Home / Rumah Tangga / Hasrat Liar Adik Ipar / Chapter 11 - Chapter 20

All Chapters of Hasrat Liar Adik Ipar: Chapter 11 - Chapter 20

28 Chapters

Bab 11

Falisha membuka mata dengan berat, kemudian mengerjap perlahan. Sinar matahari pagi menerobos masuk ke dalam kamar melalui celah gorden yang sedikit terbuka dan tepat mengenai wajah cantiknya."I love you, Falisha."Bisikan lembut yang begitu lirih semalam, berhasil membuat Falisha menyunggingkan senyum tipis sebelum dirinya benar-benar tersadar.Jemari mungil Falisha tergerak untuk membuka selimut yang menutup badan, dan senyum itu kembali menghiasi wajah. Rasanya masih seperti mimpi ketika dia merasakan sentuhan lembut yang dia inginkan sejak awal pernikahan.Falisha menjadi semakin yakin, usahanya untuk mengambil hati Arka tidak akan berakhir sia-sia. Namun, bibir Falisha mendadak datar ketika mengingat, Sabrina juga hadir dalam acara makan malam suaminya dan entah minuman apa yang diberikan perempuan itu kepadanya sebelum akhirnya, Falisha mendadak tidak sadarkan diri dan tiba-tiba terbangun dalam kamarnya yang gelap.It's okay, Falisha. Enggak ada yang perlu dipikirkan, karena ny
last updateLast Updated : 2025-02-24
Read more

Bab 12

“Jangan berani-berani sentuh Falisha!”Arsya dengan sigap menangkap pergelangan tangan seorang perempuan yang hendak menampar Falisha. Dengan terpaksa dia harus memasuki toilet khusus perempuan, karena saat Falisha melenggang menuju ke sana, dia tidak sengaja melihat Nabila mengikuti Falisha.Rasa khawatir terhadap Falisha pun membawa langkah Arsya menyusul Falisha ke toilet perempuan. Beruntung, tidak ada siapa pun di sana, sehingga Arsya tidak menjadi bulan-bulanan kaum hawa.Nabila, perempuan yang sempat disebut-sebut Arkatama beberapa hari lalu, tersenyum miring. “Siapa tadi? Falisha?”Arsya merengkuh bahu Falisha ke dalam rangkulan. “Jangan pernah ganggu dia, atau kamu akan berurusan sama aku!”“Wah, wah, wah ... segitunya kamu cinta sama dia, Arsya? Kamu bukan cuma nolak aku, tapi sikap kamu ....” Nabila sengaja menggantung kalimat. Perempuan itu melipat kedua tangan di depan dada.“Aku emang cinta sama dia dan enggak ada yang bisa ganti posisi Falisha di hati aku!”Mendengar ka
last updateLast Updated : 2025-02-24
Read more

Bab 13

“Selamat pagi, Sayang. Gimana kabar kamu? Sehat?”Pagi ini, Falisha dikejutkan dengan keberadaan Salma di dapur. Seingatnya, Salma mengatakan akan pergi cukup lama, tetapi entah kenapa wanita itu sudah kembali, padahal belum ada seminggu dia pergi.“Mama? Mama jam berapa datangnya?” Falisha mendekati mama mertuanya yang segera disambut dengan pelukan hangat. Indra penciumannya menghidu aroma parfum yang memang biasa dipakai Salma, pertanda wanita itu sudah mandi dan mungkin hendak pergi sebentar lagi.“Jam berapa, ya? Kalau enggak salah jam satu, rumah udah sepi, jadi Mama sama Papa diem-diem aja masuk kamar, biar enggak bangunin semua yang udah pada istirahat.” Salma menjawab dengan senyum yang tidak kalah hangat.Jika dilihat-lihat dari mimiknya, Falisha yakin, Salma dan Wilis tulus menyayanginya seperti yang pernah mereka katakan. Lalu, bagaimana dengan Arka? Apakah hanya lelaki itu saja yang tidak bisa menerima Falisha dengan lapang dada, karena tidak menginginkan untuk menikah de
last updateLast Updated : 2025-02-24
Read more

Bab 14

Setelah dua mingguan sibuk ke sana-kemari mengurus berbagai keperluan, akhirnya Falisha tiba di Negeri Singa seperti yang dia harapkan, berdua saja dengan Arka.Tidak apa, meski beberapa hari setelahnya, Salma dan yang lain akan menyusul mereka, setidaknya Falisha memiliki waktu beberapa hari untuk quality time bersama sang suami. Falisha sangat berharap, Arkatama akan luluh dan perlahan membuka hati untuknya, melupakan Sabrina yang tidak seharusnya diperlakukan lebih manis mengingat status perempuan itu yang seharusnya dijauhi Arka."Mas capek? Mau Fal pijitin?" Falisha menawarkan ketika mereka baru saja memasuki apartemen, dan dilihatnya Arka duduk menyandarkan punggung pada sandaran sofa, tampak kelelahan.Tidak disangka, Arka menepuk-nepuk bahu sisi kanan dan kiri, memberikan kesempatan Falisha untuk melayani sang suami."Boleh pijit bagian sini," ucap Arka sesaat kemudian.Tentu saja Falisha mengangguk senang. Untuk pertama kali setelah menjadi istri Arka, lelaki itu membiarkan
last updateLast Updated : 2025-02-24
Read more

Bab 15

"Bilang apa kamu ke Sabrina?"Falisha merasa dirinya tengah berada dalam persidangan. Arkatama duduk tepat di hadapan dengan sorot tajam yang betul-betul tidak pantas dilayangkan kepada seorang istri, apalagi hal itu terjadi karena membela sang kekasih yang sudah seharusnya ditinggalkan mengingat dirinya sudah menikah dengan Falisha."Aku enggak habis pikir. Sejak kapan kamu berani ngelunjak terima telepon tanpa persetujuan? Masalahnya, itu handphone aku dan seharusnya kamu tahu kalau handphone itu privacy."Lagi, Arka menuntut Falisha supaya tidak melakukan hal-hal yang tidak dia sukai."Mas, maaf. Tapi gimana bisa Mas Arka bicara begitu ke Fal? Fal istri Mas Arka. Seharusnya Fal boleh dengan bebas sentuh handphone Mas Arka, karena sebagai istri, Fal harus mengingatkan Sabrina juga supaya enggak ganggu Mas Arka lagi, kan?"“Apa? Apa kamu bilang? Mengingatkan Sabrina?” Arka semakin mendelik. “Tahu apa kamu soal Sabrina?”“’Maaf, Mas. Tapi Falisha istri Mas Arka. Sabrina—““Berhenti se
last updateLast Updated : 2025-02-24
Read more

Bab 16

Matahari sudah menyembul dari persembunyian ketika Falisha membuka mata. Di balik selimut tebal, dirinya tersadar, masih belum mengenakan apa-apa. Kejadian semalam sontak melintas dalam ingatan. Untuk yang kedua kalinya, dia merasa bahagia karena ‘sentuhan’ sang suami. Namun, mengapa sikapnya masih sering kali kasar?Tidak ingin memikirkan hal yang membuat sedih, Falisha menggeleng perlahan. Bagaimanapun, dia yakin bahwa Arka pasti akan melunak dan bisa mencintainya secara utuh.Beberapa saat setelah berhasil mengumpulkan kesadaran, Falisha memutuskan untuk bangkit dari tempat tidur dan membersihkan badan. Perempuan itu keluar kamar dan mendapati Arka tengah sibuk di dapur. Tatapan Falisha tertuju ke meja makan dan sudah tersaji beberapa menu makanan di sana.Mas Arka masak? Ini betulan atau cuma mimpi? Falisha menggumam dalam hati.Sesaat setelahnya, Arka menyadari keberadaan Falisha dan menyapa sang istri. “Udah bangun? Maaf soal kemarin,” ucapnya datar.Falisha mencoba mengukir sen
last updateLast Updated : 2025-02-24
Read more

Bab 17

"Tolong siapin kamar. Sabrina tidur di apartemen kita malam ini. AC di apartemennya lagi bermasalah dan teknisinya baru bisa perbaiki besok."Falisha menghela napas panjang. Dia pikir, Arka menelepon untuk bertanya basa-basi, barang kali ada sesuatu yang dia ingin untuk dibelikan. Ternyata dugaannya salah."Tapi, Mas, bukannya ... dia bisa nginap di lain tempat? Fal cuma enggak mau kalau nanti Mama tahu dan—""Enggak usah banyak alasan! Mama enggak akan tahu kalau kamu enggak kasih tahu! Lagi pula kamu enggak ada hak untuk memutuskan boleh atau enggaknya Sabrina nginap di apartemen kita," sahut Arka dari seberang.Sesak, tetapi Falisha tidak bisa melakukan apa-apa. Perempuan itu masih mencoba untuk bertahan di tengah situasi yang sama sekali tidak dia inginkan. Bagaimanapun, Falisha tidak ingin keluarga Mirna yang sudah berekspektasi tinggi tentang Arka, kecewa karena laki-laki itu tidak memperlakukan Falisha sebaik yang mereka kira.“Denger enggak, kamu?”“Iya, Mas. Fal siapin kamarn
last updateLast Updated : 2025-02-24
Read more

Bab 18

“Cerita apa kamu ke Arsya?”Hari masih pagi, tetapi Falisha sudah harus melihat raut Arka yang serupa kardus dilipat. Mau heran, tetapi memang kenyataannya, laki-laki itu sering kali bersikap dingin terhadap Falisha.Falisha tentu ternganga. Dia tidak tahu apa maksud pertanyaan yang dilontarkan Arka. Namun, seketika perempuan itu teringat, semalam Arsya mengirimi sebuah pesan yang ketika Falisha tengah memikirkan balasan yang tepat, dia sudah lebih dulu ketiduran.“Maksud Mas Arka apa?”“Enggak usah pura-pura enggak tahu. Kamu, kan, yang ngadu ke Arsya kalau Sabrina di sini?” tuduh Arka.Pandangan Falisha pun mengedar ke sekeliling. Dalam hatinya bertanya-tanya, di mana Sabrina? Belum bangunkah? Karena jika perempuan itu masih di sana, sudah pasti dia akan menempel di dekat Arka tanpa peduli laki-laki itu sudah menjadi milik orang lain. Akan tetapi, yang dilihatnya hanya Arka seorang diri tengah duduk di salah satu kursi meja makan, menyesap kopi yang tersaji di hadapan.Kapan membuat
last updateLast Updated : 2025-02-24
Read more

Bab 19

"Oke, makasih udah sempetin dateng. Maaf banget udah ganggu waktu kamu."Falisha mengerjapkan mata ketika sayup-sayup mendengar ucapan suaminya yang entah sedang berbicara dengan siapa. Perempuan itu hendak bangkit dari posisi tidur, tetapi gerakannya terhenti akibat pening di kepala. Jemarinya merasakan sesuatu menempel pada kening yang bahkan tidak Falisha tahu sejak kapan berada di sana."Syukurlah kalau kamu udah bangun."Falisha melihat ke arah pintu kamar dan melihat Arkatama masuk membawa nampan berisi secangkir susu beserta piring kecil berisi dua lapis roti tawar yang sudah dioles selai cokelat kacang."Makan dulu sebelum minum obat. Aku buatin susu biar lebih kenyang." Arkatama berkata dingin setelah meletakkan nampan tersebut di atas nakas.Laki-laki itu melihat Falisha yang kesulitan bangun karena rasa sakit kepala yang mendera. Tanpa diminta, dia membantu Falisha bangun perlahan."Fal kenapa, Mas?"Perempuan itu merasa bingung. Pasalnya, yang Falisha ingat terakhir kali a
last updateLast Updated : 2025-02-24
Read more

Bab 20

“Kamu itu dari mana aja, Arka? Istri kamu sakit, tapi kamu malah keluyuran?” tegur Salma begitu melihat kedatangan anak pertamanya.Wanita itu sudah satu jam tiba di apartemen bersama sang suami, tetapi di dalamnya hanya menemukan Falisha yang terbaring lemah di kamar, ditemani Arsya yang duduk di sofa sudut sembari fokus menghadap laptop.“Papa sama Mama betul-betul kecewa sama kamu, Arka,” timpal Wilis. Laki-laki yang rambutnya mulai memutih itu duduk di sofa ruang tamu, berhadapan dengan Salma.“Maaf, Ma, Pa. Ini ....” Arka menaikkan tinggi-tinggi tas belanja di tangan. “Aku cuma tinggalin Falisha sebentar buat belanja dan bukan keluyuran seperti yang Mama kira,” elaknya dengan alibi yang dirasa tepat.“Mama tahu banget gimana kamu, Arka. Jadi enggak perlu banyak alasan.” Salma to the point. “Di mana dia? Nginap di mana? Biar Mama kasih tahu supaya dia enggak ganggu kamu lagi! Kamu udah jadi suami Falisha dan seharusnya kamu bertanggung jawab penuh atas istri kamu, bukan malah sibu
last updateLast Updated : 2025-02-24
Read more
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status