Unexpected Life
Mereka berpisah seperti tempo hari, pulang dari restoran menggunakan kendaraan sendiri—sendiri.
Kepala Aluna semakin berat, semua berkecamuk dalam otaknya. Kesuksesan acara yang diemban. Bersamaan, penolakan pada ajakan sang kekasih. Tak berniat lupa, ia telah mematahkan hati dari seorang pria yang baik pula.
‘Semoga Jeffry baik—baik saja. Sorry banget Jeff, hati saya cuma milik Steven. Terlambat ataupun tidak kamu bilangnya, tapi dari awal, kamu tidak bisa menyentuh hati saya.’