Tante Noni pun tertegun.Selain wanita yang ada di hadapannya ini, siapa lagi yang merupakan Nona Celine?Hanya saja pagi ini dia mendengar Tuan Hansen mengatakan bahwa Nona Celine tidak akan datang.Ketika sedang dilanda keraguan, dia mendengar suara seseorang yang memanggilnya melalui alat komunikasi.Hari ini adalah ulang tahun Tuan Richard. Meskipun mereka mendatangkan pembantu dari luar, pembantu yang ada di dalam mansion tetap bekerja.Tante Noni tidak berani membuang waktu. Saat teringat bahwa Tuan Richard sudah lama tidak melihat Nona Celine, sebelum Tante Noni pergi, wanita itu pun memberitahu Celine sesuatu."Nona Celine, Tuan seharusnya berada di kamar."Celine lantas melihat punggung wanita itu dan mengerutkan dahinya.Tuan?Maksudnya Tuan Richard?Dilihat dari dandanan wanita tadi, dia sudah pasti adalah pelayan dari mansion ini.Wanita itu mengenalinya dan memberitahunya bahwa Tuan Richard berada di kamar. Apa dia ingin Celine pergi menemui tuan tersebut?Sepertinya, buka
Ekspresi kesedihan itu muncul dan tertangkap oleh sorot mata Tuan Richard sehingga rasa menyesalnya pun bangkit.Tuan Richard langsung mengalihkan tatapannya."Baju itu ... nggak sengaja rusak."Tuan Richard tidak berani menatap mata Celine.Di dalam mata Tuan Richard pun muncul kekecewaan. Celine yang tidak tega langsung berkata, "Bolehkah aku mencoba untuk memperbaikinya?"Tuan Richard tertegun sejenak. Segera pria itu pun berkata, "Boleh! Tentu saja boleh!"Setelah menanyakan bahan yang dibutuhkan oleh Celine untuk memperbaikinya, Tuan Richard langsung memanggil Tante Noni.Dalam waktu singkat, jarum dan benang sudah disiapkan dan diantarkan untuk Celine.Celine mengambil jarum dan benang tersebut. Dia tahu bahwa dia bisa merancang baju pesta. Akan tetapi, dia sama sekali tidak yakin dalam hal menjahit dan memperbaiki. Ketika dia memegang jarum dan benang tersebut, di dalam benaknya seperti sudah muncul sebuah rancangan untuk memperbaiki.Celine melepaskan baju pesta itu dari gantun
Kalau dilihat dengan saksama, pola yang sangat rapi itu adalah hiasan untuk baju pesta tersebut.Seperti tidak ada bekas kerusakannya.Celine merasa sangat puas. Wanita itu melihat ke arah Tuan Richard dan menunggu pemeriksaannya.Richard juga merasa sangat puas. Saat itu, ketika dia memperhatikan pola sulaman yang ada di baju pestanya, ekspresi wajahnya sedikit berubah. Dia kembali memperhatikannya dari setiap sudut dan mengangkat wajahnya memperhatikan Celine."Kenapa kamu bisa tahu pola ini?"Tuan Richard bertanya dengan suara yang cukup keras. Sorot matanya ketika melihat Celine terlihat sangat aneh.Celine lantas tertegun dan matanya berhenti di pola yang dijahitnya itu.Kenapa dirinya bisa membuat pola ini?Celine juga tidak tahu.Bahkan ketika Celine menjahitnya, Celine juga tidak mengerti kenapa dia hanya teringat pada pola ini.Dia hanya menjahitnya dan menjahitnya, lalu jadilah pola seperti itu."Bicaralah!"Tuan Richard terus mendesaknya. Pria itu terus menatap Celine dan so
Rupanya seperti itu, ya?Celine dan Lily pernah tinggal bersama. Wajar sekali kalau Celine pernah melihat pola yang ada di tubuh Lily.Akan tetapi, Tuan Richard tetap melirik Celine dan ingin memastikannya sendiri. "Apakah seperti yang dia katakan?"Celine masih kebingungan.Apakah seperti yang dikatakan oleh wanita ini?Celine merasa bukan seperti itu. Di alam bawah sadarnya, Celine sama sekali tidak ingin memercayai perkataan Lily.Celine terus mengerutkan dahinya dan diam seribu bahasa.Wanita ini sedang berpikir kenapa dia bisa membuat pola seperti itu.Kalau diingat-ingat kembali, dia membuat sulaman itu seperti karena sangat fokus. Celine hanya ingin memperbaiki bagian yang rusak tersebut. Dia bahkan sama sekali tidak memikirkan bentuk pola ini dan langsung bisa menyulamnya.Mungkinkah di dalam ingatannya yang menghilang terdapat kenyataan tentang pola tersebut.Pola ini pasti merupakan sesuatu yang sangat penting sehingga dia bisa mengingatnya di dalam sanubarinya.Selain itu, r
"Lily, aku merasa agak dingin." Tuan Richard tidak tertarik berkeliling. Dia ingin kembali ke kamarnya dan memperhatikan pola dari baju pesta tersebut.Lily menunjukkan ekspresi sedikit keheranan dan bertanya, "Kalau begitu aku akan membantu Kakek untuk mengambil baju ....""Nggak usah!"Ketika Lily hendak berbalik, Tuan Richard langsung berbicara untuk menghentikannya, "Aku ingin kembali ke kamar saja."Mata Lily menunjukkan ekspresi tidak senang. Akan tetapi, dia tidak bisa membantah keinginan Tuan Richard.Wanita itu pun mendorong sang kakek hingga kembali ke kamar. Begitu masuk ke kamar tersebut, Lily menyadari bahwa fokus Tuan Richard terus dipusatkan pada baju pesta tersebut.Padahal, Tuan Richard sendiri yang merusak baju pesta ini. Celine benar-benar menjijikkan.Lily kira meskipun Celine sudah memperbaikinya, barang ini tetap sudah rusak. Sama seperti perasaan Tuan Richard kepada Celine. Meskipun Celine berusaha untuk memperbaikinya, semuanya akan menjadi sia-sia belaka.Lily
Tuan Richard adalah orang yang berulang tahun di hari ini. Lalu para tamu undangan juga sudah menunggu kemunculannya.Pria itu duduk di lift yang transparan dan perlahan-lahan bergerak turun dari lantai dua.Tatapan semua orang sudah berhenti di tubuhnya.Sebelum pria itu keluar dari lift, Tuan Richard meminta pengurus rumah untuk membantunya berdiri. Begitu Richard berdiri, semua orang pun bisa melihat baju pesta yang dipakainya.Hansen tidak bisa menyembunyikan rasa kaget di dalam matanya.Padahal baju pesta ini sudah rusak, tapi kenapa ....Begitu melihat sang kakek keluar dari lift, Hansen segera tersadar dan melangkah maju untuk memapah Tuan Richard."Kakek, baju ini ...."Setelah berada di sisi Tuan Richard, Hansen tidak tahan dan bertanya."Tadi Celine sudah memperbaikinya." Tuan Richard mengatakannya dengan suara yang sangat ringan. Nadanya juga terdengar hangat.Hansen langsung melihat ke arah bagian yang rusak. Sebelum sempat merasa gembira karena sang kakek telah memakai baj
"Carla, kemarilah!" Tuan Richard memberi isyarat agar mereka berdiri bersama.Carla melihat kedua sisi Tuan Richard dan berdiri di samping Lily dengan tenang.Meskipun Lily memiliki darah Keluarga Nadine yang mengalir di tubuhnya, wanita ini bertahun-tahun tumbuh di Keluarga Maira. Keluarga Maira memang tergolong berkecukupan, tapi aura Lily masih kalah jika dibandingkan dengan aura Carla.Apalagi, wajah Lily juga tidak terlalu cantik.Begitu Carla berdiri di sana, terlihat perbedaannya sangat kontras. Tamu-tamu juga bisa menilai siapa yang lebih hebat di antara keduanya.Meskipun mereka tidak mengutarakannya, sorot mata kedua Nona besar ini terlihat berbeda.Para tamu undangan tersebut tidak seramah sebelumnya lagi. Di dalam hatinya, Lily menjadi semakin tidak senang. Ketika orang-orang sedang mengucapkan selamat pada Tuan Richard, Lily segera melihat ke arah Carla dengan tidak senang."Lily, kenapa kamu melihatku seperti itu?" Carla mendekati Lily.Keduanya terlihat seperti sedang be
Pengurus rumah itu membuka buku silsilah keluarga tersebut dan Tuan Richard pun menuliskan nama Lily Nadine di atasnya.Lily benar-benar terbawa emosi.Namanya sudah diganti dan tertera di dalam buku silsilah Keluarga Nadine. Sekarang, dia sudah menjadi Nona besar Keluarga Nadine.Tatapan Lily pun bergerak ke depan dan menemukan nama Linda Marni. Di dalam hatinya, Lily tersenyum dingin.Dia mendengar Tante Susi berkata bahwa Aurora dulu tinggal di Desa Kenanga dan diangkat sebagai anak Keluarga Marni. Selanjutnya, Keluarga Nadine berhasil menemukannya. Tidak lama setelah pulang ke Keluarga Nadine, wanita ini kembali ke Desa Kenanga.Entah apa yang telah terjadi. Aurora mengganti namanya dari Linda Marni menjadi Aurora Nadine.Hal yang lebih tidak jelas adalah, Aurora bisa menghapus jejak pergantian namanya.Tidak ada siapa pun yang mengetahui bahwa Linda dan Aurora adalah orang yang sama. Hal ini membuat Lily lebih mudah mendapatkan kesempatan.Membayangkan dirinya telah memperoleh sem
Di pesta malam, nona-nona yang datang tidak berani mendekati Celine lagi selain untuk menyapanya. Mereka takut tidak sengaja melakukan sesuatu dan menyakiti Nyonya Jayadi ini.Mereka pun semakin kagum dengan Nyonya Jayadi dan semakin berusaha menyanjung Nyonya Yuni.Semua orang sibuk mengelilingi Nyonya Yuni, Gisela bahkan tidak bisa berbaur.Bertha juga berada di luar kerumunan itu, dia sama sekali tidak ada niat untuk menyanjung Nyonya Yuni.Di benaknya masih terus ada bayangan adegan yang terjadi di taman tadi, dia bahkan masih ingat jelas tekstur bibir pria itu.Bertha merasa otaknya sangat berantakan.Ada apa dengannya?Menyadari kondisinya yang aneh, Bertha berusaha untuk menyingkirkan pikiran-pikiran itu. Namun, ingatan itu seperti kutukan yang tertanam di benaknya.Semakin dia pikirkan, wajahnya semakin merah.Dia pun memutuskan untuk diam-diam pergi. Dia ingin mencari tempat yang lebih sepi untuk meredakan panas di wajahnya.Karena terlalu buru-buru, dia menabrak dada seseoran
Gisela mengalihkan pandangannya dan kebetulan melihat Bertha dan Alvin berdiri bersama, sedang membicarakan sesuatu.Bertha mau mendekati Alvin?Muncul tebakan ini di benak Gisela.Kalau Bertha berhasil mendekati Alvin ....Waktu dia sedang berpikir, Evan menghampirinya dengan terburu-buru, terdengar maksud menyalahkan di suaranya. "Tadi kamu kenapa? Kenapa kamu sampai melewatkan kesempatan sebagus itu?""Kamu tahu, nggak? Dia bukan hanya istri Tuan Andreas, dia itu pemegang saham terbesar di Grup Nadine, juga putri Keluarga Tjangnaka ....""Kalau bisa berteman dengannya, Keluarga Wisma pasti bakal sukses, tapi ...."Evan sangat kecewa. Semakin dia memikirkan manfaat yang bisa didapatkan kalau bisa membangun koneksi dengan Nyonya Jayadi, dia semakin merasa kalau Gisela telah melewatkan kesempatan yang sangat bagus."Kenapa kamu ...."Gisela memutar bola matanya di dalam hati.Kalau dia menunjukkan bakatnya di depan Nyonya Jayadi dan disukai Nyonya Jayadi, manfaatnya tentu saja jadi mil
Celine tersenyum ke Yuni untuk menenangkannya. "Nenek, aku benar-benar nggak apa-apa.""Nggak apa-apa juga harus diperiksa."Yuni sangat teguh.Namun, Celine tidak mungkin tenang membiarkan wanita licik seperti ini menyentuhnya. Dia akhirnya terpaksa melihat Gisela."Kamu profesional?""Iya, benar."Gisela segera mengangguk. Entah kenapa, Nyonya Jayadi di depannya ini jelas-jelas terlihat sangat lembut, tapi dia merasa tekanan yang membuatnya susah bernapas.Gisela tersenyum lembut, berusaha sekuat tenaga untuk menunjukkan niat baiknya pada Nyonya Jayadi.Sementara Celine juga bisa melihat "niat baik" Gisela.Dia hanyalah berpura-pura.Celine melihatnya dan berkata secara perlahan, "Kamu dokter?"Gisela tertegun sejenak lalu menggeleng. "Bukan."Celine bertanya lagi, "Perawat?"Gisela terdiam sejenak."Bukan, tapi aku ...."Sebelum Gisela selesai bicara, Celine tidak memberinya kesempatan lagi. "Kamu bukan dokter, juga bukan perawat, mananya yang profesional?"Celine berkata penuh makn
Yuni segera menyuruh orang memanggil dokter pribadi.Saat ini, Gisela juga langsung sadar kembali dan segera mengajukan diri. "Aku ... aku pernah belajar keperawatan ...."Hal yang terjadi tadi ....Gisela merasa dia sudah mau meledak saking kesalnya.Jelas-jelas dia melihat Bertha sudah mau menabrak Nyonya Jayadi, tapi di luar dugaannya .... Teringat dengan kejadian tadi, Gisela tidak hanya merasa kecewa karena rencananya gagal.Pria yang ditimpa Bertha tadi adalah tuan muda pertama Keluarga Sugito.Mereka ... berciuman.Namun, Bertha mana layak?Gisela tidak pernah menyangka akan jadi seperti ini. Mendengar Yuni meminta orang memanggil dokter pribadi, Gisela langsung sadar kembali.Rencananya mencelakai Bertha sudah gagal, dia tidak boleh melewatkan kesempatan untuk menunjukkan kehebatannya.Oleh karena itu, dia pun segera menawarkan diri.Baru saja dia selesai bicara, semua orang pun melihatnya.Termasuk Nyonya Yuni dan juga Nyonya Jayadi itu."Kamu bisa ilmu keperawatan?" Yuni meli
Melihat gadis baju hitam itu sudah mau menabraknya, Celine refleks berteriak, "Andreas ...."Saat ini, di bandara Kota Binara.Seorang pria memegang dadanya, keningnya juga berkerut. Kegelisahan yang tiba-tiba muncul di hatinya membuat kepalanya pusing."Tuan, kamu kenapa?"Orang yang lewat menyadari keanehannya dan segera bertanya.Pria itu berusaha untuk menenangkan dirinya, tapi hatinya seperti diremas oleh sebuah tangan. Dia tidak pernah merasakan rasa sakit seperti itu.Di hatinya bahkan muncul ketakutan, lalu perlahan-lahan ketakutan itu menyelimutinya.Dia bahkan bisa mendengar suara detak jantungnya."Tuan, kamu kenapa?"Melihat kondisinya, orang yang lewat tadi bertanya lagi.Pria itu menghirup napas dalam-dalam lalu mengibaskan tangannya, tapi ketakutan itu masih mengikutinya.Sebenarnya ... ada apa dengannya?Sementara saat ini, Celine menutup matanya, suasana sekitarnya seakan-akan menjadi hening. Dia berusaha melindungi perutnya, berdoa hal yang dia takutkan tidak akan ter
Semakin Evan menyukai rasa puas ini, dia semakin tidak menyukai Bertha yang angkuh."Kalau begitu, aku ke sana?"Gisela memasuki area dansa dengan hati-hati tapi semangat seakan-akan sudah mendapat dukungan.Dia mengikuti tempo dan irama lalu mulai membaur dengan orang-orang.Di tempat yang tidak diperhatikan orang, Gisela diam-diam mengamati sekelilingnya, mencari kesempatan. Akhirnya, dia melihat Bertha sedang berputar mendekati Celine.Gisela tahu kalau kesempatannya sudah datang."Siapa gadis baju hitam itu? Tariannya lumayan bagus ...."Yuni juga memerhatikan Bertha.Nada pujiannya kebetulan didengar oleh Gisela, Gisela pun semakin yakin dengan rencananya.Nyonya Yuni sedang memuji Bertha? Nanti, takutnya dia baru akan puas setelah membunuh Bertha!Gisela berpikir sambil menunggu waktu yang pas, kemudian dia diam-diam mendorong gadis yang sedang menari membelakanginya ...."Aduh ...."Seiring dengan seruan kaget, gadis itu menabrak orang di depannya."Ah ....""Aduh ...."Suara te
Alvin kenal dengan Nyonya Jayadi ini?Gisela melihat Alvin berjalan kemari bersama Celine, jarak di antara mereka seperti sengaja untuk menghindari rumor.Apakah hubungan mereka tidak biasa?Gisela memutar matanya, otaknya juga ikut berputar.Waktu melihat Nyonya Jayadi sudah mendekati kerumunan orang, Alvin berhenti mengikutinya, tapi matanya tetap tertuju pada Nyonya Jayadi.Gisela pun melihat wanita yang meski sedang hamil, tetap sangat cantik itu. Dalam hati muncul perasaan yang aneh, bahkan dia juga tidak bisa membedakan apakah itu kagum atau iri.Nyonya Jayadi ini benar-benar beruntung.Sedangkan dia ....Gisela mencari Bertha di sekitar, lalu segera menemukannya yang terlihat sangat mencolok di antara kerumunan.Bertha ada di antara kerumunan orang yang menari, sepertinya dia terbawa suasana, terlihat sangat gembira, sama sekali tidak sedih karena Evan mau membatalkan pernikahan mereka.Kenapa dia tidak sedih?Gisela merasa kesal.Bertha harusnya sedih, karena bagaimanapun juga
Celine terus menunggu Andreas, merindukannya setiap hari. Sejak babak final Kompetisi Desain Perhiasan Nasional di mana dia menerima cincin "Penantian", dia tidak menemukan petunjuk apa pun lagi tentang Andreas.Dia terjebak dalam penantian yang tidak terlihat ujungnya, seakan-akan mengerti maksud dari orang yang mengirim cincin itu.Penantian ....Orang itu memberi tahu dia kalau dia akan terus menunggu.Alvin bisa melihat kepahitan di mata Celine. Di kalangan para orang kaya di Binara ada sangat banyak rumor tentang Celine dan Andreas.Ada yang bilang Celine sedang hamil, tapi Tuan Andreas tidak pernah muncul di sisinya sekalipun, hubungan mereka sudah renggang.Ada yang bilang Celine hanya diakui karena hamil dengan keturunan Keluarga Jayadi, Yuni juga hanya mementingkan cicitnya yang ada di kandungan Celine.Di luar ada banyak rumor seperti ini, tapi karena identitas Celine yang merupakan pewaris Grup Nadine dan juga putri Keluarga Tjangnaka, tidak ada yang berani meremehkannya.Al
Di bawah tatapan semua orang, seorang wanita berpakaian putih memegang wajahnya, jelas terlihat dia baru saja ditampar.Wanita itu memasang ekspresi bingung, lalu sibuk meminta maaf pada orang yang menamparnya seakan-akan tidak peduli dengan rasa sakit di wajahnya. "Maaf, Kak, aku ...."Sebelum dia selesai, seorang pria maju dan melindungi wanita baju putih itu di belakangnya sambil memelototi wanita baju hitam di depan wanita baju putih itu. "Kenapa kamu memukulnya?""Kak Evan, jangan salahkan Kakak, aku yang salah, membuatnya marah."Wanita baju putih itu terlihat sangat lemah seperti bunga yang mudah rusak.Alasan dia terlihat lemah,adalah karena kekejaman "Kakak" yang disebut olehnya itu. Semakin dia terlihat lemah, semakin bisa merangsang keinginan pria untuk melindunginya.Namun, di mata wanita baju hitam itu ....Celine melihat wanita baju hitam itu dengan tatapan penasaran. Wanita itu terlihat sangat tenang, seakan-akan sudah biasa dengan kelemahan wanita baju putih dan juga s