Prawira memandangi kotak tua di hadapannya. Ini tidak ada d ingatannya, Noura belum pernah menunjukkan sekali pun, bahkan ketika mereka kecil. Noura pun membuka kotak itu."Dulu setiap kita ke sungai atau sawah, pasti ketemu benda-benda aneh,” ucap wanita itu antusias.Sebenarnya bukan benda aneh yang seperti Noura katakan. Wanita itu terkekeh geli. Dulu mereka sangat polos, sehingga benda apa pun yang mereka temukan, akan menjadi harta karun. Semua benda yang bisa masuk ke kotak, Noura akan simpan.Prawira ingat dengan jelas, apa saja isi yang dia lihat di dalam kotak itu. Kancing baju warna warni, cangkang keong, koin, batu dan sebuah cincin. Tangan Prawira bergerak mengambil cincin itu."Cincin itu punya ibu aku, Mas. Dulu aku memakainya untuk mengingat ibu. Ayah memberi rantai dan menggantungkan di leherku. Waktu kita bermain di sungai, kalungnya putus. Lalu, Mas Didit dan Mas Pra mencari di dalam sungai. Sedangkan aku menangis di pinggiran. Wak
Last Updated : 2025-03-18 Read more