/ Romansa / Cinta posesif sang CEO / 챕터 21 - 챕터 30

Cinta posesif sang CEO의 모든 챕터: 챕터 21 - 챕터 30

38 챕터

Bab 21 Pesta dan pesta

Averie bersungguh sungguh dengan pestanya kali ini. Meski terkesan sederhana dan diadakan di rumah, Averie telah memesan catering untuk memenuhi meja dengan penuh makanan. Sore itu kerabat dekatnya mulai berdatangan. Averie tampak bahagia memperkenalkan Emily sebagai kekasih putra tertuanya. “Halo semua, “seru Averie meminta perhatian kerabatnya yang berkumpul di ruang tamu dan sebagian di ruang tengah. “Aku ingin memperkenalkan kekasih Jonathan, namanya Emily. “ Averie tampak berseri-seri. Ia terlihat sangat bahagia berdiri di samping Emily dan Jonathan. Riuh suara bersorak sorai. "Kuharap akan ada pernikahan takkan lama lagi, " ucap Averie lagi. Wajah Emily memerah sementara Jonathan hanya tersenyum menatapnya. "Bukankah ini sangat berlebihan, Jonathan? " bisik Emily kikuk. "Tenang, Em. Sebentar lagi kita pergi dari sini. " Pesta sudah berlangsung hampir 30 menit. Jonathan memperhatikan jam tangan. “Mama, aku harus pergi, aku ada janji dengan teman-temanku.”
last update최신 업데이트 : 2025-03-10
더 보기

Bab 22 Perayaan Tahun Baru

Emily sedikit ceria di pagi harinya. Pun saat Jonathan mengajak Emily menikmati pergantian tahun di apartemen Brian. Emily tampak seperti biasa. Mereka tiba di apartemen Brian pukul 7 malam. Hadir juga Paul, Andrew, Zichen dan kekasihnya. “Apakah kalian ingin memesan sesuatu?”tanya Brian melambaikan ponselnya dari arah dapur. Ia tidak memiliki persiapan untuk acara tahun baru. Hanya ada beberapa minuman kaleng dan bahan pokok makanan yang belum dimasak. “Terlalu lama, Brian. Aku sudah lapar,”keluh Zichen. Di malam pergantian tahun seperti ini biasanya akan lama memperoleh makanan yang bisa diantar lewat aplikasi makanan. “Apa kau punya sesuatu untuk dimasak?’ “Tentu. Kau mau memasak?”Brian mengeluarkan semua bahan makanan dari dalam lemari es. Zichen menggaruk kepala. “Aku tak pernah memasak dengan bahan seperti ini, apa kau bisa, Sayang?”tanya Zichen pada kekasihnya. Jade, wanita berdarah campuran Inggris Asia, tertawa. “Sejak kapan aku bisa masak, Zichen?” Apartemen Ziche
last update최신 업데이트 : 2025-03-10
더 보기

Bab 23 Meminta restu

Emily memasukkan pakaian terakhir ke dalam koper. Hari ini waktunya kembali pulang. Beberapa hari ke depan rutinitas pekerjaaan sudah harus dijalaninya kembali. “Aku pamit pulang. Terima kasih banyak atas semuanya.”Emily mencium pipi Averie dan Samantha. “Sayang, kamu harus menjadwalkan lagi untuk menginap di rumah kami.”Averie memeluk Emily. Sejak kematian William Walker, Averie memutuskan untuk tinggal di Manchester. Hanya sesekali ia berkunjung ke Manhattan. “Tentu, ma.” “Hati-hati di jalan.”Ganti Samantha sekarang memeluk Emily. “Baiklah, kami berangkat dulu.”Jonathan menyeret koper Emily. Ia sendiri hanya membawa ransel ukuran besar di pundaknya. Sopir pribadi Averie memasukkan koper dan ransel ke dalam bagasi. Penerbangan dari Manchester ke New York membutuhkan waktu sekitar 9 jam, setelah itu mereka melanjutkan perjalanan menuju Manhattan. Simon sudah bersiap di pintu kedatangan bandara International JFK. “Terima kasih, Simon,”ucap Emily saat Simon membuka pint
last update최신 업데이트 : 2025-03-10
더 보기

Bab 24 Proyek penginapan

Tepat sebulan kemudian. Andrew tiba di bandara International JFK siang hari. Ia bersama 3 orang staff yang akan membantu dalam survey Lokasi, persiapan dokumen jual beli dan renovasi tempat penginapan. Di pintu kedatangan tampak Simon membawa tulisan cukup besar bertuliskan Andrew Lane. Ia berbaris rapi di antara para penjemput lainnya. Andrew berjalan mendekat. “Kamu pasti, Simon.” Simon mengangguk memberi hormat. “Benar, Sir. Silakan ikut saya.” Keempatnya berjalan bergegas mengikuti Simon ke tempat parkir mobil. “Mr Jonathan menyampaikan permintaan maaf karena tidak bisa ikut menjemput.” “Tidak mengapa, aku tahu dia sibuk.”Andrew mengambil ponsel dan mengirim pesan kepada Jonathan jika dirinya telah bertemu Simon dan dalam perjalanan menuju hotel. Andrew menolak undangan Jonathan untuk menginap di apartemennya karena ia datang tidak sendiri. Esok harinya Jonathan dan Andrew bertemu dengan broker real estate yang akan membawa mereka ke beberapa lokasi property. P
last update최신 업데이트 : 2025-03-13
더 보기

Bab 25 Tentang Andrew

Andrew adalah pria Inggris berdarah Irlandia. Ayah ibunya sama sama pebisnis. Ayahnya memiliki jaringan bisnis property yang menggurita di Inggris Raya sedangkan sang Ibu memiliki brand fashion terkenal yang berpusat di London. Andrew merupakan sulung dari 3 bersaudara. Dia mewarisi bisnis property sang ayah sedangkan 2 adik perempuannya tak tertarik dengan dunia bisnis samasekali. Adik keduanya, Alice adalah seorang dokter obgyn dan Brianna masih kuliah. Tampak dari luar Andrew pria normal dengan banyak kekasih. Tapi sebenarnya, di balik itu Andrew memiliki kecenderungan seks yang di luar kebiasaan. Andrew menyukai gaya hubungan BDSM (Bondage, Dominance, Sadism and Masochism) dan dia adalah seorang Dominan. Andrew menyukai perannya sebagai seorang dominan, dimana ia memiliki kekuasaan penuh selama kegiatan intim. Tidak banyak yang tahu mengenai kebiasaan Andrew yang rapi dan tersembunyi. Jonathan salah satu orang yang mengetahuinya. Meski tanpa sengaja. Malam itu Jonathan hendak m
last update최신 업데이트 : 2025-03-14
더 보기

Bab 26 Aku ingin menikah denganmu

warning 18+ Andrew menyandarkan kepala di sandaran sofa mewah di hotel mahal area Oak beach. Ia menghabiskan hampir setengah isi bir dingin yang ada di tangan kirinya. Ia memejamkan mata, berfantasi tentang Emily. Mata sendu itu. Bagaimana caranya agar wanita itu bersedia menjadi submisif nya? Ia bahkan menyingkirkan pikiran jika Emily adalah kekasih Jonathan. Ia harus mendapatkan wanita itu. Dua bulan setelah proses renovasi. Jonathan dengan berat hati harus meninggalkan Emily untuk perjalanan bisnis ke Australia hingga seminggu mendatang. Ia berpesan kepada Simon untuk tidak meninggalkan Emily apapun yang terjadi. Seperti biasa, sore selepas pulang kantor Emily menyempatkan mendatangi lokasi penginapan saat terdengar nada panggilan dari ponselnya. Dari Eden. “Halo Eden. Ada apa?” Sedetik kemudian wajah Emily memucat. “Simon, kita ke rumah sakit,”pintanya kepada Simon yang segera berbalik arah menuju rumah sakit. Robert Patterson jatuh pingsan. Pagi ini cuaca mendung ber
last update최신 업데이트 : 2025-03-15
더 보기

Bab 27 Hasil Tes

Andrew menatap ponselnya. Baru saja ia mengakhiri telepon dengan Eden. Gadis itu lebih mudah didekati daripada kakaknya. Eden telah terperangkap ke dalam pesona Andrew. Andrew tersenyum miring. Ini tidak akan lama. Eden jenis gadis yang mudah takluk dengan lelaki mapan dan Andrew memiliki segalanya yang diimpikan Eden pada sosok laki-laki. Andrew memejamkan mata. Imajinasinya tumbuh liar. Membayangkan Emily berlutut dengan borgol di tangannya, dengan pasrah membiarkan Andrew berbuat sesuka hatinya sebagai pihak dominan. Andrew tersenyum. Ia harus segera menjalankan rencananya. Sementara di sebuah kamar di kediaman mendiang Robert Patterson, tampak Eden berbaring dengan wajah berbinar. Ia menatap langit-langit kamar. Ia tak menduga samasekali, pada akhirnya impiannya terwujud. Seorang laki-laki tampan dan mapan tertarik dengannya. Bahkan mengajaknya makan malam!Eden ingin berteriak kencang. Hatinya berbunga bunga. Bukan hanya kakaknya yang beruntung bisa menikahi pria tampan dan kay
last update최신 업데이트 : 2025-03-17
더 보기

Bab 28 Rencana jahat Andrew

Averie datang bersama Samantha. Wanita itu telah membuat janji dengan Wedding organizer ternama di Manhattan. Ia sibuk mendiskusikan tema pesta, gaun pesta sampai jumlah undangan. “Aku ingin yang terbaik untuk anakku dan calon menantuku,”ucap Averie pada manajer tim. Karena hanya kata ‘terserah’ yang diucapkan Jonathan dan Emily, akhirnya Averie yang memutuskan semuanya. Dokumen yang dibutuhkan untuk pernikahan telah siap. Jonathan telah mendaftarkan pernikahan ke kantor catatan sipil. Persiapan pernikahan dari tim wedding organizer sudah hampir 50%. Pembangunan proyek resort berjalan tanpa kendala. Semua tampak sempurna. Hingga di akhir pekan sebuah kiriman foto muncul di aplikasi pesan milik Emily. Membuat tubuh Emily menegang. Tangannya mencengkeram ponsel menahan amarah. Sebuah foto mesra dari Andrew dan Eden. Bukan mesra lebih tepatnya. Tapi keintiman yang terkesan disengaja oleh Andrew. Emily bahkan tak tahu tentang kedekatan Eden dengan lelaki itu. Hampir saja ia men
last update최신 업데이트 : 2025-03-19
더 보기

Bab 29 Pertemuan di hotel

Simon menghentikan mobil di parkiran hotel. Emily menatap resah gedung bertingkat tempat Andrew menginap. Ia merapatkan mantelnya sejenak sementara Simon melihat dari kaca spion. Pria itu memperhatikan kegelisahan Emily semenjak Emily memasuki mobil hingga sepanjang perjalanan menuju hotel. Ia ingin bertanya tapi bukan kapasitasnya sebagai sopir untuk mencampuri urusan atasannya. “Perlu kuantar, Miss?”Simon menawarkan bantuan. Ingin rasanya Emily mengangguk, menceritakan jika dirinya tak mampu menghadapi masalah ini sendirian. Ia butuh bantuan Simon untuk menghajar Andrew sampai babak belur. Tapi kekerasan bukan jawaban. “Aku akan telepon jika butuh bantuan, Simon.”Emily merapalkan doa sebelum membuka pintu mobil dan berjalan menuju lobi hotel. Ia memasuki lift, menekan tombol 10. Dadanya berdebar kencang. Kakinya lemah untuk melangkah. Tapi ia menguatkan hatinya. Demi Eden. Kamar nomer 312. Ia mengetuk perlahan. Tak lama sosok Andrew membuka pintu dengan seringai di waja
last update최신 업데이트 : 2025-03-20
더 보기

Bab 30 Kesalahan Emily

Jonathan keluar dari mobil. Wajahnya menatap tajam ke arah mobil yang dikendarai Simon. Simon tampak cemas. “Maaf, Miss. Tadi Mr Jonathan telepon karena tidak bisa menghubungimu, jadi aku harus memberitahunya tentang tempat ini.” “Tak apa, Simon. Jangan khawatir. Kamu pulanglah dulu, aku akan ikut Jonathan.”Usai bicara Emily membuka pintu dan berjalan menuju Jonathan. Aura Jonathan dingin dan rahangnya tampak mengeras menahan emosi. Raut wajah yang tak biasa diperlihatkan pria itu. “Kenapa dengan teleponmu?Kenapa tidak bisa dihubungi?”tanyanya tajam. “Bisakah kita pulang dulu, Jonathan?Aku akan menjelaskannya di apartemenmu.” Tanpa suara Jonathan masuk ke dalam mobil, menunggu Emily duduk di sebelahnya. Emily menutup pintu dengan hati-hati. Melirik Jonathan yang mencengkeram kemudi hingga urat tangannya terlihat. Setelah memastikan Emily sudah memakai sabuk pengaman, Jonathan mengemudikan mobilnya menuju Penthouse. Sepanjang perjalanan suasana terasa mencekam. Tak ada
last update최신 업데이트 : 2025-03-22
더 보기
이전
1234
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status