Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
A Amiga que Roubou o Esperma Mestiço

A Amiga que Roubou o Esperma Mestiço

Minha melhor amiga, Gabriela Nunes, que insiste no celibato, pegou o esperma que eu tinha escolhido para mim quando me acompanhava na clínica de fertilização. Naquele momento, eu soube que ela também tinha renascido. Na vida passada, eu quis ter um bebê de etnia mista, então fiz fertilização in vitro. Gabriela na época me ridicularizou por estar criando um filho de um estrangeiro, e disse que eu era uma idiota completa. Mal eu sabia que, meio mês depois, eu seria levada para a família real de Nabiro. Acontece que o esperma que eu tinha escolhido era de um príncipe de Nabiro, com oito origens étnicas. Ele não só queria me fazer sua princesa, como também prometeu que nosso filho herdaria o trono. Eu e o bebê fomos valorizados por toda a família real, e as joias no meu corpo quase me esmagavam. Em contraste, Gabriela ofendeu parceiros de trabalho por se autoproclamar uma feminista extrema, foi demitida da empresa e expulsa da indústria. No 100º dia do meu filho, ela usou todas as suas economias para comprar uma passagem de avião para me procurar. Mas, quando eu fui recebê-la, ela jogou meu filho no chão, matando-o, e jogou ácido sulfúrico concentrado em mim. — Por que você tem tanta sorte? Você não merece, sua vadia! Quando abri os olhos novamente, eu voltei ao dia em que Gabriela me acompanhou à clínica de fertilização...
Read
Add to library
Kali Ini Aku yang Akan Menghancurkan Kalian!

Kali Ini Aku yang Akan Menghancurkan Kalian!

Pandanganku kabur. Kantuk yang janggal menyerang hebat saat aku menyetir di tepian jurang. Detik berikutnya, duniaku terbalik. Mobil beradu dengan batu. Tubuhku terhempas berkali-kali. Di sisa-sisa kesadaran, aku melihat cairan merah pekat mengucur deras di antara sela paha. Seketika hatiku hancur melebihi tulang-tulangku yang patah. Itu darah anakku! Buah hati yang baru akan kukabarkan pada suami tercinta. Kupikir aku sedang sial hingga mengalami kecelakaan maut. Ternyata, fakta mengejutkan terkuak. Suamiku bersekongkol dengan adikku sendiri. Aku mati dengan dendam membara. Kali ini takkan ada cinta. Hanya ada rencana untuk menghancurkan mereka, mengirim keduanya ke dasar neraka.
Romansa
10349 viewsOngoing
Read
Add to library
Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam

Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam

Hari ketika aku memutuskan untuk mendonorkan tubuhku untuk kajian ilmiah, keluargaku justru berkumpul mengelilingi adik angkatku, Halida, merayakan diterimanya dia dalam sebuah program perawatan eksperimental paling canggih. Seharusnya akulah yang menderita kanker otak. Tapi Halida menggunakan posisi suamiku, Zafran, di rumah sakit untuk menukar catatan medisnya yang sehat dengan diagnosis terminalku, merebut satu-satunya kesempatan yang kupunya untuk bertahan hidup. Dan bagian terburuknya, semua orang bersorak mendukungnya. Rasanya sakit sekali. Aku berusaha tetap kuat, sampai tanpa sengaja mendengar para perawat berbisik, "Bagus sekali Dokter Zafran bisa mengamankan tempat itu untuk Halida. Mereka bilang dia hanya punya tiga hari lagi." Jadi, dalam 72 jam terakhir hidupku, aku perlahan melepaskan segalanya. Ketika aku memberikan naskah asli novel-novelku yang sudah kutuang seluruh hati dan jiwaku kepada Halida, ayah dan saudaraku menatapku dengan senyum puas. Ketika Zafran memutuskan untuk memenuhi permintaan terakhir Halida dengan menikahinya, dia menyerahkan surat cerai padaku. Aku menandatanganinya tanpa ragu sedikit pun. Dia menghela napas dan memuji aku karena akhirnya bisa berpikir begitu rasional. Dan ketika akulah yang membujuk putri kami, Olivia untuk memanggil Halida Ibu, Olivia justru berseri-seri mengatakan bahwa ibu barunya adalah yang terbaik. "Jangan khawatir." Zafran menenangkanku. "Kami hanya menjaganya untuk sementara. Setelah dia tiada, semuanya akan kembali padamu." Aku memberikan pada Halida segalanya yang kupunya, persis seperti yang mereka mau. Lalu kenapa, ketika mereka akhirnya tahu semua ini hanyalah kebohongan kejam Halida, mereka datang padaku sambil menangis, berkata akulah yang mereka inginkan sejak awal?
Short Story · Realistis
7.3K viewsCompleted
Read
Add to library
Room Key to the End of Our Marriage

Room Key to the End of Our Marriage

The hotel called, politely reminding me that the condoms used last night were unpaid and had been charged to my membership card. I was stunned. I'd been working late until midnight and hadn't set foot in any hotel. I confronted my husband, the only person who knew my card code. Nathan Phelps looked at me, bewildered. "Honey, that hotel costs over $10,000 a night. I'd never go there. It's probably a system error. Someone must have mistyped the card number. I'll file a complaint tomorrow." Unconvinced, I called my best friend, who managed the hotel. "Tracy, check who Nathan was with at the hotel last night. I'm catching him red-handed."
Read
Add to library
Leaving the Past in Flames

Leaving the Past in Flames

Dad attends a banquet with his ex-girlfriend, and they make headlines. Everyone mocks Mom for this, saying that she hasn't gotten anything out of her relationship with Dad. They make fun of her for giving up her successful career for his sake to end up with nothing—she can't even tell a homewrecker off. Mom looks at me tiredly after bawling her eyes out. "He let me down first, so I don't want him anymore. Do you want to leave with me, Rosie?" Just then, my phone pings. I've received a text from my boyfriend of seven years. "I'm just going through the motions and registering my marriage with someone else, Rosalie. You'll still be my girlfriend!" After a brief silence, I nod and tell Mom I'll leave with her. On the day of the double weddings, Mom and I disappear after a fire at our villa.
Read
Add to library
The Bank's Mistake, My Payback Time

The Bank's Mistake, My Payback Time

It was almost New Year. I had just withdrawn money from the bank when I noticed that the amount on my passbook didn't match the cash in my hand. I counted carefully—my passbook showed a different figure than the five thousand dollars I was holding. Frustrated, I turned and went back to the counter to find the teller who had handled my transaction. Clutching the receipt, I tried to be polite. "Excuse me, I think there might be a mistake with this transaction." Instantly, she snapped, pointing her finger at my nose. "Don't you know that once you leave the counter, we are not responsible for any discrepancies?" I waved my hands, trying to explain. "No, wait, look again. I clearly withdrew five thousand dollars, but on my passbook, it shows…" She cut me off impatiently. "When you filled out the form, it was all right there. Once you leave the counter, it's not our problem. You signed the form yourself, confirming everything. Are we supposed to correct it every time someone claims a mistake after leaving the bank?" I froze. No wonder she kept repeating that the bank isn't responsible after leaving the counter. She thought I had come back to ask for more money. What I was really trying to explain was simple: I withdrew five thousand, yet my passbook showed that I deposited five thousand.
Read
Add to library
Melepas Cintaku Demi Cintamu

Melepas Cintaku Demi Cintamu

"Rena, aku akan selalu mencintaimu!" desah Jeremy tak tertahankan. Tepat saat dia hampir mencapai klimaks, ponselnya tiba-tiba bergetar. Dalam kondisi seperti itu, tentu saja dia mengabaikannya. Namun tak lama kemudian, layar ponselnya menyala. Begitu Jeremy melihat nama yang tertera, tubuhnya langsung menegang. Rena mendengarnya mengangkat telepon dan berkata, "Halo?" Di tengah sunyinya malam, suara dari ponsel terdengar sangat jelas, "Jeremy, kamu tahu nggak ... Nadia ...." Jeremy buru-buru memotongnya dengan suara rendah dalam bahasa asing, "Kecilkan suaramu, ini bukan waktu yang tepat." Lawan bicaranya langsung berganti bahasa, tetapi suaranya tetap terdengar keras, "Hasil pemeriksaan rumah sakit sudah keluar. Nadia kena kanker stadium akhir. Hidupnya tinggal sebulan! Dia ingin jadi istrimu. Kamu bisa nggak kabulkan keinginan terakhirnya sebelum dia pergi?" Ekspresi Jeremy langsung berubah drastis. "Apa?! Tunggu aku!" Setelah menutup telepon, dia menoleh ke Rena dan berkata dengan lembut, "Rena, aku ada urusan penting, harus keluar sebentar. Kamu istirahat saja dulu, nanti aku segera balik." Tanpa menunggu jawaban darinya, Jeremy buru-buru pergi untuk bersih-bersih dan mengganti pakaian. Dia meninggalkan rumah tanpa menoleh sedikit pun. Sesaat kemudian, layar ponsel Rena menyala. Ternyata pesan dari Nadia. [ Rena, kamu kalah. Dari dulu aku sudah bilang, Jeremy itu milikku. ] Tepat di bawahnya, ada pesan lain yang dikirim tiga hari lalu. [ Kalau aku kena kanker, menurutmu Jeremy bakal ninggalin kamu buat datang ke aku nggak? Aku yakin dia pasti datang. ] Tatapan Rena perlahan terangkat dari layar ponsel ke arah pintu kamar yang masih terbuka. Jeremy tidak tahu, dia sudah lama belajar bahasa asing itu. Seluruh percakapan tadi, didengar dan dipahaminya dengan jelas. Sejenak kemudian, wajah Rena menyunggingkan senyuman yang begitu pahit dan menyedihkan. "Iya ... aku memang kalah ...."
Short Story · Romansa
6.6K viewsCompleted
Read
Add to library
Rahim Kedua

Rahim Kedua

Aliya memiliki karir yang cemerlang di usianya yang menginjak tiga puluh lima tahun. Dia juga wanita yang cantik dan independen. Hidupnya semakin sempurna karena dia menikah dengan Reza, laki-laki yang baik dan sangat setia padanya. Namun rumah tangganya tiba-tiba diguncang masalah ketika mertuanya menginginkan seorang cucu. Aliya yang tidak ingin kehilangan karir dan tubuh idealnya menolak untuk hamil, dan lebih memilih untuk mencarikan istri kedua untuk suaminya yang bekerja sebagai pekerja seks komersial!
Rumah Tangga
104.4K viewsCompleted
Read
Add to library
Aku, Pemilik Tubuh yang Dihancurkan!

Aku, Pemilik Tubuh yang Dihancurkan!

Demi menyelamatkan cinta lamanya, Johansen membeli jenazah perempuan yang tidak utuh dari pasar gelap. Dia sendiri yang mengambil ginjal dari tubuh jenazah itu dan memberikannya kepada cinta lamanya. Untuk menghindari pengejaran dari polisi, dia membuang jenazah itu ke dalam kolam yang berisi cairan asam untuk menghancurkan bukti. Hanya saja, dia tidak tahu bahwa pemilik tubuh tersebut adalah aku.
Short Story · Romansa
8.7K viewsCompleted
Read
Add to library
Ku Bayar Derita Ibuku sebagai Menantu

Ku Bayar Derita Ibuku sebagai Menantu

Meski masih SMA, Andini bekerja keras mengumpulkan uang untuk membeli rumah agar bisa membawa ibunya keluar dari rumah neneknya yang seperti neraka. Hanya saja, suatu hari, Andini mengetahui sebuah rahasia besar: rumah yang ia kira milik neneknya ternyata adalah milik almarhum ayahnya. Namun, neneknya selama ini sengaja menyembunyikan karena menganggap lebih berhak sebagai ahli waris karena dialah ibu yang sudah melahirkan Anto. Lantas, bagaimana nasib Andini dan ibunya?
Rumah Tangga
103.8K viewsOngoing
Read
Add to library
PREV
1
...
4243444546
...
50
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status