Home / Romansa / Jodoh Dalam Perjanjian / Chapter 21 - Chapter 30

All Chapters of Jodoh Dalam Perjanjian: Chapter 21 - Chapter 30

38 Chapters

21. Saudara?

Seorang yang penting. Apakah Prawira bisa menyimpulkan, jika pria di hadapannya ini menyukai Noura? Atau kata penting yang di maksud mengarah pada sesuatu yang lain?Apa pun itu, semua akan terungkap nantinya.Pertandingan dimulai, mereka pun bersalaman. Kemudian bergerak ke posisi masing-masing. Tanpa mereka sadari, Noura datang dan terkejut melihat keadaan di depan mata. Wanita itu langsung berdiri dengan sekelompok murid.Mereka memutari arena sebanyak tiga putaran. Kuda-kuda dipasang, bersiap menerima serangan atau menyerang. Suasana tampak tenang, tapi menegangkan. Semua orang yang menonton, diam melihat fokus ke depan.Didit melakukan serangan terlebih dahulu. Prawira menahannya dengan tangkas. Secara cepat juga dia membalas serangan pukulan dari depan, Didit menahan. Serangan demi serangan Didit lancarkan. Tak satu pun dari serangan itu mengenai Prawira. Mereka tanpa imbang di menit pertama. Dua jurus telah mereka berikan. Perwira yang sabuk h
last updateLast Updated : 2025-03-15
Read more

22. Wasiat

Topik pembicaan ketiganya semakin menarik, Noura sengaja membuatnya begitu. Apa pun yang terjadi di kampung mereka di juga selalu menceritakan pada didit, termasuk dengan segala kecurigaanya. Sekalipun Didit sudah tahu, Noura tetap akan cerita. Selama ini pria itu pun juga sudah menjadi tempatnya berkonsultasi tentang pekerjaan."Tadi pagi, kebetulan saya lewat depan rumah Pak Hernanto." Kedua pasang mata kini beralih pada Prawira. "Ada mobil box masuk ke rumahnya, sepertinya bukan dari ekspresi resmi.""Benar, kan? Mencurigakan," ujar Noura menyahut."Seminggu saya pergi, begitu banyak hal yang terjadi." Didit melirik pada Prawira, seolah mengirim pertanyaan dari tatapan matanya.Prawira balas memandang, dan Noura menyadari hal itu. Keduanya kompak menunduk sambil berpikir."Kalian sedang melakukan telepati?" Noura bertanya dengan wajah curiga. "Ada yang kamu rahasiakan, Mas?" tanyanya kemudian pada Didit.Pria itu menggeleng. "Sebelum
last updateLast Updated : 2025-03-16
Read more

23. Masa kecil

Noura mendekap erat map di tangan, memeluk seolah sedang memeluk ibunya. Perlahan matanya basah, dan embun yang menggenang itu jatuh. Entah kenapa tiba-tiba wanita itu menangis. Setelah mendapat surat itu, Noura merasakan kerinduan yang amat sangat pada almarhumah ibunya.  Dia ditinggalkan ketika berumur delapan tahun. Di usia itu, dia sudah bisa mengingat bagaimana cara ibunya menyayangi dirinya. Noura ingat jelas, seperti apa wajah wanita yang melahirkannya itu.Sebelum ibu meninggal, Noura paling dekat dengan ibunya dibandingkan sang ayah. Sikap lembut, perhatian, dan tau apa pun yang Noura mau. Ibunya adalah segalanya bagi Noura.Saat ibunya meninggal, Noura bahkan pernah jatuh sakit selama satu minggu. Semua karena dia terlalu berat merasakan kehilangan. Hingga akhirnya sang ayah memutuskan untuk pindah.Prawira yang menyadari istrinya itu sedang menangis, langsung mendekat dan merangkulnya. Mengusap lengan wanita itu perlahan. membiarkan Noura be
last updateLast Updated : 2025-03-17
Read more

24. Kisah masa lalu

Prawira memandangi kotak tua di hadapannya. Ini tidak ada d ingatannya, Noura belum pernah menunjukkan sekali pun, bahkan ketika mereka kecil. Noura pun membuka kotak itu."Dulu setiap kita ke sungai atau sawah, pasti ketemu benda-benda aneh,” ucap wanita itu antusias.Sebenarnya bukan benda aneh yang seperti Noura katakan. Wanita itu terkekeh geli. Dulu mereka sangat polos, sehingga benda apa pun yang mereka temukan, akan menjadi harta karun. Semua benda yang bisa masuk ke kotak, Noura akan simpan.Prawira ingat dengan jelas, apa saja isi yang dia lihat di dalam kotak itu. Kancing baju warna warni, cangkang keong, koin, batu dan sebuah cincin. Tangan Prawira bergerak mengambil cincin itu."Cincin itu punya ibu aku, Mas. Dulu aku memakainya untuk mengingat ibu. Ayah memberi rantai dan menggantungkan di leherku. Waktu kita bermain di sungai, kalungnya putus. Lalu, Mas Didit dan Mas Pra mencari di dalam sungai. Sedangkan aku menangis di pinggiran. Wak
last updateLast Updated : 2025-03-18
Read more

25. Tiga sahabat kecil

Gadis itu mengaduh sebelum sempat berhasil berdiri tegak. Dia baru ingat akan lukanya sendiri."Aduhh … kaki aku sakit!" ucap Noura seraya berjongkok. Dia menaikkan sedikit rok yang menutupi lututnya."Kamu habis jatuh?" tanya Bhisma, Noura pun mengangguk. Terdapat luka gores di lutut gadis itu, sedikit berdarah. Bhisma ikut berjongkok. Kemudian mengeluarkan sesuatu dari dalam kantong celananya. "Pakai ini," ucapnya.Luka gadis itu dia tiup, lalu memasangkan plester luka yang ada di tangannya. Setelah selesai, Bhisma membalikkan badan membelakangi Noura. "Ayo, naik.""Kamu mau gendong aku?" tanya Noura sedikit terkejut.Bhisma menoleh ke belakang. "Iya, memangnya kamu bisa jalan sekarang?" Noura Tampak menggeleng. "Tenang aja, aku kuat kok?" Seolah tau apa yang gadis itu pikirkan.Noura pun akhirnya naik ke punggung Bhisma. Dalam hitungan ketiga, tubuhnya terasa melayang."Benar, kan. Aku kuat!" Seru Bhisma menyombong
last updateLast Updated : 2025-03-18
Read more

26. Sebuah kejelasan

Masa kini ….Tiga orang sahabat masa kecil itu kini berkumpul di warung Bakso Amanah. Mereka kembali mengenang kebersamaan puluhan tahun yang lalu. Lebih tepatnya, Noura yang lebih bersemangat bercerita kepada Prawira. Sedangkan Prawira lebih banyak diam mendengarkan, memainkan perannya sendiri. Seolah ingatan itu dia rekam kembali.Warung bakso terpantau telah sepi, jadi mereka bebas untuk bercerita banyak hal. Hanya ada dua orang pelanggan yang datang, Kardiman bisa mengatasinya sendiri. Lagipula sebentar lagi warung akan tutup. Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam."Jadi sebenarnya mas Didit sudah tahu siapa Mas Prawira?" tanya Noura menyipitkan mata. Dia merasa telah tertinggal jauh. Kenapa hal ini harus mereka rahasiakan, jika pada akhirnya diungkapkan juga. Andai saja sang Ayah tidak mengatakan siapa Prawira sebenarnya, dia mungkin saja masih lupa akan masa itu. Masa yang telah mengembalikan semangat hidupnya."Sudah,"
last updateLast Updated : 2025-03-19
Read more

27. Disudutkan

Pertemuan pertama dengan Didit ketika ingatannya hilang memang memberi kesan akrab. Didit juga lah yang mendekatinya lebih dulu, menjadi teman pertanya di kampung itu. Setelah semakin dekat dengannya, Prawira semakin yakin bawa Didit adalah orang yang dapat dipercaya.Didit sepertinya juga tidak pernah memihak. Orangnya sangat adil, tahu mana yang salah dan benar. Dia juga dibantu oleh pria itu dengan banyak hal. Prawira yakin, Didit bisa menjadi penengah antara dirinya dan Noura.Dengan wajah tertunduk Noura akhirnya menceritakan semua kepada Didit. Mulai dari penolakannya terhadap pernikahan ini, kenyataan bahwa dia memiliki seorang kekasih, hingga berinisiatif untuk membuat surat perjanjian. Noura tampak ketakutan melihat wajah garang pria di hadapannya. Sedangkan Prawira tampak diam menyimak penjelasan wanita itu. Noura merasa tersudut sendirian."Yang benar saja kamu, Nou? Pernikahan itu bukan hal yang main-main! Kenapa sampai terpikirka
last updateLast Updated : 2025-03-19
Read more

28. Mencoba berbaikan

Prawira menyusul Noura yang sudah masuk ke kamar terlebih dahulu. Pintu kamar diketuk, tak ada sahutan dari dalam sana, dia pun membuka secara perlahan. Terlihat Noura di atas tempat tidur dengan punggung menghadap padanya. Kakinya menekuk bersila dengan wajah masamnya. Aura di sekitarnya nampak sangat suram."Noura," panggil Prawira setelah masuk ke dalam.Wanita itu hanya diam, tidak memberi respon apa pun. Prawira pun melangkah semakin dekat. Berdiri di samping Noura yang sedang menatap ke hadapan."Noura, kamu tidak apa-apa?" tanyanya seraya menyentuh bahu Noura. Prawira pun menurunkan tubuhnya dan berjongkok di depan istrinya itu, melihat wajah wanita lebih jelas."Mau apa kamu ke sini, Mas? Kamu mau menyalahkan aku juga, kan?" Nada bicara Noura sangat dingin. Matanya memerah menahan amarah. Dia juga eggan melihat wajah pria di depannya"Bukan, saya mau minta maaf, sudah membuat kamu merasa seperti ini," ucap Pria itu lembut. Dia sedang m
last updateLast Updated : 2025-03-20
Read more

29. Masa lalu yang terlupakan

Keesokan harinya, Noura sengaja terbangun lebih awal. Dia lebih dulu membersihkan diri dan bersiap. Kemudian membangunkan sang suami yang masih tertidur. Namun, belum juga dia mendekat, Prawira telah bangun sendiri."Sudah bangun, Mas? Aku baru mau bangunin, Mas." Noura tersenyum tipis.Prawira hanya menjawab dengan gumanam kecil. Lalu bangkit dan masuk ke kamar mandi. Noura gegas menyiapkan sesuatu. Niatnya kali ini adalah untuk berbaikan, dengan cara melembutkan hati pria itu.Noura mengambil pakaian sang suami dari dalam lemari, lalu meletakkan di tempat tidur. Baju koko, sarung serta sajadah. Tak lupa juga dan menyiapkan untuk dirinya. Sajadah dia bentangkan di lantai. Satu untuk sang suami di depan dan satu lagi untuk dirinya sebagai makmum. Usahanya ini semoga bisa membuat Prawira melunak.Tak lama, Prawira keluar dari kamar mandi. Dia terlihat tampan dengan rambut dan wajah basahnya. Untuk sesaat Noura takjub dengan pemandangan di depannya.Prawira terdiam berdiri di tempat, sa
last updateLast Updated : 2025-03-20
Read more

30. Prawira Bhisma

Prawira mengendarai motornya menuju padepokan Didit, tempatnya membuat janji. Saat dalam perjalanan, dia sedikit merasa aneh dengan suasananya. Rasanya seperti ada yang mengikuti, dia dibuntuti sosok pria misterius. Tak ingin terlihat curiga karena menyadari hal itu, Prawira pura-pura tidak melihat. Sampai di tempat tujuan, dia langsung masuk ke dalam. Sudah ada Didit menunggu sendirian."Mas, Didit,” sapa Prawira setelah pria itu mengangkat tangan menyambut dirinya.Didit tersenyum tipis dan menyambut Prawira melakukan brohug. "Bhisma, apa kamu diikuti?""Iya, Mas. Seperti yang kita duga, aku sudah mulai dicurigai." Prawira duduk di kursi yang tersedia. "Sepertinya aku harus segera pergi dari sini.""Apa mereka orang-orang yang mencelakaimu waktu itu?""Belum bisa dipastikan, Mas. Penampilanku waktu itu dan sekarang sangat berbeda. Kematian Dendi—samaranku juga sudah diumumkan di media. Jika mereka mencurigaiku, mungkin ….""Kamu harus lebih berhati-hati, jangan terlalu mencolok. Sese
last updateLast Updated : 2025-03-21
Read more
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status