Alicia menatap kakaknya dengan mata berkaca-kaca. Suaranya bergetar saat ia memohon, “Tapi, Kak… aku ingin melihatnya. Aku harus memastikan dia baik-baik saja.”Air matanya kembali menggenang di pelupuk matanya, menatap kakaknya dengan wajah memelas.Kedua tangan Regis masih menahan bahu Alicia, memastikan adiknya tetap duduk di tepi ranjang. “Alicia, aku tahu kamu khawatir. Tapi, kamu ke sana juga tidak bisa membantu apa pun, bukan?”Alicia tahu kakaknya benar. Namun, hatinya tetap saja tidak dapat tenang sebelum melihatnya sendiri.“Xavier ada di tangan para dokter terbaik sekarang. Kamu harus percaya mereka akan melakukan yang terbaik untuknya,” imbuh Regis dengan nada menenangkan.Alicia tertunduk pelan, meremas erat selimut di tangannya.Melihat wajah adiknya yang dipenuhi kekhawatiran dan kesedihan tersebut, Regis pun meraih tangannya dan menggenggamnya dengan penuh kehangatan.Dengan sorot mata lembut dan tegas, pria itu berkata, “Alicia, sekarang tubuhmu bukan hanya milikmu se
Last Updated : 2025-03-24 Read more