Home / Fantasi / Kesatria Garuda / Chapter 141 - Chapter 150

All Chapters of Kesatria Garuda: Chapter 141 - Chapter 150

160 Chapters

Kemenangan yang Pahit Dan Pengorbanan

Gelombang energi dahsyat yang dihasilkan dari pengorbanan Ardian dan Sita memicu reaksi berantai yang mengguncang alam semesta. Bukan hanya dunia mereka, tetapi dimensi-dimensi lain pun ikut bergetar. Entitas misterius itu, yang selama ini bersembunyi di balik selubung kegelapan, akhirnya terungkap dalam wujudnya yang mengerikan: sebuah nebula kegelapan yang maha luas, memancarkan aura kematian dan kehancuran yang mampu menghancurkan seluruh galaksi. Bukan hanya aura, tetapi juga gelombang energi destruktif yang mampu menghancurkan segalanya yang dilaluinya. Makhluk-makhluk jahat yang selama ini menjadi anteknya, yang tersebar di berbagai penjuru dunia, menjerit kesakitan, tubuh mereka hancur berkeping-keping oleh kekuatan yang tak tertahankan. Langit bergemuruh dengan suara yang menggetarkan jiwa, bumi berguncang hebat, dan alam semesta seakan bereaksi terhadap pertempuran kosmik yang sedang berlangsung. Ini bukan sekadar pertempuran antara kebaikan dan kejahatan, tetapi pertempuran a
last updateLast Updated : 2025-03-04
Read more

Pengorbanan Terakhir

Kekuatan Garuda Sejati yang mereka peroleh di lembah suci memberikan Ardian dan Sita kemampuan yang luar biasa. Mereka mampu mengendalikan elemen-elemen alam, memanipulasi energi kosmik, dan merasakan getaran terdalam alam semesta. Namun, kekuatan ini tidak cukup untuk mengalahkan entitas misterius yang mengancam dunia. Untuk meraih kemenangan, pengorbanan terakhir harus dilakukan – sebuah pengorbanan yang mungkin akan merenggut segalanya yang mereka miliki. Informasi yang mereka kumpulkan di Kuil Terlarang mengungkapkan kebenaran yang pahit. Entitas misterius tersebut bukanlah makhluk biasa, melainkan manifestasi dari kegelapan itu sendiri, sebuah entitas yang terhubung dengan inti dari alam semesta. Untuk mengalahkannya, mereka harus menghancurkan inti kegelapan tersebut, tetapi tindakan itu akan membutuhkan pengorbanan yang tak terbayangkan. Mereka harus mengorbankan sebagian dari kekuatan Garuda Sejati, bahkan mungkin nyawa mereka sendiri. Ardi
last updateLast Updated : 2025-03-04
Read more

Gerbang Neraka Terbuka

Cahaya keemasan yang menyilaukan dari kristal pengorbanan perlahan memudar, meninggalkan jejak kilauan redup di langit senja. Ardian dan Sita terkulai lemas di puncak gunung, tubuh mereka gemetar karena kelelahan yang amat sangat. Bukan hanya kelelahan fisik, tetapi juga kelelahan jiwa. Kekuatan Garuda Sejati yang telah mereka korbankan mengalir deras ke dalam kristal, menciptakan gelombang energi yang menghancurkan entitas kegelapan. Namun, keheningan yang menyusul bukanlah pertanda kedamaian. Justru sebaliknya, keheningan itu terasa mencekam, mengancam. Ini adalah keheningan sebelum badai.Angin berhembus dingin, membawa aroma belerang dan debu yang memenuhi udara. Bumi bergetar, bukan getaran yang lembut, tetapi getaran yang kuat, mengancam. Di ufuk timur, di tempat matahari biasanya terbit dengan gemilang, terbentang sebuah celah hitam yang menganga di langit. Celah itu bukan sekadar retakan, tetapi sebuah gerbang – Gerbang Neraka. Gerbang yang selama ini t
last updateLast Updated : 2025-03-04
Read more

Pertempuran Seribu Tahun - Serangan Awal

Langit senja terbelah. Bukan oleh kilat, bukan oleh meteor, tetapi oleh sebuah celah hitam pekat yang menganga – Gerbang Neraka. Dari kedalamannya, tumpahlah lautan kegelapan, sebuah gelombang mahadahsyat yang menghancurkan segalanya yang dilaluinya. Bukan hanya ratusan, ribuan, atau jutaan, tetapi pasukan yang tak terhitung jumlahnya, sebuah armada makhluk mengerikan yang berasal dari dimensi lain, datang untuk menghancurkan dunia. Aroma belerang dan kematian memenuhi udara, menciptakan suasana mencekam yang membekukan darah.Di puncak Gunung Mahameru, titik tertinggi di kerajaan, Ardian dan Sita berdiri tegak, wajah mereka tegang, mata mereka memancarkan tekad yang tak tergoyahkan. Mereka adalah pemimpin terakhir, benteng terakhir pertahanan dunia melawan gelombang kegelapan yang mendekat dengan cepat. Di belakang mereka, berbaris sisa-sisa Kesatria Garuda, pahlawan-pahlawan yang telah berjuang selama bertahun-tahun untuk melindungi dunia. Jumlah mereka jauh
last updateLast Updated : 2025-03-04
Read more

Bayangan Kehancuran, Nyalaan Harapan

Senja berubah menjadi malam, membawa kegelapan yang lebih pekat daripada yang dihasilkan oleh pasukan kegelapan itu sendiri. Gunung Mahameru, yang sebelumnya berdiri gagah, kini menjadi saksi bisu atas kehancuran yang mengerikan. Tanah bergetar terus menerus, bukan hanya karena langkah monster-monster raksasa, tetapi juga karena amarah bumi yang terluka. Darah telah membanjiri lembah, menciptakan sungai-sungai kematian yang mengalir menuju jurang maut. Bau anyir darah bercampur dengan aroma belerang dari Gerbang Neraka, menciptakan aroma yang tak tertahankan. Namun, di tengah kehancuran ini, nyalaan harapan masih menyala, dipancarkan oleh para Kesatria Garuda yang tersisa.Ardian dan Sita, dengan tubuh yang penuh luka dan kekuatan yang semakin menipis, terus memimpin pasukan mereka. Mereka bukan hanya pemimpin, tetapi juga simbol harapan. Setiap gerakan mereka, setiap kata yang mereka ucapkan, memberikan kekuatan dan semangat kepada para Kesatria Garuda yang hamp
last updateLast Updated : 2025-03-04
Read more

Harapan Baru

Debu masih beterbangan di udara, menari-nari di atas medan perang yang hancur. Bau belerang dan tanah yang hangus masih memenuhi udara, mengingatkan akan pertempuran dahsyat yang baru saja berakhir. Ardian dan Sita terbaring lemah, tubuh mereka penuh luka, napas mereka tersengal-sengal. Kemenangan telah diraih, tetapi kemenangan itu terasa pahit, diwarnai oleh kesedihan dan kehilangan yang mendalam. Banyak dari rekan-rekan mereka, para Kesatria Garuda yang gagah berani, telah gugur dalam pertempuran melawan entitas kegelapan. Korban jiwa yang tak terhitung jumlahnya menjadi bukti betapa dahsyatnya ancaman yang telah mereka hadapi. Namun, di tengah kehancuran dan keputusasaan, seutas cahaya harapan mulai muncul. Matahari pagi perlahan-lahan menampakkan dirinya di ufuk timur, menyinari medan perang yang hancur dengan cahaya keemasannya. Cahaya tersebut seakan memberikan semangat baru, memberikan harapan bagi mereka yang masih hidup. Ardian dan Sita, mesk
last updateLast Updated : 2025-03-04
Read more

Taktik dan Trik

Kehilangan dan PenemuanMalam semakin larut. Langit di atas Gunung Mahameru dipenuhi dengan awan hitam pekat yang dihiasi kilatan-kilatan sihir dan ledakan energi. Bumi bergetar hebat, dipenuhi dengan mayat-mayat dan reruntuhan. Aroma kematian masih memenuhi udara, mencampur bau anyir darah dengan aroma belerang yang menyengat dari Gerbang Neraka yang masih menganga. Namun, di tengah kehancuran ini, pertempuran terus berlanjut. Para Kesatria Garuda, dengan kekuatan yang semakin menipis dan hati yang penuh luka, terus berjuang. Mereka telah kehilangan banyak rekan, tetapi semangat mereka masih menyala. Mereka harus menemukan cara untuk menang, atau dunia akan binasa. Sita, dengan kemampuannya yang luar biasa, terus mengamati pasukan kegelapan. Ia menyadari bahwa meskipun jumlah mereka tak terhitung, mereka bukanlah tanpa kelemahan. Ia memperhatikan bahwa beberapa jenis makhluk kegelapan lebih rentan terhadap jenis sihir tertentu, sedangkan yang lain lemah terhadap
last updateLast Updated : 2025-03-04
Read more

Kehancuran Dan Harapan

Abu dan Debu, Harapan yang MembaraGunung Mahameru, dulunya gagah perkasa, kini hanya menyisakan abu dan debu. Bekas pertempuran dahsyat itu menjadi saksi bisu atas keganasan pasukan kegelapan dan keberanian para Kesatria Garuda. Namun, pertempuran di puncak gunung hanyalah puncak gunung es. Gelombang kehancuran telah menyapu seluruh dunia, meninggalkan jejak kehancuran yang tak terbayangkan. Kota-kota besar berubah menjadi kuburan, desa-desa hancur lebur, dan penduduknya tercerai-berai. Aroma kematian masih memenuhi udara, bercampur dengan bau anyir darah dan belerang yang menyengat. Namun, di tengah kehancuran ini, Ardian dan Sita, bersama dengan segelintir Kesatria Garuda yang masih hidup, berjuang untuk menyalakan kembali nyalaan harapan. Ibukota kerajaan, yang dulu dikenal dengan keindahan dan kemegahannya, kini menjadi tumpukan puing-puing yang terbakar. Istana megah yang pernah menjadi simbol kekuatan kini hancur berkeping-keping, dinding-dindingnya runtu
last updateLast Updated : 2025-03-04
Read more

Pertempuran Puncak

Dari abu dan debu kehancuran, sebuah ancaman baru muncul. Setelah berhasil membangun kembali kehidupan dari reruntuhan, Ardian dan Sita menyadari bahwa pertempuran belum berakhir. Gelombang pasukan kegelapan yang baru, lebih kuat dan lebih ganas, muncul dari Gerbang Neraka. Kali ini, mereka dipimpin oleh Malkor, makhluk yang sangat kuat dan kejam, pemimpin pasukan kegelapan yang sebenarnya. Pertempuran puncak telah tiba, pertempuran yang akan menentukan nasib dunia selamanya. Malkor muncul dari Gerbang Neraka dengan aura kegelapan yang sangat kuat. Tubuhnya besar dan mengerikan, dipenuhi dengan senjata dan sihir yang mematikan. Ia diiringi oleh pasukan kegelapan yang tak terhitung jumlahnya, lebih banyak dan lebih kuat daripada sebelumnya. Kedatangannya menandai dimulainya pertempuran puncak, pertempuran yang akan menentukan nasib dunia selamanya. Tanah bergetar hebat, udara dipenuhi dengan aura kegelapan yang mencekam, dan langit menjadi gelap gulita. Kehadiran Malkor memicu gelomban
last updateLast Updated : 2025-03-04
Read more

Ardian & Sita dalam Bahaya

Angin berdesir, membawa aroma anyir darah dan debu. Ardian terhuyung, menarik Sita ke balik reruntuhan toko kain Nenek Asih. "Sita, kau terluka?" "Hanya sedikit lecet, Ardian," jawab Sita, menahan napas. "Tapi pasukan ini… jumlahnya tak terhitung!" Api berkobar di sekeliling mereka, membakar sisa-sisa bangunan pasar. Langit gelap, dipenuhi burung-burung hitam yang menyeramkan. "Kita harus keluar dari sini," kata Ardian, matanya menyipit melihat celah diantara reruntuhan toko perhiasan. "Ada celah di sana, tapi…" Ia melirik luka di lengannya yang terus mengeluarkan darah. "Aku akan mengalihkan perhatian mereka," kata Sita, menarik pedangnya. "Kau pergi dulu." "Tidak! Aku tidak akan meninggalkanmu!" Ardian memegang erat tangan Sita. "Ardian, dengarkan aku! Ini satu-satunya cara. Pergilah, dan cari bantuan!" Sita mendesak, suaranya penuh tekad. Ardian ragu sejenak, lalu mengangguk berat. "Baiklah… tapi janji padaku, kau akan menyusul." Sita tersenyum tipis, "Janji." Ardian berlari
last updateLast Updated : 2025-03-04
Read more
PREV
1
...
111213141516
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status