Share

Bab 374

Author: Helena Ayu
"Belum."

"Bagaimana dengan Miana?"

"Nona Miana sedang berjaga di kamar pasien."

"Batalkan semua jadwal hari ini, aku akan pergi ke rumah sakit."

Wiley mengurungkan niatnya untuk mengatakan sesuatu sebelum meninggalkan ruangan.

'Sekarang yang ada di benak Pak Henry hanya Nona Miana, benar-benar sudah jadi bucin.'

Mengerikan ....'

Setelah Wiley pergi, Henry menandatangani beberapa dokumen mendesak sebelum meninggalkan kantor.

Ketika mobil sudah berhenti di tempat parkir rumah sakit, Henry merokok dua batang rokok sebelum turun dari mobil dan memasuki gedung rumah sakit.

Di depan pintu kamar VIP, dia berdiri sebentar baru mendorong pintu masuk.

Giyan masih terbaring tidak sadarkan diri di ranjang rumah sakit, tubuhnya dipenuhi berbagai alat medis, dan alat medis di sampingnya terus mengeluarkan bunyi.

Miana tertidur di tepi ranjang rumah sakit dengan rambut panjangnya terurai menutupi sebagian wajahnya.

Melihat situasi ini, Henry merasa tidak nyaman.

Jika dia bisa memperkirakan bahwa Giya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Rina Dwi
mk nya.. punya bini cantik, nurut, ga neko² plus bucin itu jangan disia-siain..
goodnovel comment avatar
Nurhikma Sucianti
lanjut thor, kapan bersatu nya Henry dan mia
goodnovel comment avatar
Itsmii Ellym
henry udh bucin tp telat
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 375

    "Mia, aku bawakan kamu sarapan ...." Begitu masuk, Kevin melihat dua orang dalam posisi yang terlihat begitu intim hingga membuatnya tidak bisa melanjutkan ucapannya.Sejurus itu, dia tidak tahu apakah dia harus masuk atau keluar.Miana segera mengulurkan tangan untuk mendorong Henry.Akan tetapi, Henry malah memegang kepala Miana, memperdalam ciumannya.Miana menjadi marah dan menggigit bibir Henry dengan keras.Mulut keduanya penuh dengan rasa darah.Henry mengerutkan keningnya'Lagi-lagi dia menggigitku!''Sebegitu nggak suka berciuman denganku?'"Henry, cepat pergi!" Miana tidak ingin melihat Henry.Raut wajah Henry menjadi dingin. "Apa? Aku di sini, mengganggumu?"Miana tidak ingin meladeni Henry lagi, langsung bangkit dan menghampiri Kevin, "Kak Kevin, kenapa kamu ke sini?""Aku khawatir kamu nggak punya waktu untuk pergi beli, jadi aku bawakan sarapanmu. Aku beli bubur kesukaanmu. Ayo, sarapan dulu," ujar Kevin sambil berjalan ke sofa, meletakkan kantong berisikan bubur itu di m

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 376

    Sorot mata Kevin menajam. "Henry, kalian sudah bercerai! Apa yang kamu lakukan!"Menurutnya, Henry tidak berhak membawa pergi Miana!"Dia nggak beri tahu kamu, semalam, dia memohon untuk kembali bersamaku demi menyelamatkan Giyan?" Henry tersenyum sinis, lalu melihat Miana yang berada di pelukannya dan bertanya, "Nona Miana, yang kukatakan benar, 'kan?"Miana memelototi Henry. "Tutup mulutmu!"'Nggak ada yang menyuruhmu untuk bicara!'Kevin tersentak sejenak.Dia masih merasa bersalah atas kejadian tadi malam.Jika bukan karena dia membawa Miana keluar, orang-orang itu tidak akan membawa Miana pergi."Nona Miana, apakah kamu ingin menyelamatkan kakak seniormu ini? Hm?" tanya Henry sambil tersenyum, tanpa memedulikan tatapan Miana yang tajam itu.Miana menggigit bibirnya dan mengangguk. "Ya!"Meskipun begitu, dia tidak ingin memohon pada Henry di depan Kevin."Hanya itu?" tanya lagi Henry dengan pelan sambil mengangkat alisnya."Aku akan pulang bersamamu!" Ini adalah kompromi terbesar M

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 377

    Ucapan Miana membuat amarah Henry bertambah. "Apa yang kamu bicarakan! Aku dan Janice nggak ada hubungan apa pun, nggak pernah melakukannya!"Dengan sangat jelas, dia ingat pernah menjelaskan hubungannya kepada Miana sebelumnya, tetapi dia bingung mengapa Miana masih berkata seperti itu!Dia merasa Miana benar-benar tidak memperhatikan apa yang dia katakan."Malam setelah kita bercerai, Janice mengirim banyak swafoto dirinya di kamar tidur ini padaku. Setelah mengenakan pakaian yang begitu seksi, kamu nggak menyentuhnya?"Miana tidak percaya. Bagaimanapun, Henry bukan pertama kali berbohong padanya.Setelah dibohongi berkali-kali, dia tentu tidak akan percaya."Nggak! Aku di ruang kerja! Selain itu, aku juga nggak tahu dia datang!" Jika dulu, Henry tidak akan repot-repot menjelaskan seperti ini.Namun, setelah mengalami perceraian dengan Miana, dia mulai memahami beberapa cara berkomunikasi dalam pernikahan.Jika ada keraguan, tanyakan langsung. Karena dipendam terlalu lama, hanya akan

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 378

    Tekad dan kecemasan yang belum pernah ada sebelumnya terlihat di mata Janice. Kedua tangannya mencengkeram erat seprai, seakan-akan hanya itu satu-satunya sandaran yang dia miliki saat ini.Di samping ranjangnya berdiri Yosef yang sedang menatapnya dengan ekspresi yang tidak jelas."Yosef, aku mohon, bantu aku keluar dari sini," pinta Janice dengan suara yang bergetar dan penuh ketulusan.Mata Janice sudah merah berkaca-kaca, sorot matanya dipenuhi rasa ketakutan akan masa depan dan ketidakberdayaan terhadap situasi saat ini.Sosok Yosef yang bertubuh tinggi menciptakan bayangan berat di dalam kamar yang remang-remang.Dia menatap Janice dalam-dalam, tatapan yang dipenuhi emosi yang rumit. Ada kasihan, tidak berdaya, dan tekad yang sulit untuk diungkapkan. "Janice, aku janji akan membantumu, tapi kamu harus mengerti itu bukan hal yang mudah. Batasan internasional jauh lebih rumit dari yang kita bayangkan. Aku hanya bisa melakukan sebisaku, menyediakan jalan pelarian untukmu."Dia berka

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 379

    Mendengar ucapan Yosef, Nadia langsung menangis dengan keras. "Yosef, aku adalah ibumu, bagaimana kamu bisa memperlakukanku seperti ini!"Mentalnya terguncang sejak tahu suaminya berselingkuh, dan menjadi sangat posesif.Dia tidak bisa mengendalikan suaminya, tetapi putranya adalah miliknya. Oleh karena itu, dia harus menjaga putranya erat-erat di sisinya dan tidak membiarkan wanita lain merebutnya.Selama beberapa hari ini, Yosef sangat tersiksa karena sikap ibunya itu. Dia merasa kesal, mengusap keningnya, lalu berteriak, "Diam!"Dia heran, mengapa ibunya tidak mengamuk pada ayahnya yang berselingkuh, malah mencari masalah dengannya.Yosef hampir dibuat gila oleh ibunya."Kukatakan lagi, Yosef, kamu hanya boleh menikahi Alisa Ingra! Wanita lain nggak boleh, terutama Janice, si wanita licik itu! Kalau kamu berani menikahinya, aku akan bunuh diri di depanmu!" Berita tentang Janice telah memenuhi internet selama dua hari ini. Setiap kali melihat berita itu, dia selalu mengutuk Janice.M

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 380

    'Bukankah demi aku, Yosef bahkan bersedia melepaskan segalanya?'Kenapa sekarang ....'"Janice, maafkan aku." Wajah Yosef penuh dengan rasa bersalah.Kehilangan Janice, dia mungkin masih bisa menemukan orang yang dia cintai di masa depan.Sementara jika dia kehilangan ibunya, tidak akan ada lagi orang yang akan sepenuh hati memikirkannya.Janice tersenyum dan berkata, "Kenapa kamu bicara seperti itu! Dasar bodoh!"Janice tiba-tiba merasa bingung akan masa depannya."Istirahatlah, aku akan menelepon dulu, akan aku selesaikan secepatnya." Yosef memeluk Janice, dan dengan hati-hati mencium pipinya.Mungkin tidak ada lagi kesempatan untuk bisa bersama di masa depan.Mata Janice seketika menjadi merah.Dia bertanya-tanya seandainya dulu dia memilih Yosef, apakah dia sudah hidup bahagia sekarang?Sayang sekali, tiada seandainya di dunia ini.Dia sendiri yang telah memilih jalan ini, jadi sekalipun penuh kesulitan, dia tetap harus menjalaninya."Jangan menangis! Tunggu beberapa tahun. Setelah

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 381

    "Aku mencari tahu apa yang ingin aku ketahui," ujar Henry dengan suara datar, seolah-olah sedang membicarakan hal yang tidak penting.Yosef merasa agak gelisah.Mungkin karena sudah terlalu lama berteman dengan Henry, dan tidak pernah ada konflik di antara mereka, dia bahkan lupa bahwa Henry sebenarnya adalah serigala!Serigala yang sangat ganas.Siapa pun yang menjadi musuh Henry akan berakhir mengenaskan."Kita bisa bicara lain kali kalau kamu nggak ingin mengatakannya sekarang, tapi ... Kota Jirya itu kecil, sangat mudah bertemu dengan siapa pun," ujar Henry, lalu menutup teleponnya.Genggam Yosef pada ponselnya mengerat, dan kedua tangannya gemetar.Kata-kata Henry itu jelas merupakan peringatan baginya.Untuk sesaat, dia tidak tahu siapa yang dimaksud oleh Henry.Yang dia maksud ....''Ibuku atau orang itu?'Meskipun ada banyak kekhawatiran di hatinya, dia tetap memutuskan untuk membantu Janice pergi.Dia memutuskan untuk bertaruh.Mungkin saja kali ini dia beruntung!Setelah yaki

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 382

    "Aku sudah mengatur semuanya tadi. Besok malam pukul tujuh, akan ada orang yang menjemputmu, mereka juga akan memberimu identitas baru!" Yosef mengernyit ketika matanya tanpa sengaja tertuju pada luka di dada Janice, dan bertanya, "Bagaimana kalau lukamu terinfeksi saat di tengah perjalanan?""Aku akan memikirkan cara untuk membawa lebih banyak obat." Bagaimanapun, dia harus segera meninggalkan Kota Jirya, jadi luka seperti ini bukanlah hal penting.Selain itu, nyawanya lebih terancam jika terus berada di kota ini.Dia tidak berani mempertaruhkan nyawanya."Oh ya, rumah dan mobil yang kamu minta aku jual, aku belum menemukan pembeli yang cocok. Jadi, aku akan memberimu uang dulu, dan pelan-pelan mencari pembeli yang cocok," ujar Yosef sambil mengeluarkan sebuah kartu bank. "Semua uang yang bisa kuberikan sudah ada di sini, totalnya ada sepuluh miliar. Simpanlah!"Tindakan Yosef membuat Janice terharu.Dia bahkan berpikir, jika dia tidak terpaksa harus melarikan diri, dia akan tetap di

Latest chapter

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 530

    Miana merasa khawatir di dalam hati."Kalau begitu, aku nggak perlu pesta ulang tahun. Aku akan ke rumah sakit dan merayakannya bersama dia," ujar Nevan dengan serius sambil menatap Miana.Lagi pula, dia memang tidak terlalu suka merayakan ulang tahun."Nggak boleh!" Miana langsung menolaknya tanpa berpikir panjang.Semakin dekat Nevan dengan Rania, semakin dekat pula dia dengan Henry, dan itu sangat berbahaya."Kenapa nggak boleh, Bu?" tanya Nevan dengan raut wajah bingung, mencoba mencari alasan yang logis."Kamu sudah tahu kalau ayah Rania itu juga ayahmu, dan kamu masih mau mendekatinya? Kamu nggak takut dia akan mencoba membawamu pergi lagi?" Nada suara Miana terdengar agak ketus.Dia tahu bahwa orang seperti Henry sangat tidak tahu malu.Nevan terdiam.Dia baru saja melupakan hal itu."Kalau kamu benar-benar ingin merayakan ulang tahun bersamanya, beli saja gaun itu. Ibu hanya ingin memastikan kamu ingat situasi kita sekarang, tapi keputusan sepenuhnya ada di tanganmu," ujar Mian

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 529

    Dengan telaten, Giyan mengenakan sarung tangan plastik dan mulai mengupas udang untuk mereka. "Kamu tanya saja ke ibumu," ujarnya sambil melempar senyuman tipis.Tidak ada yang terjadi di antara mereka selain ciuman yang terganggu oleh anak mereka.Namun, Miana masih berusaha mengatasi rasa malunya yang belum sepenuhnya reda."Nggak ada! Nevan, jangan bicara saat makan!" Miana mengambilkan sesendok wortel dan meletakkannya di piring Nevan. "Makan lebih banyak wortel! Nggak boleh dibuang, paham?"Nevan dengan cekatan menusukkan garpu kecilnya ke sepotong wortel dan memberikannya ke Miana. "Ibu juga makan!"Giyan tertawa kecil melihat Miana dan Nevan sibuk saling menyuapi wortel.Mereka memiliki kesamaan dalam kesukaan maupun ketidaksukaan pada makanan.Miana menyuruh Nevan makan, dan Nevan juga menyuruh Miana makan.Rutinitas seperti ini adalah pemandangan sehari-hari.Giyan merasa sangat bahagia setiap kali melihatnya.Setelah mereka selesai makan wortel, Giyan menyodorkan udang-udang

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 528

    Mendengar itu, mata Miana memancarkan kelembutan yang bercampur ketegasan, lalu menggenggam tangan Giyan. Setelah beberapa saat berpikir, dia berkata dengan pelan, "Giyan, jangan khawatir. Henry mungkin memiliki niat dan rencananya sendiri, tapi pilihanku nggak pernah dipengaruhi atau dipaksa oleh siapa pun atau apa pun. Aku hanya ingin bersamamu selamanya."Kelembutan suara Miana, yang diselimuti kekuatan tidak tergoyahkan, menjadi sumber ketenangan yang menumbuhkan rasa percaya dalam hati Giyan.Mendengar kata-kata penuh kepastian dari Miana, Giyan merasa beban di hatinya perlahan terangkat. Kegelisahan memudar, digantikan dengan ketenangan dan rasa syukur mendalam."Aku juga, Mia. Kita akan selalu bersama, hari ini, esok, bahkan di kehidupan berikutnya!" ujar Giyan sambil menggenggam erat tangan Miana, seolah ingin memastikan cinta mereka terukir dalam hatinya.Miana merasakan detak jantungnya semakin cepat.Dua puluh tahun mengenal Giyan membuatnya memahami betapa baiknya Giyan ter

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 527

    Sambil tersenyum, Giyan mencubit lembut ujung hidung Nevan dan berkata, "Baiklah, Ayah memang sedang sedih. Ayah takut Nevan pergi dan takut Nevan nggak lagi membutuhkan Ayah lagi."Sejak Miana memutuskan untuk kembali ke Kota Jirya, Giyan mulai khawatir bahwa suatu hari Miana dan Nevan akan kembali ke sisi Henry."Nevan nggak akan pernah meninggalkan Ayah!" ujar Nevan dengan penuh semangat sambil mengulurkan jari kelingking mungilnya. "Ayo kita buat janji!"Giyan mengaitkan jari kelingkingnya. "Kamu harus ingat janjimu, ya!"Meskipun Nevan berjanji dengan penuh keyakinan, Giyan tahu janji itu hanya sebatas kata-kata seorang anak kecil.Terlebih lagi, keputusan sepenuhnya ada di tangan Miana, bukan Nevan."Oke! Pasti!" Nevan mengangguk dengan tegas, ekspresinya serius.Giyan menatap wajah kecil Nevan yang begitu mirip dengan Henry, bahkan ekspresi serius itu. Seketika, perasaannya menjadi campur aduk.Dia memahami dengan sangat jelas bahwa yang terbaik bagi seorang anak adalah tumbuh b

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 526

    Miana langsung menendang Henry. "Minggir!"'Dasar nggak tahu malu!'Setelah itu, Miana buru-buru kembali ke kamar perawatan untuk menggendong anaknya dan pergi.Dari belakangnya, suara Henry masih terdengar, "Seminggu lagi, aku akan mencarimu!"Miana sama sekali tidak mengindahkan kata-katanya.Dia percaya bahwa, meskipun Henry memiliki kekuatan besar, tidak ada seorang pun yang mampu mengendalikan segalanya.Henry ingin menghancurkan Grup Arca? Tidak akan semudah itu!Saat berada di dalam mobil, emosi Miana sudah kembali stabil."Ibu, apakah Ibu akan bersama dia?" tanya Nevan tiba-tiba.Miana tertegun sejenak."Dia yang aku maksud ayah adik kecil itu! Juga merupakan ayahku." Nevan mengira ibunya tidak mengerti, jadi menjelaskan."Kamu menyukainya? Kamu ingin tinggal bersamanya?" tanya balik Miana.Nevan menggeleng tanpa ragu. "Nggak mau! Aku tetap lebih suka ayahku yang sekarang!"Kepribadian ayahnya yang sekarang begitu baik, penuh kasih, tidak pernah memarahinya, dan selalu ada seti

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 525

    Seketika, raut wajah Henry berubah menjadi masam."Rumordi, jangan pernah bilang dia adalah mantan istriku lagi!"Saat ini, Henry tengah berusaha menjadikan mantan istrinya kembali menjadi istri sahnya.Rumordi mendengkus, lalu berkata dengan sinis, "Sudah tiga tahun sejak akta cerai itu ditandatangani kalian. Jadi, bagaimana mungkin dia bukan mantan istrimu?"Apa yang dikatakan Rumordi tidak keliru, karena Miana memang mantan istri Henry.Oleh karena itu, ancaman Henry sama sekali tidak efektif.Dengan raut wajah sangat masam, Henry langsung menutup telepon.Saat pandangannya kembali tertuju pada Miana, dia melihatnya tersenyum hangat kepada seorang perawat.Senyuman itu, seperti bunga yang bermekaran di awal musim semi.Keindahan senyuman itu membuat Henry tertegun.Dia bertanya-tanya, mengapa dulu dia tidak menyadari Miana begitu cantik?Seakan-akan menyadari tatapan Henry, Miana pun menoleh ke belakang.Saat mata mereka bertemu, ekspresi Miana berubah drastis. Senyumannya lenyap di

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 524

    Miana mengernyit dan dengan kuat melepaskan genggaman Henry. "Kamu bisa langsung katakan di sini!"Miana khawatir Henry akan menyembunyikan putranya.Dia benar-benar tidak percaya lagi kepada Henry sedikit pun."Kamu yakin ingin membicarakan masalah lalu kita di depan anak-anak?" tanya Henry, lalu sudut bibirnya terangkat sedikit.Miana menahan keinginan untuk menamparnya. "Henry, apa kamu sudah gila!"'Kenapa dia selalu mengatakan hal-hal yang nggak masuk akal sih!'"Ikut aku keluar!" seru Henry dengan suara rendah namun tegas.Dengan berat hati, Miana mengikuti keinginan Henry. Sebelum meninggalkan ruangan, dia berbalik dan berkata kepada Nevan, "Kamu tunggu Ibu di sini, jangan pergi ke mana-mana, mengerti?"Nevan mengangguk. "Ibu, pergilah, aku mengerti!"Setelah itu, Miana berjalan keluar dengan langkah besar.Henry menghampiri putrinya, lalu dengan penuh kasih merapikan helai rambut di wajahnya, menyelipkannya ke belakang telinga, memperjelas wajah kecilnya yang pucat.Memikirkan

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 523

    Miana menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri. Dia kemudian menatap tajam ke arah Henry dan berkata dengan penuh keyakinan, "Aku bilang, dia bukan anakmu!"Baginya, Nevan hanyalah anaknya!Dia tidak memiliki hubungan apa pun dengan Henry!"Kalau begitu, aku akan membawanya untuk tes DNA sekarang!" seru Henry dengan nada penuh emosi. Tatapan tajamnya pada Miana seperti bara api yang siap membakar.'Dia melarang anak itu mengakuiku, ayah kandungnya, tapi malah membiarkannya mengakui Giyan yang hanya orang luar sebagai ayahnya!''Benar-benar sangat absurd!'"Kamu nggak berhak melakukan itu!" Miana segera menggendong Nevan, dan berbisik padanya, "Jangan dengarkan omong kosongnya, kamu adalah anak Ibu, bukan anaknya!"Nevan memeluk leher Miana dan berkata dengan suara lembut, "Ibu, aku tahu itu."Dia sebenarnya menyadari bahwa dirinya adalah anak dari Miana dan Henry.Dia juga tahu bahwa ayahnya, yang berengsek itu, pernah berselingkuh, meskipun dia belum benar-benar memahami apa ar

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 522

    "Ibu, kalau merawatnya jadi beban, aku bisa gunakan uangku untuk merawatnya! Aku punya uang sangat banyak!" Dengan percaya diri, Nevan membuat gerakan melingkar besar dengan tangannya untuk mempertegas pernyataannya."Jangan bicara lagi!" seru Miana dengan suara rendah.Jika Henry mengetahui bahwa anak berusia tiga tahun telah menipunya sebesar empat ratus miliar, dia mungkin akan marah besar hingga muntah darah.Bahkan, dia mungkin akan memaksa Nevan untuk mengembalikan uang itu.Henry bukanlah sosok yang berhati baik."Oh, aku lupa!" seru Nevan, lalu menjulurkan lidahnya dengan nakal.Dia sama sekali lupa mengenai hal itu.Untung saja, ayahnya yang berengsek itu tidak mendengar percakapan mereka.Henry berjalan di belakang mereka. Suara mereka begitu pelan hingga sulit untuk didengar dengan jelas, tetapi firasatnya mengatakan bahwa mereka sedang membicarakannya.Nevan menggandeng Miana menuju sisi tempat tidur. Tatapan penuh harapan Rania melekat pada Miana.'Hmm?''Kenapa wajah Bibi

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status