Home / Romansa / Dekapan Hangat Pacar Sahabat / Chapter 21 - Chapter 30

All Chapters of Dekapan Hangat Pacar Sahabat: Chapter 21 - Chapter 30

48 Chapters

Looking for your own pain

Susah payah Adip serta Bara bahu-membahu menarik Salma untuk dapat naik ke atas tembok. Namun, setelah berhasil naik, mereka tidak bisa turun karena guru BK sudah menghadang di balik tembok luar. “Udah, malu beud gue! Habis… habis udah citra gue sebagai bad boy! Baru kali ini gue bolos ketangkep sama guru! Gara-gara lu cewek nolep!” “Ih, yang nyuruh lo ikut siapa?” cibir Salma. “Kalau bukan karena Lo yang lemot bin lelet, kita nggak bakal ketangkep dodol!” “Ck, yaudah sih, mau gimana lagi?”  “Dih, yaudah sih! Masih amatir nggak usah sok-sokan badung! Nyusahin orang aja!” “Lama-lama mulut lo ngeselin, ya?!” Rajuk Salma. “Udah… udah. Kalian apaan si? Ribut Mulu perasaan!” tegur Adip. Dari tadi mereka berdua terus berdebat tentang siapa yan
last updateLast Updated : 2024-12-06
Read more

Even though it hurts, as long as it's with you, I'm okay

Hari demi hari berlalu, hubungan Lila dengan Adip tampak lebih seperti orang asing. Tak saling bertegur sapa meski mata bertemu mata. Mungkin untuk Lila itu biasa saja, tetapi untuk Adip rasanya sangat sakit. Memang benar dirinya berniat menjauhi Lila dengan memanfaatkan Salma sebagai pelarian. Namun, ternyata sakitnya lebih dalam dari pada sebelumnya. Padahal, setiap hari, setiap jam bahkan setiap detik Salma selalu berada di dekatnya, tetapi tetap tidak bisa mengalihkan pikirannya dari Lila. Seperti saat ini, saat jam istirahat tiba, Salma mengajak Adip bertemu di taman belakang sekolah. “Nih, buat kamu. Aku masak sendiri tadi pagi,” kata Salma sambil menyodorkan kotak bekal berbentuk hati, wajahnya menunduk malu. Namun, Adip enggan mengangkat kedua tangannya dari dalam saku celana. Salma mengangkat pandangannya, “Kenapa? Kok ngeliatin akunya gitu?” Adip menghela nafas panjang, tatapannya datar, tak beralih dari wajah Salma hingga membuat gadis itu blushing parah ditatap
last updateLast Updated : 2024-12-07
Read more

Jangan cemburu, cuma teman!

Dahi Lila berkerut dalam. “Kenapa?” “Em…” Adip menggulirkan matanya ke kanan-kiri untuk mengalihkan perhatian Lila. “Itu, anu… gak papa!” Setelah memastikan Galang tak terlihat, Adip melepaskan tangan Lila dan melenggang dari hadapannya tanpa sepatah kata. Gadis itu masih terpaku di tempat, heran dengan sikap Adip yang menurutnya aneh. “Cih, orang gila,” cibir Lila, kemudian gadis itu berbalik arah, bersenandung riang sambil mencari-cari keberadaan pacarnya. Adip menoleh sekilas, melihat punggung Lila yang sudah menghilang di antara keramaian. Hatinya berdesir bimbang, ia ingin memberi tahu perihal hubungan Galang dengan gadis itu agar tidak ada kesalah pahaman di kemudian hari, tetapi apakah nanti tidak dianggap omong kosong? Cowok itu mengusak rambutnya frustasi hingga berantakan seperti habis bangun tidur, mencoba m
last updateLast Updated : 2024-12-08
Read more

When Lila Said : Pamer ABS ya?

Matahari sore mulai meredup, menghasilkan warna jingga kemerahan yang menyelimuti langit kota Bandung.Lila masih berdiri di depan gerbang sekolah dengan satu tangan terlipat di dada, menunggu Galang yang sudah berjanji akan mengantarkannya pulang.Ia memainkan ponselnya, sambil sesekali melirik ke arah jalan. Gadis itu sudah menunggu selama 30 menit, tetapi Galang belum juga muncul.“Ck, Galang lama banget, sih,” gumamnya kesal, menatap ke arah jalan.Sedari siang tadi mood Lila sangat berantakan sebab kehadiran Shenina. Bukan apa-apa, Lila hanya kesal karena harus membuntuti Galang serta Shenina membagikan selebaran.Apa lagi melihat keakraban mereka berdua, Lila jadi senewen seharian ini. Ia sempat memprotes, tapi Galang bilang ‘Jangan cemburu, kita cuma temen, kok’ menyebalkan bukan?Seperti sekarang ini, alih-alih mengantar Lila pulang, Galang lebih memilih mengantar Shenina dulu dengan dalih agar bisa berduaan dengannya nanti. Cowok itu juga menyuruhnya menunggu sampai ia kembal
last updateLast Updated : 2024-12-08
Read more

Sudah tak semenggebu dulu!

“Loh, belum balik juga?” Adip malah balik bertanya, “Mau gue telponin nggak?”“Nggak lah! Aku jalan aja!” kata Lila masih dengan wajah masamnya. Bibirnya mengerucut serta hentakan kakinya saat berjalan cukup keras. Menandakan jika gadis itu tengah merajuk.Benar saja, rupanya dalam hati Lila menggerutu kesal. Kenapa Adip musti bertele-tele? Timbang bilang ‘ayo bareng’ begitu saja kebanyakan basa-basi. Apa Adip tidak tahu kaki Lila pegal karena berdiri berjam-jam? Sangat tidak pengertian!“Ck, cewek emang susah ditebak. Tinggal ngomong ikut aja susah banget! Gue juga, kenapa gue jadi gagu di depan dia?” Adip merutuki dirinya sendiri yang sekarang terlampau canggung kepada Lila.“Alila! Tunggu!” Adip memutar arah motornya, “Bareng gue aja! Gue anterin, sekalian—”Belum juga Adip menyelesaikan ucapannya, Lila sudah bergerak naik ke jok penumpang. Adip melipat bibirnya menahan senyum. Ia lupa jika Lila adalah orang yang super gengsian.“Jalan, bang!” ucap Lila meledek. Adip berdecak, senyu
last updateLast Updated : 2024-12-09
Read more

Gaun merah menyala

“Malam Tante,” sapa Adip, suaranya terdengar canggung.Ibu Lila, dengan gaun merah menyala dan rambut yang disisir rapi, hanya menatapnya dengan tatapan dingin. Ia sempat menyebat rokok di tangannya dan mengepulkan asap tebal dari hidung sebelum bertanya, “Dari mana kalian? Check in?”“Buk—” Lila hendak menyangkal, tapi Adip segera menahan lengannya. Cowok itu menggeleng tanda tak perlu. Adip sudah paham bagaimana karakter ibu Lila, jadi ia tak akan terprovokasi dengan ucapan sarkastiknya.“Pulang aja, Dip, udah malem juga,” pinta Lila lirih, wajahnya pucat pasi.“Iya, gue pulang dulu, ya.” Adip menyalakan motornya, “Mari Tante!”“Memangnya saya salah?” Ibu Lila kembali bersuara sampai Adip tak jadi melajukan motornya, “Kamu yang beberapa hari lalu di grebek sama Lila di kosan dia, kan?Adip menahan napas sejenak, merasakan ketegangan yang tiba-tiba menyelimuti suasana. Ia tahu bahwa setiap kata yang diucapkan Ibu Lila adalah jebakan yang dirancang untuk memprovokasi. Dengan tetap ten
last updateLast Updated : 2024-12-09
Read more

Jangan banyak berharap, nanti gila!

Galang dengan hati-hati mengangkat Lila, memastikan agar gadisnya tidak terbangun. Sambil berjalan menuju kamar, dia melirik ke arah Shenina yang tampak tertidur nyenyak di sofa lain.Sesampainya di kamar, Galang meletakkan Lila di tempat tidurnya dengan lembut. Dia menatap wajah Lila yang tenang, merasa bersyukur karena Lila tidak merajuk dan masih mempercayainya. “Tidur yang nyenyak, Sayang. Maafin aku tadi teledor sampai kamu dimarahin ibu,” bisik Galang di samping telinga Lila. Cowok itu mengecup puncak kepala Lila lama sebelum akhirnya meninggalkan kamar sambil menenteng selimut tebal.Ya, Lila sudah menceritakan kejadian tadi sore kepada Galang, termasuk saat dirinya di kira pergi ke oyo bersama Adip.Lila juga tak ingin pulang ke rumahnya meski Adip menyarankan dirinya untuk pulang agar sang ibu tak bertambah murka. Sebab, meski Lila tidak pulang atau sudah menjadi mayat sekalipun, sang ibu tak akan peduli, ia sangat tidak menyukai Lila menumpang di rumahnya, memperlakukan Li
last updateLast Updated : 2024-12-10
Read more

Obat nyamuk atau setan?

“Tau gitu aku ikut Adip aja tadi!”Galang membelalak, “ Nggak! Nggak ada ikut-ikutan! Mending kamu nggak usah ke sekolah dari pada ikut si kunyuk itu!”“Lah, dari pada jadi nyamuk!” Mendengar Lila merajuk, diam-diam Shenina menyunggingkan senyum puas. Sedikit saja ia mengeluh sakit, ternyata bisa membuat Galang kalang kabut hingga mengguncang hubungan mereka. Bagaimana jika ia menambah kadar rintihannya?“Nggak ada yang bilang kamu jadi nyamuk,” Galang mengusap wajahnya frustasi, “Sekolah Shena deket, nanti kamu pindah depan habis kita drop Shena, ya?”Dengan lembut, Galang meraih tangan Lila, tangan kanannya lantas hati-hati mengusap bibir Lila yang mengerucut, menghapus sisa-sisa kekesalan yang terpatri di sana. “Sayang,” Galang berbisik di telinga Lila, “tolong ngalah sedikit sama Shena, ya? Aku tahu kamu kesal, tapi dia lagi sakit.”“Ck, ya udah! Aku yang di belakang!” Dengan sentakan kasar, Lila menepis tangan Galang dan masuk ke dalam mobil. Pintu mobilnya dibanting keras, su
last updateLast Updated : 2024-12-10
Read more

Amati, Tunggu, Eksekusi!

Wajahnya semakin muram ketika yang datang adalah rombongan Adip. Namun, seketika ia menyemburkan tawanya saat mendapati Danu membonceng tiga temannya dengan satu motor matic, sementara jok belakang motor Adip kosong.Motor mereka berhenti di hadapan Lila, tetapi tidak ada yang turun.“Gila bener, orang mah cengtri aja susah, lah ini?” Lila tertawa sambil menggelengkan kepala, “Yang bener aja, coy!”“Ck, diem lu! Ini juga gara-gara elo tau!” cibir Danu dengan raut wajah masam.“Iya, nih! Tadinya gue bonceng si kunyuk itu,” Bara menunjuk Adip dengan dagunya, “tapi pas liat Lo jalan sendirian gue diturunin paksa!” Lila menunjuk dirinya, “Lah, aku di salahin, aku aja nggak tau kalau—”“Ck, udah!” Adip berdecak, tatapan penuh peringatan ia layangkan pada teman-temannya, “Galang mana? Kok Lo jalan kaki,” tanya Adip, matanya berpendar, tapi tak menemukan keberadaan Galang. Namun, gadis itu hanya menunduk, enggan menjawab pertanyaan Adip. Dari raut wajahnya yang muram sudah cukup menceritak
last updateLast Updated : 2024-12-11
Read more

KITA PUTUS!

Lila terkesiap. Bibirnya membentuk huruf 'O' kecil, mata membulat tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Galang… Galang yang biasanya penyabar, kini berubah menjadi sosok yang asing dan menakutkan. “Kamu… kamu bilang aku apa?” Bisikannya nyaris tak terdengar, terkubur di balik isakan yang tertahan. “Kenapa? Lo nggak suka gue ngomong kek gitu?” Galang mendekatkan wajahnya, rahangnya mengeras dengan gigi bergemeletuk. “NGOMONG LILA! NGOMONG! JANGAN DIEM AJA LO, ANJG!” Lila beringsut ke belakang, dengan susah payah ia meraih tangan Galang dan menggenggamnya, berharap bisa sedikit meredam kemarahan kekasihnya. Jari-jarinya gemetar saat menyentuh tangan Galang yang masih mengepal erat. “Aku nggak kayak gitu,” Lila menunduk menatap tangan mereka yang bertautan, lalu perlahan mengangkat wajahnya, “Aku janji… aku janji nggak ngulangin lagi, hm? Kita bicarakan baik-baik, oke?” “Bullshit! Cewek kayak lo emang susah diatur, gatel, caper pick me—” “AKU NGGAK KAYAK GITU!” Lila
last updateLast Updated : 2024-12-11
Read more
PREV
12345
Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status