyna tertegun.Ia tidak pernah melihat pemandangan seperti ini sebelumnya.Entah bagaimana, keindahan ini berhasil mengusir sebagian kecil ketakutan yang masih melekat di hatinya.Tanpa sadar, bibirnya melengkung dalam sebuah senyuman kecil.Dyrroth, yang berdiri di sampingnya, memperhatikan ekspresinya dengan tatapan yang sulit diartikan."Akhirnya kau tersenyum," katanya, suaranya terdengar lebih lembut dari biasanya.Keyna langsung sadar dan berusaha menyembunyikan senyumnya, tapi Dyrroth sudah melihatnya.Ia hanya mendengus kecil sebelum melangkah mendekati sebuah pohon besar yang berdiri kokoh di tepi bukit.Di bawahnya, akar-akar yang menonjol membentuk tempat duduk alami."Duduklah di sini," ujar Dyrroth, menepuk salah satu akar pohon dengan tanganny
Terakhir Diperbarui: 2025-02-14
Chapter: 295 - Ingin Melihat Theo Tumbuh DewasaDorr..dorr.."Bagus.. hebat.." seru Camilio dan Alonzo saat melihat istri mereka bisa menembak tepat di titik papan target dengan senjata api yang berada di tangan mereka.Sasha bertepuk tangan riang melihat keberhasilan Maria dan Charlotte menembak dengan sempurna."Lima kali menembak, semuanya mengenai titik. Perfect," puji Sasha dengan tulus."Gurunya yang perfect," celetuk Maria. Charlotte mengangguk tanda setuju dengan celetukan Maria.Sasha hanya memberikan cengiran lebar khasnya sebagai jawaban atas celetukan mereka."Mulai minggu depan, kemana pun kau pergi, harus membawa pistol kecil di kantong bajumu," ujar Alonzo pada Maria.Maria menganggukkan kepala sambil tersenyum manis."Aku besok yang akan bicara pada Riobard untuk mencarikan senjata api yang pas bagi Charlotte dan Maria," seru Camilio pada Alonzo.Alonzo mengangguk setuju.Charlotte menganggukkan kepala sambil tersenyum dan mengambil botol minum yang disodorkan oleh Camilio."Terima kasih, Cam," ujar Charlotte pada s
Terakhir Diperbarui: 2025-04-05
Chapter: 294 - Ini Namanya Tidak Berbagi"Aku ingin duduk di taman ini sebentar, Arsen," pinta Lily pada Arsen untuk menghilangkan rasa pusing di kepalanya. Mereka baru saja meninggalkan kandanga Leon dan Saddie hendak kembali ke mansion.Namun, saat perjalanan Lily merasa sedikit pusing di kepalanya. Entah karena takut akan ancaman Arsen, atau dia memang kelelahan.Arsen menganggukkan kepala dan mencari tempat duduk. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk duduk di bangku taman. Bunga-bunga di taman tersebut mulai berkuncup, mungkin dalam beberapa hari lagi mereka akan bermekaran dengan indahnya.Arsen duduk di samping Lily yang tampak sedang mengatur pernapasannya dan menenangkan pikirannya dari bayangan sepasang singa yang tadi di lihatnya.Theo menggeliat dan bergerak mengeluarkan satu tangannya. Tak lama kemudian, satu tangan Theo bergerak keluar dan tampak dua tangan mungil berbalut sarung tangan itu bergerak-gerak kecil seolah bermain di udara dan hendak menggapai sesuatu.Semua gerakan Theo sekecil apapun tidak luput
Terakhir Diperbarui: 2025-04-05
Chapter: 293. Keturunan Lazcano sejatiSetelah menyelesaikan sarapannya bersama Arsen di meja makan, Lily segera berjalan kembali ke kamarnya."Kau sudah bisa berjalan lebih cepat. Luka bekas operasimu sudah tidak sakit lagi?" Ttnya Arsen seraya berjalan dengan merangkul pinggang Lily menuju kamar mereka."Sudah hampir dua minggu. Jadi hanya kadang-kadang saja masih terasa sedikit nyeri," jawab Lily dengan lembut."Hmm..." gumam Arsen seraya menganggukkan kepalanya pelan.Sesampai di kamar, tampak Maria dan Charlotte sedang sibuk di sana. Charlotte sudah mengambil alih Theo dari asuhan Roza dan Maria sedang membereskan kamar mereka."Hallo Theo anakku yang tampan. Kau sudah mandi rupanya," seru Lily menyapa Theo sambil mencium keningnya."Nyonya... Tuan..." sapa Charlotte dan Maria hampir bersamaan.Arsen hanya menganggukkan kepalanya sedikit menjawab salam dari Charlotte dan Maria."Tuan muda sudah mandi dan baru saja menghabiskan susunya, Nyonya," lapor Charlotte pada Lily."Ya Charlotte. Terima kasih. Sekarang biarkan a
Terakhir Diperbarui: 2025-04-05
Chapter: 292 - Mommy Dan Daddy MenyayangimuMereka berdiri di hadapan Arsen dan Lily. Lily tampak bingung, ia belum paham dengan ini. Dan tampak mengernyitkan keningnya seraya menoleh pada Arsen untuk meminta jawaban."Saya membawa Roza, Tuan," ujar Paman Albert pada Arsen. Arsen hanya mengangguk, sedangkan Lily masing bingung.Ia mengenal Roza, Roza adalah salah satu pelayan di mansion ini. Yang bekerja sudah lama, ia wanita berusia 40 tahunan dan berasal lagi Mexico.Namun, Lily tak mengerti mengapa Paman Albert membawanya ke tempat ini.Seakan mengerti dengan pertanyaan-pertanyaan dalam benak istrinya. Arsen segera mengalihkan pandangannya pada Lily."Aku meminta Albert untuk mencarikan pengasuh Theo saat malam hari, tak mungkin kau yang akan menjaga Theo di siang dan malam hari. Jadi Albert mencarikan pelayan yang kompeten untuk menjaga Theo di malam hari," jelas Arsen pada Lily.Akhirnya Lily mengerti dengan maksud Arsen ini. Beberapa malam saja ia menjaga Theo hanya untuk menemaninya dan menyusuinya Lily sudah sangat kele
Terakhir Diperbarui: 2025-04-05
Chapter: 291 - Anggota Baru Keluarga LazcanoTiga hari setelah Theo lahir ke dunia ini, Lily dan Theo diijinkan untuk pulang. Karena keadaan Lily sudah lebih baik, meskipun bekas operasi masih terasa sakit.Charlotte sudah mengurusi semuanya. Kini mereka bersiap untuk kembali ke mansion.Dengan lembut, Lily mendekap Theo di pelukannya, dengan senyuman hanya yang tak terlepas dari bibirnya.Lily terus memandingi Theo yang terlelap. Sedangkan Arsen duduk di sampingnya dan merangkul pinggang istrinya tersebut. Mobil yang membawa mereka kini mulai melaju, membawa mereka menuju mansion.Keadaan mansiom cukup sibuk karena akan menyambut kedatangan anggota keluarga Lazcano yang baru. Penerus keluarga Lazcano, Theodosio Massimiliano Lazcano."Theo..., sebentar lagi kita akan sampai di rumah. Apa kau senang?" tanya Lily pada Theo yang masih memejamkan matanya.Di luar jendela mobil tampak suasana kota yang begitu indah. Tak ada lagi salju. Kini musim semi sudah datang, waktu yang tepat untuk menikmati Kota New York dan segala keindahaann
Terakhir Diperbarui: 2025-04-05
Chapter: 290 - Harus Berbagi"Ooekk...oeekk.." tiba-tiba saja Theo menangis dengan kencang.Membuat Lily yang hampir terlelap seketika membuka matanya kembali. Tangisan Theo menggema di seluruh ruangan.Charlotte yang berjaga langsung mengangkat dan menggendong Theo dari dalam box bayi. Sedari tadi Charlotte sudah berada di dalam ruangan ini bersama Lily dan Arsen. Ia menjaga Theo karena Lily mulai mengantuk. Tenaga dan emosinya sudah terkuras beberapa jam ini.Saat Theo sudah terlelap ia mencoba untuk tidur.Arsen yang sedari tadi duduk di sofa kini mulai bangkit dan menghampiri Theo yang sedang digendong oleh Charlotte.Theo masih menangis saat Charlotte menepuk-nempuknya dengan lembut dalam gendongan untuk menenangkannya.Namun Theo masih tetap saja menangis. Padahal Charlotte sudah memeriksa celana Theo tapi tidak basah dan tidak ada masalah pula pada balutan perban tali pusarnya."Theo, mengapa kau menangis sayang?" tanya Lily yang masih terbaring di atas ranjang rumah sakit dan mendenger Theo yang masih s
Terakhir Diperbarui: 2025-04-05

Cinta Yang Sesungguhnya
Bagi dirinya Dayana Ekavira Sanjaya sudah tidak ada, begitu ia meninggalkan Jakarta. Yang ia inginkan adalah pergi menjauh ke tempat yang tidak ada satupun orang yang mengenal dirinya, meninggalkan suami dan keluarga suaminya yang sudah memperlakukannya dengan buruk.
Dalam pengasingannya, katakanlah begitu Aya--nama panggilannya menyebutnya. Ia akan hidup dengan nama baru Kana Zanitha.
Kana pergi ke sebuah tempat yang cukup jauh dari hiruk pikuk kota, di mana ia yakin suami dan keluarganya tidak akan menemukannya. Sayangnya tidak ada tujuan yang pasti untuk dirinya, celakanya dalam pelariannya tersebut ia jatuh pingsan di sebuah kebun dekat villa.
Pemilik villa menemukannya tergeletak di bagian belakang villa nya, Elvan Ravindra Dewangga. Seorang pria introvert dengan tatapan tajamnya. Karena luka di tubuhnya dan menyebabkan dirinya demam, Kana tidak bisa langsung meninggalkan tempat tersebut begitu saja.
Meski awalnya ia takut pada pria itu, sayangnya keduanya mulai terjerat perasaan yang tidak biasa.
Suami dan keluarganya menemukan keberadaannya, apa yang harus Kana lakukan? Kembali kabur atau menghadapi mereka?
Baca
Chapter: 291. FIN - Dan Aku Sudah Tidak Sendirian Lagi...Andrew menitikkan air mata untuk pertama kalinya dalam hidupnya yang bisa ia ingat, saat ia mendengar suara tangisan putrinya yang baru saja lahir ke dunia ini.Kini ia resmi menyandang status sebagai seorang ayah.Ya, anaknya adalah seorang perempuan, sesuai dengan hasil pemeriksaan USG beberapa bulan yang lalu. Hingga dirinya dan Metta menyiapkan segala kebutuhan untuk putri mereka.Baik Andrew ataupun Metta tidak mempermasalahkan apakah mereka akan memiliki seorang putra ataupun putri. Semua anak sama saja, dan mereka akan mencintainya dengan setulus hati. Saat mereka memberitahu hasil USG pada Peter beberapa bulan yang lalu, ia menyambut dengan sangat gembira. Peter dulu sangat menginginkan anak perempuan yang menurutnya sangat menggemaskan jika memakai baju anak yang lucu-lucu tapi istrinya tidak bisa hamil lagi karena ada kanker di rahimnya hingga akhirnya merenggut nyawanya. Peter juga sudah diberitahu perkiraan hari kelahiran cucu perempuannya dan ia akan mengajukan cuti jauh
Terakhir Diperbarui: 2024-12-04
Chapter: 290. EXTRA PART 8 - Aku Gak Mau Hamil Cepet-cepet!Selama seminggu ini Andrew berusaha untuk menjadi suami siaga, karena menurut perkiraan Metta akan melahirkan minggu ini. Elvan sendiri memberikan keringanan untuknya agar tidak terlalu lama berada di kantor ataupun datang ke kantor. Andrew hanya datang ke kantor sesekali saja, ia lebih banyak bekerja di apartement dan mengirimkan laporan via email pada Elvan.Bahkan pekerjaan keluar kota ataupun yang agak jauh dari Jakarta, semua di handle oleh Elvan.Seperti biasanya, Andrew saat ini berada di ruang keluarga. Ia menyalakan laptop miliknya dan bekerja di sana. Sesekali ia melakukan panggilan video dengan Elvan atau sekretarisnya, membicarakan pekerjaan mereka.Sedangkan Metta menemani Andrew dengan duduk di sofa, ia menselonjorkan kakinya ke atas sofa yang mulai terasa pegal. Bahkan kakinya tampak sedikit membengkak. Metta sudah tidak bisa banyak bergerak dengan perutnya yang besar, seakan hendak meledak.Metta sedikit meringis, saat ia bergerak untuk mencari posisi yang nyaman untu
Terakhir Diperbarui: 2024-12-04
Chapter: 289. EXTRA PART 7 - Mau Turun Ke LintasanAndrew langsung meraih tangan Metta dan menghadangnya, “Mau kemana? Udah duduk aja di sini, kenapa?” seru Andrew pada istrinya.“Aku mau turun, Kak!” seru Metta.Kening Andrew berkerut, “Ke lintasan?” tanyanya hampir tak percaya. Saat ini mereka berdua sedang berada di sirkuit. Karena Metta yang memaksa Andrew untuk menonton balapan yang ada di sirkuit hari ini. Dari pada membuat istrinya kembali sedih seperti beberapa bulan yang lalu, Andrew memilih untuk mengabulkan permintaan istrinya ini.Metta mengangguk antusias, “Iya dong, biar aku bisa liat dengan jelas motor mereka!” ujar Metta seraya menunjuk ke arah seorang pembalap yang masih berdiri di samping motornya dengan seorang mekanik. Pembalap itu tampak membicarakan sesuatu.“Aduhhhh! Itu terlalu dekat, kalau Sayangnya aku keserempet gimana? Aduhhh…” seru Andrew. “Ya gak dong, Kak. Aku kan di pinggir bukan ke tengah lintasan!” ujar Metta.“Gak boleh pokoknya gak boleh! Udah duduk manis aja di sini ya, ini udah keliatan jelas lo
Terakhir Diperbarui: 2024-12-04
Chapter: 288. EXTRA PART 6 - Ini Sih Sama Aja Kaya Naik Odong-odongSaat Andrew pulang ke apartement, ia merasa ada yang berbeda dengan istrinya tersebut. Metta menyambut kepulangannya dengan lembut dan seperti biasanya. Tapi, Andrew merasa jika senyuman Metta tampak hambar, bahkan tatapannya tampak kosong.Awalnya Andrew mengira mungkin Metta hanya kelelahan saja. Sejak Metta hamil, Andrew memang terbiasa membawa makan malam dari luar jika ibu mertuanya tidak datang menemani Metta. Karena Mama Hilda yang akan menyiapkan makanan, ia hanya tinggal menghangatkannya saja.Saat makan malampun, Metta masih menjawab setiap pertanyaannya dengan baik. Berbincang seperti biasanya, hanya saja Andrew masih merasa sedikit aneh dengan istrinya tersebut.Hingga sebelum waktu tidur, Andrew membuatkan susu untuk Metta. “Mau tidur sekarang?” tanya Andrew setelah menyimpan gelas bekas minum susu di meja.Metta mengangguk, “Iya, Kak. Aku mau tidur aja, agak ngantuk,” jawab Metta.Andrew mengangguki ucapan Metta, kemudian membantu menyelimuti tubuh Metta. Agar istri dan
Terakhir Diperbarui: 2024-12-04
Chapter: 287. EXTRA PART 5 - Ambil Sisi BaiknyaSatu bulan berlalu, seharusnya di mana Metta sudah masuk kuliah di semester yang baru. Kini ia hanya bisa diam di dalam apartement. Bahkan hanya untuk keluar apartement dengan berjalan kaki menikmati fasilitas yang ada di gedung ini atau ke pertokoan dan mini market yang ada di sekitar apartement, ia harus lebih dahulu memberitahukan pada Andrew yang berada di kantor. Jika sudah sampai apartement lagi, Andrew pasti akan menghubunginya.Sejak hamil, Andrew juga melarang Metta untuk datang ke cafe Aya kecuali bersama dirinya. Ia tidak mau Metta kelelahan atau terpeleset saat membantu kesibukan di cafe. Andrew memang lebih protektif pada Metta demi kebaikan Metta dan kandungannya.Metta membaringkan tubuhnya di sofa sambil menatap ke arah jendela, ia menghembuskan napas panjangnya dengan tangan yang mulai membelai lembut perutnya. Perutnya masih terlihat rata, tapi beberapa celana mulai terasa sesak ketika di gunakan. Metta sendiri sudah tidak menggunakan celana jeans karena sudah mulai
Terakhir Diperbarui: 2024-12-04
Chapter: 286. EXTRA PART 4 - Nanti Jadi Jelly Dong!“Gue hebat, kan? Tiga minggu-an udah jadi!” bangga Andrew pada Elvan, kini mereka berdua berada di taman belakang. Sedangkan yang lainnya menemani Metta di dalam dan mengobrol mengenai kehamilannya. Metta masih sangat muda dan tomboy sehingga Aya, Hilda dan Soraya memberikan ekstra perhatian dan wejangannya. Sementara Aji dan Mahanta ngobrol di ruangan kerja.“Bangga Lu? Gue juga gak lama kali!” dengus Elvan.“Iya emang gak lama, tapi cepetan gue kan?” Andrew masih begitu bangga, “Tokcer banget kan?”“Dih dasar, bukan itu yang harus Lu perhatiin sekarang, tapi kondisi istri Lu sama calon anak Lu!” seru Elvan mengingatkan.“Iyalahh, kalau itu gue dah paham bangettt! Tadi aja abis dari rumah sakit gue udah borong susu hamil banyak-banyak!” seru Andrew.“Bukan cuma itu! Tapi mulai sekarang Lu perhatiin Metta baik-baik, kebutuhan dia juga perhatian dia, biar anak kalian tumbuh dengan baik. Selalu anter Metta juga kalau mau periksa ke dokter,” ujar Elvan.“Gua paham!” seru Andrew.Elvan j
Terakhir Diperbarui: 2024-12-04