“Siva, cepat beritahu Kakak, apa telah terjadi sesuatu pada Ibu?” Dengan suara lemah, Siva menjawab pertanyaan Sienna. “Memangnya, apa yang Kakak harapkan dari kehidupan Ibu sekarang, setelah Ibu menjual Kakak pada rentenir itu?” Ucapan Siva yang cukup kencang membuat Sienna langsung panik karena takut ada orang yang mendengarnya. Dia pun segera menarik tangan adiknya untuk bicara dipojok ruangan agar tidak ada orang yang bisa mendengar obrolan mereka. Sienna pun terdiam sesaat sambil menatap Siva dengan resah. Sedangkan Siva, dia memalingkan wajahnya dari tatapan Sienna dengan raut wajah bimbang. “Kakak berharap, Ibu dalam keadaan baik, sehat, dan bahagia.” “Bohong.” Decitnya. “Kakak bohong menginginkan semua itu untuk hidup Ibu.” “Kakak tidak bohong. Memang itulah yang Kakak harapkan, sekalipun perbuatan Ibu sulit termaafkan.” “Kenapa Kakak tidak mendoakan saja agar Ibu cepat mati?” Mende
Last Updated : 2025-03-11 Read more