author-banner
Eka_Mom
Eka_Mom
Author

Novel-novel oleh Eka_Mom

Suamiku Bukan Tukang Ojol Biasa

Suamiku Bukan Tukang Ojol Biasa

Selalu diremehkan dan tak dianggap oleh keluarganya karena menikah dengan seorang tukang ojol, membuat Diva geram. Mereka selalu meremehkan Aldo dalam segala hal. Namun ada suatu rahasia besar yang disembunyikan Aldo. Apakah rahasia besar itu ?
Baca
Chapter: Bab 11b - Garis Dua
Barang yang diberikan oleh perawat itu adalah sebuah alat tes kehamilan. Aku tak asing dengan benda itu karena aku pernah membelinya untuk temanku. Apakah aku hamil saat ini?Namun aku tak ingin berharap dulu sebelum semuanya terbukti. Aku juga tak merasakan tanda - tanda kehamilan seperti temanku dulu. Seperti mual di pagi hari dan mengidam makanan tertentu. Tiba - tiba saja dokter itu melontarkan pertanyaan padaku."Boleh saya bertanya, kapan terakhir ibu haid?""Hmnn sekitar satu bulan lalu dok. Memang apa hubungannya dengan haid saya dok. Kan yang sakit suami saya," aku di buat bingung dengan ucapan dokter itu."Suster tolong antar ibu ini ya, untuk diperiksa urine nya.""Baik dokter."Suster mengantarkanku menuju ke kamar mandi. Aku tahu jika dokter menyuruhku melakukan tes kehamilan. Akhirnya aku menurut saja. Siapa tahu memang aku sedang dalam keadaan hamil.Suster memberikanku wadah untuk tempat urineku. Aku menurut dan melakukan apa yang di suruh suster itu. Setelah melakuka
Terakhir Diperbarui: 2025-02-28
Chapter: Bab 11a - Garis Dua
Karena Mas Aldo merengek terus, dengan terpaksa aku membuatkan sambal rujak untuknya. Tapi tentunya dengan cabe yang sedikit. Aku tak mau perutnya sakit karena memakan sambal rujak yang pedas.Tak lama kemudian aku hidangkan mangga muda itu beserta sambal rujaknya. Kulihat matanya berbinar - binar seperti saat melihat rujak mangga itu.Mas Aldo langsung menyantapnya dengan lahap. Aku begitu sangat terkejut saat melihat Mas Aldo memakan mangga muda itu begitu lahapnya. Mas Aldo seperti tak merasakan asamnya mangga muda itu. Aku mencoba mencicipi sedikit mangga itu. Namun baru satu gigit, bahuku sudah berkedik karena rasanya sangat asam sekali. Astaga mengapa Mas Aldo sangat lahap memakannya. Kulihat raut wajah suamiku berubah bahagia setelah menyantap mangga muda itu. Aku hanya berharap semoga saja Mas Aldo tidak sakit perut setelah ini.Aku melanjutkan kegiatanku memasak yang sempat tertunda. Sedangkan Mas Aldo sudah beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ke kamar mandi untuk mem
Terakhir Diperbarui: 2025-02-28
Chapter: Bab 10 - Perkara Mangga Muda
"Mas, maafkan ibu ya. Seharusnya Mas Aldo jangan membaca pesan ini.""Ini sudah tak bisa dibiarkan sayang. Aku sudah cukup bersabar selama ini menerima hinaan ibumu. Waktunya kita tunjukan pada mereka, kalau mereka tak bisa lagi meremehkan kita.""Sudahlah mas, biarkan saja. Yang paling penting saat ini kan bagaimana perasaanku padamu. Apapun keadaan suamiku, aku akan menerimanya. Dan selamanya aku akan tetap mencintaimu.""Maafkan aku ya dek, belum bisa membahagiakanmu. Bahkan saat ini kita hanya tinggal di kontrakan yang sempit itu.""Asal tinggal bersamamu, dimanapun akan merasa nyaman mas.""Terimakasih ya sayang, sudah menerimaku apa adanya."Aku tersenyum dan langsung menggandeng lengan Mas Aldo. Mas Aldo mengajakku menunggu di depan, karena pelayan sedang membungkuskan makanan maish utuh. Tak lama kemudian datang beberapa pelayan membawakan banyak kotak berisi makanan. Aku sedikit terkejut karena mereka membawa kotak makanan yang tidak sedikit."Pak Aldo ini pesanannya," beber
Terakhir Diperbarui: 2025-02-21
Chapter: Bab 9 - Voucher Makan Gratis
"Mas kenapa kita berhenti disini?""Kita makanlah sayang. Bukannya tadi kamu lapar?""Tapi mas, ini restoran mahal. Lihat saja yang datang kesini, mereka orang kaya semuanya."Bagaimana aku tak khawatir, kulihat diparkiran motor hanya ada beberapa sepeda motor yang terparkir . Mungkin semua motor ini milik karyawan restoran ini. Sedangkan disana penuh terpampang mobil - mobil mewah yang terpakir. "Kamu tenang saja. Aku dapat voucher makan gratis disini. Sayang dong kalau tidak di gunakan.""Oh ya... wah beruntung sekali ya kita bisa makan direstoran mewah ini.""Tentu dong sayang, ya sudah kita masuk yuk."Mas Aldo melepaskan helm yang kupakai dan menghapus sisa air mataku yang jatuh tadi. Aku seketika tersenyum merasakan perhatian mas Aldo."Jangan menangis lagi ya. Aku tak bisa melihatmu begini."Aku pun mengangguk dan tersenyum ke arah Mas Aldo. Hanya dia yang bisa membuat hatiku tenang saat ini.Mas Aldo langsung menggandeng tanganku untuk masuk ke dalam restoran ini. Tampak seor
Terakhir Diperbarui: 2025-02-21
Chapter: Bab 8 - Perkara Kue Brownies
Seketika ibu merebut sisa brownies yang aku pegang dan membuangnya di lantai. Lebih dari itu, bahkan ibu menginjak sisa brownies itu. Tak terasa air mataku menetes melihatnya. Ibu rela membuang kue ini daripada kumakan. "Kau mau makan brownies ini? Tuh ambil kuenya. Itu hukumanmu karena kamu begitu lancang mencuri kue ini. Aku lebih ikhlas kue ini jatuh kelantai daripada kau makan."Kutatap ibuku dengan tatapan tajamku. Mas Aldo berusaha menenangkanku. Kuhampiri ibu yang sudah melahirkanku itu."Apa lihat - lihat. Sudah tahu kau tak akan mampu membeli kue ini, sok - sok an memakannya."Dengan geram kuambil tasku. Kuambil 5 lembar uang berwarna merah dan kulemparkan kewajah ibuku. Maafkan aku Ya Allah, bukan maksudku durhaka kepada ibuku ini. Tetapi hatiku sakit sekali, karena ibu sudah begitu melukai perasaanku."Siapa bilang Bu, aku tak bisa membelinya. Ambil uang ini Bu! Ambil!""Dasar anak kurang ajar, sini kau!""Ayo mas, kita pergi. Kita disini tak pernah dihargai. Yang ada kit
Terakhir Diperbarui: 2025-02-05
Chapter: Bab 7 - Kesombongan Mbak Sari
"Sabar dong ma. Tinggal sebulan lagi ujian untuknya. Setelah itu aku akan membawanya kesana. Tolong mama mengerti keinginanku.""Ya... aku yakin dia akan lulus ujian ini ma. Aku harap mama bisa bersabar sedit lagi. Sudah dulu ya ma. Nanti kutelepon lagi. Aku tak mau rencanaku gagal."Segera aku berpura - pura bermain ponsel. Sebenarnya apa yang mas Aldo sembunyikan. Mas Aldo sedang menguji siapa. Lalu apa orang tua Mas Aldo sudah kembali kr Indonesia, setelah menjadi TKI di luar negeri?Teringat saat menikah dulu, keluarga Mas Aldo tak ada yang hadir. Mas Aldo beralasan jika kedua orangtuanya bekerja menjadi TKI diluar negeri. Karena kontrak kerja yang belum selesai, akhirnya mereka belum bisa pulang.Namun Mas Aldo beberapa kali melakukan video call dengan mamanya. Kulihat mamanya sangat cantik, dan papanya juga tampan. Entah mengapa mereka tak cocok menjadi seorang TKI. Bagaimana tidak, pakaian yang kulihat saat melakukan panggilan video call sangatlah mewah. Seperti bukan bekerja
Terakhir Diperbarui: 2025-02-05
Anda juga akan menyukai
Tamu yang Tak Diundang
Tamu yang Tak Diundang
Rumah Tangga · Syarlina
18.2K Dibaca
Bertukar Pengantin
Bertukar Pengantin
Rumah Tangga · Dewi Mutia
18.1K Dibaca
Aibku Ditukar Dengan Madu
Aibku Ditukar Dengan Madu
Rumah Tangga · Anik Safitri
18.1K Dibaca
Rahasia Wanita Pemikat
Rahasia Wanita Pemikat
Rumah Tangga · Parikesit70
18.0K Dibaca
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status