"Ran. Ni, minum buat lu." Leni, teman satu tim Rania, menyodorkan sebotol air putih. Sedangkan tangan satunya juga memegang botol. Rania tersenyum lembut. "Makasih, Len." Dia mengambilnya tanpa ragu."Gue ke sana dulu ya," kata Leni, setelah itu melenggang pergi. Rania mengangguk, kemudian berbalik badan, tepat saat dia berbalik, Erlan sudah berada di belakangnya."Astaghfirullah. Ngapain lu di sini? Bikin kaget aja. Gue kira hantu," umpatnya, cukup kesal. Ekspresi Erlan datar-datar sadar, malah terkesan dingin. "Jangan minum air itu," katanya sangat serius. Rania mengerutkan keningnya. "Apa?""Jangan minum air itu." Erlan mengulangi perkataannya, sambil mengambil botol itu dari tangan Rania."Hei!" Rania meninggikan suaranya, sambil merebut kembali botol itu dari tangan Erlan."Gue bilang, jangan minum air itu!" tegas Erlan satu kali lagi, sekaligus merampas botol itu dari Rania.Keduanya saling berebut Sebuh botol air mineral yang diberikan oleh Leni. "Apa hak lu, ngatur hidup
Last Updated : 2025-03-12 Read more