Alya berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya. Bimbang antara pergi ke taman atau tidak. Namun, dia takut kalau ini hanya sebuah jebakan. Mengingat bisa saja itu musuh besar Andrew. Alya tidak boleh gegabah. Di tengah kebimbangannya, tiba-tiba Alya merasakan hawa seseorang dari belakang. kemudian sentuhan hangat di kedua pundaknya, yang langsung membuatnya menoleh ke belakang. “Ih, kamu ngagetin saja Andrew.” “Jelas kamu sedang memikirkan sesuatu, ada apa? Cerita,” tukas Andrew sambil menempelkan bagian tubuh depannya ke punggung mungil Alya. “Bukan apa-apa,” sahut Alya pendek. Sebaiknya dia tidak perlu menceritakan perihal Benny kepada Andrew. Dia tidak mau Andrew menjelma menjadi monster nantinya. “Ok, kalau kamu enggak mau cerita. Biar aku saja yang cerita,” ujar Andrew. Alya mengernyit dahi sambil membalikkan badannya. Wajah tegas Andrew terlihat tidak ada masalah apa-apa untuk diceritakan. Andrew membimbingnya untuk berjalan
Last Updated : 2021-12-04 Read more