Home / Romansa / Terjerat Pesona Kakak Ipar / Chapter 11 - Chapter 16

All Chapters of Terjerat Pesona Kakak Ipar: Chapter 11 - Chapter 16

16 Chapters

Malam yang panas

Malam semakin larut, udara dingin menusuk kulit ketika Liam masih terus mencari keberadaan Gavin. Ia sudah menghubungi beberapa teman dekat Gavin, bahkan mendatangi tempat-tempat yang biasanya sering dikunjungi Gavin, tetapi hasilnya nihil. Gavin seolah menghilang tanpa jejak.Liam menghela napas panjang, rasa lelah mulai terasa di tubuhnya. Setelah sekian lama berkeliling tanpa hasil, ia memutuskan untuk menyerah untuk sementara waktu. "Mungkin dia butuh waktu sendiri," gumam Liam pelan pada dirinya sendiri.Dalam perjalanan pulang, pikiran Liam dipenuhi berbagai kemungkinan. Kekhawatiran mulai merayap di hatinya, tetapi ia mencoba untuk tetap tenang. Setibanya di rumah, Liam melihat lampu di ruang tamu masih menyala. Ia menduga Alexa masih menunggunya.Liam masuk dengan langkah perlahan, berusaha tidak membuat suara. Namun, Alexa ternyata masih terjaga, duduk di sofa dengan pandangan lelah."Kamu belum tidur?" tanya Liam sambil menatapnya."Aku nunggu Kakak," jawab Alexa pelan.Liam
last updateLast Updated : 2025-03-29
Read more

Ikatan terlarang

Pagi telah tiba, namun Alexa masih merasa lelah. Matanya sembab, menunjukkan betapa sedikit tidur yang berhasil ia dapatkan. Kejadian semalam terus menghantui pikirannya, membuatnya gelisah sepanjang malam. Ia menggeliat pelan di tempat tidur, menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong."Kenapa aku bisa sampai seperti ini?" gumamnya pada diri sendiri, suaranya hampir tak terdengar. Perasaan bersalah dan bimbang bercampur menjadi satu di dadanya. Ia menghela napas panjang, mencoba meredakan kekacauan dalam pikirannya.Namun, di balik semua itu, ada perasaan lain yang tidak bisa ia abaikan. Perasaan nyaman dan hangat yang muncul ketika bersama Liam. "Tapi... entah kenapa, bersama Kak Liam, aku merasa nyaman," bisiknya pelan, seolah mencoba mencari pembenaran untuk apa yang telah terjadi.Alexa mengingat senyum lembut Liam, cara pria itu memperlakukannya dengan penuh perhatian, berbeda dari Gavin yang akhir-akhir ini semakin jauh darinya. "Aku merasakan sesuatu yang nggak pernah a
last updateLast Updated : 2025-03-29
Read more

Keindahan senja di pantai

Alexa dan Liam duduk di sebuah meja kafe kecil, menikmati sarapan bersama di pagi yang cerah. Suasana ringan mengalir di antara mereka, diselingi canda tawa yang membuat suasana menjadi lebih hangat. Alexa, yang biasanya terlihat murung dan penuh beban, kini tampak lebih santai. Senyum yang jarang terlihat akhirnya muncul di wajahnya."Jadi, Kak Liam," ujar Alexa sambil menusuk potongan pancake di piringnya, "Kakak serius mau masak buat aku tadi pagi? Aku nggak kebayang dapur bakal berantakan seperti apa kalau itu benar-benar terjadi."Liam tertawa kecil. "Hah, kamu nggak percaya banget sama kemampuan masak Kakak, ya? Aku kan pernah bikin omelet yang nggak gosong waktu itu!"Alexa terkekeh. "Iya, tapi jangan lupa waktu itu Kakak hampir bakar wajan juga."Percakapan mereka terus mengalir ringan. Candaan Liam berhasil membuat Alexa tertawa lepas, melupakan sejenak rasa sakit yang selama ini menghantuinya karena Gavin. Ia merasa lebih nyaman, seperti menemukan kembali bagian dari dirinya
last updateLast Updated : 2025-03-29
Read more

Malam yang tak terduga

Sebelum memutuskan untuk pulang, Liam mengajak Alexa untuk makan malam di restoran kecil dekat pantai. Restoran itu memiliki suasana yang hangat, dengan lampu-lampu kuning redup yang menggantung di sekitar, menciptakan nuansa romantis yang sempurna."Tempatnya bagus," kata Alexa sambil tersenyum, matanya menyapu dekorasi sederhana namun menenangkan di sekitar mereka.Liam tersenyum lega. "Syukurlah kalau kamu suka. Kita makan dulu sebelum pulang, ya."Mereka makan dengan tenang, menikmati hidangan laut segar yang disajikan hangat. Percakapan ringan di antara mereka membuat suasana semakin santai. Tawa Alexa dan candaan Liam menjadi penutup yang manis setelah seharian di pantai.Setelah selesai makan, mereka memutuskan untuk pulang. Dalam perjalanan, Alexa menyandarkan kepalanya di jendela mobil, menatap jalanan malam yang lengang. Ketika mereka sampai di rumah, keadaan rumah tampak gelap."Kayaknya Gavin belum pulang, ya," ujar Alexa sambil melirik jam di tangannya yang menunjukkan pu
last updateLast Updated : 2025-03-30
Read more

Ketegangan di siang hari

Alexa menatap wajah Gavin yang tertidur lelap di sampingnya, lengannya masih melingkar di pinggangnya. Napasnya teratur, wajahnya terlihat lebih tenang dibanding biasanya. Semalam, setelah semua yang terjadi, mereka langsung tertidur dalam kelelahan, tanpa ada sehelai kain pun yang menutupi tubuh mereka selain selimut yang membungkus mereka berdua.Perlahan, Alexa mencoba melepaskan diri dari pelukan Gavin tanpa membangunkannya.Namun, begitu ia berdiri, pandangannya tanpa sadar tertuju ke arah pintu kamar yang sedikit terbuka. Jantungnya berdegup lebih kencang. Apakah… Liam sudah bangun? Apakah dia mendengar sesuatu semalam?Alexa menggigit bibirnya, berusaha mengusir pikiran itu. Ia tidak bisa membayangkan apa yang ada di kepala Liam saat ini.Alexa melangkah pelan menuju kamar mandi, merasakan hawa dingin menyentuh kulitnya saat ia melepaskan selimut yang membalut tubuhnya. Air hangat dari shower mengalir membasahi kulitnya, namun pikirann
last updateLast Updated : 2025-04-01
Read more

Malam yang tenang

"Jangan lakukan itu lagi saat aku di rumah, Alexa," ucap Liam dengan nada tegas, matanya menyorot tajam, menunjukkan kekecewaan yang mendalam.Alexa menunduk dalam. Suaranya tercekat saat berkata, "Aku minta maaf, Kak Liam."Liam menghela napas berat, raut wajahnya melembut, lalu menatap Alexa dalam. "Baiklah, aku akan memaafkanmu. Kamu tahu aku mencintaimu, Alexa," ucapnya dengan suara yang penuh kasih sayang, meskipun ada sedikit nada lelah di sana.Alexa terkejut mendengar kata-kata itu, matanya membelalak, tetapi juga lega karena Liam sudah kembali ke sifatnya yang semula. "Aku tahu," jawabnya pelan, suaranya hampir tak terdengar."Kamu mau pergi?" tanya Liam, nada suaranya sudah jauh lebih lembut."Aku mau beli bahan dapur, Kak. Stoknya hampir habis," jawab Alexa."Mau Kakak antar?" tanya Liam, menatapnya dengan tatapan penuh perhatian."Aku bisa sendiri naik mobil," jawab Alexa, mencoba meyakinkan Liam.
last updateLast Updated : 2025-04-02
Read more
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status