Home / Rumah Tangga / RAHIM GADIS SEWAAN / Chapter 81 - Chapter 90

All Chapters of RAHIM GADIS SEWAAN: Chapter 81 - Chapter 90

100 Chapters

Bab 81

Hidup terasa hambar. Tak ada hal yang menarik yang bisa dilakukan dan dirasakan. Dari dulu semenjak kepergian wanita itu hidupnya jadi abu-abu. Kertas putih yang bersih, bertuliskan tinta membentuk cerita kisah dua insan saling cinta. Namun nyatanya musnah. Tinta hilang melebur bersama derasnya hujan. Sampai kertasnya kusut tak berbentuk dan juga tak lagi putih.Untuk kembali seperti sedia kala? Sudah pasti tak mungkin. Jika pun mungkin pasti akan sulit. Butuh waktu, entah seberapa lama.Dikatakan pulih? Belum, tapi hampir. Jika bisa dia ingin menghapus seluruh hidupnya yang dipenuhi kenangan buruk tentang wanita itu. Apa daya, sayangnya tak bisa.Inilah Victor yang sekarang. Duduk sendiri dalam keramaian. Padahal jika ada music yang mengalun kencang dengan beat yang tak kalah asyik. Pria itu pasti sudah menggoyangkan badannya sembari memegang gelas berisi minuman penenang sementara itu.Semenjak sahabatnya menikah, Victor jadi mencari arti kata cinta dan setia. Apa masih ada kata cin
last updateLast Updated : 2023-11-24
Read more

Bab 82

Jemari besarnya membelai lembut kepala sang kekasih hati. Dia merapikan anak rambut yang tersusun rapi di sana. Terakhir kali membubuhkan ciuman mesra sebelum dia memutuskan membangunnkan istri tercinta.CUP!“Sayang? Bangun, hm?” ucapnya lembut.Masih belum bangun juga. Malah tangan yang baru saja membelai rambut dan wajah wanita cantik jelita itu kini sudah berada di dekapan menambah rasa nyenyak.“Anya, sayang. kita harus pergi ke tempat lain. Jadi kau harus bangun sekarang juga,” Alejandro kembali membelai lembut rambut istrinya. Karena tak kunjung bangun, muncullah ide konyolnya.Pria itu memaksa Zevanya agar membuka matanya. Jari kedua pria itu menarik paksa agar istrinya melek.“Ale!” teriak Zevanya pada suaminya yang sudah mulai menjengkelkan dipagi hari.“Fuh!” Alejandro malah dengan iseng meniup mata Zevanya yang baru saja ia paksa untuk melek. Pria ini memang sengaja mengajak perang dunia kesekian.“Astaga! Kau! Benar-benar ya. Alejandro!” seketika nyawa Zevanya dengan inst
last updateLast Updated : 2023-11-26
Read more

Bab 83

Zevanya masih melanjutkan mimpi indahnya yang sempat tertunda karena ulah suaminya yang memaksanya bangun. Wanita itu terlalu lelah karena diserang habis-habisan oleh suaminya.Alejandro tak mau menganggu waktu istrinya. Karena nanti mereka akan mengunjungi tempat yang akan menguras tenaga. Maanya dia membiarkan Zevanya untuk beristirahat. Karena perjalanan juga masih panjang. Alejandro juga merasakan kantuk hingga ahirnya sama dengan sang istri. Mereka berdua tertidur di pesawat dalam perjalanan menuju destinasi selanjutnya.Setelah beberapa kilometer pesawat yang membawa sepasang suami istri ini sudah memasuki kawasan bersalju.Pramugara memberanikan diri untuk membangunkan Alejandro. Karena jika ia membangunkan istri bossnya akan dilahap habis. Karena dia masih sayang nyawa karena tak berani berkomunikasi atau bahkan menatap Nyonya Alejandro. Makanya dari itu pramugara memberanikan diri membangunkan Alejandro.“T-tuan …” saking takutnya pramugara itu gugup dan seluruh badannya geme
last updateLast Updated : 2023-11-28
Read more

Bab 84

Dua sejoli makin hari main mesra. Bak menebus masa yang pernah mereka lewatkan. Tak hanya itu, dengan hanya menjalani hidup dalam seminggu ini hanya berdua. Siapapun yang melihatnya mereka seperti belum punya anak. Karena tingkah mereka seperti kaula muda yang sedang kasmaran.Padahal jika mereka tahu, ini adalah misi Alejandro untuk mendapatkan adik untuk Matthew, anaknya. Makanya dia tak mau menyia-nyiakan waktu saat sedang menghabiskan waktu berdua saat bulan madu bersama istrinya. Karena jika mereka sudah kembali kerutinitasnya pasti akan sangat disibukan oleh pekerjaan dan harus fokus pada Matt juga.Setelah hampir dua minggu pergi bulan madu mereka. Malam ini adalah malam terahir karena besok harus kembali ke London. Ibu satu anak itu sudah tak isa lama-lama lagi berpisah dengan anaknya. Alejandro hanya bisa mengiyakan meski dia masih belum puas. Bukan karena tak ingin pulang bertemu Matt, anaknya. Tetapi hanya masih kurang saja untuk berduaan dengan istrinya.Zevanya menimati
last updateLast Updated : 2023-11-30
Read more

Bab 85

Inilah hari yang ditunggu Matthew. Bocah kecil itu sudah tak sabar menunggu kepulangan kedua orang tuanya.“Opa! Oma! Aku sudah siap!” bocah itu menunjukkan outfit kerennya pada kedua pasangan yang tak lagi muda, Ronald dan Bianca.“Tuh, lihat cucuku sangat mirip denganku ya. memang darah tampan, kharismatik dan keren ini mngalir deras pada keturunanku,” Ronald bersendekap tangan dan dengan bangga memamerkan cucunya pada istinya, Bianca.Istrinya yang hanya menggelengkan kepala malas meladeni hanya bisa berlalu melewati suaminya. Dia langsung mengajak cucunya masuk mobil yang sudah siap dari tadi.“Hey, kenapa tak ada yang merespon sih?!” gerutu Ronald.“Ahahhaha Opa dicuekiin?” tak bisa menahan klakar dari Opanya Matt jadi tertawa kencang.Hal itu makin membuat pak tua itu jadi makin kesal. “Matt, jangan dicontoh Omamu yang begitu. Tidak baik menyueki orang lain. Oke?” sambil masuk ke dalam mobil.Matt yang ada dipangkuan Bianca mengangguk mendapat nasihat dari Opanya. “Siap Opa!” ta
last updateLast Updated : 2023-12-10
Read more

Bab 86

Rutinitas kembali seperti biasa. Alejandro harus ke kantor, sedangkan Zevanya ingin mngunjungi galeri barunya. Beruntung ada tim yang membantunya. Dan juga beberapa orang tim lamanya memilih untuk pindah ke London demi Zevanya.Pagi ini di tempat baru yang penuh dengan barang-barang yang baru saja di kirim dari galeri lama telah sampai. Jangan ditanya seperti apa kondisinya. Masih sangat berantakan, kacau. Tetapi ada beberapa orang yang sampai juga untuk membantunya menata beberapa lukisannya.“Maaf, anda siapa?” tanya Zevanya karena dia tidak merasa kenal dengan beberapa orang berbadan tinggi dengan otot besar itu.“Oh, maaf, Nyonya. Kami belum memperkenalkan diri. Kami orang yang diperintahkan oleh tuan Alejandro untuk membantu Nyonya hari ini di galeri sampai selesai,” ucap salah satu dari mereka dengan sopannya.Zevanya terdiam setelah mendengar penjelasan dari seorang yang mengaku suruhan dari Alejandro.“Terima kasih,” tutur wanita cantik jelita itu. Akhirnya para lelaki berbada
last updateLast Updated : 2023-12-11
Read more

Bab 87

Seharian penuh Lian dibuat ksal dengan Boss sekaligus sahabatnya. Semua pekerjaan dialihkan padanya. Jadi mau tak mau ia harus menuruti. Memang sudah biasa tapi entah kenapa semenjak Alejandro menikah dan pergi bulan madu rasanya pekerjaan tak ada hentinya.Hal yang biasa dia kerjakan dengan senang hati kenapa sekarang brat hati? Apa karena percakapan terakhirnya dengan Anastasia? Sejak saat itu ia tak pernah bertemu lagi dengan wanita tu.Melihat tumpukan kertas yang tak kunjung menipis, Lian menghela napas berat.“Hhhh … kapan selesainya? Bagaimana aku akan dapat pasangan kalau begini terus? Cih … buktikan? Apa yang akan kubuktikan pada Ana jika bertemu saja tidak bisa,” keluhnya.“Ale bisa-bisanya dia baru masuk kantor tapi setelah meeting penting selesai dia malah pergi kencan! Aku juga ingin punya pasangan dan berkencan romantis. Argh! Ale sialan!” Lian kesal sampai menyumpahi Bos sekaligus sahabatnya yang sedang enak-enakan bermesraan. Tak hanya itu, dia juga mengacak-acak rambu
last updateLast Updated : 2023-12-12
Read more

Bab 88

Hari ini rasanya malas untuk pergi ke mana-mana. Bahkan untuk kerja pun enggan rasanya. Pagi ini hanya ingin malas-malasan saja. Diam sendiri di apartemen khususnya di kamar. Tak ada niatan untuk beranjak dari ranjang. Anastasia masih di balut selimut. Tatapannya kosong. Menerawang ke langit-langit kamarnya yang didominasi warna putih.Wajahnya kusut dan matanya bengkak. Benar, dia habis nangis semalaman. Kenapa dia begitu? Apa yang membuat Anastasi begitu sedih sedalam ini? Benarkan karena Lian yang bersama wanita semalam?Jika memang iya lalu kenapa? Lian bukan siap-siapanya. Pria itu juga berhak memilih dengan siapa dia pergi. Apalagi dengan wanita. Tetapi ada hal yang membuat Anastasia kecewa. Yaitu, pada pertemuan terakhirnya dengan Lian.Pria itu berkata ingin membuktikan bahwa dia tak memiliki hubungan. Namun nyatanya semalam? Dia malah cium pipi kanan kiri, kencan di café tempatnya bekerja. Bahkan dia juga berpelukan dengan wanita itu.“Apa yang ia maksud adalah ingin membukti
last updateLast Updated : 2023-12-15
Read more

Bab 89

Mobil sport berwarna merah berhenti tepat di belakang mobil Alejandro. Sosok yang mengemudikan mobil tersebut pun mulai turun. Pria muda tampan dengan gaya badboynya itu menyugar rambut dan melangkah masuk ke kediaman Ricardho.“Om Alvarooo!” Matt yang teriak sambil berlari menghampiri pria yang baru saja datang itu.BRUGH! Badan kecilnya berhasil ditangkap oleh Alvaro. Matt kini suda berada dalam gendongan Alvaro.“Waah! Mobil Om kereen!” ucap Matt mengacungkan jempol.“Siapa dulu!” seru Alvaro yang tak kalah hebohnya.“Kau sudah datang rupanya. Cepat juga,” Alejandro tak habis pikir. Biasanya jam segini Alvaro si bungsu itu masih dalam dekapan mimpi. Tapi kali ini dia sudah segar dan wangi saja.“Aku kan mau menghabiskan uangmu, Bro,” kata Alvaro dengan enteng dan wajah yang murah senyum itu.“Mata duitan! Ck!” decak Alejandro.“Oke, hari ini kita mau ke mana, Boy?” Alvaro beralih pada Matt yang masih dalam gendongannya.“Aku mau main seeeepuasnya!” Matt yang tak sabar ingin main s
last updateLast Updated : 2023-12-15
Read more

Bab 90

“Loh, kenapa ada … ah aku tak bisa, aku pergi dulu.” Kata Anastasia namun berhasil dicegah olehh Zevanya.Pria yang sedang murung menunggu temannya itu pun mangalihkan pandangannya karena merasa familiar dengan suara wanita yang baru saja berbicara.“Ana …” lirihnya. Lian segera bangun dari kursi yang ia duduki.“Aku mengajakmu ke sini karena ada yang mencarimu dari semalam,” bisik Zevanya. “Selesaikanla baik-baik. Kalian sudah bukan lagi anak kecil, hm?”“Anak kecil apanya. Aku adan dia taka da apa-apa. aku lupa kalau hari ini ada janji dengan seseorang. Jadi aku pergi dulu ya,” pamit Anastasia.Namun niatnya urung karena di depannya sudah ada Alejandro yang menatapnya datar. “Ana, kau tega membuat temanku seperti orang linglung begitu?” Alejandro menunjuk Lian dengan dagunya. Anastasia otomatis menoleh ke belakang, tempat di mana Lian berada. Pria itu suda memasang wajah melas. Bukan karena dibuat-buat. Tapi memang dia sudah patah arah.“Ck!” Anastasia berdecak dan menghentakkan kak
last updateLast Updated : 2023-12-17
Read more
PREV
1
...
5678910
Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status