Share

Bab 428

Penulis: Matahari
"A ... aku juga lihat."

"Benar, aku juga lihat Tuan Richard bersama Nona Celly di atas jembatan."

...

Tanpa menunggu jawaban Celine, semua orang sudah melihat Celine seakan-akan dia adalah pelaku yang mendorong Tuan Richard.

Lily dalam hati merasa senang.

Awalnya dia hanya berencana membunuh Tuan Richard agar tujuannya tercapai.

Namun, sekarang Tuan Richard belum tentu mati. Kalau bisa menuduh Celine yang mendorong Tuan Richard, maka dia untung besar.

Lily mengepal erat tangannya lalu menerjang ke arah Celine.

"Kamu pelakunya? Bisa-bisanya kamu! Kakek baik begitu sama kamu, kamu kenapa malah sekejam itu ...."

Lily memelototi Celine.

Seakan-akan ingin melampiaskan amarahnya saat Tuan Richard menunjuk Celine jadi Direktur Desain tadi, Lily langsung mendorong Celine sekuat tenaga.

Celine yang masih tertegun tidak sempat menghindar.

Dia pun melangkah mundur beberapa langkah tapi tetap tidak bisa menstabilkan tubuhnya.

Ketika dia hampir jatuh, sebuah lengan panjang merangkul pinggangnya lal
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Nia Yusniah
kapan si lily kena karma,uda terlalu banyk nyakitin celin,jujr klu part lilyaku gedek,aku gk baca cuma scrol aj
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

  • Ternyata Suamiku Miliarder   Bab 429

    Setelah bertanya ke semuanya, kejadiannya perlahan-lahan jelas."Setelah Nona Celine pergi, Tuan Richard masih di jembatan. Kalau begitu, orang yang mendorong Tuan Richard nggak mungkin adalah Nona Celine."Ada orang yang membela Celine di antara kerumunan.Namun seketika, Lily berkata sambil menangis, "Siapa tahu dia balik lagi?"Memang ada kemungkinan seperti itu."Dia nggak balik lagi.""Dia nggak balik lagi."Andreas dan Albert berbicara secara bersamaan.Di bawah tatapan bingung orang-orang, mereka berdua bertatapan lalu Andreas menjelaskan duluan, "Tadi dia pergi menjemputku, setelah itu terus bersamaku sampai tadi dengar ada teriakan dari halaman belakang.""Benar, Celly pergi menjemputku, lalu kita terus bersama, nggak pernah berpisah," jelas Albert juga.Mereka sedang membuktikan Celine tidak bersalah, tapi kata-kata mereka seperti sedang bersaing.Semua orang pun teringat tadi mereka berdua memang berada di sisi Celine."Kelihatannya, Nona Celine benar-benar nggak kembali lag

  • Ternyata Suamiku Miliarder   Bab 430

    "Heh, sekarang sudah mengaku? Tadi kenapa malah cari alasan?""Benar, Kak Celly, kalau sampai Kakek kenapa-kenapa, kami nggak bakal mengampunimu."Carla menyalahkan dengan marah, sedangkan Lily tetap menangis.Namun, saat ini suara apa pun seakan-akan tidak bisa masuk ke telinga Celine. Seluruh tubuhnya meringkuk bersandar di dalam pelukan Andreas. Saat ini, ada banyak hal yang lewat di benaknya."Ini adalah cucu yang baru saja aku angkat .... Nak, siapa namamu?""Celly ....""Celly ...."Suara orang tua terus bergema di dalam benaknya, diikuti dengan adegan-adegan yang terus berkelebat.Di dalam adegan itu, senyuman dan mata orang tua itu penuh dengan kasih sayang.Semakin banyak adegan yang lewat, kepala Celine juga semakin lama semakin sakit.Bahkan tubuhnya juga terus berkeringat dingin.Andreas adalah orang pertama yang menyadari keanehan kondisi Celine.Dia menyentuh kening Celine dan terkejut sampai menarik kembali tangannya karena suhu yang sangat tinggi. "Celly, kamu kenapa?"

  • Ternyata Suamiku Miliarder   Bab 431

    Tanpa menunggu Andreas dan Albert yang terlihat sangat khawatir bertanya, dokter sudah menggeleng dan berkata, "Hanya pingsan saja, alasannya masih tidak ditemukan. Tapi kalian tenang saja, semua indeks di tubuhnya sangat normal, sama sekali nggak ada masalah."Tubuhnya tidak kenapa-kenapa, hanya pingsan.Andreas menggenggam tangan Celine.Mungkin karena terlalu kaget dengan kejadian Tuan Richard tadi?Namun bagi Celine, Tuan Richard hanya mengangkatnya sebagai cucu, Celine juga sudah melupakan ingatan tentang itu. Andreas merasa reaksi Celine kali ini terlalu berlebihan.Dia terus menatap Celine.Namun, dia tidak tahu saat ini Celine seperti terjebak dalam mimpinya.Mimpi yang terus berlanjut ....Lampu ruang operasi yang menyala tadi akhirnya mati.Pintu ruang operasi dibuka dan Hansen langsung menyambut dokter yang keluar. "Bagaimana kondisi kakekku?""Masih hidup, hanya saja masih tidak sadarkan diri. Kapan dia akan sadar, atau apakah masih bisa sadar masih perlu diperhatikan."Hat

  • Ternyata Suamiku Miliarder   Bab 432

    "Kamu di mana?"Lily tidak berani berlama-lama, dia ingin memastikan sendiri apa sebenarnya yang mau dilakukan orang ini."Di seberang Rumah Sakit Gladius. Begitu keluar, kamu sudah bisa melihatku."Orang ini seakan-akan sudah menebak Lily akan mengikuti kata-katanya.Begitu meninggalkan satu kalimat ini, orang itu langsung mengakhiri panggilan.Lily tertegun sekian lama, kegelisahan di hatinya semakin kuat.Dia segera mengendalikan ekspresi di wajahnya. Waktu dia kembali ke kamar, dia berkata dengan ekspresi lelah, "Aku lapar, aku pergi makan bentar."Tidak ada yang menjawabnya.Lily melihat dua orang yang ada di dalam kamar lalu menggigit bibirnya dan pergi.Begitu berjalan keluar dari rumah sakit, Lily mengikuti kata-kata orang tadi dan melihat ke seberang.Dia pun langsung melihat seorang pria yang memakai pakaian hitam sedang melambai ke arahnya. Kemudian, pria itu sepertinya yakin Lily sudah melihatnya, dia berbalik dan berjalan masuk ke gang di belakangnya.Lily segera mengejarn

  • Ternyata Suamiku Miliarder   Bab 433

    Ekspresi Lily semakin jelek. "Apa maksudmu?"Muncul sebuah tebakan di dalam hatinya, apa dia melihatnya?Tidak, tidak mungkin!Orang ini tidak seperti orang yang akan diundang ke acara ulang tahun Keluarga Nadine, dia mana mungkin melihatnya?Baru saja Lily berpikir seperti itu, pria itu mengeluarkan ponselnya dan membuka sebuah video lalu menunjukkannya ke Lily.Meski video itu direkam dari jarak yang sangat jauh, tapi tetap terlihat jelas. Awalnya hanya ada Tuan Richard di atas jembatan, lalu tiba-tiba ada seseorang yang mendekat.Kemudian, tanpa tanda-tanda, dia menendang kursi roda Tuan Richard dengan sekuat tenaga.Setelah itu, kursi roda dan orang di atasnya pun guling-guling jatuh dari jembatan.Sementara orang yang menendang kursi roda itu ... terlihat sangat jelas di rekaman video.Orang itu adalah Lily!"Mana mungkin ...."Saat ini, Lily benar-benar panik.Kenapa bisa terekam?Orang ini bagaimana bisa masuk ke vila?"Kamu ... adalah tamu semalam?"Lily memikirkan tamu-tamu ke

  • Ternyata Suamiku Miliarder   Bab 434

    Tangan dan kaki Lily yang tadinya diikat sudah dilepas.Dalam sekejap, dia sudah mulai melepaskan pakaiannya sendiri."Lily, kamu yang sekarang sangat semangat."Pria itu melepaskan topengnya dan menunjukkan mukanya. Meski sudah lebih kurus dan tua dari yang dulu, tapi masih tetap bisa dikenal.Reza Linoa!Dia menatap Lily yang tadinya penuh waspada dan jijik terhadapnya sekarang terus menggodanya dengan tubuhnya.Cibiran di mulut Reza semakin jelas.Dulu Lily waktu bersamanya, meski sangat semangat, tapi selalu terlihat malu dan polos, membuat Reza tanpa sadar bersikap lembut dengannya.Namun, sekarang seakan-akan dia baru benar-benar mengenal wanita yang dulunya pernah dia anggap sebagai cinta sejati dan selalu dia lindungi ini."Lily, kamu kenapa memperlakukanku seperti itu?"Reza teringat dengan semua yang baru dia sadari, hatinya langsung dipenuhi dengan kebencian.Tiba-tiba dia menggenggam pergelangan tangan Lily lalu seakan-akan ingin melampiaskan kebenciannya atas penipuan Lily

  • Ternyata Suamiku Miliarder   Bab 435

    Setelah memeriksa kondisinya, dokter memberikan kesimpulan, "Baguslah kalau sudah bangun, sudah tidak apa-apa."Andreas menghela napas lega, dari awal sampai akhir, dia terus menggenggam tangan Celine, sama sekali tidak pernah dia lepas.Celine membuka mulutnya, sebelum dia bersuara, Andreas seakan-akan sudah tahu apa yang mau dia tanyakan. "Tuan Richard sudah keluar dari ruang operasi, tapi ... dia masih belum sadar. Menurut kondisi saat ini, nggak tahu bisa bangun apa nggak."Celine merasa hatinya berdenyut sakit."Aku mau pergi melihatnya.""Oke."Andreas awalnya ingin menggendong Celine ke sana, tapi setelah berpikir sesaat, dia akhirnya menaruh Celine ke kursi roda.Kamar Richard tidak jauh dari kamar Celine.Tak lama kemudian, Andreas mendorong Celine masuk kamar Richard.Melihat Celine, kekhawatiran di dalam hati Hansen akhirnya berkurang banyak.Sementara Carla malah menatap Celine dengan tatapan dingin, jelas terlihat dia tidak menyambut kedatangan Celine.Namun, dia tahu deng

  • Ternyata Suamiku Miliarder   Bab 436

    Sebelum Carla menyelesaikan kata-katanya, Celine tiba-tiba menyela.Carla mengernyit sambil melihat Celine.Celine menghentikan apa yang dia lakukan lalu berjalan ke hadapan Carla. Kemudian, dia berkata dengan jelas seperti sedang memperingatkan Carla, "Kakek pasti bangun, jadi kamu jangan asal bicara."Jelas-jelas suaranya sangat kecil, tapi Carla mendengar kebencian di dalamnya.Seakan-akan kalau dia berani mengatakan hal-hal sial seperti tadi, Celine bakal menamparnya agar dia tahu rasa.Rasa ditekan seperti itu membuat Carla merasa sangat kesal.Semakin Celine menyuruhnya jangan asal bicara, Carla semakin mau mengatakannya.Oleh karena itu, Carla menatap mata Celine dan berkata, "Yang aku bilang itu kenyataan. Dia sudah seperti itu, kalau nggak bangun, nggak ada bedanya dengan mati ...."Tanpa menunggu dia selesai, Celine langsung mengangkat tangannya dan menampar wajah Carla.Suara tamparan yang kencang terdengar di seluruh ruangan.Carla sama sekali tidak menyangka.Rasa sakit da

Bab terbaru

  • Ternyata Suamiku Miliarder   Bab 1255

    Di pesta malam, nona-nona yang datang tidak berani mendekati Celine lagi selain untuk menyapanya. Mereka takut tidak sengaja melakukan sesuatu dan menyakiti Nyonya Jayadi ini.Mereka pun semakin kagum dengan Nyonya Jayadi dan semakin berusaha menyanjung Nyonya Yuni.Semua orang sibuk mengelilingi Nyonya Yuni, Gisela bahkan tidak bisa berbaur.Bertha juga berada di luar kerumunan itu, dia sama sekali tidak ada niat untuk menyanjung Nyonya Yuni.Di benaknya masih terus ada bayangan adegan yang terjadi di taman tadi, dia bahkan masih ingat jelas tekstur bibir pria itu.Bertha merasa otaknya sangat berantakan.Ada apa dengannya?Menyadari kondisinya yang aneh, Bertha berusaha untuk menyingkirkan pikiran-pikiran itu. Namun, ingatan itu seperti kutukan yang tertanam di benaknya.Semakin dia pikirkan, wajahnya semakin merah.Dia pun memutuskan untuk diam-diam pergi. Dia ingin mencari tempat yang lebih sepi untuk meredakan panas di wajahnya.Karena terlalu buru-buru, dia menabrak dada seseoran

  • Ternyata Suamiku Miliarder   Bab 1254

    Gisela mengalihkan pandangannya dan kebetulan melihat Bertha dan Alvin berdiri bersama, sedang membicarakan sesuatu.Bertha mau mendekati Alvin?Muncul tebakan ini di benak Gisela.Kalau Bertha berhasil mendekati Alvin ....Waktu dia sedang berpikir, Evan menghampirinya dengan terburu-buru, terdengar maksud menyalahkan di suaranya. "Tadi kamu kenapa? Kenapa kamu sampai melewatkan kesempatan sebagus itu?""Kamu tahu, nggak? Dia bukan hanya istri Tuan Andreas, dia itu pemegang saham terbesar di Grup Nadine, juga putri Keluarga Tjangnaka ....""Kalau bisa berteman dengannya, Keluarga Wisma pasti bakal sukses, tapi ...."Evan sangat kecewa. Semakin dia memikirkan manfaat yang bisa didapatkan kalau bisa membangun koneksi dengan Nyonya Jayadi, dia semakin merasa kalau Gisela telah melewatkan kesempatan yang sangat bagus."Kenapa kamu ...."Gisela memutar bola matanya di dalam hati.Kalau dia menunjukkan bakatnya di depan Nyonya Jayadi dan disukai Nyonya Jayadi, manfaatnya tentu saja jadi mil

  • Ternyata Suamiku Miliarder   Bab 1253

    Celine tersenyum ke Yuni untuk menenangkannya. "Nenek, aku benar-benar nggak apa-apa.""Nggak apa-apa juga harus diperiksa."Yuni sangat teguh.Namun, Celine tidak mungkin tenang membiarkan wanita licik seperti ini menyentuhnya. Dia akhirnya terpaksa melihat Gisela."Kamu profesional?""Iya, benar."Gisela segera mengangguk. Entah kenapa, Nyonya Jayadi di depannya ini jelas-jelas terlihat sangat lembut, tapi dia merasa tekanan yang membuatnya susah bernapas.Gisela tersenyum lembut, berusaha sekuat tenaga untuk menunjukkan niat baiknya pada Nyonya Jayadi.Sementara Celine juga bisa melihat "niat baik" Gisela.Dia hanyalah berpura-pura.Celine melihatnya dan berkata secara perlahan, "Kamu dokter?"Gisela tertegun sejenak lalu menggeleng. "Bukan."Celine bertanya lagi, "Perawat?"Gisela terdiam sejenak."Bukan, tapi aku ...."Sebelum Gisela selesai bicara, Celine tidak memberinya kesempatan lagi. "Kamu bukan dokter, juga bukan perawat, mananya yang profesional?"Celine berkata penuh makn

  • Ternyata Suamiku Miliarder   Bab 1252

    Yuni segera menyuruh orang memanggil dokter pribadi.Saat ini, Gisela juga langsung sadar kembali dan segera mengajukan diri. "Aku ... aku pernah belajar keperawatan ...."Hal yang terjadi tadi ....Gisela merasa dia sudah mau meledak saking kesalnya.Jelas-jelas dia melihat Bertha sudah mau menabrak Nyonya Jayadi, tapi di luar dugaannya .... Teringat dengan kejadian tadi, Gisela tidak hanya merasa kecewa karena rencananya gagal.Pria yang ditimpa Bertha tadi adalah tuan muda pertama Keluarga Sugito.Mereka ... berciuman.Namun, Bertha mana layak?Gisela tidak pernah menyangka akan jadi seperti ini. Mendengar Yuni meminta orang memanggil dokter pribadi, Gisela langsung sadar kembali.Rencananya mencelakai Bertha sudah gagal, dia tidak boleh melewatkan kesempatan untuk menunjukkan kehebatannya.Oleh karena itu, dia pun segera menawarkan diri.Baru saja dia selesai bicara, semua orang pun melihatnya.Termasuk Nyonya Yuni dan juga Nyonya Jayadi itu."Kamu bisa ilmu keperawatan?" Yuni meli

  • Ternyata Suamiku Miliarder   Bab 1251

    Melihat gadis baju hitam itu sudah mau menabraknya, Celine refleks berteriak, "Andreas ...."Saat ini, di bandara Kota Binara.Seorang pria memegang dadanya, keningnya juga berkerut. Kegelisahan yang tiba-tiba muncul di hatinya membuat kepalanya pusing."Tuan, kamu kenapa?"Orang yang lewat menyadari keanehannya dan segera bertanya.Pria itu berusaha untuk menenangkan dirinya, tapi hatinya seperti diremas oleh sebuah tangan. Dia tidak pernah merasakan rasa sakit seperti itu.Di hatinya bahkan muncul ketakutan, lalu perlahan-lahan ketakutan itu menyelimutinya.Dia bahkan bisa mendengar suara detak jantungnya."Tuan, kamu kenapa?"Melihat kondisinya, orang yang lewat tadi bertanya lagi.Pria itu menghirup napas dalam-dalam lalu mengibaskan tangannya, tapi ketakutan itu masih mengikutinya.Sebenarnya ... ada apa dengannya?Sementara saat ini, Celine menutup matanya, suasana sekitarnya seakan-akan menjadi hening. Dia berusaha melindungi perutnya, berdoa hal yang dia takutkan tidak akan ter

  • Ternyata Suamiku Miliarder   Bab 1250

    Semakin Evan menyukai rasa puas ini, dia semakin tidak menyukai Bertha yang angkuh."Kalau begitu, aku ke sana?"Gisela memasuki area dansa dengan hati-hati tapi semangat seakan-akan sudah mendapat dukungan.Dia mengikuti tempo dan irama lalu mulai membaur dengan orang-orang.Di tempat yang tidak diperhatikan orang, Gisela diam-diam mengamati sekelilingnya, mencari kesempatan. Akhirnya, dia melihat Bertha sedang berputar mendekati Celine.Gisela tahu kalau kesempatannya sudah datang."Siapa gadis baju hitam itu? Tariannya lumayan bagus ...."Yuni juga memerhatikan Bertha.Nada pujiannya kebetulan didengar oleh Gisela, Gisela pun semakin yakin dengan rencananya.Nyonya Yuni sedang memuji Bertha? Nanti, takutnya dia baru akan puas setelah membunuh Bertha!Gisela berpikir sambil menunggu waktu yang pas, kemudian dia diam-diam mendorong gadis yang sedang menari membelakanginya ...."Aduh ...."Seiring dengan seruan kaget, gadis itu menabrak orang di depannya."Ah ....""Aduh ...."Suara te

  • Ternyata Suamiku Miliarder   Bab 1249

    Alvin kenal dengan Nyonya Jayadi ini?Gisela melihat Alvin berjalan kemari bersama Celine, jarak di antara mereka seperti sengaja untuk menghindari rumor.Apakah hubungan mereka tidak biasa?Gisela memutar matanya, otaknya juga ikut berputar.Waktu melihat Nyonya Jayadi sudah mendekati kerumunan orang, Alvin berhenti mengikutinya, tapi matanya tetap tertuju pada Nyonya Jayadi.Gisela pun melihat wanita yang meski sedang hamil, tetap sangat cantik itu. Dalam hati muncul perasaan yang aneh, bahkan dia juga tidak bisa membedakan apakah itu kagum atau iri.Nyonya Jayadi ini benar-benar beruntung.Sedangkan dia ....Gisela mencari Bertha di sekitar, lalu segera menemukannya yang terlihat sangat mencolok di antara kerumunan.Bertha ada di antara kerumunan orang yang menari, sepertinya dia terbawa suasana, terlihat sangat gembira, sama sekali tidak sedih karena Evan mau membatalkan pernikahan mereka.Kenapa dia tidak sedih?Gisela merasa kesal.Bertha harusnya sedih, karena bagaimanapun juga

  • Ternyata Suamiku Miliarder   Bab 1248

    Celine terus menunggu Andreas, merindukannya setiap hari. Sejak babak final Kompetisi Desain Perhiasan Nasional di mana dia menerima cincin "Penantian", dia tidak menemukan petunjuk apa pun lagi tentang Andreas.Dia terjebak dalam penantian yang tidak terlihat ujungnya, seakan-akan mengerti maksud dari orang yang mengirim cincin itu.Penantian ....Orang itu memberi tahu dia kalau dia akan terus menunggu.Alvin bisa melihat kepahitan di mata Celine. Di kalangan para orang kaya di Binara ada sangat banyak rumor tentang Celine dan Andreas.Ada yang bilang Celine sedang hamil, tapi Tuan Andreas tidak pernah muncul di sisinya sekalipun, hubungan mereka sudah renggang.Ada yang bilang Celine hanya diakui karena hamil dengan keturunan Keluarga Jayadi, Yuni juga hanya mementingkan cicitnya yang ada di kandungan Celine.Di luar ada banyak rumor seperti ini, tapi karena identitas Celine yang merupakan pewaris Grup Nadine dan juga putri Keluarga Tjangnaka, tidak ada yang berani meremehkannya.Al

  • Ternyata Suamiku Miliarder   Bab 1247

    Di bawah tatapan semua orang, seorang wanita berpakaian putih memegang wajahnya, jelas terlihat dia baru saja ditampar.Wanita itu memasang ekspresi bingung, lalu sibuk meminta maaf pada orang yang menamparnya seakan-akan tidak peduli dengan rasa sakit di wajahnya. "Maaf, Kak, aku ...."Sebelum dia selesai, seorang pria maju dan melindungi wanita baju putih itu di belakangnya sambil memelototi wanita baju hitam di depan wanita baju putih itu. "Kenapa kamu memukulnya?""Kak Evan, jangan salahkan Kakak, aku yang salah, membuatnya marah."Wanita baju putih itu terlihat sangat lemah seperti bunga yang mudah rusak.Alasan dia terlihat lemah,adalah karena kekejaman "Kakak" yang disebut olehnya itu. Semakin dia terlihat lemah, semakin bisa merangsang keinginan pria untuk melindunginya.Namun, di mata wanita baju hitam itu ....Celine melihat wanita baju hitam itu dengan tatapan penasaran. Wanita itu terlihat sangat tenang, seakan-akan sudah biasa dengan kelemahan wanita baju putih dan juga s

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status