Share

Bab 550

Author: Patricia
Nadine ikut senang mendengarnya. "Baiklah. Kalau begitu, aku pesan ya!"

"Tentu saja!" Meskipun begitu, Nadine hanya memesan dua lauk daging, satu sayuran, dan satu sup.

Aditya terdiam sejenak. "Cuma ini?"

"Ya, sudah cukup."

"Nggak bisa, harus tambah dua menu lagi."

"Jangan! Dua orang saja nggak bakal habis! Kak, hari ini kamu benaran minta diporoti ya?"

Aditya tertawa. "Sesekali diporoti adik sendiri nggak masalah."

"Serius, nggak perlu. Jangan sampai mubazir nanti."

"Ya sudah, terserah kamu saja."

Aditya memesan dua kaleng bir. Tidak lama kemudian, makanan datang dan mereka mulai makan sambil mengobrol.

"Gimana kuliahmu? Sudah mulai terbiasa? Kamu sudah simpan nomor teleponku, 'kan? Kalau butuh bantuan, langsung hubungi aku."

Mereka sama-sama jauh dari rumah. Sebagai kerabat, mereka tentu harus saling mendukung dan menjaga.

"Sejauh ini aman-aman saja. Ada beberapa masalah, tapi masih bisa aku atasi sendiri."

"Baguslah, ayo makan." Aditya tersenyum sambil mengambilkan makanan untuk Nad
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Kaugnay na kabanata

  • Tak Sudi Merajut Cinta Dengan Mantan   Bab 551

    Aditya juga pernah kuliah, secara logika, hal-hal mendasar seperti ini seharusnya tidak mungkin tidak dia ketahui! Terutama sesuatu yang sepenting kontrak."Akhir-akhir ini aku terlalu sibuk, ditambah ini proyek baru, jadi nggak ada template kontrak yang bisa dijadikan referensi. Waktu menyusun kontrak, aku lupa memasukkan klausul pelanggaran kontrak ...."Setelah ditipu, dia bahkan tidak langsung menyadarinya. Hal pertama yang terlintas dalam pikirannya justru "pihak lain tidak punya etika kontrak" dan "tidak menghormati hasil kerja orang lain". Ini benar-benar ... bodoh.Atau lebih tepatnya, terlalu polos.Bagaimanapun juga, hal pertama yang terlintas di benak Nadine adalah berapa banyak uang yang bisa dikompensasikan.Namun ...."Susun kontrak juga harus kamu lakukan sendiri?"Ekspresi Aditya semakin canggung. "Sebenarnya nggak perlu .... Sebelumnya, semua ini ditangani sama rekan bisnis. Aku cuma ngurus pekerjaan di lapangan. Tapi setengah bulan yang lalu, dia mengajukan pembubaran

  • Tak Sudi Merajut Cinta Dengan Mantan   Bab 552

    "Tapi, Nad, kenapa kamu tanya itu?"Mata Nadine berbinar. "Kebetulan aku ada proyek nih, Kak! Kamu mau ambil?"Aditya masih kebingungan."Pro ... proyek apa?""Laboratorium pintar. Tapi ada satu syarat, kalian juga harus menangani konstruksi dasarnya."Ya. Nadine tidak menginginkan laboratorium biasa, melainkan laboratorium yang sepenuhnya cerdas dan otomatis!Mereka berdua sampai makan dengan tergesa-gesa. Setelah mendengar detail permintaan Nadine, Aditya langsung bergegas kembali ke kantornya untuk menyusun proposal proyek.Sementara itu, begitu Aditya pergi, Nadine segera menghubungi grup telepon dan menjelaskan rencana ini kepada dua "rekan" lainnya.Setelah mendengar penjelasannya, Mikha dan Darius langsung menyetujuinya tanpa ragu. Saat ini, sepertinya tidak ada solusi yang lebih baik dari ini.Malam itu, Nadine kembali ke rumah dan menyusun dokumen dengan rincian lebih lengkap, lalu mengirimkannya ke e-mail Aditya. Awalnya, dia mengira akan menunggu beberapa hari sebelum mendap

  • Tak Sudi Merajut Cinta Dengan Mantan   Bab 553

    Lingkaran hitam di bawah matanya terlihat jelas, janggutnya berantakan, seolah dia menua sepuluh tahun dalam semalam. Dia bahkan tidak sabar untuk makan dulu. Sebaliknya, dia langsung mendorong sebuah dokumen ke arah Nadine."Nadine, ini rancangan awal untuk pembangunan laboratorium pintar! Aku sudah menyesuaikannya dengan kebutuhan yang kamu kirimkan semalam, lalu melengkapinya dengan beberapa perbaikan ....""Di beberapa bagian ini, menurutku masih bisa ditingkatkan .... Misalnya pintu utama. Karena ini laboratorium biologi, ada kemungkinan kalian akan berurusan dengan mikroorganisme berbahaya atau patogen berisiko tinggi. Jadi, menurutku pemilihan material untuk pintu utama harus dipertimbangkan dengan cermat. Aku sarankan beberapa opsi ini ....""Aku sudah membandingkannya dari berbagai aspek dan melakukan analisis. Secara keseluruhan, material GFRT ini adalah yang terbaik. Selain memiliki tingkat kedap udara yang tinggi, material ini juga sangat fleksibel dalam penggunaannya ...."

  • Tak Sudi Merajut Cinta Dengan Mantan   Bab 554

    Nadine terdiam sejenak sebelum berkata, "Bagian yang melebihi anggaran, akan segera kuatasi. Kak, kamu fokus saja bangun dengan rencana terbaik!"Setelah selesai berdiskusi dengan Aditya dan sekaligus menyelesaikan makan malam, Nadine langsung menghubungi Mikha dan Darius untuk memberi mereka kabar terbaru.Mikha segera merespons, "Kak Nadine, jangan khawatir soal uang. Aku bisa minta tambahan ke papaku ...."Sementara itu, di Provinsi Kanto, Mino sedang santai menonton TV di rumahnya sambil menyeruput teh dan memainkan batu kenari. "Hachoo! Hachoo!"Orang di sebelahnya bertanya, "Kamu kena flu?"Mino langsung mendengus, "Omong kosong! Pasti anakku yang lagi kangen aku!"Orang itu kehabisan kata-kata.Nadine menghela napas sebelum Mikha sempat melanjutkan, "Papamu tahu nggak kalau kamu langsung setuju tanpa tanya dia dulu? Jangan sampai dia ngamuk sampai muntah darah."Mikha tertawa, "Tenang saja! Dia nggak akan marah. Buat dia, uang itu cuma angka. Anggaran yang kita butuhkan ini bahk

  • Tak Sudi Merajut Cinta Dengan Mantan   Bab 555

    Nella juga takut terkena hantaman. Dia mulai memandang Mikha dengan ketakutan.Badannya besar, pasti tenaganya juga kuat. Kalau kena pukul, pasti sakit sekali!Tanpa berpikir panjang, dia mendorong Kaeso ke depan. "Malu-maluin! Masa cowok berlindung di belakang cewek!"Kaeso terdiam.Sementara itu, Clarine berdiri di samping dengan tangan menyilang di dada. "Cukup. Jangan lupa tujuan kita ke sini. Selesaikan urusan ini dulu."Lalu, dia menoleh ke arah Nadine dan mengulurkan tangannya. "Nggak usah bertele-tele. Serahkan kunci laboratorium sekarang. Toh, kunci itu nggak ada gunanya lagi di tanganmu."Nadine tersenyum kecil. "Maaf, tapi kunci ini nggak bisa aku kasih ke kamu."Clarine langsung mengernyitkan dahi. "Sepertinya kamu nggak ngerti situasi. Ini bukan soal kamu mau atau nggak mau. Ini soal kamu harus menyerahkannya.Sesuai aturan renovasi, selama laboratorium dalam masa perbaikan, mahasiswa dilarang memegang kuncinya. Harus diserahkan ke dosen pembimbing atau dikembalikan ke bag

  • Tak Sudi Merajut Cinta Dengan Mantan   Bab 556

    Plak!Sorot mata Nadine sangat dingin. Tamparan ini membuat suasana hening seketika.Bahkan Clarine sendiri juga tercengang. "Kamu ... kamu mukul aku? Berani-beraninya kamu nampar aku?!"Nadine menghardik, "Kenapa nggak berani? Kamu yang duluan ngomong nggak sopan, aku cuma menjaga harga diriku. Kita ini di kampus, bukan rumahmu. Kalau kamu mau berlagak jadi nona, boleh saja. Tapi, aku nggak wajib menuruti kemauanmu."Ternyata, kebaikan Nadine padanya dulu, dianggap Clarine sebagai penjilat? Sungguh ironis ....Mata Nella menjadi muram, sebelum tiba-tiba berkata, "Meskipun kata-kata Clarine memang agak pedas, kamu tetap saja nggak boleh main tangan. Peraturan kampus jelas-jelas menyebutkan bahwa perkelahian atau membuat keributan bisa berujung pada pemecatan."Kaeso langsung menyambung dengan semangat, "Ayo, kita laporkan dia ke bagian akademik! Kita semua jadi saksi!"Mendengar hal itu, Marvin buru-buru melangkah ke depan dan mencoba menengahi, "Kita ini teman sekampus, nggak perlu sa

  • Tak Sudi Merajut Cinta Dengan Mantan   Bab 557

    Nadine menjawab, "Perkelahian dan provokasi itu dua hal yang berbeda. Iya, kami memang menampar kalian. Tapi, siapa yang mulai duluan? Fakultas mungkin akan berpihak sama Bu Diana, tapi universitas? Belum tentu.""Sesuai prosedur investigasi normal, setiap kejadian akan ditelusuri dari awal sampai akhir. Kalau kamu pergi ke akademik dan mengadu bahwa kamu ditampar, pertanyaan pertama mereka adalah, 'Kenapa kamu ditampar?'""Apa jawabanmu?""Karena kalian nggak mengikuti aturan, menekan orang lain, mulut kalian kotor, dan kalian menghina harga diri orang lain?""Atau mungkin karena kalian sengaja mempermalukan orang, menunggu di sini hanya untuk mentertawakan kami, karena terlalu bajingan, jadi kena tampar?""Kalau kita melihat dari sisi regulasi, itu cukup untuk mengklasifikasikan tindakan kalian sebagai provokasi dan perbuatan yang mengganggu ketertiban! Kalau sudah begitu, kalau ada yang harus dikeluarkan, ya sekalian saja kita semua keluar! Beres, 'kan?"Nadine menjelaskan semuanya

  • Tak Sudi Merajut Cinta Dengan Mantan   Bab 558

    Nadine benar-benar yakin Arnold akan membelanya. "Kunci laboratorium kalian sudah diserahkan. Tapi yang satu ini, nggak mungkin aku kasih.""Kenapa?""Mikha, kamu pikir kalau kita kasih kunci ini, terus nanti gimana pas mau pindahin CPRT? Mau dobrak pintu masuk?"Mikha langsung membelalak. "Tunggu, CPRT ini bisa kita pindahin?!""Tentu saja. Itu alat yang kita beli pakai uang sendiri. Kenapa nggak bisa?""Benar! Ini barang kita, ya suka-suka kita mau angkut atau nggak.""Jadi, kita harus pegang kuncinya sendiri. Kalau nggak, nanti malah ribet pas eksekusi."Darius tersenyum kecil. "Bu Diana jelas mau ngusir kita demi alat itu. Sayang sekali, rencananya gagal total."Setelah menyelesaikan proses pemindahan barang, mereka pun menutup pintu dan pergi. Sebenarnya, barang bawaan mereka juga tidak banyak. Hanya masing-masing satu kotak.Kotak Mikha yang paling besar. Isinya penuh dengan makanan ringan. Ada keripik, kacang, stik pedas, biskuit, susu, soda ....Saat mereka melewati lapangan ka

Pinakabagong kabanata

  • Tak Sudi Merajut Cinta Dengan Mantan   Bab 675

    "Cepat sekali?" tanya Nadine dengan terkejut.Arnold mengangguk pelan, lalu kembali mengeluarkan sebuah termos dari ranselnya. "Kamu kehujanan, bajumu juga basah. Minum sedikit air hangat dulu, biar tubuhmu lebih hangat."Ternyata dia membawa termos berisi air hangat.Air dengan suhu sekitar 50 derajat itu langsung memberikan rasa hangat sejak menyentuh lidah. Begitu masuk ke perut, bagian atas tubuhnya pun mulai terasa lebih nyaman.Nadine tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. "Pak Arnold bahkan bawa air hangat juga?"Arnold tidak menjawab. Saat dia tak sengaja mengangkat kepala, matanya bertemu dengan tatapan menyelidik dari Stendy."Pak Arnold bawaannya lengkap banget, ya?" tanya Stendy.Arnold menjawab tenang, "Aku terbiasa mempersiapkan semuanya dulu baru berangkat. Kalau cedera Nadine tadi lebih serius dan aku nggak bawa perlengkapan, akibatnya bisa fatal."Stendy terdiam. Dia merasa agak tersindir.Nadine buru-buru mengalihkan topik. "Oh iya, Pak Arnold hafal jalan pulang n

  • Tak Sudi Merajut Cinta Dengan Mantan   Bab 674

    "Stendy, aku di sini!" teriak Nadine sekuat tenaga untuk merespons.Zona hutan tropis di kawasan tanaman itu sangat rimbun. Karena pepohonan menjulang lebat, jarak pandang pun terbatas. Siapa pun yang belum familier dengan area ini, sangat mudah untuk tersesat.Saat Stendy memasuki area itu, dia memang sempat bertanya pada Mikha. Namun, yang dia dapatkan hanya perkiraan arah secara umum. Semakin dalam dia melangkah, cahaya semakin redup. Hingga akhirnya, sama sekali tidak ada penerangan yang bisa menembus masuk.Gelap total.Meskipun membawa senter, dengan luas area sebesar ini, cahaya kecil itu hanya bisa menerangi sebagian kecil jalan. Demi keamanan dan mempercepat pencarian, dia terus berjalan sambil memanggil nama Nadine.Untungnya, malam itu peruntungannya cukup baik.Setelah berjalan selama kurang lebih setengah jam dan menyusuri jalan yang dipenuhi genangan air, saat dia hendak mengubah arah pencarian, tiba-tiba terdengar suara jawaban dari kejauhan. Itu Nadine!"Jangan bergerak

  • Tak Sudi Merajut Cinta Dengan Mantan   Bab 673

    Saat Clarine kembali ke kamarnya, dia tidak sengaja mendengar dua staf yang berbicara. Katanya, pihak atasan sedang memberi tekanan pada mereka. Bahkan ada tokoh penting yang langsung turun tangan dan mengeluarkan ultimatum."Kalau orang itu nggak ditemukan, kalian semua siap-siap angkat kaki!"Siapa yang punya pengaruh sebesar itu? Latar belakang sehebat itu? Siapa yang bisa punya dukungan sekuat itu?Clarine hanya merasa darahnya mendidih. Rasanya ingin langsung keluar dan membentak kedua staf itu. "Dia punya pengaruh apaan? Latar belakang apaan? Cewek itu cuma barang bekas yang sudah dipermainkan habis-habisan sama kakakku!"Jadi, saat Reagan menelepon, insting pertamanya adalah "ini pasti karena Nadine"."Tadi kamu bilang Nadine hilang? Kenapa bisa? Sekarang kamu di mana?" Suara Reagan langsung meninggi. Dia langsung duduk tegak fan tangan yang menggenggam gelas hampir menghancurkan kaca itu.Clarine tertegun. "Eh ... jadi Kakak bukan nelepon karena kabar Nadine?"Mata Reagan memer

  • Tak Sudi Merajut Cinta Dengan Mantan   Bab 672

    Cahaya bulan bersinar terang, angin malam berembus kencang dan menusuk. Namun di dalam bar, suasananya hangat seperti musim panas .... Philip mengadakan acara minum-minum dan sekelompok orang sedang seru-serunya bermain kartu."Pair dua! Menang! Hahaha, Ferrari-mu jadi milikku sekarang!""Curang! Curang! Ayo ulang satu ronde lagi!""Eh, kalah sedikit saja langsung teriak curang? Ya sudah deh, kasih kamu satu ronde. Tapi kalau ronde selanjutnya aku menang lagi, rumahmu yang di Bayview Residence juga masuk taruhan!""Oke!"Hanya sebuah rumah dan satu mobil, bukannya tidak mampu!Philip sendiri tidak ikut bertaruh. Dia hanya duduk di samping menikmati keramaian. Saat satu ronde kartu selesai, dia menoleh dan melihat Reagan duduk sendirian di sofa sambil menenggak minuman dengan wajah muram."Kak, baru datang kenapa langsung minum? Tuh, yang lain lagi main gede-gedean. Nggak mau ikutan satu ronde?"Reagan tidak terlalu berminat. "Kalian saja yang main."Sambil bicara, dia kembali menuang a

  • Tak Sudi Merajut Cinta Dengan Mantan   Bab 671

    Langit telah gelap sepenuhnya. Jarum jam hampir menunjukkan pukul tujuh dan konferensi akademik itu pun sampai pada penghujung acara. Saat pembawa acara menyebutkan nama Arnold, semua mata tertuju padanya. Dia melangkah ke atas panggung, bersiap menyampaikan pidato penutup.Di tengah pidatonya, ponselnya bergetar dua kali. Namun, dia tidak punya kesempatan untuk menjawab.Entah mengapa, sebuah firasat buruk tiba-tiba menyelinap masuk ke dalam hatinya. Kelopak matanya juga berkedut tanpa henti. Arnold buru-buru merangkum beberapa topik utama konferensi. Gaya penyampaiannya tetap mantap, pandangannya luas, dan isi pidatonya berbobot.Para hadirin mendengarkan dengan antusias dan terus mengangguk.Namun, bagi mereka yang sudah terbiasa mendengarkan laporan-laporannya, jelas merasakan ada sesuatu yang berbeda dari Arnold. Biasanya, Arnold memaparkan materi dengan runtut dan terperinci. Namun hari ini, dia seperti ingin buru-buru menyelesaikan semuanya.Setelah mengakhiri pidatonya dengan s

  • Tak Sudi Merajut Cinta Dengan Mantan   Bab 670

    Rasanya Kaeso ingin melompat untuk memberikannya tamparan. "Kamu bodoh ya? Sudah jam segini, staf kebun pasti sudah pulang! Kamu kira bisa ketemu mereka?"Marvin menggaruk kepala, ragu sejenak. Dia akhirnya memutuskan, "Entah bisa atau nggak, tetap harus dicoba. Kita nggak bisa cuma diam saja!"Tanpa menunggu tanggapan dari Kaeso, dia langsung berbalik dan berlari ke tempat staf biasanya berada.Menyadari tidak akan mendapatkan jawaban yang mereka harapkan dari Kaeso, Darius dan Mikha memutuskan untuk terus melanjutkan pencarian mereka.Namun, ini aneh. Sepanjang perjalanan, mereka sudah melintasi hampir seluruh zona A, tetapi tak menemukan satu orang pun.Mikha hampir menangis. "Gimana ini? Kak Nadine hilang hampir 2 jam dan kita masih mutar-mutar tanpa solusi!"Melihat air mata Mikha mulai berlinang, Darius yang awalnya masih bisa tenang, akhirnya benar-benar panik juga."Kamu ... kamu jangan nangis, kita 'kan sedang berusaha ....""Tapi, sudah ada solusinya belum? Belum! Hiks .... A

  • Tak Sudi Merajut Cinta Dengan Mantan   Bab 669

    "Oke!"Tanpa membuang waktu, Mikha dan Darius langsung berlari ke arah zona A, area terdekat yang kemungkinan masih ramai.Di tengah jalan, mereka berpapasan dengan Kaeso dan rombongannya. Melihat wajah keduanya yang panik, Kaeso segera menebak ada sesuatu yang terjadi. Akan tetapi, mengingat hubungan mereka selama ini tidak akur, dia sengaja menghalangi jalan mereka."Eh, kenapa buru-buru begitu? Mau ke mana sih? Cerita dong," ucapnya dengan nada mengejek.Mikha sudah malas berurusan dengannya. Kalau ini situasi biasa, dia pasti akan membalas dengan beberapa sindiran tajam. Namun, sekarang yang ada di kepalanya hanya keselamatan Nadine.Namun, dia tiba-tiba teringat sesuatu. Kaeso ini sangat pintar cari muka. Di perjalanan tadi, Kaeso terus mengobrol dengan dosen pembimbing. Mungkin dia punya nomor kontaknya?"Kaeso, kamu tahu nomor dosen pembimbing nggak? Kita butuh bantuan mereka, ini benar-benar darurat!"Kaeso mengangkat alis dan memutar bola matanya. Darurat ya .... "Kebetulan ba

  • Tak Sudi Merajut Cinta Dengan Mantan   Bab 668

    Nadine hanya bisa mencari tempat untuk berteduh. Semua orang tahu bahwa pohon dapat menarik petir, jadi berlindung di bawahnya bukan pilihan.Dalam kilatan cahaya saat petir menyambar, langit sesaat menjadi terang. Nadine melihat tidak jauh dari sana ada sebuah batu besar setinggi pinggang, dengan bagian tengahnya cekung membentuk celah alami. Meskipun sempit, jika dipaksakan, mungkin cukup untuk satu orang berteduh.Hujan semakin deras. Rintikannya menghantam tubuh Nadine hingga terasa agak menyakitkan. Dia mempercepat langkahnya, berusaha berjalan menuju batu itu sesuai perkiraan arah.Namun, tepat saat hampir sampai, dia malah terpeleset. Dia kehilangan keseimbangan, tubuhnya terjatuh ke depan.Tempat ini adalah lereng yang cukup curam. Begitu jatuh, tubuhnya langsung terguling ke bawah tanpa bisa dihentikan. Dia refleks menutup kepala dan wajah dengan tangan, mencoba melindungi diri.Satu-satunya hal yang sedikit melegakan adalah lereng ini ditumbuhi tanaman sehingga terasa cukup e

  • Tak Sudi Merajut Cinta Dengan Mantan   Bab 667

    Itu adalah hutan entada yang sangat besar!"Ayo cepat ke sini! Di depan ada hutan entada yang sangat besar!" seru Nadine dengan gembira. Mendengar itu, Mikha dan Darius segera berlari mendekat.Entada adalah tanaman kacang yang sangat terkenal. Asalnya dari Provinsi Walo, Florasia, lalu diperkenalkan ke daratan utama. Biasanya, entada tumbuh di lereng gunung atau di hutan campuran, merambat di pohon-pohon besar.Darius mendongak, menatap pohon-pohon entada yang menjulang. Batangnya yang tebal saling melilit, akarnya menjulur hingga 50 meter ke sumber air, membentang di antara pepohonan seperti raksasa yang sedang bersembunyi.Awalnya Darius hanya terkagum, tetapi sekarang dia merasa sangat senang. "Entada bisa tumbuh hingga satu meter panjangnya. Bisa digunakan sebagai obat atau koleksi, dan harganya di pasaran sangat mahal. Ini jelas bisa dihitung sebagai tanaman langka."Nadine mengangguk. "Tapi, hutan entada ini cukup luas. Menemukan entada mungkin nggak mudah. Matahari juga hampir

Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status