Home / Romansa / Kontrak Cinta Sang Pewaris / Chapter 21 - Chapter 30

All Chapters of Kontrak Cinta Sang Pewaris: Chapter 21 - Chapter 30

42 Chapters

Meninggalkanmu Tanpa Pesan

“Oke. Kita lakukan gencatan senjata dengan keluarga Bjorka setelah kepergianmu bersama wanita itu ke Paris nanti.” Dengan berat hati, Kala menerima perintah itu. “Iya, baik.” “Papa, Mama, dan beberapa anak buah kita akan mengadakan pertemuan tertutup di Hotel bintang 6 besok malam. Kamu tidak perlu hadir meski hanya melalui video saja. Kamu cukup percayakan pada Papa dan Mama untuk melakukan semuanya sampai selesai. Yang mereka inginkan hanyalah pernikahan Kava dengan Sabira. Mereka juga sudah sepakat untuk pertaruhkan putra kedua mereka sebagai pengganti atas nyawa Kakek yang telah mereka bunuh secara tidak sengaja.” “Apa yang akan Papa lakukan pada Argaza setelah mereka sudah menyerahkannya pada kita?” “Aku akan menjadikannya umpan saat kita membutuhkannya untuk pekerjaan kita nanti. Aku tidak akan menyentuhnya sebelum aku benar-benar membutuhkannya. Jadi, akan aku biarkan dia bebas sampai waktu yang aku inginkan tiba.”
last updateLast Updated : 2025-03-06
Read more

Pendirian yang Kuat

Satu bulan kemudian... Dokter sedang memeriksa kandungan Sienna melalui USG dan keadaan kandungannya dalam kondisi yang sehat, baik janin maupun Ibunya. Sebelum Sienna dan Kala meninggalkan ruangan tersebut, Dokter menyarankan agar Sienna dan Kala sesering mungkin melakukan hubungan suami istri demi memudahkan jalan lahir untuk bayinya saat Sienna akan melahirkan nanti. Saran dari Dokter itu pun diiyakan oleh Kala dengan senyuman kelu, sedangkan Sienna hanya diam saja sambil menurunkan pandangan matanya tanpa merespon. Lalu, keduanya meninggalkan ruangan tersebut dan pergi ke bagian Apotek untuk menebus vitamin. Selama lima belas menit menunggu, baik Sienna maupun Kala hanya saling diam satu sama lain. Sebenarnya keduanya ingin saling bicara untuk membahas sesuatu, tapi mereka bingung harus memulai pembicaraan itu dari mana. Sampai akhirnya, Sienna yang membuka suaranya duluan. “Aku— merindukan—“ Kala menoleh lema
last updateLast Updated : 2025-03-07
Read more

Waktunya Berpisah

“Bisakah kamu pergi dari kehidupan kedua putraku?” Sienna tidak bisa menjawab pertanyaan itu ketika Lisa datang padanya secara tiba-tiba. Keberadaan Kala yang sedang tidak bersamanya membuat Sienna merasa sedikit ketakutan. “Kala tidak ingin meninggalkanmu dan juga menceraikanmu. Dia mengatakan padaku kalau dia akan membatalkan pernikahan kontrak kalian. Jadi, aku ingin memintamu untuk meninggalkan Kala dengan cara apapun.” “A-apa yang harus saya lakukan untuk meninggalkan Kala?” “Terserah. Menyakiti perasaannya pun aku izinkan. Asalkan kamu tidak pernah datang kembali ke dalam kehidupan keluargaku! Kamu mengerti?” “I-iya, mengerti.” “Aku akan memberikanmu waktu sampai Minggu depan. Kalau kamu masih belum juga pergi menghilang dari kehidupan Kala, maka bayimu yang akan menjadi tanggungannya.” “A-apa yang akan Nyonya lakukan pada bayi saya? Ba-bayi ini kan cucu Nyonya juga.” “Apa kamu sudah
last updateLast Updated : 2025-03-08
Read more

Pertemuan Kembali

24 “Apa berpisah dengan putramu akan membuat kamu bisa hidup lebih bahagia nantinya?” Sienna bahkan tidak menyadari akan hal itu. Pikirannya selama ini hanyalah tertuju pada dirinya sendiri, kalau hatinya sudah bulat ingin segera berpisah secepatnya dari Kala. Tanpa dia sadari kalau semakin cepat dia meminta perpisahan dengan Kala, maka semakin cepat pula dia akan berpisah dengan anaknya. Sienna bergeming dan tidak bisa menjawabnya. Butuh waktu yang lama dan sangat berat untuk Sienna akhirnya bisa mengatakan kalau dia akan menyerahkan sepenuhnya putranya kepada Kala. Betapa tersiksanya batin Sienna saat dia harus rela melepaskan putranya pada Kala, sekalipun dia melepaskannya pada orang yang tepat. Akan tetapi, tidak hanya merelakan putranya yang akan dirawat oleh Kala saja, tapi juga dia harus rela membiarkan Kala untuk mengganti nama putranya menjadi nama lain, nama yang tidak boleh diketahui oleh Sienna. Dua Mi
last updateLast Updated : 2025-03-09
Read more

Ingatan yang Hilang

Cklek,Begitu mendengar suara pintu ruang perawatan itu dibuka, Sienna langsung menolehkan pandangan matanya ke arah pintu ruangan itu. Betapa terkejutnya Sienna saat dia melihat orang yang baru saja keluar dari ruangan itu adalah— “Kava???” Sienna bergumam pelan dengan mata yang membesar sempurna. Dia pun langsung mengangkat tubuhnya perlahan dari atas kursi lalu berdiri tegak di hadapan Kava. Akan tetapi, jauh di luar ekspektasinya ketika dia melihat respon dari Kava, ternyata Kava hanya diam saja dan justru tampak mempertanyakan siapa dirinya melalui raut wajahnya yang Kava tunjukkan pada Sienna saat ini. “Apa kita saling mengenal?” Deg! Pertanyaan itu sangat mengejutkan Sienna. “A-apa kamu tidak mengenali aku?” “Tidak.” Kava menggelengkan kepalanya dengan raut wajah ragu. “Sungguh?” Sienna mencoba memastikan jawaban itu. “Iya, sungguh. Aku sama sekali tidak mengenalimu. Memangnya kamu
last updateLast Updated : 2025-03-10
Read more

Hidup yang Terlanjur Berantakan

“Siva, cepat beritahu Kakak, apa telah terjadi sesuatu pada Ibu?” Dengan suara lemah, Siva menjawab pertanyaan Sienna. “Memangnya, apa yang Kakak harapkan dari kehidupan Ibu sekarang, setelah Ibu menjual Kakak pada rentenir itu?” Ucapan Siva yang cukup kencang membuat Sienna langsung panik karena takut ada orang yang mendengarnya. Dia pun segera menarik tangan adiknya untuk bicara dipojok ruangan agar tidak ada orang yang bisa mendengar obrolan mereka. Sienna pun terdiam sesaat sambil menatap Siva dengan resah. Sedangkan Siva, dia memalingkan wajahnya dari tatapan Sienna dengan raut wajah bimbang. “Kakak berharap, Ibu dalam keadaan baik, sehat, dan bahagia.” “Bohong.” Decitnya. “Kakak bohong menginginkan semua itu untuk hidup Ibu.” “Kakak tidak bohong. Memang itulah yang Kakak harapkan, sekalipun perbuatan Ibu sulit termaafkan.” “Kenapa Kakak tidak mendoakan saja agar Ibu cepat mati?” Mende
last updateLast Updated : 2025-03-11
Read more

Kontrak Cinta Belum Berakhir

Plak!! Sienna menampar pelan pipi Siva untuk menyadarkannya. “Apa yang sebenarnya terjadi sama kamu, sampai kamu berpikir seperti itu!!? Bahkan, usia kamu masih di bawah umur. Bagaimana bisa anak yang usianya masih di bawah umur bisa bekerja seperti ini?!! Lalu, bagaimana dengan sekolah kamu?!!!” Kemarahan Sienna yang diucapkan dengan teriakkan kecil membuat Siva bergeming. “Kakak mohon, berhenti melakukan semua pekerjaan kamu, Siva. Semua kebutuhan hidup kamu akan Kakak tanggung mulai sekarang.” “Memangnya Kakak punya banyak?” Cara bertanya Siva terdengar menyindiri Sienna. “Ya, lumayan. Kakak punya cukup uang untuk membiayai hidup kita sampai beberapa bulan ke depan.” “Kalau begitu gunakan uang Kakak untuk menebus Ibu.” “Menebus Ibu???” “Sudah hampir sebulan Ibu disandera oleh pacar Ibu sendiri. Entah pria itu memang pacarnya atau pria itu memang punya tujuan lain, tapi duluny
last updateLast Updated : 2025-03-12
Read more

Menyembunyikan Kenyataan

Langkah kaki Kala berhenti dari kejauhan ketika akhirnya dia bisa kembali melihat raga Sienna secara nyata. “Aku merindukanmu. Sangat merindukanmu...” Kala menatap Sienna dengan teduh. Perasaannya bergejolak penuh dengan rasa cinta ingin memiliki perempuan itu. Ingatannya tentang kejadian beberapa waktu yang lalu tidak pernah berhenti menjadi alarm di saat dia sedang merindukan Sienna. Hari itu menjadi hari yang sangat kelabu untuk Kala, di mana dia harus menerima perintah dari kedua orang tua untuk melakukan sesuatu pada adik tersayangnya, yaitu menghapus ingatan Kava tentang Sienna. Ingatan itu pun benar-benar dihapus oleh Dokter mengingat kondisi Kava yang mengalami depresi hebat setelah dia sadar dari koma singkatnya. Sehingga, Kava harus diberikan obat penenangan sebanyak tiga kali dalam sehari, bahkan terkadang harus lebih dari tiga kali saking parahnya kondisi Kava pada saat itu. Kala benar-benar tidak puny
last updateLast Updated : 2025-03-13
Read more

Menjadi Budak

“Kak Kala!” Suara itu langsung mengangkat cepat wajah Sienna menjadi lurus tegak ke depan, tanpa berkedip sekalipun. “Kava???” Betapa terkejutnya Sienna ketika dia melihat sosok yang masih sangat dicintai itu, tiba-tiba saja hadir di hadapannya tanpa terduga sama sekali. Kala pun merasa sesak, ketika dia harus melihat tatapan mata binar dengan penuh harapan yang terpancar sempurna di raut wajah Sienna saat melihat Kava kembali. Untuk beberapa detik, Kava hanya berdiri di dekat meja sambil menatap teduh Sienna. Sikap yang Kava tunjukkan itu membuat Kala dan Sienna bingung dan bertanya-tanya. “Apa Kava sudah mengenali Sienna lagi setelah ingatannya dihapus secara permanen oleh Dokter?” Pertanyaan itu melintas di kepala Sienna dan Kala secara bersamaan. Tapi, dihitungan detik ke 50, Kava melepaskan tatapannya dan mulai melebarkan senyumannya ke segala arah. Lalu, dia duduk di sampi
last updateLast Updated : 2025-03-15
Read more

Kabar Luka

“Apa!?? Kamu mau tinggal di sini bersama Kakak?” “Iya. Boleh, kan?” “Bukannya Kakak tidak bolehin kamu tinggal sama Kakak, tapi persoalannya adalah Kakak akan segera pindah dari kota ini dan kembali ke Ibu kota untuk mencari pekerjaan di sana.” “Jadi, Kak Sienna mau biarkan Ibu tetap disandera sama laki-laki itu? Kok tega sekali sih Kakak sama Ibu? Hati nurani Kakak sama Ibu memang sudah benar-benar hilang sejak Kakak mengenal rentenir itu!” “Kok kamu bicara seperti itu? Memangnya kamu tahu apa soal hidup Kakak?!!” “Taulah. Kakak yang lebih memilih untuk menikah dengan rentenir itu demi bisa hidup enak dan rela meninggalkan aku, Bapak, dan Ibu karena Kakak tidak mau hidup miskin lagi!” “Dari mana kamu meniru perkataan itu?!” “Ibu.” “Kan. Ibu lagi yang bikin hidup Kakak nyaris hancur, Ibu lagi yang mempengaruhi kamu dengan menjelekkan Kakak supaya kamu benci sama Kakak, dan Ibu lagi yang nge
last updateLast Updated : 2025-03-16
Read more
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status