"Maaf, Aham. Jika kau berusaha untuk kembali memanfaatkan aku agar bisa kembali terpengaruhi oleh dirimu, maka maaf. Aku sudah jera dengan omongan pria. Kau dan Dindar sama saja. Awalnya aja baik, tapi setelah itu, kalian menampakkan sifat aslinya." Setelah berucap dengan penuh penekanan, Ayana segera melangkah pergi.Aham tak tinggal diam saja, ia juga segera melangkah dan menarik kuat lengan Ayana dan memegangnya dengan erat. "Jika itu persamaanku dengan Dindar. Maka aku akan menampakkan perbedaanku dengan suamimu itu." Aham berucap dengan mata menatap lekat Ayana. Seolah-seolah ia ingin menunjukkan keseriusannya dalam ucapannya tadi, saat menyatakan perasaannya.Setelah cukup lama menatap mata Aham, Ayana segera memalingkan wajahnya."Kenapa, Ayana? Kenapa kau berpaling?" Aham kembali ingin membuat Ayana menatap dirinya. Namu Ayana menolaknya.Aham tersenyum kecut. "Kenapa kau takut menatap mataku?" tanyanya."Aku tidak takut!" Ayana berucap dengan masih tak melihat Aham."Kalau b
Last Updated : 2023-03-30 Read more