Home / Romansa / I Love You, Mr. Devil! / Chapter 11 - Chapter 20

All Chapters of I Love You, Mr. Devil!: Chapter 11 - Chapter 20

20 Chapters

11. The Mysterious Man

Pagi ini Amanda terbangun dengan perasaan yang gelisah. Semalaman ia sulit tidur setelah mengetahui kalau Kairo memberinya sebuah micro mini usb di dalam rangkaian bunga Black Orchid darinya. Wanita itu benar-benar penasaran apa isi dari alat itu, namun sayangnya Max keburu menyitanya dan membawa benda itu pergi setelah mengantarkan dirinya pulang ke apartemen. Amanda berdecak sebal, karena gara-gara usb sialan itu dirinya dan Max gagal bermesraan! Selain itu dia juga kesal kepada pacarnya, kenapa juga harus buru-buru pergi sih? Kan dia bisa membuka usb itu di laptop Amanda? Amanda mengacak-acak rambut lurusnya yang panjang dengan kesal sambil mendesah keras, lalu memutuskan untuk turun dari tempat tidurnya dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan badan. Tadi sekitar pukul enam, Max telah mengumumkan kepada seluruh anggota The Golden Badges cabang Milan bahwa akan diadakan rapat internal jam sembilan, terkait dengan penemuan usb misterius itu. Setelah berendam dalam bu
last updateLast Updated : 2025-04-13
Read more

12. The Love Amulet

Max tak bisa berhenti tersenyum sejak saat pertama kali kedua kelopak matanya terpisah, lalu memalingkan wajahnya untuk mendapati sosok menawan yang masih nyenyak terlelap dan bersandar di dadanya. Ia yang lebih dulu terbangun daripada Amanda. Satu lengannya yang terulur untuk mengelus-elus ubun-ubun Amanda, dan yang satu lagi masih betah mendekap erat pinggang ramping itu hingga tubuh telanjang mereka pun saling menempel. Tawa kecil menghiasi bibir Max, mengingat betapa panasnya petualangan liar yang barusan mereka lalui bersama di sofa sempit ini. Yang pasti, mulai saat ini sofa ini akan menjadi benda bersejarah yang akan dikenangnya. Dimana Max menyentuh dan bercinta dengan Amanda, wanita yang sangat ia sukai untuk pertama kalinya. Pergerakan lembut dan desahan kecil membuat Max menurunkan pandangannya untuk mengamati gerakan halus bahu berkulit keemasan milik Amanda. Dan ketika mata hijau zamrud yang membius para lelaki itu membuka, tanpa sadar Max pun tersenyum teduh.
last updateLast Updated : 2025-04-13
Read more

13. The Best Confession of The Year

Amanda terus melipat bibirnya ke dalam mulut, berusaha untuk menahan senyum atau tawa yang hampir saja menyembur keluar.Sepanjang meeting, ia melihat Max seperti cacing kepanasan. Berulangkali lelaki itu melonggarkan dasi, menyugar rambut, bahkan menghembuskan napas keras. Sikap pimpinan The Golden Badges cabang Milan yang tidak seperti biasanya itu pun tak pelak membuat seluruh anggota yang mengikuti meeting terlihat bingung, namun tak ada satu pun yang berani bertanya kepadanya.Amanda tahu lelaki itu sedang bergairah. Hasrat yang Max keluarkan tadi di ruang kerjanya belumlah tuntas. Amanda hanya berharap semoga saja tidak ada yang menyadari sesuatu di antara mereka.Amanda mengerang dalam hati karena sejak tadi Max selalu mencuri-curi pandang ke arahnya. Aneh sekali. Sebelumnya pria ini begitu dingin dan seakan tak tersentuh, bahkan godaan Amanda pun tak pernah ia tanggapi. Tiba-tiba saja setelah mereka satu kali bercinta, Max pun berubah drastis seperti anak remaja yang kasmara
last updateLast Updated : 2025-04-14
Read more

14. The Encounter

Hari telah beranjak sore, ketika Kairo tiba-tiba dihadang oleh tiga pria berbadan besar sekaligus. Yang membuat langkahnya yang hendak berjalan menuju ke minimarket untuk membeli air mineral pun seketika terhenti. Senyum smirk dan tatapan elangnya terhunus mengamati ketiga lelaki yang menatapnya penuh permusuhan. "1 on 1," ucap salah seorang dari mereka dengan wajah mengerut karena gusar, lalu melemparkan sebuah bola basket kepada Kairo. Dengan santai, Kairo menangkap bola itu sambil menaikkan satu alisnya. "Lagi?" Ucapnya dengan serigai mengejek yang disengaja. "Lalu jika kali ini aku menang SEKALI LAGI, apa yang bisa kau berikan, Laiv?" Lelaki bertampang sangar bernama Laiv itu pun tertawa kasar. "Kali ini kamu pasti kalah, Kairo! Ingat, jangan pernah kabur jika itu terjadi!" ancamnya dengan mata berkilat penuh emosi.Sebuah tawa mengejek terdengar serak membahana, membuat Laiv serta teman-temannya mengeratkan rahang mereka karena gusar. Jelas sekali Kairo sudah meremehkan kem
last updateLast Updated : 2025-04-14
Read more

15. The Perfect Male Model For Amanda

Sebenarnya, sejak tadi Kairo sengaja memposisikan dirinya dengan berdiri di dekat Amanda dan Laiv, tepatnya ketika melihat lelaki kurang ajar itu dengan wajah tanpa dosa mengalungkan tangannya di bahu Amanda. Ingin rasanya Kairo menarik kasar tangan itu lalu memukuli wajah Laiv dengam brutal, namun niatnya terpaksa diurungkan setelah melihat Amanda yang bergerak cepat memuntir pergelangan tangan lelaki tak sopan itu. 'Good job, Amanda,' batin Kairo sambil mengulum senyum melihat Laiv yang menjerit kesakitan. Dia memang pantas mendapatkannya. Apalagi setelah melihat betapa kasarnya lelaki itu memperlakukan Chiara, gadis mungil baik hati yang juga salah satu pacar Laiv. Cih. Hampir saja Kairo menarik kerah kaus si brengsek itu dan melayangkan bogem mentahnya ketika melihat Laiv mendorong kasar tubuh Chiara hingga jatuh terjerembab di atas aspal yang keras, namun lagi-lagi sikap Amanda yang tiba-tiba berdiri dan menyapa Laiv membuatnya terkejut. Kairo hanya bisa mengernyit b
last updateLast Updated : 2025-04-14
Read more

16. The Thrilling Touch

"Jadi model?" Kairo terlihat bergidik ngeri, saat membayangkan dirinya yang harus berpose dan difoto di hadapan banyak orang, serta kamera blitz yang berkedip menerpanya. Seorang bos mafia kejam seperti dirinya yang tiba-tiba harus berpose untuk sebuah majalah, tak pelak membuatnya ingin tertawa pelan. Dia tidak merendahkan profesi model, hanya saja rasanya dirinya memang tak cocok berkutat di sana. Nira mengangguk antusias. "Bayarannya juga lumayan banget lho!" Nira masih bersikeras merayu Kairo yang tampaknya terlihat tidak tertarik. Amanda pun sontak memutar kedua bola matanya, saat mendengar Nira yang menawarkan sejumlah bayaran yang pasti nggak ada seujung kuku bagi Kairo. Dia kan CEO Daydream Technology, halooo!!! Dasar Nira blo'on! Tapi kalau dipikir-pikir ya si blo'on Nira nggak salah juga sih, karena Amanda pun juga awalnya mengira Kairo itu hanyalah pemuda labil yang hobinya bergonta-ganti pekerjaan! Kairo tersenyum minta maaf kepada Nira. "Terima kasih
last updateLast Updated : 2025-04-14
Read more

17. The Evil Man

Laiv hanya bisa menatap tajam dan penuh kecemburuan kepada Kairo yang sedang beraksi di depan kamera. 'Si anak baru itu benar-benar sialan! Kenapa keberuntungan selalu menyertainya? Setelah merebut semua perhatian para wanita di Distrik 9, kini dia malah menjadi model pengganti dan bisa berpose bersama si supermodel seksi itu?' Stronzo (bajingan)! Padahal ia juga tak kalah tampan dengan tubuh yang lebih berotot dibandingkan lelaki itu! "Pablo, Nic! Bersiaplah. Hari ini kita akan 'bermain' bersama Kairo," titah Laiv sambil menyeringai kepada kedua temannya yang berbadan sama besar dengan dirinya. Pablo dan Nic saling berpandangan untuk beberapa saat. Mereka paling tahu apa yang dimaksud dengan 'bermain' oleh Laiv. Yang pasti melibatkan penculikan dan sesuatu yang menyakitkan. Pablo mendehem pelan. "Laiv, bukankah kamu sudah berjanji kepada tua madre (ibumu) untuk tidak berbuat onar lagi?" Ucap lelaki itu hati-hati. Laiv melirik Pablo tajam. "Kalau begitu, jangan memberi tahu
last updateLast Updated : 2025-04-15
Read more

18. The Ambush

"Kairoo!!! Aaarrghh brengseekk!! Turunkaan!!" Amanda masih saja berteriak dan meronta, dan Kairo masih tetap berjalan dan membopongnya di pundak dengan menulikan telinganya. Bahkan dengan jahilnya, lelaki itu juga menepuk bokong sintal Amanda sambil tergelak. Namun tiba-tiba saja langkah lebar Kairo pun terhenti, ketika tiga lelaki berbadan besar muncul dan menghadangnya dengan wajah yang beringas. "Laiv," dengus sinis Kairo dengan tatapan tajamnya yang terarah pada lelaki yang berada beberapa meter di depannya. Mereka kini telah berada di bagian luar taman, tepatnya di sisi jalanan yang cukup sepi dan dengan penerangan yang kurang memadai. Lokasi yang akan dihindari oleh gadis-gadis yang berjalan sendirian di tengah malam seperti ini, karena terlihat seperti tempat-tempat yang rawan akan kejahatan. Kairo pun segera menurunkan Amanda perlahan dari pundaknya tanpa melepaskan tatapan permusuhannya kepada Laiv. Amanda yang menyadari adanya situasi mencekam ini pun tak pe
last updateLast Updated : 2025-04-15
Read more

19. The Heartbreak And The Forgiven

"Aku mau bicara." Mendengar suara bariton itu, Amanda pun buru-buru melepaskan kukunya yang sejak tadi dia gigiti, lalu menatap Max yang baru saja memasuki apartemen dengan sorot mata yang nanar. Lelaki itu terlihat sangat dingin tak tersentuh. Dan juga marah. Sangat marah. Tentu saja dia marah! Max memergoki kekasihnya sendiri yang sedang bercumbu dengan lelaki lain di depan apartemen! Padahal malam ini Max memang sengaja ingin memberikan kejutan kepada Amanda dengan menyiapkan makan malam romantis di apartemen gadis itu. Sejak sore hari ia sudah berkutat di dapur Amanda, meramu berbagai bahan masakan dibantu oleh tutorial video memasak dari Youtube. Namun rasanya semua jerih payahnya sia-sia belaka, ketika kekasih yang ia nantikan kedatangannya ternyata malah asik berciuman dengan lelaki lain! Sejak kejadian penyerangan di rumah Harrison Davis yang mengakibatkan menghilangnya Amanda, diam-diam sebenarnya Max telah memasang GPS tracker di ponsel kekasihnya, sehingga ia pun
last updateLast Updated : 2025-04-16
Read more

20. The New Mission

Amanda terbangun dengan tubuh yang masih polos tertutup selimut. Sisa-sisa pergumulan panasnya semalam bersama Max masih terasa membekas di sekujur tubuhnya, terutama perih dan panas di bagian bawah tubuhnya. Tidak, dia bukan perawan yang baru merasakan bercinta, namun gempuran Max semalam benar-benar kasar dan membuatnya meringis sakit. Amanda mendesah. Mungkin Max hanya ingin menghukumnya setelah semalam ia kepergok bersama Kairo. Wanita bersurai coklat panjang itu pun menghela napas dan menoleh ke samping tempat tidurnya. Kosong. Kemana Max? Apa dia sudah berangkat ke kantor? Amanda melirik jam dinding di atas pintu, dan mengernyit bingung ketika menyadari bahwa saat ini masih jam enam pagi--terlalu pagi bagi Max untuk berangkat kerja. Serta-merta Amanda menghirup aroma lezat yang menguar dari luar kamarnya, tepatnya dari arah dapur. Senyum manis pun seketika terkembang lebar di bibir penuh merah muda itu, sebelum akhirnya ia bangun dan berdiri dari tempat tidur tanpa s
last updateLast Updated : 2025-04-16
Read more
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status