Home / Romansa / Dimanja Suami Pembawa Sial / Chapter 671 - Chapter 680

All Chapters of Dimanja Suami Pembawa Sial: Chapter 671 - Chapter 680

717 Chapters

Bab 671

Malam itu, Tiffany baru saja menjemput kedua anaknya ke dalam mobil, Arlo sudah mulai merengek ingin makan paha ayam untuk makan malam. Berbeda dengan Arlene yang sering manja, Arlo jarang sekali mengungkapkan apa yang dia suka atau inginkan kepada Tiffany.Oleh karena itu, ketika putranya akhirnya mengajukan permintaan, Tiffany tentu saja ingin mengabulkannya.Setelah keluar dari taman kanak-kanak, Tiffany langsung mengemudikan mobil menuju pasar bahan segar. Saat membeli paha ayam, Tiffany teringat dengan paha ayam panggang yang dimasakkan Sean saat makan siang di tempat Zion.Tiffany telah merindukan rasa itu selama lima tahun.Sudah lima tahun dia tidak kembali ke Kota Aven, selama itu juga dia tidak pernah merasakan rasa itu lagi. Begitu pula dengan Arlo dan Arlene, kedua anak kecil itu juga belum pernah mencicipinya.Setelah ragu cukup lama, akhirnya Tiffany memutuskan untuk membeli bumbu yang sama seperti yang digunakan Sean tadi siang untuk memanggang ayam."Mama, malam ini mak
Read more

Bab 672

Arlene mengedipkan matanya beberapa kali, tidak menangkap maksud Arlo.Melihat adiknya kebingungan, Arlo hanya bisa mengangkat tangan dan mengetuk keningnya dengan pelan. "Dia mirip banget sama aku, 'kan?""Kamu bilang dia ganteng, berarti kamu lagi muji aku."Arlene terdiam. "Kakak nggak tahu malu!"Namun, setelah berkata demikian, Arlene kembali merapatkan bibirnya dan berbisik di dekat telinga Arlo, "Kak, aku pengen banget Paman Ganteng jadi papa kita.""Dia itu pria terganteng yang pernah aku lihat! Mama menikah sama pria terganteng adalah hal terbaik yang bisa terjadi!"Arlo mencemberutkan bibirnya, lalu melirik sekilas pria yang bersiap-siap hendak masuk ke dapur. Arlo mendengus kecil dengan nada meremehkan, "Kita lihat saja dulu performanya.""Bukan sembarang orang yang bisa jadi Papa kita."....Di dalam dapur, begitu mendengar bahwa Sean datang, hal pertama yang dilakukan Tiffany adalah buru-buru menyembunyikan paha ayam dan bumbu-bumbu yang tadi dibelinya.Dapur itu kecil, lo
Read more

Bab 673

Ini adalah pertama kalinya Sean memasuki kamar Arlo. Ruangan itu sangat rapi dan bersih. Lemari pakaian serta seprai berwarna biru tua.Selain sebuah puzzle yang tergantung di dinding dan figur Ultraman di atas meja, kamar ini sama sekali tidak terlihat seperti kamar seorang anak laki-laki berusia lima tahun."Letakkan barangmu di sini." Arlo berbicara dengan nada sedikit tidak sabar. "Kalau mau ganti baju, ganti saja di sini."Sean mengangguk, lalu meletakkan barang bawaannya sebelum mulai mengganti pakaian."Hmm, ternyata kamu punya perut berotot juga." Arlo menyilangkan tangan di dadanya dan duduk santai di tepi tempat tidur sambil memperhatikan Sean mengganti baju. "Bukannya kamu sibuk sekali? Kapan sempat latihan?"Gerakan Sean terhenti sejenak saat mendengar pertanyaan itu. Dia menatap Arlo dengan tatapan tenang. "Dari mana kamu tahu aku sibuk?""Hmph!"Arlo menoleh ke samping dengan ekspresi tidak senang, lalu berkata dengan nada enggan, "Presdir Grup Tanuwijaya memegang kendali
Read more

Bab 674

"Aku sudah lihat semuanya."Tangan Sean dengan mudah menggenggam tangan Tiffany, lalu mengambil tutup panci dari tangannya dan meletakkannya ke samping. "Kalau ingin makan, cari aku saja. Jawaban di internet nggak bisa diandalkan daripada aku."Tiffany terdiam. Sampai di titik ini, apa lagi yang bisa dia katakan?Dengan pipi yang memerah, Tiffany akhirnya menyerah dan mundur selangkah. "Kalau begitu ... kamu saja yang masak.""Hmm."Sean menggulung lengan bajunya dan memperlihatkan lengan bawah yang berotot. "Bisa tolong ambilkan kecap asin?"Tiffany menggigit bibirnya, lalu mengambil kecap asin dan menyerahkannya."Ada madu?""Ada." Dia lagi-lagi dengan patuh mengambil botol madu dan menyerahkannya."Ada celemek lain?" Tiffany tertegun sejenak.Celemek lain ... dia tidak punya itu.Namun, setelah menarik napas dalam-dalam, Tiffany akhirnya melepaskan celemek yang dikenakannya dan menyerahkannya kepada Sean. "Cuma ada ini. Pakai saja."Bagaimanapun juga, sekarang Sean adalah kepala kok
Read more

Bab 675

Sean sibuk sendirian di dapur untuk waktu yang cukup lama. Sementara itu, Tiffany duduk di sofa menemani kedua anaknya sambil terus mengawasi dapur dengan hati-hati. Dia belum lupa kejadian lima tahun yang lalu, ketika Sean pernah memasak untuknya.Saat itu ... dia menghancurkan satu dapur.Sekarang, setelah lima tahun berlalu, meskipun Tiffany sudah membuktikan sendiri bahwa paha ayam panggang buatan Sean sama lezatnya dengan yang dibuat oleh koki Restoran Prosper dulu ....Tetap saja, dia tidak bisa benar-benar tenang. Bagaimanapun juga, ini adalah rumahnya dan tempat tinggal kedua anaknya. Kondisi keuangannya saat ini, tidak memungkinkan baginya untuk merenovasi dapur lagi.Namun, kenyataan membuktikan bahwa kekhawatirannya terlalu berlebihan.Satu jam kemudian, pria tinggi yang mengenakan celemek kelinci pink itu keluar dari dapur dengan membawa sepiring paha ayam panggang panas yang mengepul harum."Wahh!"Arlene melompat turun dari sofa sambil menatap Sean yang mengenakan celemek
Read more

Bab 676

Mendengar percakapan kedua orang dewasa itu, Arlene tersenyum manis dan melirik Arlo dengan penuh arti. Namun, Arlo hanya memasang wajah datar dan mengerucutkan bibirnya tanpa mengatakan apa pun.Setelah makan malam, Tiffany tidak langsung mengusir Sean karena Sean telah menyiapkan paha ayam yang lezat. Lagi pula, dia tahu jelas bahwa pria itu datang dengan membawa perlengkapan mandi dan piama, jadi tidak mungkin dia hanya datang untuk makan malam saja."Mama, biarkan Pak Sean tidur sama aku malam ini." Setelah makan malam, Arlo mengambil selimut cadangan dari lemari Tiffany dan mengatakannya dengan enggan.Tiffany tertegun. Setahunya ... Arlo tidak terlalu menyukai Sean. Kenapa tiba-tiba dia sendiri yang mengusulkan untuk tidur bersama?"Karena aku kalah taruhan."Bocah itu mengerucutkan bibirnya dengan ekspresi tak berdaya. "Mama, jangan tanya lagi. Ini urusan antara pria. Aku menerima kekalahan, jadi malam ini aku tidur sama dia."Tiffany menatap Arlo dengan terkejut hingga tidak bi
Read more

Bab 677

Sean menghela napas pelan, lalu mengulurkan tangan untuk mengusap kepala Tiffany. "Kalau kamu merasa nggak pintar ngomong, kenapa harus tetap berpidato di konferensi seperti ini?"Sean kemudian mengambil satu lagi buku catatan dari meja yang sudah penuh dengan tulisan. Setelah membolak-balik beberapa halaman, dia berkomentar santai, "Sebenarnya, semua ini bisa kamu serahkan pada orang lain untuk menyampaikannya.""Apa boleh buat." Tiffany mengerucutkan bibirnya.Sekarang setelah rahasianya terbongkar, dia pun malas berpura-pura lagi. Dengan pasrah, dia memeluk bantal sofa dan menyandarkan tubuhnya. "Kamu pikir aku mau?"Tiffany mengeratkan pelukannya pada bantal, lalu menenggelamkan wajah mungilnya ke dalamnya. Kemudian, dia menatap Sean dengan sepasang matanya yang berbinar."Aku ini kebanggaan direktur rumah sakit kami. Setiap kali ada konferensi penting, dia selalu membawaku. Dia juga selalu memaksaku untuk menyapa orang-orang dan memberikan pidato ...."Wanita itu menghela napas pa
Read more

Bab 678

Meskipun selama ini Tiffany selalu berusaha rendah hati, tetapi karena dukungan penuh dari direktur, dia terlalu mencolok. Saking mencoloknya, hingga membuat dokter lain mulai merasa iri padanya.Melihat sorot matanya yang semakin meredup, tebersit sedikit kegetiran dalam hati Sean. Dia menghela napas dengan pasrah. "Kalau begitu, bagaimana denganmu? Kamu suka sama kehidupanmu yang sekarang?"Tiffany terdiam sejenak, lalu menggeleng pelan. "Aku nggak bisa bilang aku suka atau nggak. Selain urusan sosial dan konferensi yang nggak penting, sebenarnya aku cukup menikmati pekerjaanku sekarang. Tenang dan menyenangkan."Sean tersenyum tipis. "Kepribadianmu mungkin lebih cocok untuk riset akademik di balik layar, bukan berdiri di depan orang banyak dan berpidato ke mana-mana."Tiffany mengangguk kecil. "Mungkin begitu."Emosi yang selama ini terpendam akhirnya menemukan jalan keluar. Tiffany menarik napas dalam-dalam dan merasa lebih lega daripada sebelumnya. Dia mengembuskan napas panjang,
Read more

Bab 679

Keesokan harinya, konferensi pers Rumah Sakit Kota Kintan diadakan tepat pukul sepuluh pagi.Berhubung insiden ini terkait dengan seorang tokoh medis terkenal, dan karena Tiffany adalah dokter dengan perkembangan paling pesat dalam dua tahun terakhir di rumah sakit, jumlah wartawan yang datang sangat banyak.Hampir seluruh media di Kota Kintan hadir. Bahkan, ada beberapa media internasional yang ikut meliput.Saat Tiffany memasuki ruangan, dia langsung melihat beberapa wartawan asing. Di samping mereka, duduk seorang wanita yang sangat cantik dan bersorot mata dingin.Wanita itu bertubuh tinggi, ramping, dan penuh pesona. Aura dingin dan angkuhnya terasa begitu kuat. Saat itu, wanita tersebut sedang menyilangkan kaki dan berbicara dengan beberapa wartawan asing di sekitarnya.Sesekali, dia tersenyum tipis dengan ekspresi palsu.Tiffany meremas kedua tangannya di sisi tubuhnya.Cathy.Sudah berapa lama sejak terakhir kali dia bertemu dengan Cathy?Terakhir kali mereka bertemu adalah dua
Read more

Bab 680

Ruangan konferensi pers seketika menjadi sunyi. Jelas sekali, begitu Sean menyebut nama "Dina", tubuh Filda langsung gemetaran. Bahkan, wajahnya juga mulai memucat.Melihat situasi ini, Tiffany yang duduk di panggung memanfaatkan kesempatan ini untuk menambahkan, "Pak Sean, siapa Dina?""Dina adalah salah satu pengisi suara terbaik di Kota Kintan. Dia memiliki kemampuan luar biasa dalam meniru suara dan nada bicara seseorang hanya dalam waktu singkat."Brandon yang duduk di samping Sean di barisan depan, tersenyum sekilas, lalu melihat ponselnya dan mulai membaca, "Tapi, Dina sangat jarang menerima pekerjaan merekam suara di luar kontrak resminya. Kecuali untuk seseorang yang sudah dia kenal lama."Begitu kalimat itu diucapkan, Sean langsung mengarahkan pandangannya ke Filda. "Kabarnya, Anda baru-baru ini menemui Dina, bahkan mengunjungi studionya. Boleh tahu, untuk urusan apa Anda menemuinya?""Aku ...."Wajah Filda yang selama ini tampak dingin, kini mulai memucat. Dia benar-benar ti
Read more
PREV
1
...
6667686970
...
72
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status