Share

Bab 103. Karim.

Author: Kencana Ungu
last update Last Updated: 2024-11-21 23:16:12

“Joko, ayo, cepetan kamu makannya! Aku sudah tidak betah lama-lama di sini!” ajak Maya pada Joko untuk segera kembali di toko ke dua kami.

"Sombong banget kamu, kalau kamu enggak betah di sini boleh kamu pergi dari sini! Enggak usah kerja lagi di sini. Astagfirullah ada ya manusia seperti kamu, Maya. Sekali lagi kamu berani macam-macam denganku, maka tidak ada toleransi apa pun lagi untukmu. Kamu, kupecat, paham kamu?!" bentakku pada Maya. Aku sudah benar-benar hilang kesabaran untuk menghadapi sikapnya yang absurd itu.

“Bu—kan begitu maksudnya. Bukan enggak betah di sini. Maksudnya aku ingin cepat-cepat sampai ke toko aku ingin cepat-cepat istirahat,” jawab Maya terbata-bata.

“Aku tidak pernah percaya lagi padamu, Maya. Jadi, apa pun yang kamu katakan masuk kuping kananku dan keluar kuping kiriku. Ingat, ya, sekali lagi kamu ngomong macam-macam di sini, maka tidak segan-segan akan memecat, camkan itu!”

Maya mengangguk ketakutan lalu melirik pada Mas Danu kemudian dia duduk ber
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.   Bab 104. Rayuan Danu.

    Kenapa mereka menertawakanku, harusnya mereka mendukungku. Untung saja aku ini baik hati kalau tidak sudah pastikan mereka akan kupotong gajinya.“Sudah jangan malu-malu begitu aku saja tahu kalau kamu itu takut kehilanganku, Dik. Sama seperti aku yang takut akan kehilangan kamu. Pokoknya cintaku padamu, Nyai, tak akan pernah luntur seperti sabun mandi. Cintaku kepadamu, Nyai, akan abadi sampai ke surganya nanti. Itulah doa-doa yang selalu aku panjatkan di setiap sujudku."Lagi-lagi mendengar pernyataan Mas Danu justru ketiga temannya itu makin tertawa terbahak-bahak dan juga mengaminkan ucapan Mas Danu. Aku sebenarnya tersanjung, tapi juga malu. Mas Danu merayuku di depan orang lain tentu saja ini membuatku semakin salah tingkah.“Danu, agaknya aku harus berguru sama kamu ini agar aku bisa merayu istriku di rumah. Biar istriku itu makin cinta juga padaku,” ucap Joko.“Loh, kenapa musti belajar padaku? Aku saja belajar pada Karim, tadi itu. Karim saja bisa merayu Maya yang notabene b

    Last Updated : 2024-11-21
  • Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.   Bab 105. Meringankan beban orang lain=investasi kebaikan untuk diri sendiri.

    Aku dan Mas Danu kembali tertawa terbahak-bahak karena ceritaku yang lucu. Sampai keluar air mata.“Terus gimana nasibnya Mbak Novi dan mobilnya, Dik?” tanya Mas Danu.“Mungkin pada akhirnya berhasil. Karena tadi aku tidak melihatnya sampai selesai. Aku hanya melihat sebentar sekali langsung pulang karena tadi Mamah Atik dan Novi sempat adu mulut sebentar.”“Semoga saja bisa diambil mobilnya karena sayang sekali itu kan, mobil baru kalau lecet sana-sini biaya perawatannya sangat mahal.”“Kalau mobil begitu biasanya kan, ada asuransinya, Mas. Jugaan masih masa garansi jadi aman-aman saja.”“Aamiin ... semoga saja begitu soalnya kasihan Mbak Novinya takutnya nanti pas suaminya pulang tiba-tiba tidak terima kalau mobil barunya nyungsep di got kan, yang ada malah mereka perang mulut.“Iya, semoga saja, begitu. Tadi itu pas kami pulang dari lihat mobil Novi yang kecemplung got, Mbak Asih sedang video call dengan Mas Roni. Mamah Atik sampai kesal jadinya aku tadi matiin Wi-Fi-nya. Aku

    Last Updated : 2024-11-21
  • Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.   Bab 106. Selfi Maya.

    “Terus sekarang, Mbak Ning masih di rumah Mas, dia bilang padaku untuk menyampaikan salamnya padamu. Katanya MBak Ning pulangnya nanti nungguin kamu kalau sudah ada di rumah.”“Bagus itu. Alhamdulillah ... kalau Mbak Ning begitu semoga selamanya dia akan bersikap begitu kepada kita,” jawab Mas Danu dengan sungguh-sungguh mencerminkan bahwa dia adalah benar-benar orang baik yang tidak meminta apa pun pada orang lain.“Sebenarnya bukan hanya itu Mas, tapi ada sesuatu. Ada udang dibalik rempeyek itulah pepatah yang tepat untuk menggambarkan Mbak Ning.“Emang kenapa Mbak Ning, kok, ada udang dibalik rempeyek segala. Enak loh, Dik.”“Mas, jangan bercanda terus ini aku lagi serius rajukku.”“Ya, sudah, Mas, tidak bercanda. Ada apa dengan Mbak Ning. Coba ceritakan secara beruntun biar Mas ini tidak penasaran dan juga tidak suuzon pada dia.”“Mbak Ning, minta uang sangu padamu untuk anak-anaknya makanya dia rela pulang malam demi menunggu kedatangan kamu.”“Oh, kalau hanya itu Mas bisa kab

    Last Updated : 2024-11-22
  • Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.   Bab 107. Berkunjung.

    "Ada apa nih, Dik, kenapa kelihatannya bete begitu?” tegur Mas Danu.“Bete, Mas. Jengah dengan kelakuan Maya. Lihat saja ini Maya, dia foto-foto pakai HP kamu, ada banyak sekali dengan berbagai gaya mana belahan dadanya rendah sampai kelihatan itu auratnya,” jawabku kesal seraya aku sodorkan HP Mas Danu“Aku tidak mau melihatnya, Dik, cepat hapus aja. Bukankah melihat aurat orang lain dengan disengaja itu adalah dosa? Apakah kamu mau suamimu ini terjerumus dalam dosa?” jawaban Mas Danu.Aku tersenyum lebar mendengarkan jawaban Mas Danu. Alhamdulillah puji syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang telah memberikan aku suami yang begitu baik. Semoga saja selamanya Mas Danu akan bersikap seperti ini.“Halah yang benar enggak mau lihat HPmu?” Ledekku pada Mas da Danu, meski sebenarnya hatiku kesal sekali.“Beneran. Apaan sih, Dik? Malah menggoda begitu sudah buruan hapus sebelum setan mempengaruhi pikiranku,” jawab Mas Danu lagi.Sekarang aku hapus semua foto yang ada di HP Mas Danu

    Last Updated : 2024-11-22
  • Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.   Bab 108. Kejadian di rumah Maya.

    Adiknya Maya seorang tuna wicara aku paham betul bagaimana seorang tuna wicara itu berteriak. Suaranya seperti mulut kita di bekap oleh orang lain, begitulah teriakannya.Takut terjadi sesuatu pada adiknya Maya, aku putuskan untuk masuk ke dalam. Lewat pintu depan dikunci, jadi aku mutar ke belakang untung saja pintu belakang sedikit terbuka.Pintu yang terbuat dari anyaman bambu itu segera aku geser untuk memberi ruang padaku masuk ke dalam.Aku lihat di sekeliling tidak ada siapa pun. Lalu suara tadi dari mana? Aku memutuskan untuk pergi lagi, tapi baru saja melangkahkan kaki beberapa langkah adiknya Maya berteriak lagi.Aku bergegas menuju kamar. Astagfirullah pemandangan yang sangat menjijikkan terjadi pada adiknya Maya. Dia sedang dipaksa oleh seseorang untuk melayani hawa nafsunya.Begitu melihat kedatanganku orang itu kaget lalu memakai celananya dan berusaha kabur. Orang itu berusaha untuk memukulku, tapi aku lebih gesit menghindar dan mengambil ganjalan pintu yang terbuat

    Last Updated : 2024-11-22
  • Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.   Bab. 109 Tak terima.

    Aku segera menghubungi Mas Danu. Aku mungkin akan pulang terlambat karena ada masalah di sini. Aku jelaskan juga kepada Mas Danu bahwa masalahnya bukan sesuatu yang menimpaku, tapi menimpa keluarga Maya.Perwakilan warga memanggilku dan juga adiknya Maya untuk segera datang ke tempat Pak RT.Adiknya Maya memelukku erat sekali dan dia mengucapkan terima kasih karena aku sudah menolongnya. Ya, Allah ... ternyata firasatku mengatakan benar bahwa keinginanku untuk datang ke rumahnya Maya adalah sesuatu yang tepat jika aku tidak datang ke sini pasti kejahatan itu belum terungkap.Aku mengangguk mengiyakan ucapan adiknya Maya, meski aku tidak paham apa yang dikatakan adiknya Maya, tapi aku tahu bahwa dia mengucapkan terima kasih kepadaku.Air matanya terus mengalir tidak mau berhenti luka batin yang diderita adik Maya sungguh-sungguh ikut menggoreskan luka pada siapa pun yang mengenalnya.Tujuanku datang ke sini untuk memberi tahu kelakuan Maya kepada ibunya justru dihadapkan dengan fakta l

    Last Updated : 2024-11-24
  • Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.   Bab 110. Nasib adik Maya.

    "Bukti sudah ada, kamu tidak bisa mengelak lagi. Biarkan nanti polisi yang memeriksanya.”“Apa Polisi? Tidak! Aku tidak mau anakku dipenjara. Anakku tidak bersalah ini pasti si, perempuan bisu itu yang sudah menjebak anakku!”“Pak RT, kita cari jalan damai saja jangan penjarakan anakku. Kalau terbukti bersalah aku siap menikahkan anakku dengan perempuan itu,” jawab laki-laki yang ada di samping Rizal, sudah aku pastikan itu adalah bapaknya.Aku memberitahu Nok dengan bahasa isyarat yang aku tahu. Nok, menggeleng kemudian dia menangis lagi berteriak-teriak tidak mau dinikahkan dengan Rizal.“Aku, sebagai Budenya Nok, tidak akan pernah sudi menikahkan Nok dengan laki-laki seperti Rijal. Biarkan saja dia membusuk di penjara!”“Iya, betul sekali itu! Memang harus dipenjara. Penjahat kelamin seperti dia tidak akan pernah berubah kalau tidak mendapat hukuman yang berat. Karena yang menjadi tersangkanya tidak bisa menjamin di kemudian hari bahwa dia tidak akan melakukan kejahatan yang sama k

    Last Updated : 2024-11-24
  • Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.   Bab 111. Yakin tak bersalah.

    Aku mengakhiri panggilan telepon dengan Mas Danu dan kembali fokus pada sidang yang sebentar lagi akan digelar.Azan asar berkumandang, jadi kami memutuskan untuk salat asar dulu setelah itu barulah dilakukan persidangan.Beberapa polisi sudah datang ke sini dan menjaga ketat agar Rizal tidak dibawa pulang oleh kedua orang tuanya.Pengecut sekali sejak tadi hanya diam saja menunduk tidak berani mengangkat wajahnya. Sedangkan untuk Nok, sudah sedikit tenang karena budenya dari tadi mencoba menenangkan Nok.Aku meminta izin kepada Bu RT sebentar untuk melaksanakan salat asar.Bu RT memberikan tempat kepada kami jadi aku dan bapak-bapak ibu-ibu di sini segera melaksanakan salat asar terlebih dahulu.“Kita salat dulu, ya, Nok, kita serahin semuanya pada Allah, Nok. Mengadulah kepada Allah nanti Allah akan menolong. Ayo salat dulu, Bude bantu!” ajak Budenya pada Nok.Nok mengangguk lalu secara bersama-sama kami masuk ke dalam untuk mengambil wudu dan salat asar. Bergantian mukena. Sedang

    Last Updated : 2024-11-25

Latest chapter

  • Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.   Bab 237. Ending.

    Wak Tono melotot begitu juga dengan istrinya. Pasti mereka benar-benar tidak menyangka bahwa aku akan nekat seperti ini mempolisikan mereka berdua.“Sabar Ita, sabar dulu. Kita dengarkan dulu penjelasan Wak Tono. Barangkali itu memang bukan barang milik Wak Tono atau mungkin memang punya dia, tapi tidak untuk dipakai mencelakai kamu ataupun Danu,” bela Mbak Ning.“Kalau tidak tahu apa-apa enggak usah banyak komentar Mbak. Lama-lama mulut Mbak Ning, aku sumpel pakai paku ini. Aku tidak butuh saran dari Mbak Ning dan Mbak Ning tidak usah mencampur urusan rumah tanggaku. Aku sudah benar-benar kesal dan batas ambang sabarku sudah habis, Mbak! Pokoknya aku mau kita selesaikan ini secara hukum. Wak Tono dan istrinya harus benar-benar dihukum dengan setimpal karena ini membahayakan nyawa orang lain,” tegasku. Mbak Ning diam saja mungkin dia takut akan aku masukkan ke penjara juga jika membantah ucapanku.“Benar sekali apa yang dikatakan oleh Ita. Baik Wak Tono maupun istrinya harus kita pro

  • Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.   Bab 236. Terungkap.

    "Hentikan! Tolong hentikan dan jangan kamu pukuli suamiku!” sela istri Wak Tono seraya memukul-mukul punggung Mas Danu. Aku yang geram pun langsung mendorong tubuh tua istri Wak Tono hingga dia tersungkur tepat di bawah kaki suaminya.“Jahat! Kalian jahat!” teriak istri Wak Tono lagi dan berusaha bangun untuk menyerangku. Badannya yang gemuk membuatnya susah untuk leluasa bergerak sedangkan wajah Wak Tono sudah babak belur. Wak Tono diseret oleh Pak RT dan beberapa warga ke rumah kami.Istri Wak Tono terus saja meraung-raung menangisi suaminya. Semua saudara-saudara yang sudah terlelap tidur pun terpaksa bangun untuk melihat apa yang terjadi di sini, bahkan ibu mertuaku dan Mbak Lili yang berada di rumahnya pun tergopoh-gopoh menghampiri kami.“Ada apa ini, Ita? Kenapa istrinya Wak Tono menangis begitu?” tanya ibuku.“Mereka itu penjahat, Bu! Ternyata yang meneror keluarga kita selama ini adalah Wak Tono dan juga istrinya. Itu sebabnya istrinya Wak Tono menangis karena Wak Tono sudah

  • Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.   Bab 235. Tak salah.

    Aku bergegas keluar. Tak pedulikan panggilan Mamah Atik dan juga Ibuku. Rupanya mereka juga belum tidur. Mungkin sedang menyusun rencana untuk acara besok. Sedangkan Dina tadi tidak aku memperbolehkan ikut karena dia harus tetap tinggal di kamar untuk menjaga anak-anak.Teras depan langsung sepi sepertinya bapak-bapak yang ikut mengobrol tadi langsung menuju ke samping kamarku. Ya, Allah aku deg-degan sekali. Takut sesuatu terjadi pada Mas Danu karena dia jalannya saja susah agak pincang kalau dia berduel dengan orang yang mengetuk jendelaku tentu saja dia kalah.Aku yakin sekali bahwa itu adalah manusia, kalau hantu tentu saja tidak akan seperti itu. Mana bisa hantu melakukan hal-hal yang bisa dilakukan oleh manusia. Walaupun ada itu hanya dalam cerita saja.“Wak, kenapa di luar begini? Apa Wak dengar keributan juga?” tanyaku pada istri Wak Tono, tapi istri Wak Tono diam saja justru jalannya terburu-buru menghampiri kerumunan. Rupanya dia pun penasaran sama sepertiku.Memang sih,

  • Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.   Bab 234. Tertangkap.

    “Iya, Din, Betul kata kamu. Makanya tadi pas Mbak ke sana, ya, hanya ngasih saran sekedarnya saja. Sepertinya juga Mas Roni tadi ketakutan karena aku ancam akan kupolisikan kalau masih memaksa Mbak Asih dengan kekerasan.”“Ya, Allah ngeri banget, sih! Mas Roni benar-benar nekat!” ujar Dina.“Ya, begitulah kalau orang sudah nekat pasti segala cara akan dilakukan. Sebentar, ya, Din, aku mau WA Mas Danu dulu. Tadi mau manggil dia enggak enak karena sedang ngobrol sama Pak RT dan juga bapakku.”[Mas, ada yang ketuk-ketuk jendela kamar kita. Sewaktu Dina berniat untuk melihatnya, tapi tidak ada siapa-siapa. Tolong Mas Danu awasi barangkali setelah ini akan ada ketukan selanjutnya.] terkirim dan langsung dibaca oleh Mas Danu.[Iya, Sayang! Ini Mas juga sambil ngawasin saudara-saudara kita. Karena tadi Mas seperti melihat bayangan hitam menyelinap. Mas pikir hanya halusinasi saja.][Iya, Mas. Sepertinya yang meneror keluarga kita mulai beraksi lagi, setelah tiga hari kemarin dia tidak mela

  • Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.   Bab 233. Beraksi lagi.

    "Mbak, Mbak, itu apa seperti bayangan hitam?” tanyaku pada Mbak Mala. Dia justru memegang lenganku dengan erat. Mbak Mala ketakutan.“Duh, apa, ya, aku pun tidak tahu Ita? Aku takut. Ayo, ah, kita masuk rumah saja!” ajak Mbak Mala seraya menyeret lenganku untuk segera masuk ke dalam rumah.“Itu manusia loh, bukan hantu. Kakinya saja tadi napak tanah, tapi dia tidak melihat kita. Mungkin dia terburu-buru. Ayo, Mbak, kita, intip!” ajakku pada Mbak Mala.“Enggak maulah, Ta, aku takut!” tolak Mbak Mala kemudian dia buru-buru menutup pintu aku pun mengekorinya.“Tuh, kan, Ta, semuanya sudah tidur hanya para bapak-bapak saja itu di depan yang sedang main gaple. Ayolah, kita tidur juga biar besok bisa bangun pagi! Mungkin tadi itu beneran hantu tahu, Ta. Kita sih, malam-malam kelayapan,” ucap Mbak Mala. Lucu sekali ekspresinya dia. Mbak Mala menunjukkan bahwa dia benar-benar ketakutan.“Iya, Mbak Mala tidur sana. Terima kasih infonya nanti kalau misalnya beneran ada apa-apa kita selidiki b

  • Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.   Bab 232. Bayangan hitam.

    “Mbak Asih, kamu tidak apa-apa, Mbak? Bagaimana perutmu apa sakit? tanyaku khawatir pada Mbak Asih. Mbak Asih hanya menggeleng saja mulutnya terus saja beristighfar. Kasihan sekali. Aku tidak tega melihat dia begini.“Ayo, Ibu, Mbak Lili, Mbak Mala sudah jangan hiraukan Mas Roni dulu. Kita tolong Mbak Asih. Kasihan dia sedang hamil pasti perutnya sakit karena tersungkur begini. Ini pasti Mas Roni kan, yang sudah mendorong Mbak Asih,” kataku lagi. Mereka bertiga bergegas menghampiri untuk membantu Mbak Asih berdiri dan pindah duduk ke sofa.“Iya, benar sekali ini ulah si Roni laknat itu! Padahal Asih sudah menolaknya berkali-kali ini tetap saja si Roni memaksanya untuk kembali. Asih tidak mau lalu si Roni mendorong Asih. Dia itu tidak punya otak dan pikiran padahal Asih sedang hamil besar. Ibu benar-benar benci pada dia. Kalau bisa jebloskan saja Roni ke penjara!” ucap ibu.“Mana bisa begitu, Bu, kalian tidak berhak mengatur hidupku dan juga Asih. Aku ini masih suami sahnya Asih, ja

  • Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.   Bab 231. Datang lagi.

    Aku mengikuti Mbak Mala ke luar rumah dan terpaksa meninggalkan piring makan malamku. Untungnya tinggal sedikit lagi. Gampanglah nanti bisa aku habiskan.Malam ini rembulan memang bersinar terang sekali sepertinya memang hari ini tanggal 15, jadi bulan purnama bertengger cantik di langit malam.Sejujurnya memang dari awal Wak Tono datang ke rumah aku sudah sedikit tidak sreg dengan segala tingkah lakunya. Seperti ucapannya yang terkesan selalu ketus, selalu menyudutkanku dan Mas Danu dan juga seperti mengawasi keadaan rumahku.“Mbak Mala apa beneran tadi Wak Tono ke sini?” tanyaku pada Mbak Mala, dia hanya mengangguk dan terus menggandeng tanganku.“Iya, Ita. Tadi aku lihat Wak Tono tlewat sini terus ke arah sana, ke pohon jeruk kamu dan membakar sesuatu seperti yang aku jelaskan tadi,” jawab Mbak Mala.“Baiklah kalau gitu, ayo kita cek ke sana!” Kami berdua gegas mengecek pohon jeruk yang dimaksud oleh Mbak Mala. Aku menggunakan senter HP untuk lebih menerangi jalanan kami karena me

  • Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.   Bab 230. Wak Tono.

    "Ya, Allah ... sungguh mulia hatimu, Dina. Bapak jadi malu karena tidak bisa mengontrol emosi. Bapak begitu mendengar kabar dari Danu bahwa Wira besok akan menikah sungguh Bapak benar-benar malu. Maafkan kekhilafan Bapak Dina,” ucap bapak dengan tulus.“Iya, Pak. Aku memaafkan semua orang-orang yang menyakitiku karena aku merasa lebih tenang dan damai jika aku berbuat demikian. Sudahlah lebih baik kita jangan bahas Mas Wira lagi nanti selera makanku jadi turun kasihan kan, cucu Bapak dan Ibu, jadi asinya nanti enggak berkualitas kalau aku makannya tidak banyak.”“Iya, iya, betul. Benar apa yang kamu bilang, ya, sudah Bapak kembali ke depan untuk menemui Danu. Kamu tetap di sini dengan ibu dan juga kakak-kakakmu. Terima kasih sudah menjadi menantu Bapak yang baik hati. Terima kasih Dina,” ucap bapak lagi sebelum pergi meninggalkan kamar ini. Matanya berkaca-kaca, tangannya mengelus pundak Dina.Aku tahu Dina pun menahan gejolak yang ada di hatinya itu terbukti dari tatapan Dina yang s

  • Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.   Bab 229. Tegarnya hati.

    "Ya, Allah, Dina! Kamu yang sabar, ya, sayang? Di sini ada Bulek yang akan selalu membelamu. Apa pun yang terjadi Bulek akan menjadi garda terdepan untuk kamu. Apalagi hanya laki-laki pecundang macam Wira. Bulek akan polisikan dia, sampai bertekuk lutut padamu. Memang Tuhan itu menunjukkan siapa sebenarnya suamimu itu, Dina. Di saat kamu berhijrah ke jalan Allah menjalani hidup menjadi lebih baik justru suamimu perbuatannya makin tidak terkendali. Makin bobrok sehingga melupakan anak istrinya. Tenanglah Dina. Jangan kamu tangisi laki-laki seperti itu. Jangan pernah kamu bersedih karena ulahnya. Allah sudah merencanakan masa depanmu yang jauh lebih indah dari pada ini. Bulek yakin suatu hari nanti kamu akan mendapatkan jodoh yang lebih baik dari Wira. Kamu masih muda, cantik, saleha pasti banyak laki-laki yang jauh di atas Wira yang mau dengan kamu. Percayalah pada Bulekmu ini Dina, kesedihan kamu kesedihan Bulek juga. Sakitmu sakitnya Bulek juga," ucap Mamah Atik seraya memeluk Din

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status