Home / Fantasi / Kesatria Garuda / Chapter 111 - Chapter 120

All Chapters of Kesatria Garuda: Chapter 111 - Chapter 120

160 Chapters

Strategi Baru

Kemenangan atas Malkuth terasa hampa. Meskipun ancaman langsung telah disingkirkan, kerajaan masih terluka. Bukan hanya luka fisik akibat perang dan intrik, tetapi juga luka batin berupa perpecahan dan ketidakpercayaan. Ardian dan Sita, yang seharusnya menikmati kemenangan, kini dihadapkan pada tantangan baru yang lebih kompleks: memperbaiki kerajaan yang terpecah dan menghadapi ancaman-ancaman terselubung yang masih mengintai.Keberhasilan menumbangkan Malkuth telah mengungkap keretakan yang lebih dalam di dalam kerajaan. Beberapa bangsawan, yang sebelumnya bersekutu dengan Malkuth, masih menyimpan loyalitas tersembunyi. Mereka menyebarkan propaganda, menciptakan keraguan di hati rakyat, dan berusaha untuk melemahkan posisi Ardian dan Sita. Desas-desus dan fitnah bertebaran seperti racun, mengancam untuk menghancurkan persatuan yang baru saja terbangun.Ardian, yang biasanya penuh semangat dan optimis, terlihat lesu. Beban memimpin kerajaan yang terluka dan menghad
last updateLast Updated : 2025-03-02
Read more

Serangan Kilat

Ketenangan sesaat yang dirasakan Ardian dan Sita setelah menumbangkan Malkuth sirna seketika. Keheningan yang seharusnya menjadi tanda kedamaian justru menjadi pertanda bahaya yang mengintai. Malam itu, kabar buruk datang bagai petir di siang bolong: kota Pesisir, salah satu kota pelabuhan terpenting kerajaan, telah diserang. Serangan kilat yang dilakukan oleh pasukan Malkuth yang tersisa.Berita itu bagai tamparan keras bagi Ardian dan Sita. Mereka telah mengira Malkuth telah sepenuhnya dikalahkan, namun ternyata mereka salah. Serangan ke Pesisir menunjukkan bahwa Malkuth masih memiliki kekuatan yang signifikan, dan lebih penting lagi, ia mampu memanfaatkan kelemahan kerajaan dengan sangat efektif. Strategi baru yang telah mereka rumuskan belum sepenuhnya membuahkan hasil. Kerajaan masih rentan.Ardian, wajahnya dipenuhi dengan amarah dan kekhawatiran, langsung memerintahkan pasukan elit untuk berangkat ke Pesisir. Sita, dengan tenang namun tegas, mengarahkan para
last updateLast Updated : 2025-03-02
Read more

Aliansi yang Tak Terduga

Kekalahan Malkuth di Pesisir hanyalah sebuah kemenangan taktis, bukan kemenangan strategis. Ancaman yang ditimbulkan oleh penyihir gelap itu jauh lebih besar daripada yang diperkirakan. Ardian dan Sita menyadari bahwa mereka membutuhkan kekuatan tambahan, sekutu yang mampu menandingi kekuatan Malkuth yang masih tersisa dan jaringan luasnya. Namun, pilihan sekutu yang tersedia sangat terbatas, dan sebagian besar di antaranya adalah pihak-pihak yang sebelumnya dianggap sebagai musuh.Dilema moral dan politik mencengkeram Ardian dan Sita. Mereka harus memilih antara prinsip dan pragmatisme. Apakah mereka akan tetap berpegang teguh pada idealisme, bahkan jika itu berarti mengorbankan keselamatan kerajaan? Atau apakah mereka akan menjalin aliansi dengan pihak-pihak yang sebelumnya dianggap sebagai musuh, meskipun itu berarti mengkompromikan nilai-nilai mereka?Setelah berhari-hari berdebat dan mempertimbangkan berbagai konsekuensi, Ardian dan Sita sampai pada sebuah keputusan y
last updateLast Updated : 2025-03-02
Read more

Badai di Lembah Bayangan

Lembah Bayangan, sebuah ngarai yang terjal dan gelap, menjadi medan pertempuran yang menentukan. Di sinilah Malkuth, dengan sisa-sisa pasukannya yang setia dan diperkuat oleh kekuatan sihir gelap, berencana untuk melakukan perlawanan terakhir. Ardian dan Sita, bersama sekutu tak terduga mereka dari Suku Naga Api, bersiap untuk menghadapi pertempuran yang akan menentukan nasib kerajaan.Lembah Bayangan bukanlah medan pertempuran biasa. Tempat itu dipenuhi dengan jebakan-jebakan mematikan yang tersembunyi dengan cermat. Jalan setapak yang berliku-liku, jurang yang dalam, dan tebing curam mengancam setiap langkah. Malkuth telah memanfaatkan medan yang sulit ini untuk keuntungannya, menciptakan pertahanan yang hampir tak tertembus.Ardian, dengan Mata Garudanya yang tajam, memetakan medan pertempuran. Ia mampu melihat jebakan-jebakan yang tersembunyi, menemukan jalur yang aman, dan mengidentifikasi titik-titik lemah dalam pertahanan Malkuth. Ia berbagi informasi ini de
last updateLast Updated : 2025-03-02
Read more

Harapan yang Terluka

Debu beterbangan di Lembah Bayangan, menari-nari di atas mayat-mayat prajurit yang gugur. Bau darah memenuhi udara, mencampur aroma tanah dan debu. Kemenangan atas Malkuth terasa pahit, diwarnai oleh kesedihan dan kehilangan. Ardian dan Sita berdiri di tengah medan pertempuran, wajah mereka dipenuhi dengan kelelahan dan kesedihan. Kemenangan yang telah mereka raih telah dibayar dengan harga yang sangat mahal.Meskipun Malkuth telah dikalahkan, kerajaan mengalami kerusakan yang signifikan. Kota-kota hancur, penduduk menderita, dan ekonomi terpuruk. Lebih dari sekadar kerusakan fisik, pertempuran di Lembah Bayangan telah meninggalkan luka yang lebih dalam: luka di hati dan jiwa. Beberapa sekutu terdekat Ardian dan Sita telah gugur dalam pertempuran, meninggalkan kekosongan yang tak tergantikan.Kematian Jenderal Bramantyo, pahlawan perang yang setia dan bijaksana, merupakan pukulan yang sangat berat bagi Ardian. Bramantyo bukan hanya seorang komandan yang ulung, tet
last updateLast Updated : 2025-03-02
Read more

Bisikan di Bayang-Bayang

Kemenangan di Lembah Bayangan terasa seperti mimpi buruk yang baru saja berakhir. Meskipun Malkuth telah dikalahkan, bayangan kegelapan masih menyelimuti kerajaan. Luka-luka fisik dan mental akibat pertempuran masih terasa, dan di atas itu semua, sebuah ancaman baru, lebih licik dan berbahaya, mulai muncul dari bayang-bayang. Ancaman ini bukan berupa pasukan yang menyerang secara terang-terangan, melainkan bisikan-bisikan licik yang menyebar seperti racun di seluruh penjuru istana.Ardian, yang biasanya tegar dan penuh semangat, kini merasa terbebani oleh beban kepemimpinan. Ia merasakan adanya sesuatu yang tidak beres, suatu konspirasi yang sedang dirancang di balik tirai kemewahan istana. Desas-desus dan fitnah bertebaran seperti api yang tak terkendali, menimbulkan ketidakpercayaan dan perpecahan di antara para bangsawan dan rakyat.Sita, dengan kecerdasannya yang tajam, mulai menyelidiki desas-desus tersebut. Ia mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, terma
last updateLast Updated : 2025-03-03
Read more

Perpecahan di Istana

Bayangan pengkhianatan Rajendra masih membayangi istana, menciptakan suasana tegang dan penuh ketidakpastian. Ardian dan Sita, yang seharusnya bersatu menghadapi krisis, kini dihadapkan pada perpecahan yang semakin melebar. Perbedaan pendapat mengenai cara mengatasi krisis yang kompleks ini mulai menggoyahkan kepercayaan di antara mereka, menciptakan celah yang dapat dieksploitasi oleh musuh-musuh mereka.Perbedaan pendapat utama muncul dari strategi menghadapi pemberontakan yang masih berkecamuk di beberapa wilayah kerajaan. Ardian, yang didorong oleh amarah dan keinginan untuk membalas dendam atas pengkhianatan Rajendra, mendukung pendekatan militer yang agresif. Ia ingin mengirimkan pasukan untuk memadamkan pemberontakan dengan cepat dan tegas, tanpa mempertimbangkan konsekuensi politik dan sosialnya.Sita, di sisi lain, mendukung pendekatan yang lebih diplomatis dan hati-hati. Ia menyadari bahwa pendekatan militer yang agresif dapat memperburuk situasi dan memicu kon
last updateLast Updated : 2025-03-03
Read more

Wajah yang Bertopeng

Ketegangan di istana mencapai puncaknya. Perpecahan antara pendukung Ardian dan Sita semakin melebar, menciptakan suasana yang penuh dengan ketidakpercayaan dan kecurigaan. Di tengah kekacauan ini, Ardian dan Sita terus menyelidiki pengkhianatan Rajendra, mencari bukti-bukti yang dapat mengungkap konspirasi yang lebih besar. Mereka menyadari bahwa Rajendra hanyalah sebuah pion dalam permainan yang lebih besar, sebuah permainan yang melibatkan kekuatan-kekuatan jahat yang jauh lebih luas dan berbahaya.Penyelidikan mereka dimulai dengan meneliti jaringan kontak Rajendra. Mereka menemukan daftar nama-nama bangsawan, para penyihir, dan bahkan beberapa pemimpin suku yang berhubungan dengan Rajendra. Beberapa nama di daftar tersebut sudah dikenal Ardian dan Sita sebagai pendukung Malkuth, sementara yang lainnya merupakan wajah-wajah baru yang misterius.Salah satu nama yang menarik perhatian adalah Lord Alatar, seorang bangsawan kaya dan berpengaruh yang selalu menunjukkan si
last updateLast Updated : 2025-03-03
Read more

Pengkhianatan Terungkap

Kegelapan yang menyelimuti istana semakin pekat. Bukti-bukti yang dikumpulkan Ardian dan Sita semakin menguat, menunjuk pada Lord Alatar sebagai dalang di balik konspirasi yang telah lama direncanakan. Ardian, yang selama ini berusaha untuk tetap tenang dan bijaksana, kini dihadapkan pada kenyataan pahit: ia telah dikhianati oleh orang yang selama ini dianggap sebagai sekutu.Malam itu, Ardian dan Sita memutuskan untuk mengungkap pengkhianatan Lord Alatar. Mereka mengumpulkan para penasihat kerajaan yang paling dipercaya, termasuk beberapa komandan militer dan penyihir kerajaan. Mereka memaparkan bukti-bukti yang telah dikumpulkan, termasuk surat-surat rahasia, pesan-pesan terenkripsi, peta kuno, dan jurnal rahasia Lord Alatar.Para penasihat kerajaan terkejut dan marah setelah mengetahui pengkhianatan Lord Alatar. Mereka tidak menyangka bahwa bangsawan yang selama ini dianggap sebagai orang yang bijaksana dan tenang ternyata adalah seorang penyihir yang jahat dan licik
last updateLast Updated : 2025-03-03
Read more

Kehilangan Kepercayaan

Penangkapan Lord Alatar dan pengungkapan konspirasinya seharusnya menjadi momen kemenangan bagi Ardian dan Sita. Namun, kemenangan itu terasa hampa, diwarnai oleh rasa pahit dan ketidakpercayaan yang mendalam. Ardian, yang selama ini menjadi simbol kekuatan dan keteguhan hati, kini dilanda krisis kepercayaan yang mengguncang jiwanya. Ia mempertanyakan loyalitas sekutunya, mempertanyakan kemampuannya memimpin, dan yang paling menyakitkan, mempertanyakan dirinya sendiri.Pengkhianatan Lord Alatar, yang selama ini dianggap sebagai sosok yang bijaksana dan netral, telah menghancurkan kepercayaan Ardian terhadap orang-orang di sekitarnya. Ia mulai curiga terhadap setiap orang, melihat bayangan pengkhianatan di setiap wajah yang dikenalnya. Kepercayaan, yang selama ini menjadi pondasi kepemimpinannya, kini rapuh dan goyah.Rasa curiga ini tidak hanya ditujukan kepada para bangsawan yang terlibat dalam konspirasi, tetapi juga kepada sekutu-sekutunya yang selama ini dianggap
last updateLast Updated : 2025-03-03
Read more
PREV
1
...
1011121314
...
16
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status