The Unwanted Luna Revenge

The Unwanted Luna Revenge

last updateLast Updated : 2025-03-19
By:  Lady SuperbOngoing
Language: English
goodnovel18goodnovel
10
1 rating. 1 review
55Chapters
2.3Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Tragedy struck after Mila found her mate. One moment, she was happy, but then everything suddenly changed when her father was falsely accused and killed. Her mate rejected her and she was reduced to an Omega overnight by her mate's father, who is the Alpha of the pack. In her quest to investigate and clear her father's name, Mila was caught and banished from the pack. Now a rogue,she was attacked and left in the forest, almost dead, but was captured by a rival pack. But what she did not expect was to be given a second chance mate by the moon goddess. However,her second chance mate is unwilling to take her as his mate and Luna. “Will Mila find love again, or get rejected?” Find out more in this gripping story of "The Unwanted Luna Revenge."

View More

Chapter 1

CHAPTER 1

Suasana di seluruh ruangan mendadak hening. Semua orang terpaku di tempat, lalu menatap ke barisan paling depan dengan tidak percaya.

Pembawa acara mendesak dengan wajah penuh senyum, "Pak Revan, Bu Patricia, silakan naik ke atas panggung untuk menerima penghargaan. Kasih sayang kalian yang begitu besar memang pantas mendapatkan penghargaan ini."

Begitu ucapan itu selesai, terdengar suara bisikan dari berbagai penjuru.

"Ternyata Keluarga Sudibio? Aku nggak menyangka mereka akan begitu dermawan."

"Bukannya Bu Patricia biasanya paling percaya pada reinkarnasi? Dia malah tega mendonorkan organ anaknya sendiri?"

Setiap bisikan itu terdengar begitu menusuk bagi Patricia. Ekspresi lembut di wajahnya perlahan menghilang. Wajahnya kelihatan pucat dan gusar. Dia hampir saja jatuh pingsan. Dia mencengkeram lengan Revan erat-erat dan berkata dengan suara bergetar, "Mereka ... apa maksudnya?"

"Anakku jelas-jelas masih hidup dengan baik. Kenapa mereka malah mengutuk anakku!"

Raut wajah putra sulung Keluarga Sudibio, Henry Sudibio, langsung menjadi muram. Tatapan tajamnya menyapu ke arah pembawa acara. Suaranya terdengar dingin dan tegas. "Kenapa kamu malah omong kosong. Nggak ada satu pun anggota Keluarga Sudibio yang meninggal!"

Tubuh Revan bahkan memancarkan tekanan yang begitu kuat. "Hmph. Pikirkan baik-baik sebelum bicara."

Pembawa acara itu ketakutan hingga mundur setengah langkah. Dia buru-buru menundukkan kepala dan mengeluarkan dokumen yang ada di tangannya. Dia memeriksanya sampai tiga atau empat kali. Keringat dingin mulai membasahi dahinya.

Setelah beberapa saat, pembawa acara baru membuka suara dengan ragu-ragu, "Pak Revan, Bu Patricia, nama pendonor yang tertera di dalam dokumen ini … memang adalah putri kalian."

"Diam!" jerit Patricia. Matanya sudah memerah.

"Jelas-jelas Lucia sedang liburan setelah lulus kuliah di luar negeri. Beberapa hari lalu, dia bahkan masih mengirimiku foto. Mana mungkin ...."

Henry segera menahan tangan ibunya dan menenangkannya dengan suara rendah, "Ibu, jangan panik." Kemudian, dia menoleh kepada pembawa acara dengan menunjukkan sorot mata suram. "Aku akan memberimu kesempatan terakhir. Katakan yang sebenarnya kepadaku."

Patricia menyela dengan suara terisak-isak, "Henry, cepat telepon adikmu. Jangan-jangan memang sudah terjadi sesuatu dengannya."

Henry segera melakukan panggilan video.

Tuut, tuut, tuut.

Satu dering, dua dering, tiga dering.

Tidak ada yang mengangkatnya.

Perasaan beberapa orang itu perlahan menjadi berat.

Wajah Patricia pucat pasi. Dia menatap layar ponsel lekat-lekat, bibirnya gemetar hingga tidak mampu berbicara sama sekali.

Revan juga sudah tidak bisa duduk tenang. Tubuhnya sedikit condong ke depan. Jakunnya bergerak naik turun.

Tiba-tiba, panggilan itu masuk kembali. Henry langsung mengangkatnya. "Lucia!"

Layar ponsel menyala dan menampilkan wajah mungil dan cantik. Lucia mengucek matanya. Rambutnya kelihatan berantakan, jelas baru saja terbangun karena suara dering ponsel. Dia berkata dengan suara masih mengantuk, "Kak, kenapa meneleponku tengah malam begini? Apa Kakak lupa kita beda zona waktu?"

Patricia langsung merebut ponsel itu dan bertanya dengan cemas, "Lucia, kamu nggak kenapa-kenapa, ‘kan?"

"Ibu?" Lucia tertegun sejenak, lalu tersenyum. "Aku sedang liburan di luar. Memangnya aku kenapa? Sudah kubilang, kalian nggak usah khawatir. Aku juga sudah dewasa!"

Air mata Patricia langsung mengalir. Dia menangis dan tersenyum.

Revan menghela napas panjang, lalu menyandarkan tubuhnya kembali ke sandaran kursi.

Henry mengambil ponselnya kembali, kemudian mengingatkan dengan penuh sabar. Setelah itu, panggilan baru diakhiri.

Henry menoleh melihat ke arah pembawa acara dengan tatapan dingin. "Apa kamu sudah lihat? Adikku masih hidup. Kamu malah mengutuk adikku seperti itu. Kamu harus memberikan penjelasan kepada Keluarga Sudibio!"

Suasana di dalam acara menjadi memanas.

Ketika pembawa acara tidak tahu harus berbuat apa, salah satu anak perempuan yang usianya sedikit lebih besar di atas panggung mengangkat tangannya dengan ragu-ragu. "Bukan kakak yang itu."

Semua orang langsung menoleh kepadanya.

Anak perempuan itu menggigit bibirnya dan berkata pelan, "Ayah pernah memperlihatkanku foto kakak perempuan yang sudah menyelamatkanku."

"Namanya Adeline."

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

reviews

Lilian Manasseh
Lilian Manasseh
I love the storyline
2024-11-15 23:23:54
0
0
55 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status