"Ah, pantas saja kamu nggak mau balik sama aku! Ada pria kaya yang lebih baik, kan?" tuduh Mas Prasetyo dengan suara penuh dendam.Aku terdiam, tak percaya dia bisa berpikir sepicik itu. Semua masalah yang ada di antara kami bukan karena orang ketiga, tapi dia tak pernah mau mengerti. Tuduhan itu hanya menambah sakit hati yang sudah lama kurasakan."Mas, kamu jangan asal bicara," ucapku tegas, menahan kemarahan.Namun, sebelum aku bisa melanjutkan, pria yang baru saja masuk itu duduk di sofa dengan santai. Ia menatap Mas Prasetyo dengan ekspresi yang tidak berubah sedikit pun, masih dingin dan tenang."Kamu salah. Aku ini omnya Hana, adik dari ibunya," ujar pria itu pelan namun jelas, seakan tak ingin membuang energinya untuk berdebat.Seketika itu juga wajah suamiku berubah. Ia terkejut, mulutnya terbuka tapi tak ada kata yang keluar. Selama ini, keluarganya sering menuduh bahwa aku punya hubungan gelap dengan pria lain, dan lelaki yang
Last Updated : 2025-03-23 Read more