Semua Bab Bangkitnya Kesatria Naga Hitam : Bab 31 - Bab 40

48 Bab

Hancurnya Raja Iblis

Raja Iblis membalikkan tubuhnya, dia menyerang Ling dengan kekuatan dalam. Karena kondisi yang melemah tubuh Ling kembali terhempas. Darah segar kembali keluar dari bibir tipis wanita itu. Longwei melangkah perlahan ke luar kamar, aura kekuatan begitu besar dan semua itu keluar dari tubuh Longwei."Malam ini kau harus membayarnya Iblis terkutuk!" ucap Longwei geram.Tubuh mengeluarkan energi yang cukup dahsyat. Angin yang sudah tenang berhembus lembut diiringi rintiknya air hujan. Sang naga terbang berputar-putar di langit.Raja Iblis mengerang kesakitan saat rintikan air hujan membasahi tubuhnya. Jantungnya berdenyut nyeri seolah di cengkram kuat."Sudah selesai," ucap Longwei tanpa ekspresi.Tangan Longwei di angkat ke atas. Cahaya biru mulai keluar dari tubuh Raja Iblis. Terdengar erangan yang begitu menyakitkan keluar dari mulut pria berjubah hitam itu.Di saat bersamaan, Jiali dan Wencheng tiba. Keduanya tercengang saat melihat Sang pemimpi kegelapan tak berdaya. Keduanya hendak
last updateTerakhir Diperbarui : 2024-03-07
Baca selengkapnya

Kehidupan baru

Ling baru terbangun, pandangannya tertuju pada cahaya mentari pagi yang menerobos lewat jendela. Dia segera bangkit dari ranjang setelah mengingat sesuatu."Ratu, kondisi Anda belum pulih, mohon istirahat," ucap salah satu pelayan istana."Dimana Baginda raja?" tanya Ling khawatir."Baginda meditasi di ruang pengasingan, untuk saat ini tidak ada satupun orang yang bisa masuk," "Baiklah kau bisa pergi!" Ling melempar pandangan ke arah lain.Kepalanya masih terasa sakit, begitupun tubuhnya. Dia berusaha bangkit dan melangkah mendekati jendela. Hembusan angin membawa kesejukan menentramkan hatinya.Sudah lama dia tidak menghirup udara segar seperti ini, terakhir kali saat dia berada di negara Qing. Itupun hanya sebentar.Sepertinya peristiwa semalam telah mengubah hawa negatif di negri Xuang. Saat dia pertama kali datang. Dia bisa merasakan energi negatif yang lebih dominan.Terdengar suara pintu terbuka, seorang wanita paruh baya berhamburan memeluk Ling. Tetesan air mata membasahi bahu
last updateTerakhir Diperbarui : 2024-03-08
Baca selengkapnya

Kembali ke langit

Ling masih terpaku. Dia berharap apa yang di dengarnya hanyalah sebuah mimpi buruk. Setelah semua yang terjadi, dia malah mendapat kabar kalau pria itu memilih pergi.Wanita itu bisa terima kalau dia dan Longwei tidak bisa bersatu. Dia juga menerima bagaimanapun kondisi pria itu, tapi semua terasa sia-sia.Senyum dan wajah cerah yang terpancar hilang sudah. Hatinya saat ini benar-benar hancur saat ini. Dia tidak bisa bertemu dengan pria yang di cintai itu."Dia ingin kau menjalani hidup dengan normal dan tidak terbebani dengan kehadirannya," Mingyu mulai menjelaskan.Mendengar itu Ling tersenyum kecut, dia menghapus buliran air mata yang perlahan menetes di pipi lembutnya."Dulu aku tidak percaya kalau cinta memang benar ada di dunia ini. Kalau memang ada cinta, kenapa ibuku dulu tega menyiksaku. Lalu Ayah, dia memilih banyak wanita dan bisa bebas memilih ingin bersama siapa." Air mata Ling terus rembes."Aku memutuskan untuk pergi ke hutan siluman, bukan tanpa maksud. Aku menghindar i
last updateTerakhir Diperbarui : 2024-03-09
Baca selengkapnya

Menumpas pemberontak

Mata Qing terbelalak saat melihat kondisi Longwei. Kobaran api membakar tubuhnya. Qing mencoba membantu temannya dengan tenaga dalam. Butuh waktu cukup lama baginya memadamkan api."Longwei, kau baik-baik saja?" Qing segera mebantu Longwei untuk bangkit.Perlahan Longwei membuka matanya. Tubuhnya di penuhi banyak luka bakar. Pria itu merintih kesakitan. Melihat ini Qing iba, dia tidak menyangka temannya akan melakukan hal demikian."Ling dan Qixuang adalah orang yang berbeda, kenapa kau melakukan hal seperti ini?" Qing memapah Longwei menuju tempat tidur yang terbuat dfari bambu dan tanpa alas kasur.Raja Iblis adalah takdir Ling. Setelah kepergiannya, Longwei tidak mau wanita yang dia cintai kesepian. Mungkin saat ini takdirnya adalah orang jahat, tapi masih ada cara untuk merubahnya bukan?Tidak ada salahnya sedikit berjuang untuk menebus kesalahannya pada Ling. Wanita itu sudah banyak berkorban untuknya."Kalau kau seperti ini bagaimana inti jiwa Iblis, jiwa terkutuk itu akan mendom
last updateTerakhir Diperbarui : 2024-03-10
Baca selengkapnya

Hutan Kematian

Dari kejauhan kabut putih yang menyelimuti permukaan laut perlahan memudar. Air yang tadinya tenang mendadak bergelombang. Terdengar suara kapan yang di perkirakan cukup besar. Mingyu sudah memberi aba-aba untuk bersiap. Naluri rubahnya sudah memberi insting kalau musuh mereka bukan sembarang.Mingyu melihat jauh ke arah laut, tampak seorang pria dengan tubuh tegap memakai topeng dan jubah yang berkibar di tabrak angin.Mata Mingyu menyipit, berusaha melihat dengan jelas keadaan kapal dan mencari tau seberapa banyak musuh yang akan mereka lawan. Kembali dia tercengang.'Tidak ada satu prajurit pun!?'"Ada apa?" tanya Jieun yang melihat ekspresi terkejut Mingyu."Apa kau merasakan hal yang sama?""Ya ... sepertinya akan ada mayat hidup lagi," jawab Jieun enteng."Tali di kapal tidak ada prajurit sedikit pun," jawab Mingyu kebingungan."Atau jangan-jangan ..." Jieun menoleh kebelakang, tepat seperti dugaannya. Mereka sudah di kepung. Di belakang mereka sudah berbaris banyak orang denga
last updateTerakhir Diperbarui : 2024-03-11
Baca selengkapnya

Merawat Musuh

Ling berusaha meronta, tali tali mantra yang melilit tubuhnya cukup kuat. Wanita ini lebih memilih mati terjatuh dari ketinggian seribu kaki dari pada harus menikah dengan pria jahat seperti Raja Iblis itu.Rakyatnya sudah menderita puluhan tahun, banyak wanita yang tak bersalah merenggang nyawa demi ritual gila. Itu semua karena rencana keji orang tersebut.Ling menatap kebawah, dia bisa melihat hutan yang cukup lebat. Sepertinya hutan ini tidak pernah di jamah melihat tidak ada sama sekali jalanan setapak.Dasar pegunungan ini adalah hutan Kematian, konon katanya saat seorang masuk ke dalam hutan ini tidak akan keluar selamanya. Hutan yang lebih menyeramkan dari hutan Iblis yang pernah ling jamah.Otaknya berpikir keras, kenapa orang seperti Raja Iblis masih di beri hidup. Meskipun hutan ini cukup mengerikan, wanita itu merasa kalau hukumannya kurang adil.Ujung mata Ling mulai melihat sebuah rumah kecil yang minim penerangan. Rumah itu terbuat dari kayu dan di hiasi oleh beberapa ta
last updateTerakhir Diperbarui : 2024-03-13
Baca selengkapnya

Nyawa dibalas nyawa

Jieun mengayunkan pedangnya, beberapa mayat hidup yang berjajar di depannya seketika tumbang. Kepala mereka menggelinding, terpisah dari tubuhnya.Tubuh Wanita dengan pedang yang di cengkramnya di penuhi cairan hitam lekat dan berbau amis. Ujung matanya menatap jauh ke arah pria yang juga sibuk dengan musuhnya.Sudah dua jam mereka bergelut dengan musuh yang tak kunjung habis. Mingyu melempar pandangan ke arah Jieun. Wanita itu mulai melemah karena di gempur habis-habisan.Bahkan inti jiwa mereka tak mampu menahan sekitar seratus mayat hidup yang menyerang. Karena khawatir, Mingyu segera mendekati Jieun."Kau baik-baik saja?" tanya Mingyu dengan tatapan penuh kasih."Sepertinya Ling dalam keadaan tidak baik-baik saja," jawab Jieun menatap Mingyu penuh arti.Pria itu berpikir keras. Dia tau apa maksud wanita tersebut, tapi keadaan ini tidak bisa membuat mereka untuk pergi. Semua musuhnya seolah ingin membunuh mereka perlahan.Orang yang berdiri di atas kapal dengan kekuatan iblis menyel
last updateTerakhir Diperbarui : 2024-03-15
Baca selengkapnya

Naga yang suci

Mendengar ancaman Mingyu, Whenchen tertawa mengejek. Meskipun rubah itu melawannya sekuat tenaga, hasilnya akan tetap sama. Kemenangan akan ada di tangannya. Whenchen mengangkat pedangnya yang di susul oleh Mingyu. Keduanya bertarung dengan sengit. Dada siluman rubah itu mulai terasa nyeri akibat luka yang tak kunjung sembuh.Karena rasa nyeri itu Mingyu tidak bisa fokus dengan peperangan. bebertapa kali tubuhnya terkena tebasan pedang musuh.Baju zirah yang melindunginya mulai koyak terkena sayatan pedang berkali-kali. Whenchen sdemakin di atas awan melihat keadaan musuhnya."Dimana kesombonganmu itu hah? kau bahkan tidak bisa mengalahkan iblis kecil sepertiku." kekeh Whenchen.Mingyu terkapar di tanah dengan noda merah yang menghiasi tubuhnya. Rubah itu sudah lemah tak berdaya tapi Whenchen masih saja menyiksanya dengan menghantamnya denngan tendangan.Beberapa kali Mingyu terbatuk dan mengeluarkan darah segar. Pria lemah tak berdaya tersebut sudah pasrah dengan segala yang terjad
last updateTerakhir Diperbarui : 2024-04-02
Baca selengkapnya

Rencana licik

Longwei masih duduk mematung di lembah jiwa siluman. Matanya masih fokus menatap kunang-kunang yang beterbangan. Pemandangan ini membawanya kembali pada masa dimana dia dan Mingyu menghabisakan waktu bersama."Setelah Geming dan Qixuang ... Kenapa harus Mingyu dan Ling? Kenapa semua orang yang berada di dekatku selalu mendapatkan kesialan?" Otak Longwei kacau saat ini. Keputusasaan mulai menyelimuti jiwanya, percuma dia diberi kesempatan reinkarnasi namun selalu kehilangan orang yang dia sayangi.Setelah selesai berdamai dengan diri sendiri. Pria itu bangkit dan pergi dari lembah jiwa. Naga hitam itu terbang melewati awan dan masuk ke alam manusia.Bisa di tebak, kemana dia pergi. Naga itu terbang mengelilingi sebuah gunung dan perlahan mendarat di sebuah lembah. Di sana dia melangkah melewati jalanan setapak yang membawanya di sebuah tempat.Sebuah tempat tersembunyi, tidak sembarang orang bisa masuk kesini. Longwei membaca mantra. Dinding mantra tipis di hadapannya perlahan terbuka.
last updateTerakhir Diperbarui : 2024-04-06
Baca selengkapnya

Takdir yang terikat

Ling duduk di bebatuan tepi sungai. Tempat ini tidak jauh dari rumahnya di tengah hutan. Dia sering datang kemari saat hatinya terasa sepi. Dulu dia sering berdoa untuk bertemu dengan orang yang amat dicintainya. Sepuluh tahun terakhir sangat berat. Tinggal serumah dengan pembunuh sang Ayah, sangatlah menyesakkan.Namun saat itu tiba ... Entah mengapa perasaan rindu itu hambar. Terlebih saat dia mendengar kabar kalau sang Ibu juga tewas karena prajurit iblis. Semuanya terhempas entah kemana.Meskipun Raja iblis adalah orang yang berbeda sekarang, tetap dia dalang di baling semua ini."Bagaimana kabarmu?" tanya Ling datar."Seperti yang kau lihat," jawab Longwei tersenyum kecut.Terdengar helaan napas panjang. Ada banyak cerita yang ingin dia ceritakan pada Ling. Tapi saat ini dirinya lebih sibuk berdamai dengan kenyataan. Melihat Ling bersama orang lain membuat hatinya perih.Padahal dia telah mengetahui ini sebelumnya. Hanya saja, dia tidak menyangka akan sesakit ini."Setiap hari a
last updateTerakhir Diperbarui : 2024-04-22
Baca selengkapnya
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status