Home / Romansa / Terpaksa Mengandung Bayi Sang Cassanova / 62). Penyesalan Ganesh dan Amarah Zerga

Share

62). Penyesalan Ganesh dan Amarah Zerga

Author: Cacavip
last update Last Updated: 2024-10-26 11:00:05

***

"Dokter, gimana keadaan Dayana? Dia sama anaknya baik-baik aja, kan?"

Melihat dokter yang menangani Dayana, keluar, Ganesh beranjak spontan. Tidak bisa tenang, sejak Dayana berada di ruang penanganan, hatinya gelisah.

Takut terjadi sesuatu pada Dayana mau pun anak di kandungannya, Ganesh merasa bersalah sekaligus marah pada diri sendiri. Merutuk tingkahnya yang kurang bijak, dia berjanji untuk menghukum dirinya jika Dayana kenapa-kenapa.

"Mas, saudaranya yang waktu itu ya?" tanya Dokter.

"Iya, saya saudaranya."

"Begini, Mas, kondisi kandungan Mbak Dayana untuk saat ini baik, karena kram yang dia alami tidak sampai menyebabkan pendarahan. Namun, jika hal ini terjadi berulang, akan sangat bahaya untuk janin dan ibunya. Jadi saya minta tolong dengan sangat, Mbak Dayananya jangan dibuat stress. Kasihan dia kalau harus terus kesakitan seperti ini. Selain itu, perkembangan bayinya juga bisa terganggu kalau Mbak Dayana stress."

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP
Comments (16)
goodnovel comment avatar
Srie Rahayu
kok aku nggak yakin ya kalo si opa kukubima mau batalin rencana yang diusulkan ganesh...
goodnovel comment avatar
Wineu Widiawati
ciiut kan lu Ganesh liat abang zerga semarah itu untung bisa tahan gak di tonjok, apalagi kalau zerga tau kamu sempet mau sekongkol sama si aki" tua kukubima bisa makin murka tuh abang kamu
goodnovel comment avatar
Wineu Widiawati
nah gitu Ganesh kalau kamu gak mau dayana kenapa" kamu gak usah nekad berbuat macam "
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Terpaksa Mengandung Bayi Sang Cassanova   63). Dayana Mengkhawatirkan Ganesh

    ***Malam datang, Dayana sudah kembali beristirahat di kamarnya. Dilarang untuk banyak bergerak, kecuali pergi ke kamar mandi, sejak kepulangannya sore tadi, Dayana hanya bisa duduk di kasur.Tak melulu sendirian, Dayana sempat ditemani Athaya, lalu malam ini dia rencananya akan ditemani Zerga makan malam.Lantas ke mana Ganesh? Dayana tidak tahu, dan tidak mau peduli. Semenjak kejadian tadi, dia ingin fokus terhadap kandungannya, sehingga berinteraksi dengan Ganesh akan Dayana kurangi."Selamat malam, Bumil," sapa Zerga, yang akhirnya datang bersama salah satu art di rumah. "Makan malam sudah siap."Dayana tersenyum, lalu mengikuti ke mana langkah Zerga."Malam ini Ibu bikinin sayur asem biar segar katanya. Ada ikan asinnya juga, tapi kalau kamu enggak suka, bisa sama ayam goreng. Saya bawain dua macam.""Aku suka ikan asin, Kak, udah lama enggak makan.""Oh ya?""Iya," ucap Dayana. "Mau makan di sofa?""Iya, di sini aja, tapi kamu jangan bangun dulu. Biar saya gendong.""Kok digendo

    Last Updated : 2024-10-26
  • Terpaksa Mengandung Bayi Sang Cassanova   64). Drunk Text

    ***(Kqmuy dimnwa)(Kmw koq ninqalin akui)(Aquy squamg kqmu)(Mafinm akh ya).Dayana mengernyit dengan perasaan heran. Terbangun dari tidur karena rasa haus, dia iseng mengecek ponsel.Mendapati empat pesan masuk, Dayana membukanya dengan segera. Dia pikir chat yang diterima berisi pesan penting. Namun, ternyata ketika dibaca, Dayana bahkan tak mengerti tulisan apa yang diketik Ganesh—selaku si pengirim pesan."Ini Ganesh maksudnya apa sih?" tanya Dayana. "Ketikannya enggak jelas."Berusaha memahami pesan, kepala Dayana justru pusing. Namun, untuk kembali tidur tanpa menanggapi serius pesan dari Ganesh, dia tak bisa."Apa aku telepon aja ya buat tanya?" tanya Dayana. "Tapi ini chatnya hampir satu jam lalu. Ganesh mungkin udah tidur.""Ck, dia kenapa hobi banget ya bikin aku kepikiran? Ada aja gebrakannya."Selama beberapa menit, Dayana bergelut dengan pikirannya sendiri, hingga ponsel digenggaman yang tiba-tiba saja berdering, membuatnya tersentak."Eh, Kak Zerga?" tanya Dayana, sete

    Last Updated : 2024-10-26
  • Terpaksa Mengandung Bayi Sang Cassanova   65). Ganesh Anak Buangan

    ***Zerga berbohong pada Dayana. Tidak benar-benar di kamar, saat ini dia justru berada di perjalanan, dengan tujuan; apartemen tempat Ganesh berada.Tidak bisa diam saja mengetahui sang adik kembali mengkonsumsi alkohol, Zerga berniat untuk membawa Ganesh pulang.Tidak lama, perjalanan menuju apartemen cukup singkat karena jalanan malam hari yang lancar."Semoga enggak salah."Bermodalkan ingatannya yang tajam, Zerga menekan bel di samping pintu sebuah unit. Menunggu sang penghuni keluar, Zerga tak disambut siapa pun sehingga setelahnya tak sekali, Zerga menekan bel berkali-kali."Mana Ganesh?" tanya Zerga, pada seorang pria yang pada akhirnya keluar dari unit."Abangnya Ganesh?""Iya," jawab Zerga. "Mana dia?""Tidur, Bang," jawab pria di depan Ganesh. "Hangover dia, banyak minum.""Ck."Zerga berdecak, lalu tanpa permisi masuk ke apartemen. Di ruang tengah, dia mendapati para manusi

    Last Updated : 2024-10-27
  • Terpaksa Mengandung Bayi Sang Cassanova   66). Damai

    ***Mengetahui Dayana akan pindah ke apartemen, Ganesh merasa terbebani. Tidak bisa tenang, perasaan tak enak terus menyelimuti hatinya."Apa aku telepon Bang Zerga terus bujuk dia buat batalin niatnya pindahin Dayana ya?" tanya Ganesh. "Kalau memang alasan Dayana pindah, itu aku, biar aku aja yang pindah ke apartemen."Ganesh berucap demikian usai sarapan. Tidak ada siapa-siapa, sejak tadi dirinya sendiri. Athaya dan Roby berbelanja bulanan, sementara Dayana berada di kamar dan belum dia temui sekali."Iya kayanya, aku harus telepon Bang Zerga."Ganesh meninggalkan dapur. Pergi menuju kamar, dia mengambil ponsel lalu menghubungi sang abang. Menunggu panggilan dijawab, suara Zerga akhirnya terdengar."Halo.""Bang, lagi di mana?" tanya Ganesh. "Masih ketemu teman?""Ibu udah kasih tahu kamu?""Udah," jawab Ganesh. "Soal Dayana, kan?""Iya," jawab Zerga."Ibu ceritain semuanya pas aku bangun tidur," kata Ganesh. "Beliau bilang, hari ini abang absen dulu dari kantor buat cari apartemen.

    Last Updated : 2024-10-27
  • Terpaksa Mengandung Bayi Sang Cassanova   67). Bertemu Teman Lama

    *** "Kamu bodoh, Ganesh. Kamu terlalu ceroboh." Ganesh kembali menghardik dirinya sendiri. Pergi dari rumah untuk menemui Bima, kedatangannya tidak diterima. Jangankan menemui sang Opa, masuk ke pekarangan rumah saja dia tidak bisa, karena dua satpam tidak berani membukakan pintu gerbang. Katanya Bima memerintahkan keduanya untuk tak mengizinkan Ganesh masuk. Ganesh tak menyerah begitu saja. Dia mencoba menghubungi Bima. Namun, panggilannya ditolak sehingga dia pun akhirnya pergi. "Seharusnya kamu enggak asal nemuin Opa terus kasih ide itu," ucap Ganesh. "Susah sendiri, kan, sekarang hentiinnya? Kesenengan tuh kakek-kakek di kasih jalan." Hembusan napas kasar Ganesh, terdengar. Bersandar pada sandaran bangku yang dia duduki, bunyi klakson mobil membuatnya tersentak. Ganesh menyipit tatkala sebuah audi putih berhenti persis di belakang mobilnya. Tidak berselang lama, pintu terbuka lalu sang pengendara mobil pun turun. "Rillian," gumam Ganesh, pada gadis cantik yang kini memand

    Last Updated : 2024-10-27
  • Terpaksa Mengandung Bayi Sang Cassanova   68). Dayana Berbohong

    ***"Halo, Dayana. Ayo kita makan siang."Dayana tersenyum manis. Baru sampai di ruang makan, hari ini dia akan menikmati makan siang bersama yang lain.Awalnya—seperti biasa, Zerga berniat untuk membawakan makan siang miliknya ke kamar. Namun, karena bosan, Dayana meminta untuk bergabung, dan Zerga mengizinkan dengan syarat; Dayana harus digendong ketika menuruni tangga."Halo, Tante," sapa Dayana. "Maaf ya, enggak bisa bantu-bantu. Udah lama tinggal di sini, bisaku cuman minta makan aja.""Kamu bicara apa sih?" tanya Athaya. "Masak kan ada bibi. Lagian kamu juga lagi hamil. Jadi mana boleh capek-capek.""Betul itu," ucap Roby, yang sudah duduk di kursinya seperti biasa. "Lagian kamu tuh tamu sekaligus calon keluarga. Jadi enggak usahlah capek-capek."Dayana menarik dua sudut bibirnya sebagai respon. Sampai di meja makan, dia duduk di kursi yang disiapkan Zerga.Dipimpin Roby, doa sebelum makan dibacakan, hingga ketika makan siang hampir dimulai, Dayana bertanya,"Eh iya, enggak nung

    Last Updated : 2024-10-28
  • Terpaksa Mengandung Bayi Sang Cassanova   69). Dilema

    ***"Semuanya enggak seperti yang Kakak pikirkan."Dayana memberi pernyataan, usai Zerga menurunkannya di lantai dua. Ketahuan berbohong, sepanjang makan siang perasaannya tidak enak karena Zerga banyak diam.Entah marah atau apa, Dayana tidak bisa membaca ekspresi Zerga. Namun, yang jelas setelah terpergok mengobrol dengan Ganesh, Dayana belum menjelaskan apa pun, karena Zerga langsung memintanya kembali ke ruang makan."Memangnya menurut kamu saya memikirkan apa?" Zerga balik bertanya."Tentang Ganesh," jawab Dayana—menatap Zerga dengan perasaan takut. "Aku sama dia enggak macam-macam, cuman tadi tuh aku takut Tante Aya sama Om Oby berpikiran aneh, makanya bohong. Aku juga takut Kakak enggak nyaman."Zerga tidak langsung menimpali—membuat Dayana kembali bicara."Kakak boleh marah sama aku, karena aku sadar aku salah," ucap Dayana. "Cuman aku harap, Kakak enggak menyangka yang enggak-enggak, karena tadi tuh Ganesh cuman nanyain dessert apa yang aku mau.""Maksudanya dessert?" tanya Z

    Last Updated : 2024-10-28
  • Terpaksa Mengandung Bayi Sang Cassanova   70). Saling Mencaci

    ***Ganesh sampai di rumah persis setelah Zerga pergi ke kantor. Tidak pulang dengan tangan kosong, dia membawa dua paper bag dengan isi; sekotak kue sus lalu ice cake pesanan Dayana.Tidak bertemu siapa pun di lantai satu, Ganesh bergegas menuju kamar Dayana. Menyimpan dulu barang bawaan di lantai, dia mendaratkan ketukan seraya memanggil."Dayana?"Tidak ada jawaban, suasana setelahnya hening. Kembali mendaratkan ketukan lalu memanggil Dayana, sahutan akhirnya terdengar sebelum akhirnya pintu terbuka."Ganesh," panggil Dayana sambil menggosok sebelah mata."Eh, kamu lagi tidur?""Iya, cuman belum terlalu nyenyak," ucap Dayana. "Ada apa?""Kue sus sama ice cake buat kamu," ucap Ganesh sambil memberikan dua buah paper bag yang dia bawa. "Biar enggak meleleh, kamu bisa potong ice cakenya terus ambil bagian yang mau dimakan. Sisanya simpan di kulkas karena ice creamnya enggak akan kuat lama di suhu ruang.""Oh, oke, makasih banyak," ucap Dayana, seraya mengambil dua paper bag pemberian

    Last Updated : 2024-10-28

Latest chapter

  • Terpaksa Mengandung Bayi Sang Cassanova   155). Bersatunya Semua Cinta (Ending)

    *** Hari ini semuanya bahagia. Setelah Dayana resmi menjadi istri Ganesh, Rillian ikut mendapat kabar baik setelah tanpa diduga, Zerga tiba-tiba saja melamarnya. Pada Rillian, Zerga berkata jika dirinya sudah mantap untuk membangun hubungan serius bersama perrmpuan itu, sehingga sebelum Rilliian dilirik atau coba direbut pria lain, dengan segera dia mengikatnya. Tidak menjadi rahasia, kabar dilamarnya Rillian langsung sampai ke telinga semua orang sehingga kebahagiaan keluarga besar Roby dan Marcell menjadi dua kali lipat. "Makasih ya, Ga, udah ngelamar aku," ucap Rillian, yang siang ini menikmati semilir angin di rooftoop hotel. Sudah berganti baju, Rillian nampak cantik dengan gaun berwarna peach. Resepsi belum dimulai, dia dan Zerga memutuskan untuk bersantai setelah bersiap-siap, karena ketika pesta resepsi resmi digelar, keduanya mungkin akan sibuk. "Makasih juga karena udah bantu aku menyembuhkan hati," ucap Zerga. "Berkat kamu, aku bisa baik-baik aja kaya sekarang, dan aku

  • Terpaksa Mengandung Bayi Sang Cassanova   154). Hari Bahagia

    ***"Saya terima nikah dan kawinnya Dayana Mezzalura binti Yuda Andriawan, dengan mas kawin seratus lima puluh juta rupiah dibayar tunai!""Bagaimana saksi, sah?""Sah!""Sah!""Barakallah."Dipimpin penghulu yang pagi ini mendampingi Yuda untuk menikahkan Dayana dan Ganesh, doa dipanjatkan semua orang di dalam ballroom.Hari, minggu, bahkan bulan berganti, acara bahagia Dayana dan Ganesh akhirnya dilaksanakan di sebuah ballroom mewah hotel berbintang.Mengusung pesta dengan tema modern tanpa adat, Dayana tampil cantik dengan kebaya berwarna putih sementara Ganesh gagah dengan setelan jas.Dihadiri keluarga inti, akad nikah dilaksanakan pukul delapan pagi waktu setempat. Tidak langsung resepsi, acara akan dijeda setelah akad selama dua jam, sebelum kemudian dilanjutkan pukul sepuluh pagi.Tidak mengambil jam malam, resepsi sengaja digelar pukul sepuluh sampai tiga sore agar tidak mengganggu jam tidur baby Brian. Berusia dua bulan, bayi tersebut sangat menempel dengan Dayana sehingga k

  • Terpaksa Mengandung Bayi Sang Cassanova   153). Kondisi Pasca Insiden

    ***Mendengar kabar Rillian celaka, Zerga panik. Langsung pergi dari rumah perempuan itu, dia membawa mobilnya menuju rumah sakit.Mengemudi dengan kecepatan tinggi, Zerga ingin segera sampai untuk memastikan kondisi Rillian. Jika terjadi sesuatu pada perempuan itu, dia tidak akan memaafkan diri sendiri karena Rillian jatuh saat hendak turun untuk menunggu dirinya di lantai bawah.Entah bagaimana kronologi sampai Rillian bisa jatuh di tangga, satpam tidak melihat. Namun, katanya besar dugaan perempuan itu tersandung kaki sendiri."Rillian ...," gumam Zerga di sela kegiatannya mengemudikan mobil. "Semoga enggak ada hal serius, karena kalau sesuatu menimpa dia, aku enggak akan bisa maafin diriku sendiri."Zerga terus merafalkan doa sepanjang perjalanan. Sampai di rumah sakit, dia memarkirkan mobilnya secara asal sebelum kemudian berlari menuju IGD."Zerga," panggil Marcell yang barusaja keluar dari ruang penanganan. "Kamu ke sini karena dikasih tahu satpam ya?""Iya, Om. Mana Rilli?" ta

  • Terpaksa Mengandung Bayi Sang Cassanova   152). Kebesaran Hati Rillian

    ***"Kebahagiaan mereka lengkap."Zerga tersenyum tipis, sementara layar ponselnya menunjukan sebuah foto dari orang terdekatnya, yaitu; Ganesh dan Dayana.Di akun sosial medianya, Dayana mengunggah foto di depan sebuah mobil bersama Ganesh. Bukan mobil lama, yang difoto adalah mobil baru pemberian Ganesh untuk Dayana.Di caption, Dayana mengucapkan banyak terima kasih untuk Ganesh—membuat hati Zerga sedikit tergores. Meskipun sudah mengikhlaskan Dayana untuk Ganesh, hati kecil Zerga masih sering tersentil melihat kemesraan keduanya, karena jika tidak ada insiden, seharusnya dialah yang kini sedang menikmati kebersamaan dengan ibu kandung baby Brian tersebut."Semoga bahagia selalu, Dayana," ucap Zerga. "Kamu bahagia, saya ikut bahagia."Tidak mau terus terbawa suasana, Zerga hendak menyimpan ponselnya di meja nakas. Namun, sebuah dering yang tiba-tiba saja terdengar membuatnya batal melakukan hal tersebut.Mendapat panggilan dari Rillian, Zerga menjawab, "Halo, Ri.""Udah di rumah, G

  • Terpaksa Mengandung Bayi Sang Cassanova   151). Rencana Pernikahan

    ***Dua minggu menetap di inkubator, bayi mungil Dayana dan Ganesh akhirnya bisa dibawa pulang. Tidak dijemput oleh banyak orang, yang datang ke rumah sakit hanyalah Dayana dan Ganesh selaku orang tua Baby Brian.Bukan tidak ada yang mengantar, Athaya mau pun Roby sempat menawari ikut ke rumah sakit. Namun, karena merasa sanggup untuk membawa putra mereka berdua saja, para orang tua patuh untuk menunggu."Udah beres, Gan, administrasinya?" tanya Dayana, ketika Ganesh masuk ke dalam mobil."Udah," jawab Ganesh. "Sekarang kita tinggal pulang.""Oke deh.""Si ganteng tidur?" tanya Ganesh, sambil memandang sang putra yang kini berada di pangkuan Dayana."Tidur," ucap Dayana. "Barusan kan sempat rewel gitu, terus aku coba susuin. Eh, dia enggak bingung puting. Jadi keterusan sampai akhirnya tidur. Senang banget aku bisa nyusuin Brian secara langsung."Ganesh tersenyum. "Aku ikut senang dengarnya," ucapnya. "Sekarang mau langsung pulang apa ke mana dulu? Barangkali ada yang mau kamu beli."

  • Terpaksa Mengandung Bayi Sang Cassanova   150). Ganesh yang Resmi Menjadi Ayah

    ***Adiasta Ganesh resmi menjadi seorang ayah.Meskipun diawali tragedi, gelar tersebut berhasil dia sandang. Tanpa duka, Ganesh dan keluarga bisa sepenuhnya bahagia karena meskipun sempat mengalami penurunan kondisi, Dayana bisa bertahan.Dari ruang operasi, bayi laki-laki Dayana yang memiliki berat dua kilogram, dipindahkan ke ruang NICU untuk menjalani perawatan di sana, sementara Dayana? Perempuan itu dibawa menuju kamar rawat presiden suit.Keluar dengan kondisi yang tidak sadar, Dayana menyisakan rasa cemas di hati Ganesh, sampai akhirnya sekitar pukul lima sore, perempuan itu membuka mata."Ganesh ...."Dengan suara pelan, Dayana memanggil Ganesh yang terlelap persis di sampingnya. Tidak ada siapa pun, di kamar rawat hanya ada keduanya setelah beberapa waktu lalu Athaya dan Roby pamit untuk mengambil baju ganti di apartemen.Zerga? Pria itu juga pergi karena sebuah urusan, sehingga yang menjaga Dayana hanyalah Ganesh."Day, akhirnya kamu bangun," ucap Ganesh, dengan kondisi set

  • Terpaksa Mengandung Bayi Sang Cassanova   149). Kekhawatiran Ganesh

    ***Hari libur Ganesh yang semula tenang, seketika diselimuti kepanikan setelah kabar jatuhnya Dayana, disampaikan Mbak yang selama ini menemani perempuan itu.Lekas ke apartemen, Ganesh mendapati Dayana yang tengah merintih kesakitan, sementara cairan berwarna merah membasahi baju yang perempuan itu pakai.Berusaha tenang meskipun panik, Ganesh membawa Dayana ke rumah sakit terdekat. Mendapat penanganan di IGD, kini Dayana masih berada di dalam, sementara Ganesh menunggu dengan perasaan gelisah."Ya Tuhan, lindungi Dayana dan anakku," ucap Ganesh, penuh permohonan. "Aku tahu, aku bukan orang baik, tapi tolong selamatkan mereka karena aku akan hancur jika terjadi sesuatu pada Dayana mau pun anaknya."Tidak bersama Mbak, Ganesh sendirian di depan IGD. Belum mengabari siapa pun, dia berniat untuk menunggu dulu sampai tahu kondisi Dayana mau pun bayi yang dikandungnya."Keluarga pasien, atas nama Dayana?"Pintu IGD terbuka, Ganesh dengan segera beranjak. "Saya, Dokter," ucapnya. "Saya su

  • Terpaksa Mengandung Bayi Sang Cassanova   148). Ngidam Random Dayana

    *** Jika kebanyakan ibu hamil mengalami ngidam di trimester pertama kehamilan, maka Dayana berbeda. Lebih banyak tertekan ketika usia kandungannya masih di kisaran satu sampai dua bulan, perempuan itu sering ngidam di trimester ketiga kandungannya. Jika beberapa hari lalu dia mengidam nasi goreng yang dimasak oleh Bima, maka weekend ini keinginan Dayana berbeda lagi. "Bilang jangan ya ke Ganesh?" tanya Dayana, yang masih berbaring di tempat tidur, karena memang jarum jam pun baru sampai di angka tujuh pagi. "Kalau bilang, takut dia enggak ngabulin, tapi kalau enggak bilang, takut juga bayi aku ngeces. Bingung banget." Selama beberapa saat, Dayana sibuk menimang, hingga ketika keinginan di dalam hatinya semakin kuat, dia memberanikan diri untuk menghubungi kekasihnya itu. "Halo, Sayang, morning," sapa Ganesh hangat. "Ada apa?" "Kamu lagi apa?" tanya Dayana. "Aku masih di tempat tidur nih. Males banget mau bangun." "Enggak sakit, kan?" tanya Ganesh. "Aku kebetulan baru sele

  • Terpaksa Mengandung Bayi Sang Cassanova   147). Dua Bulan Berlalu

    ***Dua bulan berlalu, usia kandungan Dayana akhirnya sampai di minggu ke tiga puluh. Tidak ada kendala, kehamilan perempuan itu berjalan dengan lancar.Tidak ada masalah, kehidupan Dayana juga perlahan membaik. Selain bisa bersatu dengan Ganesh, hubungannya dengan Zerga berangsur membaik seiring berjalannya waktu."Ganesh mana ya? Janjinya jam setengah lima, tapi belum sampai juga," keluh Dayana, ketika sore ini dia menunggu Ganesh datang menjemput.Waktu pemeriksaan tiba, sore ini Dayana akan mengunjungi rumah sakit untuk check up. Tidak sendiri, dia selalu bersama Ganesh karena sebagai calon suami dan ayah yang baik, Ganesh katanya tidak mau melewatkan satu kali pun pemeriksaan Dayana."Duh, pegal."Bersandar dengan perut yang besar, Dayana dilanda pegal. Mengubah posisi menjadi sedikit menyamping, dia terus menunggu hingga setelah setengah jam terlambat, sosok yang ditunggu datang."Day," panggil Ganesh.Tidak perlu menekan bel, pria itu tahu password apartemen Dayana, sehingga s

DMCA.com Protection Status