All Chapters of Dikira Gelandangan, Ternyata Wanita Kesayangan Mafia Dominan: Chapter 361 - Chapter 370

373 Chapters

Bab 361

Di sudut kamar rawat VIP yang hening, cahaya lampu dari gedung-gedung tinggi membias lembut di jendela. Regis berdiri membelakangi ranjang rumah sakit, memandang ke luar dengan ponsel menempel di telinganya.“Kamu yakin baik-baik saja?” Suara lembut seorang wanita yang dipenuhi kecemasan terdengar di seberang teleponnya. Wanita itu tidak lain adalah istrinya, Amora Lysander.Mendengar pertanyaannya, Regis melirik perban yang melilit di telapak tangan kirinya. Terdapat beberapa luka lecet dan bekas cakaran juga di bagian dada dan punggungnya. Namun, cukup mengingatkannya bahwa kejadian yang dilaluinya tadi bukanlah kejadian yang sepele.Ia memahami kecemasan Amora. Sejak tiba di London, Regis belum sempat memberikan kabar apa pun padanya. Dan setelah mengetahui apa yang terjadi, kecemasan Amora jelas berlipat ganda.“Apa kamu sungguh tidak terluka?” desak Amora karena Regis tidak menjawab pertanyaannya.Regis mengulum senyumnya, lalu menjawab dengan lembut, “Aku baik-baik saja. Hanya ad
last updateLast Updated : 2025-03-23
Read more

Bab 362

Regis tersenyum tipis. “Kamu tidak ingat kalau kamu pingsan tadi?”“Aku? Pingsan?” ulang Alicia, terkejut. Ia mengangkat tangannya, menyentuh sisi kepalanya yang masih berdenyut. Namun, ia masih tidak memahami alasan tubuhnya sampai menjadi lemah seperti ini.Melihat kebingungan adiknya, Regis mengulum senyumnya. Ia mengangkat satu tangannya, lalu mengetuk pelan keningnya yang dibalut perban.Alicia meringis kecil, lalu mendelik tajam padanya dengan bibir merengut. “Sakit tahu, Kak,” protesnya seraya memegang keningnya.“Sakit, huh?” Regis tersenyum mengolok-oloknya. Sebelum melanjutkan ucapannya, ia mengembuskan napasnya dalam-dalam. “Apa kamu tahu apa yang terjadi pada tubuhmu, Alicia?”“Tu-tubuhku?” Alicia menatap kakaknya dengan bingung.Keningnya berkerut saat mencoba mengingat. Akhir-akhir ini ia memang sering kali merasa pusing dan mual. Namun, Alicia pikir hal itu disebabkan oleh masalah pencernaannya karena ia memang tidak bernafsu makan selama beberapa hari terakhir ini. Bi
last updateLast Updated : 2025-03-24
Read more

Bab 363

Alicia menatap kakaknya dengan mata berkaca-kaca. Suaranya bergetar saat ia memohon, “Tapi, Kak… aku ingin melihatnya. Aku harus memastikan dia baik-baik saja.”Air matanya kembali menggenang di pelupuk matanya, menatap kakaknya dengan wajah memelas.Kedua tangan Regis masih menahan bahu Alicia, memastikan adiknya tetap duduk di tepi ranjang. “Alicia, aku tahu kamu khawatir. Tapi, kamu ke sana juga tidak bisa membantu apa pun, bukan?”Alicia tahu kakaknya benar. Namun, hatinya tetap saja tidak dapat tenang sebelum melihatnya sendiri.“Xavier ada di tangan para dokter terbaik sekarang. Kamu harus percaya mereka akan melakukan yang terbaik untuknya,” imbuh Regis dengan nada menenangkan.Alicia tertunduk pelan, meremas erat selimut di tangannya.Melihat wajah adiknya yang dipenuhi kekhawatiran dan kesedihan tersebut, Regis pun meraih tangannya dan menggenggamnya dengan penuh kehangatan.Dengan sorot mata lembut dan tegas, pria itu berkata, “Alicia, sekarang tubuhmu bukan hanya milikmu se
last updateLast Updated : 2025-03-24
Read more

Bab 364

“Rein, kamu sudah sadar? Syukurlah ….”Suara lembut penuh kelegaan itu membuat Reinhard menoleh. Meskipun pandangannya masih buram, tetapi Reinhard langsung mengenali sosok yang duduk di samping ranjangnya tidak lain adalah Selina Anderson, ibunya. Tatapan wanita itu hangat, meski jelas-jelas terselip kekhawatiran yang mendalam. Ia menggenggam tangan putranya erat-erat, seakan takut Reinhard akan lenyap jika ia melepaskannya.“Ma, aku … di rumah sakit?” Reinhard berbisik dengan suara serak. Matanya masih berusaha menyesuaikan diri dengan kenyataan setelah mimpi buruk yang mencekiknya.Sebelum Selina sempat menjawab, tiba-tiba Reinhard beranjak dari tempat tidurnya. Namun, rasa sakit yang menjalar dari atas kepala hingga bahunya, membuatnya meringis dan menghentikan sejenak pergerakannya.“Akh!” Erangannya terdengar tertahan. Reinhard mencengkeram bahunya yang terbalut perban. Saat itu ia sadar; peluru yang bersarang di bahunya telah dikeluarkan.“Rein, pelan-pelan… Kamu baru saja men
last updateLast Updated : 2025-03-25
Read more

Bab 365

“Mau ke mana?”Nada suara Reagan yang datar dan tajam, memecahkan keheningan yang terjadi di antara dirinya dan Reinhard. Mata ambernya menilik sikap putranya yang dipenuhi kewaspadaan padanya.Perlahan sudut bibirnya membentuk lengkungan tipis, mencairkan ketegangan di antara mereka. “Mencari Alicia?” tanyanya lebih lanjut.Reinhard mengangguk cepat. “Aku ingin memastikan keadaannya,” jawabnya.Melihat raut wajah putranya yang pucat, Reagan pun tersenyum mencibir, “Aku rasa dibandingkan dia, kondisimu jauh lebih mengkhawatirkan, Rein.”Sejenak, ruangan kembali menjadi sunyi. Nada suara Reagan yang terdengar tajam tersebut membuat Reinhard berpikir ayahnya itu akan menghalangi keinginannya seperti yang biasa dia lakukan.Akan tetapi, Reinhard tidak menyangka sang ayah malah berkata, “Pergilah. Tapi, perhatikan juga kondisimu. Jangan terlalu memaksakan diri.”Mata Reinhard terbelalak, tak percaya dengan pendengarannya tersebut. “Papa ….”“Kenapa? Tidak jadi?” Reagan menaikkan satu ali
last updateLast Updated : 2025-03-25
Read more

Bab 366

Reinhard telah sampai di depan pintu kamar Alicia. Koridor di depan ruangan itu sangat sepi. Sebelum masuk, ia menoleh sejenak ke arah Hans yang menemaninya hingga ke tempat itu.“Cukup antar sampai di sini saja. Saya bisa sendiri, Tuan Miller,” ucap Reinhard dengan tegas.Meskipun Hans merasa ragu dan khawatir, tetapi ia tidak dapat menolak permintaan Reinhard. Akhirnya, dengan sedikit bimbang, Hans menundukkan kepalanya dan beranjak pergi, meninggalkan Reinhard sendirian di depan pintu.Setelah Hans pergi, Reinhard pun menggeser pintu di depannya, lalu memutar kursi rodanya masuk ke dalam ruangan itu. Di tengah keheningan itu, hanya terdengar suara roda yang berputar dengan deru napas yang teratur saja.Ia berhenti sejenak. Dari balik tirai tipis yang mengelilingi ranjang, ia bisa melihat sosok Alicia yang terlelap. Dengan pelan, Reinhard berdiri dari kursinya, berjalan mendekat agar bisa melihat wajah istrinya lebih jelas di tengah penerangan temaram dalam ruangan itu.Namun, langk
last updateLast Updated : 2025-03-26
Read more

Bab 367

“Memangnya ada hal yang tidak kuketahui?” Regis menyeringai kecil, nada angkuhnya begitu kentara.Reinhard hanya mendesah, menatap pria itu dengan tatapan lelah. "Tentu saja. Tuan Muda Lorenzo selalu tahu segalanya."Regis tertawa pelan, lalu mulai berbicara tanpa niat memancing pertengkaran. Ia pun menceritakan mengenai hal yang didengarnya dua hari lalu—tentang insiden yang menimpa Alicia sebelum mengalami kecelakaan tiga tahun lalu. Cerita yang secara tak sengaja Regis dengar ketika Alicia menceritakannya kepada ayah mereka.Reinhard terdiam mendengarkan cerita tersebut. Amarah di dalam dadanya mulai membara seiring dengan setiap kata yang keluar dari mulut Regis. Rahangnya mengeras, sementara tangan terkepal kuat hingga buku-buku jarinya memutih.“Jadi … tiga tahun lalu, kecelakaan itu memang bukan hanya sekadar kecelakaan?” gumam Reinhard berbisik pelan seiring dengan getaran emosi yang dirasakannya.Sebelumnya Reinhard memang telah mendengar pengakuan dari Edwin Stein mengenai p
last updateLast Updated : 2025-03-26
Read more

Bab 368

Alicia masih terdiam. Ia berusaha mencerna ucapan yang dilontarkan Reinhard. Kata-kata itu meskipun terdengar sederhana, tetapi entah kenapa Alicia merasa tidak asing seakan menyiratkan sesuatu seperti penolakan.Tiba-tiba hati Alicia terasa teremas. Ia diingatkan kembali dengan kenangan menyakitkan yang dialaminya dulu terkait dengan sikap dingin Reinhard di masa lalu.Cairan bening telah menggenang di pelupuk mata Alicia membuat Reinhard tersentak. “A-Alicia, kamu … kenapa?” tanyanya, panik.Namun, wanita itu tidak menjawab dan malah balik bertanya dengan suara bergetar yang terdengar seperti bisikan yang rapuh, “Tadi kamu bilang ... tidak ingin aku mengejarmu lagi? Maksudmu ... kamu ingin berpisah denganku?”Reinhard menatap wanita itu dengan penuh kebingungan. Namun, seulas senyuman merekah di bibirnya setelah mencerna prasangka buruk yang dilontarkan wanita itu atas ucapannya tadi.Dengan penuh kelembutan, Reinhard mengusap air mata yang hampir tumpah di sudut mata wanita itu. “D
last updateLast Updated : 2025-03-27
Read more

Bab 369

Selang beberapa waktu, ciuman mereka semakin dalam, membuat Alicia cukup kewalahan untuk mengikuti liarnya gairah yang diberikan Reinhard melalui ciuman tersebut.“Ummph─”Deru napas Alicia terasa semakin pendek. Ia pun bergegas melepaskan tautan bibir mereka lebih dulu agar bisa menghirup udara secepatnya. Tanpa sengaja ia mendorong dada Reinhard terlalu kuat hingga pria itu meringis perih karena luka di bahunya terasa kembali berdenyut.Mata Alicia pun membelalak panik. “Ah, astaga!”Alicia pun bergegas memeriksa luka pria itu, membuka beberapa kancing baju pasien yang dikenakan Reinhard. Melihat bercak darah yang merembes pada perban di bahu pria itu, rasa bersalah pun menggelayuti hati Alicia. Ia menggigit bibir bawahnya dan menatap Reinhard dengan sorot mata berkaca-kaca.“Maafkan aku … aku─”Sebelum Alicia sempat menyelesaikan ucapannya, Reinhard telah menarik lengannya dan membawanya jatuh ke dalam pelukannya lagi.“Xavier ….” Alicia mengerjap dengan bingung. Ia berniat mendoron
last updateLast Updated : 2025-03-27
Read more

Bab 370

“Ah, ya ampun. Turunkan aku, Xavier. Aku pusing,” seru Alicia histeris.Reinhard segera menghentikan putarannya dan menurunkan Alicia dengan hati-hati di atas ranjang. Wajahnya menyiratkan kekhawatiran yang mendalam.“Maafkan aku, Sayang. Aku sampai lupa diri karena terlalu bahagia mendengar kabar ini,” ucap Reinhard seraya menangkup wajah Alicia dengan kedua tangannya, menatapnya seolah-olah wanita itu adalah seluruh dunianya.“Tidak apa-apa. Aku hanya sedikit pusing saja,” timpal Alicia berusaha menunjukkan senyuman meyakinkan, meskipun kepalanya masih sedikit berdenyut.“Kamu yakin?” Reinhard menatapnya lekat-lekat, seolah mencari tanda-tanda ketidaknyamanan yang mungkin disembunyikan Alicia. “Mau aku panggilkan dokter saja?”Alicia tertawa kecil, menggeleng pelan. “Aku baik-baik saja, Xavier. Serius. Jangan berlebihan.”Reinhard mendesah lega, tetapi tidak sepenuhnya puas. Ia duduk di tepi ranjang, menggenggam tangan Alicia dengan lembut.Raut wajah Reinhard berubah sendu dan dipen
last updateLast Updated : 2025-03-28
Read more
PREV
1
...
333435363738
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status