All Chapters of Diculik Musuh Mantan Suamiku: Chapter 11 - Chapter 20

29 Chapters

11| Pertunangan Terancam

SOPHIAAku benci diabaikan!Ethan tidak hanya mengabaikan pertanyaanku, tetapi juga secara gamblang mengabaikan keberadaanku. Kami seharusnya menghadiri jamuan makan malam keluarga malam ini dan mempertegas tanggal pertunangan kami. Namun, sejak aku tiba di rumahnya, dia tampak gelisah, seolah pikirannya berada di tempat lain. Itu membuatku muak!"Kenapa kau ke sini, Sophi?" tanyanya dengan nada enggan.Aku tersinggung sekali. Aku memandangnya dengan tajam, menuntut penjelasan atas sikap dinginnya."Apakah ini karena Lili?" Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya.Ethan mengalihkan tatapan dariku, ekspresinya tampak lelah dan... penuh kebingungan. Aku semakin curiga."Bukankah kau sudah mengusirnya, Ethan? Kenapa dia kembali ke sini?""Aku tidak tahu!" jawab Ethan gusar. Rahangnya mengeras, kedua tangannya terkepal di atas sandaran lengan kursi rodanya."Bagaimana bisa kau tidak tahu?"
last updateLast Updated : 2025-03-05
Read more

12| Tidak Ada Hierarki

LILIANAAku memandang berkeliling. Orang-orang ini telah mengubah penampilan mereka dari para bandit ke para pria dan wanita pada umumnya. Membuat satu hal tampak jelas: mereka semua orang-orang kota. Tidak seperti dugaanku jika mereka para penjahat yang biasa hidup bebas dan berkeliaran bersama kelompoknya. Aku pikir mereka para atau anggota geng yang terorganisasi.Harus aku akui, sikap dan suara Ryder memikat. Dia tampak lebih menonjol dibandingkan yang lain. Matanya luar biasa biru dan berkilau, tapi apakah benar-benar memesona?Tiga tahun lalu, Ryder yang aku dengar memang seorang CEO grup perusahaan terkenal. Tapi, sepertinya di sini mereka tidak memandangnya begitu. Jika benar, apakah mereka semua kumpulan orang-orang yang terusir dari rumah dan perusahaan masing-masing oleh Ethan Darnell?Wah... aku kaget dengan pemikiranku sendiri. Apalagi perempuan yang agresif tadi, juga termasuk di dalamnya? Apa y
last updateLast Updated : 2025-03-06
Read more

13| Hutan Merah

LILIANAAku mengerjapkan mata, mencoba memahami apa yang baru saja kudengar. Ryder Black berdiri di depanku dengan tangan terlipat di dada, matanya menatapku dengan penuh percaya diri. Kata-katanya bergema di pikiranku."Memaksa suamimu membuka akses ke Hutan Merah!"Aku terkejut. Sama sekali jauh dari dugaanku. Jika mereka menculikku demi uang atau harta, itu masih masuk akal. Tapi ini? Mereka menginginkan akses jalan ke sebuah kawasan yang bahkan belum pernah kudengar sebelumnya. Dan... Ethan Darnell? Wah, tampaknya dia salah mengira aku masih ada hubungan Ethan Darnell dan memiliki nilai tukar.Aku hampir membuka mulutku untuk mengatakan yang sebenarnya agar mereka bisa membebaskan aku. Tapi, aku lalu menutup rapat lagi mulutku dan menggeleng.Aku bisa saja dalam bahaya jika ternyata aku tidak bernilai untuk tujuan mereka, bukan? Aku tidak punya jaminan kalau mereka akan membebaskanku begitu saja. Karena aku sudah tahu tuju
last updateLast Updated : 2025-03-07
Read more

14| Wanita yang Haus Perhatian?

LILIANA"Apa kau tidak penasaran seberapa berharganya dirimu bagi Ethan Darnell?" bisik Ryder di telingaku, suaranya dalam dan penuh tipu daya.Aku mengatupkan rahangku rapat-rapat, berusaha menahan dorongan untuk bereaksi terhadap provokasinya. Namun, godaan itu membayangiku. Seberapa berharganya aku bagi Ethan? Apakah dia akan datang mencariku? Ataukah dia bahkan tidak peduli jika aku menghilang?Aku menepis pikiranku sendiri, lalu mendengus sinis dan menatap Ryder dengan dingin. "Aku sudah tahu jawabannya. Aku sama sekali tidak berharga baginya. Itu sebabnya dia mencampakkanku tiga tahun lalu. Jadi kau keliru memilih sandera kali ini. Seharusnya kau menculik Sophia Lennox, dan bukannya aku!"Ryder menyeringai, tatapannya menyapu wajahku seolah mencari kebohongan dalam kata-kataku. Napasku naik turun dalam amarah, mantel yang kubalutkan di tubuhku sedikit terbuka, memperlihatkan lekuk dadaku yang terangkat karena emosi. Aku buru-buru menyilangkan mantel itu, menutupinya rapat-rapat
last updateLast Updated : 2025-03-11
Read more

15| Mereka Ingin Aku Mati di Tangan Penculikku

LILIANAAku terbangun dengan napas tersengal. Malam begitu sunyi, hanya suara dedaunan yang berdesir tertiup angin yang menemani keheningan ini. Tapi ada sesuatu yang salah. Aku merasakan beban di atas tubuhku, dan begitu membuka mata, aku melihat wajah Ryder yang begitu dekat denganku.Tangan kasarnya membekap mulutku erat, membuatku hampir tidak bisa bernapas. Jantungku berdetak kencang, kepanikan menguasaiku. Cahaya redup dari bulan yang menembus kain tenda membuatku bisa melihat ekspresi tajam di wajahnya. Lebih mengerikan lagi, di tangannya yang lain, ia menggenggam belati dan mengarahkannya tepat ke leherku.Apa-apaan ini? Apa dia ingin membunuhku? Secepat ini?Aku mencoba meronta, namun tubuhnya yang jauh lebih besar dan kuat menekan tubuhku, membatasi setiap gerakanku."Satu suara atau gerakan kecil saja yang menarik perhatian, aku tak segan membunuhmu saat ini juga," bisiknya tepat di telingaku.Ancaman itu membuat tubuhku membeku. Aku bisa merasakan amarah dan permusuhan yang
last updateLast Updated : 2025-03-14
Read more

16| Bibirku Membengkak Karena Ciumannya

LILIANARyder menyeringai penuh kemenangan. "Yap, mereka yang datang ke sini tadi memang ingin kau mati. Tapi mereka bukan orang-orang Ethan!"Aku terbelalak tak percaya. Ada orang yang ingin aku mati tapi bukan Ethan?"Apa kau memikirkan seseorang yang sesuai?" bisik Ryder di telingaku, nadanya rendah dan penuh keintiman.Aku... aku tidak bisa berpikir. Ryder memang sudah menjauhkan belatinya dariku, tapi dia kini meletakkan kedua lututnya di antara tubuhku. Dia menjepitku di antara pahanya yang berotot. Aku mulai cemas. Apa yang ingin dia lakukan?"Bisa kau minggir dariku?" pintaku separuh gemetar."Tidak akan! Apa kau lupa baru saja kau hampir mencelakai kita semua yang ada di sini!" desis Ryder. Tubuhnya terlihat kokoh di atasku. Aku tak berdaya di bawah tatapan mata itu."Lepaskan aku!" refleks aku berteriak dan memberontak.Ryder hanya menyipitkan kedua matanya tanpa bergeser sedikit pun. "Kukira kau akan
last updateLast Updated : 2025-03-15
Read more

17| Semuanya Mencari Liliana

SOPHIAPlak!Aku menampar salah satu pengawalku di hadapan banyak orang. Suara tamparan itu menggema di ruangan yang sunyi, diikuti oleh tatapan kaget rekan-rekannya yang berdiri dengan kepala tertunduk di hadapanku. Itu terjadi begitu saja. Kemarahan meledak dalam dadaku ketika mendengar laporan mereka."Bagaimana bisa kalian datang dengan laporan seperti ini? Liliana mungkin sudah mati?" Aku mengulang kata-kata mereka dengan nada yang dipenuhi amarah. "Mungkin? Aku membutuhkan kepastian! Bawakan buktinya padaku kalau dia memang sudah mati!"Suara teriakanku memenuhi ruangan, membuat beberapa pengawal itu semakin menundukkan kepala. Tak ada yang berani menatap mataku yang dipenuhi bara kemarahan. Aku bisa merasakan jantungku berdegup kencang, telapak tanganku mengepal erat, menahan dorongan untuk melepaskan lebih banyak amarah kepada mereka.Jika Liliana memang sudah mati, mana mungkin Ethan menggila dan mencarinya
last updateLast Updated : 2025-03-16
Read more

18| Jangan Menantangku, Aku akan Menikmatinya!

LILIANAAku menatap tajam ke arah Ryder yang duduk di kursi kemudi van. Lelaki itu tampak santai, bahkan terlalu santai untuk seseorang yang baru saja menculikku ke tempat asing dan menjadi buronan seluruh pasukan keamanan."Katakan padaku siapa orang-orang yang datang ke perkemahan semalam?" tanyaku, suaraku nyaris putus asa.Ryder hanya melirikku sekilas sebelum kembali fokus pada jalanan yang berkelok. "Entahlah," jawabnya santai. "Yang jelas bukan orang-orang Darnell. Aku sangat kenal siapa orang-orang Darnell."Aku mendesah, merasa percuma mengharapkan jawaban yang lebih jelas darinya. Aku bersandar di kursi dan menoleh ke luar jendela. Aku biarkan angin dingin menerpa wajah dan rambutku. Jalanan yang kami lalui berbatu dan menanjak, dikelilingi oleh pohon-pohon tinggi yang seolah membentuk dinding alami. Tempat ini indah, namun sama sekali asing bagiku."Kau ... tidak khawatir jika aku tahu ke mana tujuan kita?" tanyaku akhir
last updateLast Updated : 2025-03-17
Read more

19| Dia Juga Seorang Pemimpin

LILIANAAku keluar dari toilet setelah berusaha keras membersihkan diri sebaik mungkin. Meski hasilnya tidak sempurna, setidaknya aku merasa sedikit lebih segar. Pakaianku masih kotor, rambutku kusut, dan wajahku masih menyimpan sisa-sisa kelelahan. Tapi aku tidak bisa berbuat lebih banyak. Aku korban penculikan, dan bisa pergi ke toilet serta membersihkan diri sampai puas saja sudah merupakan keajaiban.Dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya, aku melangkah keluar dan bergabung dengan keluarga ini di meja makan. Randal, bibinya, dan Ryder sudah duduk santai, masing-masing menikmati roti yang dicelup ke sup jagung dan daging kalkun yang tampak begitu menggoda. Perutku bergejolak, mengingatkan betapa aku telah lama tidak merasakan makanan yang layak.Tanpa berpikir panjang, aku langsung meraih sepotong roti dan daging kalkun, memakannya dengan lahap. Aku bahkan tidak peduli jika mereka menganggapku rakus. Rasa lapar telah mengalah
last updateLast Updated : 2025-03-18
Read more

20| Kau Kejahatan Termanis yang Pernah Aku Lakukan

LILIANAAku masih duduk di meja makan, menatap sisa-sisa sup jagung yang mulai dingin di dalam mangkuk. Kata-kata kasar Ryder masih terngiang di telingaku, tetapi aku tidak peduli. Dia memang selalu pemarah, dan aku sudah cukup lelah menghadapi ledakan emosinya. Dia meninggalkan meja makan setelah melemparkan kata-kata kasar.Di seberang meja, Bibi Sarah dan Randal hanya diam, menatapku dengan ekspresi prihatin. Aku tahu mereka tahu bahwa semua ini salah. Aku bisa merasakan ketidaknyamanan di udara.Ini kesempatanku.Aku mengangkat wajah, menatap langsung ke arah Bibi Sarah. "Tolong aku," kataku, suaraku bergetar karena ketakutan dan harapan. "Aku tidak ingin berada di sini. Aku tahu kalian juga tahu bahwa apa yang dilakukan Ryder itu salah. Masih ada kesempatan untuk menghentikan semua ini."Bibi Sarah mengerjapkan matanya, tetapi tidak mengatakan apa-apa. Ekspresinya tidak berubah, dan itu membuat hatiku semakin gelisah. Aku bera
last updateLast Updated : 2025-03-19
Read more
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status