Home / Romansa / Warning: Bos Galak! / 3. Pernyataan Perang

Share

3. Pernyataan Perang

Author: Yurriansan
last update Last Updated: 2024-02-29 19:41:20

Viano selalu menjadi orang yang paling awal bangun di pagi hari. Tidak ada yang pernah melihatnya datang terlambat, kecuali ada situasi darurat. Setiap hari, ia selalu menjadi orang pertama yang tiba di kantor, bahkan sebelum para karyawannya. Itulah sebabnya, tidak ada seorang pun di Gold Corporation yang berani datang terlambat.

Hari ini, suasana hati Viano tampak kurang baik.

Alasan yang pasti tidak diketahui, namun Raja--anak tunggal Viano--terus merengek tanpa henti. Bahkan saat Viano berada di kantor, Raja masih terus menghubunginya untuk merengek.

"Raja, Ayah harus bekerja, Nak," ucap Viano.

"Ayah selalu bekerja, tidak pernah peduli dengan Raja," balas Raja.

Viano yang berada di dalam lift menghela napas panjang. Bagaimana mungkin ia tidak peduli dengan anaknya?

"Nanti kalau Ayah ada waktu, kita pergi ke luar negeri ya, Sayang. Sekarang, Ayah benar-benar sibuk," ucap Viano.

Terdengar bunyi dentingan pintu lift. Viano melangkah keluar dari lift, sekarang ia berada di lantai paling atas kantornya.

Meski tidak ada percakapan lagi, ia masih bisa mendengar isak tangis Raja dari seberang sana. Ketika anaknya menangis, hatinya terasa gundah.

"Oke, Sayang, jangan nangis. Papa berjanji, minggu ini akan menemanimu ke sekolah," ucap Viano.

Belum sempat menyelesaikan percakapannya, sesuatu yang basah menyentuh sepatunya. Viano mengernyit, "Astaga! Siapa yang melakukan ini?"

Ia mengibas-ngibaskan celana panjangnya yang kini basah dan kotor.

"Bapak!" Nesta terkejut.

"Kamu lagi!" Viano menunjuk Nesta. "Setelah kopi panas, sekarang alat pel. Besok apa lagi!"

Nesta menggeleng, mengaku tidak sengaja. Semua ini terasa begitu familiar, hampir seperti mimpi.

Ya, seperti deja vu. Kepalanya hampir pecah pagi ini, karena mimpi dicium Viana.

Tidak! Nesta tidak mau jika Viana menciumnya.

Ia bersiap-siap, siap melawan jika si bos berbuat sembarangan.

"Bukannya saya sudah memberitahu kamu untuk menjaga jarak dengan saya. Karena kamu tahu apa?" ucap Viano.

Nesta mendengus. Apakah Viano ini sadar atau tidak?

Siapa yang ingin mendekatinya!

Nesta merasa kesal sendiri.

"Setiap kali bertemu denganmu, saya selalu mendapat kesialan!"

Perasaannya sama, Pak!

Namun, sebagai anak buah, Nesta harus mengalah. Dia meminta maaf, seperti yang seharusnya.

"Saya minta maaf, Pak," ucap Nesta sambil membungkuk, berharap Viano akan percaya bahwa dia benar-benar tulus.

Viano menatapnya dengan tatapan tajam. "Sepertinya, saya harus memberikan hukuman untukmu."

Tidak mungkin!

Nesta menggeleng cepat. "Tolong, Pak," katanya sambil mundur satu langkah.

Viano mengernyitkan alisnya. "Kamu mau lari ke mana pun, kamu tetap harus menerima hukumannya!"

Apa! Ternyata si bos ini memiliki pikiran yang kotor, membuat Nesta semakin khawatir.

Dia memutuskan untuk tutup mulut dan melindungi diri.

"Bapak boleh memberikan hukuman apa saja, tapi jangan meminta hal yang itu."

"Minta hal yang apa?" Viano tampak bingung.

"Saya tahu apa yang ada di pikiran Bapak. Hanya saja, Bapak harus tahu, meski saya perempuan miskin dan jelek di mata Bapak, saya masih memiliki harga diri. Meski Bapak termasuk pria tampan, bukan berarti saya bisa diperlakukan sembarangan."

Nesta berbicara panjang lebar, sayangnya Viano tampak tidak mengerti apa yang dia bicarakan.

"Apa yang sedang kamu bicarakan?"

"Saya tahu apa yang ada di pikiran Bapak."

"Memang apa yang ada di pikiran saya?" Viano mulai merasa gerah. "Kamu terlalu percaya diri."

Ketika Viano maju satu langkah, Nesta mundur lagi. Andai saja Viano bukan bosnya, dia pasti sudah memukulnya dengan alat pel.

"Pak, tolong. Meski di sini sepi, bukan berarti Bapak bisa mencium saya sembarangan."

"Apa!" Viano terkejut.

"Saya bisa berteriak sekeras mungkin jika Bapak berani berbuat sembarangan!" Nesta kemudian ingat bahwa dia masih memegang alat pel. "Bahkan saya berani memukul Bapak dengan ini." Dia menunjukkan gagang alat pel yang dia pegang.

Plak!

Viano memukul Nesta dengan tas kerja yang dia bawa.

"Kurang ajar kamu, berpikir seperti itu tentang saya!"

Nesta meringis kesakitan.

"Kamu pikir saya tertarik dengan gadis seperti kamu?" Viano memandang Nesta dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Tidak ada yang menarik!

"Jika saya ingin mencium seorang wanita, saya hanya akan mencium istri saya sendiri. Saya tidak akan mencium wanita lain, selain istri saya."

Nesta terdiam. Mimpi semalam membuatnya menjadi paranoid.

Viano menarik lengan Nesta, mendekatkannya.

"Ingin tahu apa yang saya pikirkan tentangmu?"

Nesta mendelik ketika Viano berada di sampingnya, sementara pria itu semakin mempererat cengkramannya.

"Saya tidak pernah menyukai wanita yang mengakui dirinya jelek dan miskin." Kemudian, Viano melemparkan tubuh Nesta.

Pria berlidah tajam itu berlalu begitu saja.

Nesta menoleh ke arah Viano yang pergi.

"Bos sombong! Hati-hati kalau kena karma!" dia mengutuk.

Viano terus berjalan.

Tanpa menoleh ke arah Nesta, dia berkata, "Hari ini, kamu telah melanggar aturan. Sebagai hukumannya, gaji kamu akan dipotong sebesar 20%." Setelah itu, dia terus berjalan.

Nesta ingin menjerit.

Bos yang menjengkelkan!

Pada detik ini, dia menyatakan perang dengan bos sombong yang paling menyebalkan di dunia, yang juga merupakan atasannya.

Related chapters

  • Warning: Bos Galak!   4. Senjata Makan Tuan

    Nesta kesal. Bayangkan saja, jika setiap kali dia membuat kesalahan, gajinya dipotong 20%--lima kali kesalahan dan gajinya akan habis.Situasi semakin memburuk dengan adanya kontrak kerja yang menyatakan bahwa dia tidak dapat mengundurkan diri sebelum masa kerjanya berakhir. Jika melanggar, denda yang harus dibayarkan adalah tiga kali lipat gaji.Nesta ingin sekali meninggalkan kantor yang tidak manusiawi ini.Dia mengingat bahwa nanti jam 10.00 ada rapat pimpinan. Itu berarti Nesta memiliki kesempatan untuk membalas Viano.Tunggu saja, bos sombongnya itu akan merasakan akibatnya!Dia tidak peduli jika dipecat. Lebih baik dipecat daripada menjadi budak di sini. Masih banyak tempat kerja lain yang mau menerima Nesta. Lagipula, dia bisa mendapatkan uang pesangon yang cukup besar.Saat merencanakan hal itu, Nesta tanpa sadar tersenyum sendiri. Semakin dia membayangkannya, semakin seru. Viano akan 'tumbang' kali ini.Lusi, yang baru tiba di kantor, merasa heran melihat tingkah Nesta. Offi

    Last Updated : 2024-02-29
  • Warning: Bos Galak!   5. Raja

    Setelah dua minggu bekerja, Nesta pikir dia mampu bertahan. Namun, kondisi fisiknya menunjukkan sebaliknya. Stres yang dialaminya membuat dia mengalami sariawan dan sakit gigi. Rencananya, hari ini dia ingin izin tidak masuk kerja. Sebab, jika dia bekerja dengan kondisi seperti ini, Viano pasti akan marah.Dia pun menghubungi Ivan untuk meminta izin. "Pak saya tidak ke kantor karena sakit.""Sakit?" Ivan terdengar bingung. "Kamu sakit apa?""Sariawan dan sakit gigi, Pak. Lumayan kronis.""Kamu sudah periksa ke dokter?" tanya Ivan."Belum, Pak. Saya baru mau periksa," jawab Nesta.Ivan berkata, "Hari ini Pak Viano ada rapat di luar kantor, jadi saya bisa kasih izin ke kamu. Tapi, kalau besok kamu masih sakit, kamu harus membawa surat dokter.""Iya, Pak. Saya akan segera bekerja lagi setelah sakit gigi saya sembuh," ujar Nesta."Sakit giginya parah?"Sebelum menjawab, Nesta cepat-cepat mengambil cermin. Pipinya bengkak karena sakit gigi. "Ya, cukup parah, Pak. Pipi saya sampai bengkak,"

    Last Updated : 2024-02-29
  • Warning: Bos Galak!   6. Dituduh Penculik

    Sekarang, Nesta merasa bingung tentang apa yang harus dilakukan dengan anak kecil itu. Membiarkannya sendirian tentu bukan pilihan. Mereka berdua duduk di trotoar, dan Nesta khawatir mereka akan dianggap sebagai pengemis. Wajah Raja tampak pesimis. Nesta bertanya-tanya seberapa besar masalah yang dihadapi anak sekecil itu.Saat Nesta sedang memikirkan hal itu, seorang ibu yang lewat menegurnya. Ibu tersebut mengkritiknya karena seharusnya dia mengantar anak itu ke sekolah, bukan duduk di trotoar. Nesta merasa kesal. Dia berpikir bahwa besok dia harus memutar lagu Beyonce dengan volume keras saat berjalan, lagu yang liriknya berbunyi; "I'm a single lady, I'm a single lady". Artinya, dia masih lajang!Raja tampaknya memanfaatkan situasi ini. Dia benar-benar meminta Nesta untuk mengantarnya ke sekolah. Nesta merasa bingung, kenapa Raja kabur dari sekolah dengan memakai seragam jika dia ingin diantar ke sekolah?Namun, itu bukan masalah utama. Nesta tidak mungkin mengantar Raja ke sekolah

    Last Updated : 2024-02-29
  • Warning: Bos Galak!   7. Dia Ayahnya?

    Wah, parah. Demi Tuhan sejagat alam raya. Pemilik siang dan malam, yang mengatur rotasi dan revolusi bumi ....Itu yang sama Raja, si Viano?Aduh, Nesta jadi kepikiran soal semua yang dia bilang ke Raja. Apakah anak itu akan melaporkannya kepada ayahnya? Apakah Nesta harus melarikan diri sekarang?Namun, semakin lama mereka semakin dekat. Nesta merasa harus bersiap menghadapi semburan amarah Viano yang mungkin segera datang."Ayah, kenapa melaporkan Kak Nesta ke satpam?" Raja yang sedang dituntun Viano protes."Aku tidak tahu kamu bersama dia." Viano tampaknya tidak suka menyebut nama Nesta. Dia berpikir Raja bersama dengan penculik.Meski dari kejauhan, Nesta bisa merasakan tatapan marah Viano. Dia tahu pasti itu adalah Viano, bosnya yang gila itu!Raja bersungut-sungut, meminta Viano untuk minta maaf kepada Nesta. Meski dia masih anak-anak, Raja tahu bagaimana rasanya ketika sudah menolong seseorang, tetapi malah dituduh sebagai penculik. Ayahnya benar-benar memiliki tingkat kecuri

    Last Updated : 2024-03-06
  • Warning: Bos Galak!   Ribut Terus

    Nesta telah menyelesaikan semua tugasnya, mulai dari menyapu lantai, mengepel, hingga membersihkan kaca. Sekarang, saatnya istirahat sejenak sambil melihat gosip terbaru.Nesta adalah anggota grup chat yang khusus membahas idola Korea. Dia sangat menyukai Kai dari EXO. Tidak hanya Kai, dia juga menyukai Suho, Sehun, dan bahkan aktor termahal, Kim Soo Hyun. Sebenarnya, dia menyukai semua pria Korea yang tampan, berkulit putih, dan berpenampilan menawan.Baru saja dia membuka grup chatnya, dia mendengar gosip bahwa idola kesayangannya sedang berkencan dengan salah satu anggota girl band. Hatinya merasa panas, idola imajinasinya kini memiliki kekasih. Meski hanya dalam imajinasi, perasaan cintanya sudah sangat dalam. Namun, Nesta masih bisa mengendalikan dirinya untuk tidak menghujat sembarangan. Dia adalah penggemar, tapi bukan penggemar yang begitu bodoh hingga rela berkelahi demi idola."Suamiku!" Nesta mendekap ponselnya. "Kamu tega, selingkuh dariku." Monolog sendiri, wajar kalau Lu

    Last Updated : 2024-03-06
  • Warning: Bos Galak!   9. Anak atau Ibu

    Dua hari setelah mereka berbagi hidangan bersama, Viano memberikan nomor telepon Raja kepada Nesta. Meskipun hatinya telah berjanji tidak akan berurusan lagi dengan gadis yang menurutnya aneh itu, apa boleh buat. Raja tampaknya senang memiliki teman baru.Lebih-lebih, teman barunya kali ini adalah sosok yang telah lama dicarinya. Sejak dulu, Raja penasaran bagaimana rasanya ditemani oleh seorang wanita dewasa yang bukan saudaranya.Viano memang tidak pernah mengungkapkan identitas ibu kandung Raja. Saat ditanya, dia selalu menjawab bahwa Raja akan diberitahu saat sudah dewasa. Menurut Raja, itu terlalu lama. Sejak teman-temannya di taman kanak-kanak sering diantar oleh ibunya, Raja mulai merenung tentang sosok ibu. Sayangnya, Raja tidak pernah melihat Viano bersama seorang wanita.Memang, Viano pernah terlihat bersama Lusi. Namun, Raja tidak menyukai wanita yang mengaku sebagai teman lama Viano itu. Lusi pernah memandang Raja dengan marah saat dia tanpa sengaja menumpahkan air ke gaun

    Last Updated : 2024-03-06
  • Warning: Bos Galak!   10. POOP

    Viano turun dari mobil dengan tergesa-gesa dan masuk ke rumah. Ketika sampai di ruang tamu, dia menemukan Garseta tengah duduk dengan kaki disilangkan dan menikmati secangkir teh hangat."Ma?" Sambil masih menarik napas, dia menyapa."Kamu tergesa-gesa, Vi?" Ucapan perempuan paruh baya di hadapannya terdengar sindiran.Viano mengatur napasnya, melonggarkan dasinya sebelum duduk di hadapan ibunya."Mama ada perlu apa ke sini?""Menunggu putra kesayangan pulang." Garseta yakin, Viano tahu kalau sekadar berkunjung bukan alasan sebenarnya."Kita tidak perlu basa-basi, Ma. Ada keperluan apa Mama datang ke sini?""Besok Mama ada acara makan siang dengan kolega bisnis. Lusi juga akan datang."Viano tahu, ujungnya bagaimana."Lusi akan datang juga!" Garseta menandaskan.Viano menggeram, tadinya dia pkir akan ada urusan mendesak. Ternyata perkara sepele."Mama bisa telepon-""Telepon?" Nada bicara Garseta meninggi. "Mama bukan cuma mau sampaikan itu aja, Vi!"Viano menegang."Mama mau besok ka

    Last Updated : 2024-03-06
  • Warning: Bos Galak!   11. Bos, Kamu Kejam

    Jika boleh, Nesta ingin menggerutu, mengomel, dan mengumpat pagi ini. Apa benar ada bos yang meminta karyawannya untuk lembur mendadak pada hari Minggu? Hari di mana orang-orang biasanya bersantai di rumah, menonton drama Korea."Oppa, aku tidak bisa bertemu denganmu hari ini," keluh Nesta pada ponselnya, seolah-olah ponsel itu dapat merasakan kesedihannya. Tiba-tiba, pesan masuk dari Viano: "Saya akan membayar lemburmu tunai hari ini." Nesta merengut. Palingan juga, hanya dua ratus ribu, tidak sebanding dengan wajah tampan Oppa. Namun, pesan berikutnya dari Viano membuat matanya hampir terbelalak: "Saya akan membayar tiga juta untuk lemburmu!" "Wah, gila parah!" Nesta hampir berteriak membaca kata tiga juta. Bagi orang miskin yang berobat dengan bantuan pemerintah, tiga juta itu sangat besar. Tanpa berpikir dua kali, ia langsung menjawab, 'ya'.•°•Lembur apa ini? Kenapa Nesta malah disuruh ke mall pagi-pagi begini -- jam delapan -- toko-tokonya saja belum buka. Apakah Nesta akan

    Last Updated : 2024-03-07

Latest chapter

  • Warning: Bos Galak!   64. Malam Pertama

    Ada, ya, suami jadi panas dingin gara-gara diintip istrinya pas BAB?"Kamu melewati step secara mendadak, bikin aku syok. Tau, nggak?""Step apaan, sih? Nggak paham." Nesta yang duduk di samping tempat tidur membalas dengan lebih garang. Barusan dia memeriksa kening Viano masih lumayan hangat."Yah, itu. Pengenalan dalam ruamh tangga." Duh, mati ini Viano punya istri berkelakuan absurd."Yah, 'kan, aku memang sudah duluan di kamar mandi," kilah Nesta."Ya, harusnya ditutup pintunya. Biar aku nggak main selonong. Coba kalau Mang Ujang yang masuk. Gimana coba?" Biarpun sakit, urusan garang tetap nomor wahid."Ye! Justru aku sengaja nggak kunci biar kamu bisa masuk." Gigi Nesta dipamerin depan Viano. Tahulah maksudnya apa.Seandainya Viano tidak dalam kondisi yang paling bikin malu sepanjag sejarah hidupnya, mungkin mereka sudah ....Ish, merasa mau gantung diri kalau ingat kejadian tadi siang."Badan kamu anget." Nesta memegang keningnya lagi, "ini gara-gara keasyikan berenang sama Yato

  • Warning: Bos Galak!   63. Ketahuan

    Ada, ya, suami jadi panas dingin gara-gara diintip istrinya pas BAB?"Kamu melewati step secara mendadak, bikin aku syok. Tau, nggak?""Step apaan, sih? Nggak paham." Nesta yang duduk di samping tempat tidur membalas dengan lebih garang. Barusan dia memeriksa kening Viano masih lumayan hangat."Yah, itu. Pengenalan dalam ruamh tangga." Duh, mati ini Viano punya istri berkelakuan absurd."Yah, 'kan, aku memang sudah duluan di kamar mandi," kilah Nesta."Ya, harusnya ditutup pintunya. Biar aku nggak main selonong. Coba kalau Mang Ujang yang masuk. Gimana coba?" Biarpun sakit, urusan garang tetap nomor wahid."Ye! Justru aku sengaja nggak kunci biar kamu bisa masuk." Gigi Nesta dipamerin depan Viano. Tahulah maksudnya apa.Seandainya Viano tidak dalam kondisi yang paling bikin malu sepanjag sejarah hidupnya, mungkin mereka sudah ....Ish, merasa mau gantung diri kalau ingat kejadian tadi siang."Badan kamu anget." Nesta memegang keningnya lagi, "ini gara-gara keasyikan berenang sama Yato

  • Warning: Bos Galak!   62. Malam Pertama

    "Kamu banyak cewek yang naksir, dong!" Nesta misuh-misuh"Yah, kalau banyak cowok yang naksir kamu malah lebih berat saingannya, Nes!"Seratus persen akurat."Jangan-jangan salh satu buket bunga malah ada dari cowok juga.""Ih, amit-amit!" Nesta mengetuk-ketuk kepala."Kamu marah-marah aja, nngak tau apa, suaminya pegel-pegel?"Viano tidur tengkurap. Terus dia tepuk punggungnya sendiri.Ini, mau main kuda-kudaan versi belakang?Any way bapaknya Nesta kalau lagi pegal begitu biasanya Nesta injak-injak. Mungkin Viano juga mau begitu."Mau diinjek-injek, nggak?""Apa!" Saking kagetnya Viano sampai balik badan. Jangan bilang gara-gara cemburu soal hadiah dan buket bunga Nesta mau bunuh dia."Masa suami diinjek!""Injek-injek, Sayang, You know, itu kayak massage alias pijit. Cuma ini pakai kaki biar mantap.""Patah tulang suami kamu ini!""Coba aja dulu, enak tau!" Nesta memancungkan bibirnya.Sebentar. Ini yang bilang Nesta. Nesta, loh!Cewek aneh yang tidak ada anggun-anngunnya. Ibarat k

  • Warning: Bos Galak!   61. Sah

    "Sah?""SAH!"Diiringi doa yang panjang dan khidmat di situ Nesta tahu dia sudah halal buat Viano. Dan, pada akhirnya dapat juga jatah unboxing isi di balik baju Viano yang sudah dari kapan hari bikin Nesta mupeng.Pertama dapat jatah salim tangan dulu, terus dikecup di kening sama Viano. Fotographer bilang tahan dulu, Nesta pikir itu sebuah anugrah.Gileee! Bibir seksi Pak Bos yang biasa dipakai buat marahin dia sekarang menempel di kening dengan diawali Bismillah. Mana nolak disuruh lama-lama.Oh iya, semalam --sebelum ijab qabul--Viano iseng upate foto di media sosial-nya. Masih ingat, dong, dia pernah ambil foto Nesta diam-diam. Nah, iti dia pakai buat di-up.Keterangan fotonya itu, bikin sejagad raya huru-hara.She's my queen.Singkat begitu, tapi banjir komentar.Komentarnya bagus, pujian semua. Tapi bikin nyesek batin Nesta pas baca. Berasa dia jadi gadis yang dipojokkan.[Ya Allah, cari di mana cowok yang bisa terima cewek apa adanya gini?][Beruntung banget ya dicintai cowok

  • Warning: Bos Galak!   60. Fix Serombonga

    "Papa, nanti Kak Nesta jadi mamanya Raja, ya?"Viano berhenti dari kesibukannya--memeriksa laporan kerja. Mengalihkan pandangan dari laptop pada anaknya"Seneng, 'kan?" Dia mengusap kepala anaknya yang kebetulan berdiri di samping."Berarti, nanti Raja bisa kayak Davin?" tanyanya dengan mata berbinar."Emang, Davin kenapa?""Davin kalau sekolah, mamanya yang masakin bekal. Nanti Kak Nesta kalau udah jadi mamanya Raja, pasti mau masakkin juga.""Mmh." Viano melengkungkan bibir.Oh, iya. Ada satu lagi yang perlu Viano ajarkan pada Raja. Kayaknya, mulai sekarang dia harus latihan panggil mama ke Nesta. Tinggal menghitung hari, mereka akan sah. Masa, masih panggil 'kak'."Kak Nesta, 'kan, udah mau jadi mamanya Raja, mulai sekarang coba latihan panggilnya mama.""Mama Nesta?" Raja menaikkan alis.Harusnya mama saja. Tapi, lumayanlah untuk percobaan biar terbiasa panggil mama."Iya, panggilnya Mama.""Mama ...." Sedikit takjub Raja bisa mengucapkan kata itu."Papa nanti mau liburan ke Bali

  • Warning: Bos Galak!   59. Gagal Bulan Madu

    Viano belum muncul, Nesta membuka instagram. Penasaran sama orang-orang yang sejak kemarin menghinanya.Cukup menyakitkan hati. Terutama komentar terakhir yang mengatakan Nesta harus lebih baik dari peliharaannya.Eh, akun Kevin Adi Prana membalas komentar?Nesta baca.Masalah, memangnya? Mungkin dia memang nggak secantik kamu. Tapi, kalau Pak Bos yang kalian agungkan karena mukannya yang ganteng itu suka sama dia, bisa apa kalian?Nesta memeluk ponselnya. Kevin membela dia, itu cukup mengharukan. Sejak beberapa hari Nesta tidak berani buka media sosial.Klik love untuk komentar Kevin.Masih ada satu lagi. LusiEsterga29 juga membalas komentar.Bokongku bahkan lebih cantik dari wajahmu. Tapi, selera cowok emang susah ditebak. Nggak usah iri, bikin jatuh harga diri.Lusi memang paling jago kalau untuk urusan nyinyir.Meski begitu, tetap saja Nesta merasa Viano kayak ketiban sial sampai berjodoh dengannya. Bapaknya sendiri saja sampai ragu Nesta dilamar Viano."Nesta?"Pas menoleh langsu

  • Warning: Bos Galak!   58. Damai

    Ibu sama bapaknya Nesta bikin malu saja, deh. Setelah sebelumnya mereka bersikap menolak--terutama Ningsih. Giliran didatangi Viano gayanya langsung salah tingka. Lebih-lebih Sarwani yang malah tanya ke Viano memang tidak salah mau sama anaknya.Dia itu bapak kandung atau bukan, sih!Viano kemarin datang tidak bawa apa-apa, martabak saja lupa. Baru kenalan dulu sama orang tua, minimal mereka sudah bisa menilai pantas atau tidak jadi menantunya. Kalau itu sih tidak usah ditanya, 100% pantas!Rencananya, setelah pertemuan ini, Viano akan mengatur pertemuan antara kedua orang tua. Secepatnya lamaran resmi akan dilaksanakan, baru menentukan tanggal pernikahan.Senang?Belum. Cobaan menjelang kawin eh maksudnya nikah, masih ada saja.Richard mendapat teror dari wartawan media online terkait berita kedekatan Viano dengan Nesta--Big Bos dan kacung. Hfth! warga negara tercinta pada heboh soal jenjang kasta mereka yang beda jauh.Sejauh ini, Richard tidak memberikan penjelasan apa-apa. Dia mem

  • Warning: Bos Galak!   57. Calon Suami

    Nesta pulang ke rumah. Sebetulnya, dia bukan gadis desa yang kampung-kampung banget begitu. Rumahnya masih masuk dalam daerah Jabodetabek. Dia memang memilih untuk tinggal sendiri sebab tidak tahan dengan ibu tirinyaHari ini Viano mau datang ke rumahnya. Kemungkinan, sore sampai. Maka dari itum pagi-pagi Nesta sudah pulang ke rumah supaya nanti bapak dan ibunya tidak kaget kalau tahu mereka bakalan dapat door prize calon menantu idaman,."Apa-apaan kamu, Nes!" Tanggapan Ningsih yang kelihatan sangat tidak suka mendengar kabar putri sambungnya akan dilamar oleh seseorang.Sebetulnya Nesta merasa tidak perlu restunya. Hanya saja, sebagai anak yang diasuh sejak umur dua tahun--meskipun tanpa kasih sayang--tetap saja dia harus menghormati ibunya.Sarwani ayahnya Nesta hanya bisa menghela napas berat,Ningsih sambil membereskan baju-baju, yang baru saja disetrika lanjut mengomel."Kamu itu belum bisa belum bisa nyenengin keluarga. Ibu sama bapak masih susah, makan aja kembang kempis. Adik

  • Warning: Bos Galak!   56. Panggilan Sayang

    Malam-malam Viano Kirim pesan ke Nesta. Menyuruh gadis itu keluar keluar dari kamar kosnya.Nesta sampai berjengit, tumben-tumbenan Viano datang menemuinya. Penasaran. Yang paling penting dari itu semua adalah Nesta bisa melihat wajahnya Viano lagi setelah beberapa jam terpisah.Buru-buru pakai sandal, dia keluar untuk menemui Viano.Aduhai, makin tampan saja dia. Makin kesengsem Nesta. Kemeja hitamnya digulung sedikit, tangannya dilipat di dada, bersandar di mobilnya."Lama amat!" protes Viano ketika dia melihat Nesta.Lama dari Hongkong!Jelas-jelas begitu baca pesannya, Nesta langsung buru-buru datang."Bilang aja, Bapak enggak sabar mau ketemu saya.:"Idih, kepedean!" Viano bergidik.Nesta tingak-tinguk. Tadinya dia kira Viano menyuruh keluar sebab ada pekerjaan yang mau dikasih atau mau titip Raja karena ada kesibukan lainnya.Tidak ada Raja dan dia kelihatannya santai-santai saja.Detik selanjutnya, Viano membuka pintu mobil. Sebentar dia mengambil sesuatu yang ada di dalam."Am

DMCA.com Protection Status