Beranda / Young Adult / Terjerat Pesona Kakak Tiriku / Chapter 16 (Trending topik)

Share

Chapter 16 (Trending topik)

Penulis: Scorpio_Girl
last update Terakhir Diperbarui: 2024-12-18 21:53:33

Pagi itu, Adnessa benar-benar di antar oleh Revan hingga kedalam kelas. Hari itu juga, Adnessa menjadi trending topik dan terkenal di penjuru kampus hanya gara-gara dirinya di antar oleh dosen tampan idaman para Mahasiswi disana.

"Aishhh, semua ini gara-gara pak Revan," gerutu Adnessa. Sepanjang ia berjalan di koridor, pasti akan ada bisikan dan tatapan yang tertuju padanya. Entah itu komentar positif atau negatif, semuanya berbaur menjadi satu.

"Cieee ... Monyong banget bibir, Lo. Senyum dong! Masa habis di anterin 2 cowok tampan masih gak puas, Lo, Ness?!" ucap Fransisca menghampiri Adnessa yang baru saja duduk di bangkunya.

"Iya, nih. Diborong semua, bagi-bagi napa, Ness?!" sahut Laluna dengan bibir cemberut.

Adnessa menghela nafas panjang, "Kalian tidak mengerti, sih. Kalau bisa, dengan senang hati kalian angkut saja mereka berdua!"

"Astaga, Ness. Gue bercanda! Oh iya, pria yang berangkat bersama kamu tadi siapa?" tanya Fransisca penasaran.

"Siapa? Pak Revan?" tanya Adnessa yang t
Bab Terkunci
Lanjutkan Membaca di GoodNovel
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terkait

  • Terjerat Pesona Kakak Tiriku   Chapter 17 (CCTV)

    *Flash Back.*"Tumben, Lo menghadiri rapat ini?" tanya Revan, sedikit heran. Ia tahu betul Axcel lebih suka berurusan dengan hal-hal yang lebih penting daripada rapat umum kampus."Ada beberapa hal yang ingin kupastikan sendiri," jawab Axcel, nadanya datar. Ia melirik sekilas ke sekeliling ruangan, seolah mencari sesuatu.Revan mengedikkan bahunya, mencoba bersikap santai. Namun, ia merasa ada sesuatu yang mengganjal. Biasanya, asisten Axcel yang akan hadir mewakilinya. Kehadiran Axcel sendiri menimbulkan pertanyaan besar. 'Apa ada masalah yang serius?' pikir Revan, merasa khawatir.Sebenarnya, Axcel tidak begitu tertarik dengan acara pertemuan umum itu. Kedatangannya ke kampus ini hanya untuk meredakan kegelisahannya tentang Adnessa. Ia merasa ada sesuatu yang mengganjal, perasaan yang membuatnya tidak tenang. Axcel yang sebelumnya telah mengatur asistennya untuk menghadiri pertemuan ini, tiba-tiba berubah pikiran setelah teringat akan bertemu Adnessa di kampus itu. Ia butuh melihatn

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-20
  • Terjerat Pesona Kakak Tiriku   Chapter 18 (Canggung)

    Semua orang yang tadinya berada di pihak Devita seketika berbalik tidak menyukainya, setelah melihat rekaman CCTV yang membuktikan jika dirinyalah yang bersalah.Bisik-bisik mulai terdengar di antara mereka. "Ternyata dia yang salah," bisik seorang mahasiswa."Memalukan sekali," sahut yang lain. Devita dapat mendengar semua itu, dan rasa malunya semakin membakar dirinya.Devita menatap tajam ke arah Adnessa, matanya menyipit penuh amarah. Niat hati memberikan pelajaran kepada Adnessa yang berani menggoda Revan, pria yang ia cintai, kini berbalik menghantam dirinya sendiri. Alih-alih mempermalukan Adnessa, justru Devita sendiri yang dipermalukan di depan umum oleh gadis itu. Rasa malu, marah, dan frustrasi bercampur aduk menjadi satu, membuatnya merasa sangat bodoh dan hina.'Berani-beraninya dia mempermalukanku seperti ini,' batin Devita, gadis itu terlihat mengepalkan tangannya menahan amarah. 'Lihat saja nanti, Adnessa. Kamu akan membayar ini,' desisnya dalam hati.Melihat bagaimana

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-21
  • Terjerat Pesona Kakak Tiriku   Chapter 19 (18+ Area!)

    Klakkk.Suara kursi yang direbahkan memecah keheningan. Entah terbawa suasana atau tidak, di tengah kecanggungan yang masih terasa, Axcel mengatur posisi kursinya agar sedikit landai sebelum perlahan menarik Adnessa agar duduk dengan nyaman di atasnya. Gerakan Axcel begitu lembut namun tegas, seolah ia tahu Adnessa tidak akan menolak.Seperti terhipnotis, Adnessa mengikuti apa yang Axcel lakukan. Jantungnya berdebar kencang, namun ada rasa penasaran dan keinginan yang lebih besar dari rasa takutnya. Adnessa dan Axcel seakan terbawa dalam sebuah euforia yang aneh, sorot mata keduanya sama-sama penuh dengan intensitas dan hasrat yang membara.Adnessa memejamkan matanya, merasakan sentuhan pertama tangan Axcel yang mulai meraba pahanya yang mulus, sentuhan yang membuatnya meremang.'Sungguh cantik!' Axcel merapikan rambut Adnessa, menyelipkannya di belakang telinga gadis itu dengan gerakan yang lembut dan penuh perhatian. Melihat penampilan Adnessa sekarang, dengan mata terpejam dan bibi

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-22
  • Terjerat Pesona Kakak Tiriku   Chapter 20 (Drama Erika)

    Melihat Adnessa di dalam mobil Axcel, Erika tersenyum sinis, bibirnya tertarik ke atas dengan mata yang menyipit, memperlihatkan deretan giginya yang putih. Tatapannya dipenuhi kebencian, "Apa yang kamu lakukan di dalam mobil Axcel?!" tanyanya dengan nada tajam.Dengan tenang, Adnessa membalas tatapan Erika, "Apa kamu tidak bisa melihatnya?"Erika menggeram, rahangnya mengeras, matanya memerah. "Kamu ... ?" sahutnya dengan emosi yang tertahan.Dasar perempuan murahan! Berani-beraninya dia dekat-dekat dengan Axcel. Lihat saja nanti! batin Erika dengan geram. Jika saja tidak ada Axcel di sini, mungkin saja ia sudah merobek wajah Adnessa yang menurutnya sangat menyebalkan.Adnessa menaikkan sebelah alisnya, menatap Erika yang wajahnya memerah padam dan matanya berkilat-kilat karena marah, "Memangnya, apa ada yang salah dengan keberadaan ku disini? Kami bersaudara," Adnessa sengaja menekankan kata 'bersaudara', "jika aku berada di mobil Axcel, tentu saja karena dia menjemput ku untuk pula

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-23
  • Terjerat Pesona Kakak Tiriku   Chapter 21 (Hasutan Erika)

    "Ada apa dengan wajahmu?!" tanya Erika, senyum penuh arti terukir di bibirnya. Ia memperhatikan dengan saksama perubahan ekspresi Revan saat mendengar hinaannya terhadap Adnessa. Ada sedikit rasa puas melihat reaksinya.Erika, dengan dress merah menyala yang sedikit terbuka di bagian dadanya, melangkah mendekat ke mobil Revan. Gerakannya anggun dan provokatif, seolah sengaja memamerkan lekuk tubuhnya. Tubuh molek Erika memang mampu menghipnotis mata para pria di sekitarnya, tatapan mata mereka mengikuti setiap gerakannya. Namun, tidak demikian dengan Revan. Sejak pertama kali melihat Erika mengejar-ngejar Axcel, sahabatnya, hingga detik ini, ia justru merasa geli. Tidak ada sedikit pun ketertarikan yang ia rasakan pada gadis yang kini berdiri di depan kaca mobilnya.Revan menatap Erika dengan tatapan datar, nyaris jijik. Dalam hatinya, ia menggelengkan kepala. "Di, Aldy. Wanita seperti ini bisa-bisanya lo suka," gumamnya pelan, teringat pada Aldy, sahabatnya yang dulu pernah mati-matia

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-24
  • Terjerat Pesona Kakak Tiriku   Chapter 22 (Akhir drama Erika, Part 1)

    Revan menatap Axcel dengan tatapan yang sulit diartikan. Ada campuran antara kebingungan, kekhawatiran, dan mungkin sedikit kecemburuan di matanya. Pemandangan Axcel yang menggendong Adnessa yang tertidur pulas jelas bukan sesuatu yang ia harapkan. Keheningan sesaat menyelimuti ruangan, hanya suara napas Adnessa yang terdengar pelan."Axcel, apa—" Revan memulai kalimatnya dengan nada serius, namun suara desisan Axcel memotongnya dengan cepat."Ssttttttttt!" Axcel meletakkan jari telunjuknya di bibirnya, memberi isyarat kepada Revan untuk diam. Ia menatap Revan dengan tatapan tajam, memperingatkannya untuk tidak bersuara keras. Ia kemudian melirik ke arah Adnessa yang masih tertidur di gendongannya, memastikan gadis itu tidak terbangun.Revan mengikuti arah pandang Axcel dan sekilas menatap Adnessa. Ia melihat wajah gadis itu yang terlihat begitu damai dalam tidurnya. Revan menghela napas panjang, seolah memberikan izin kepada Axcel untuk mengantar Adnessa ke tempat yang lebih nyaman.

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-25
  • Terjerat Pesona Kakak Tiriku   Chapter 23 (Anugrah sekaligus kutukan)

    Kejadian sore tadi terus terngiang memenuhi kepala Axcel. Sudah hampir tiga jam pria tampan bertubuh atletis itu duduk di kursi bar pribadinya yang berada di kediaman Hansel, merenungkan isi hatinya dan takdirnya. Cahaya lampu temaram memantul pada gelas wine yang dipegangnya, menciptakan bayangan yang bergerak-gerak di dinding, seolah ikut mengejek kebingungannya."Apa saya tidak boleh menyukainya?" gumam Axcel dengan suara lirih, nyaris berbisik. Ia menatap cairan merah dalam gelasnya, seolah mencari jawaban di sana. Namun, yang ia lihat hanyalah pantulan wajahnya sendiri yang terlihat lelah dan putus asa. Ia kembali meneguk segelas wine yang sedari tadi menemaninya, berharap alkohol itu bisa meredakan gejolak di hatinya, meskipun ia tahu itu hanya sementara.Axcel serasa dibuat gila dengan keadaannya sendiri. Ia mengacak rambutnya frustrasi, merasa terperangkap dalam situasi yang sulit. Baru kali ini ia benar-benar menyukai seorang gadis, merasakan getaran aneh yang membuatnya berd

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-25
  • Terjerat Pesona Kakak Tiriku   Chapter 24 (Apa aku telh jatuh cinta kepada Axcel?"

    Axcel terdiam sesaat, mencerna kata-kata Adnessa. Rasa sakit dan kecewa bercampur aduk di dadanya. Ia menatap Adnessa sekali lagi, mencoba mencari setitik harapan di matanya, tetapi yang ia lihat hanyalah kebingungan dan kesedihan. Ia mengangguk pelan, sebuah anggukan yang lebih merupakan pengakuan atas kekalahannya daripada persetujuan."Baiklah kalau begitu," lirih Axcel dengan suara yang nyaris tak terdengar. Ia memalingkan wajahnya dan berbalik, melangkah pergi meninggalkan Adnessa. Setiap langkahnya terasa berat, membawa serta patah hatinya yang baru saja retak. Ia berjalan gontai, tidak tahu ke mana harus pergi. Yang ia tahu, ia harus menjauh dari Adnessa, setidaknya untuk saat ini.Adnessa sendiri merasakan sakit yang sama, bahkan mungkin lebih. Ia tahu kata-katanya telah menyakiti Axcel, tetapi ia merasa tidak punya pilihan lain. Ia merasa terperangkap dalam situasi yang rumit ini, terjebak di antara perasaannya dan kenyataan yang ada di depan mata. Tatapan Axcel yang selalu m

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-26

Bab terbaru

  • Terjerat Pesona Kakak Tiriku   Chapter 71 (Filosofi laut?!)

    Akhirnya Axcel melepaskan cekikannya di leher Erika, setelah gadis itu mengatakan sesuatu yang kembali membuatnya bimbang. Kata-kata Erika tadi seperti belati yang menusuk langsung ke jantungnya, membuatnya kehilangan kendali atas amarahnya."Uhuk uhuk uhukkkk," Erika memegang lehernya yang terasa sakit, bekas cekikan Axcel membekas merah di sana. Ia terbatuk-batuk, berusaha mengisi paru-parunya dengan udara sebanyak mungkin. Matanya menatap Axcel dengan campuran rasa takut dan kemenangan.Sedangkan Axcel, ia segera melangkah pergi dari tempat itu, membawa pikirannya yang kalut untuk menenangkan diri. Ia merasa seperti berada di labirin yang gelap, tidak tahu jalan keluar. Ia harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan siapa yang bermain-main dengannya.Sedangkan Axcel, ia segera melangkah pergi dari tempat itu, membawa pikirannya yang kalut untuk menenangkan diri. Ia merasa seperti berada di labirin yang gelap, tidak tahu jalan keluar. Ia harus mencari tahu apa yang sebenarny

  • Terjerat Pesona Kakak Tiriku   Chapter 70 (Sekedar payung)

    Apa aku tidak salah dengar?' Adnessa menatap Revan dengan mata berkaca-kaca, hatinya sedikit terenyuh dengan ketulusan Revan. Ia tidak menyangka Revan akan mengatakan hal itu di depannya, mempertaruhkan persahabatan yang telah lama terjalin demi dirinya, demi melindunginya. Sedangkan selama ini, dirinya seolah terus mempermainkan perasaan Revan yang selalu berkorban untuknya.Axcel terdiam, rahangnya mengeras. Ia merasa terpojok dan tidak berdaya. Ia tidak tahu harus berkata apa lagi. Ia merasa Revan benar-benar serius dengan ucapannya."Lo tidak bisa melakukan ini, Van," ucap Axcel dengan suara lirih, berusaha meyakinkan Revan. "Adnessa adalah milik gue.""Milik lo?" Revan tertawa sinis. "Sejak kapan Adnessa menjadi milik lo? Lo bahkan tidak bisa menjaganya. Lo hanya membuatnya menderita," ucap Revan yang tidak bisa lagi menahan kekesalan dan kekecewaannya, sia-sia dirinya menahan perasaan selama ini, membiarkan Adnessa terus bersama Axcel. Namun, Axcel justru menyia-nyiakannya, tida

  • Terjerat Pesona Kakak Tiriku   Chapter 69 (Antara persahabatan dan cinta)

    Shhhh," desis Axcel, merasakan denyutan tajam yang menghantam kepalanya. Ia mengerjap, kelopak matanya terasa berat, dan pandangannya kabur. Ada sesuatu yang berat menimpa tubuhnya, sesuatu yang hangat dan lembut.Axcel tersentak, matanya melebar saat melihat siapa yang tidur di sampingnya, menindih tubuhnya dengan selimut yang melorot. Erika. Wajahnya pucat, rambutnya berantakan, dan bibirnya sedikit bengkak. Membuat Erika yang tengah terlelap di sampingnya ikut tersentak dan terbangun."Kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Axcel dengan suara serak, tenggorokannya terasa kering. Penampilannya sangat berantakan, kemejanya kusut, dan matanya merah menatap Erika dengan tatapan dingin dan penuh pertanyaan.Erika menarik selimut yang sedikit melorot, membenarkannya untuk menutupi tubuhnya yang telanjang. Sebelum ia mengangkat wajahnya, menatap mata Axcel dengan intensitas yang membuat bulu kuduk Axcel meremang, "Kamu jahat sekali, Axcel," sahutnya, menjawab pertanyaan Axcel dengan nada le

  • Terjerat Pesona Kakak Tiriku   Chapter 68 (Awal kehancuran 18+)

    Plakk.Revan menepuk pelan uluran tangan sahabatnya ke arah Adnessa, "Apa-apaan syarat seperti itu?" ucapnya sedikit cemburu. Ia merasa tidak suka melihat Aldynata menggoda Adnessa.Aldynata mengedikkan bahunya mendengar pertanyaan Revan, seolah acuh tak acuh dengan sahabatnya itu yang hampir terbakar cemburu. Dengan sengaja, Aldynata justru kembali mengulurkan tangannya ke arah Adnessa, seolah menantang Revan."Ha-hanya berdansa saja, kan?!" tanya Adnessa terbata, sedikit ada keraguan di hatinya untuk menerima uluran tangan Aldynata. Ia merasa tidak nyaman dengan situasi ini.Revan yang melihat itu mendengus kesal. Sebelum semuanya terlambat, dengan cepat Revan menerima uluran tangan Aldynata yang sebenarnya pria itu tunjukkan untuk Adnessa. Ia tidak ingin Adnessa berdansa dengan Aldynata.Adnessa dan Aldynata seketika menatap aneh ke arah Revan. Mereka berdua merasa bingung dengan tindakan Revan yang tiba-tiba.Aldynata segera menarik tangannya kembali, "Gue gak suka bambu, ya, anyi

  • Terjerat Pesona Kakak Tiriku   Chapter 67 (Tragedi kamar 069

    Axcel menarik tangan Erika yang ia sangka Adnessa itu ke dalam pelukannya, ia memeluknya dengan sangat erat. Ia merasa sangat merindukan Adnessa, dan ia ingin merasakan kehangatan dan kenyamanan yang hanya bisa diberikan oleh Adnessa.Sedangkan Erika, ia terkejut mendengar Axcel memanggil nama Adnessa. Ia merasa sangat marah dan cemburu. Ia tidak menyangka Axcel akan memikirkan Adnessa di saat seperti ini."Aku di sini, Xel," ucap Erika dengan suara lembut, berusaha menenangkan Axcel. Ia ingin Axcel melihatnya, bukan Adnessa. Ia ingin Axcel melupakan Adnessa dan mencintainya.Axcel menggelengkan kepalanya, "Bukan kamu, Ness," ucapnya dengan suara serak. "Aku merindukanmu." Ia memeluk Erika semakin erat, berharap ia bisa merasakan kehadiran Adnessa.Erika mengepalkan tangannya, menahan amarah yang membara di dadanya. Ia merasa sangat terhina dan direndahkan. Ia tidak menyangka Axcel akan begitu mencintai Adnessa, meskipun mereka sudah berpisah."Axcel, aku di sini," ucap Erika lagi, be

  • Terjerat Pesona Kakak Tiriku   Chapter 66 (Dosen Andalan)

    Adnessa melangkahkan kakinya mundur beberapa langkah, melihat Axcel berdiri di depannya. Perasaannya seketika berubah menjadi campur aduk. Ia menatap was-was ke sekeliling Axcel, mencari seseorang yang mungkin saja ikut hadir bersamanya. Dirinya benar-benar sudah tidak ingin ikut terlibat dalam masalah Axcel dan Erika lagi."Ada apa?" tanya Axcel, melihat Adnessa menatap aneh ke arahnya. Axcel yang merasa khawatir, spontan menyentuh lengan Adnessa, mencoba untuk mengikis jarak dan dinding penghalang yang hadir di antara mereka setelah malam pertunangan itu. Ia merasa Adnessa semakin menjaga jarak dengannya.Merasakan sentuhan Axcel, Adnessa segera menarik tangannya membuat Axcel tersenyum miring dengan tatapan mata yang ikut berubah, sorot mata yang tadinya menyiratkan kekhawatiran seketika berubah menjadi tatapan amarah dan kekecewaan."Aku masih ada urusan," pamit Adnessa sengaja untuk menghindari Axcel, ia tidak ingin lagi membuat masalah. Ia selalu mengingatkan kepada dirinya send

  • Terjerat Pesona Kakak Tiriku   Chapter 65 (Malam perjamuan)

    Revan dan Adnessa terlihat sangat serasi, bahkan baju mereka juga terlihat senada. Baru saja mereka keluar dari mobil, sudah banyak pasang mata yang berlalu lalang di pelataran gedung itu menatap ke arah mereka, tidak sedikit juga yang memuji Adnessa dan Axcel. Revan dengan gagahnya dan auranya yang berkarisma, bersanding dengan gadis cantik dan anggun, tentu saja akan menyita perhatian banyak orang. Apalagi, selama hidupnya baru kali ini Revan membawa seorang gadis datang ke acara resmi seperti ini.Revan memberikan kode agar tangan Adnessa melingkar di lengannya. Ia ingin terlihat seperti pasangan yang serasi dan bahagia di depan semua orang. Meskipun, pada kenyataannya tidak ada hubungan lebih di antara mereka berdua, selain hubungan antara dosen dan mahasiswi."Kenapa, Pak?" tanya Adnessa yang tidak peka, ia justru menatap bingung dan heran ke arah Revan. Ia tidak mengerti apa maksud Revan dengan kode yang diberikan kepadanya."Pegang lengan saya, Ness!" ucap Revan dengan sabar, i

  • Terjerat Pesona Kakak Tiriku   Chapter 64 (Dosen killer yang posesif)

    Revan membawa Adnessa menuju sebuah butik yang cukup terkenal di kotanya. Butik itu sangat besar dengan baju-baju mewah dan elegan yang terpajang sangat indah, membuat Adnessa takjub dengan pemandangan itu. Ia merasa seperti masuk ke dalam dunia mimpi, di mana segala sesuatu terlihat begitu sempurna dan mewah."Kenapa Anda membawa saya kemari, Pak?" tanya Adnessa dengan suara yang sedikit bergetar. Ia masih binggung dengan apa yang sedang terjadi. Revan tersenyum tipis mendengar pertanyaan Adnessa. "Tentu saja untuk memilihkan gaun yang akan kamu kenakan di acara nanti malam!" Sahut Revan dengan entengnya, seolah-olah apa yang ia lakukan adalah hal yang biasa saja."Tidak mungkin juga kan, kita makan di sini. Ini butik, bukan restoran, Ness," lanjut Revan menggoda Adnessa, ia terkekeh pelan melihat ekspresi Adnessa yang menurutnya begitu menggemaskan. Ia suka melihat Adnessa yang terlihat bingung dan salah tingkah seperti ini.'Yang bilang ini restoran juga siapa? Orang kayak gini, k

  • Terjerat Pesona Kakak Tiriku   Chapter 63 (Rencana buruk Erika)

    Rencananya untuk menemui Axcel di kantor pria itu akhirnya gagal, dan Erika memutuskan untuk pulang dengan hati yang penuh amarah dan dendam. Namun, di tengah perjalanan, entah kenapa ia teringat dengan sebuah rencana yang akan membantunya untuk bersatu dengan Axcel. Rencana yang licik dan berbahaya, tapi ia merasa tidak punya pilihan lain."Apa aku harus menggunakan cara itu?" gumam Erika, mempertimbangkan ide yang baru saja muncul di otaknya. Ia tahu rencana ini sangat berisiko, tapi ia sudah tidak tahan lagi dengan penolakan Axcel. Ia ingin memiliki Axcel seutuhnya, dan ia akan melakukan apa saja untuk mendapatkannya.Tiba-tiba Erika teringat dengan seseorang yang bisa membantunya mewujudkan rencana ini. Matanya berbinar dan segera ia mengambil ponselnya untuk menghubungi orang itu."Selamat siang, Nona Erika! Apa ada sesuatu yang bisa saya bantu?" terdengar suara seorang pria dari balik panggilan itu, membuat Erika tersenyum miring. Ia sudah menemukan orang yang tepat untuk memban

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status