Share

Chapter 292

Penulis: MISTERIOUS
last update Terakhir Diperbarui: 2025-03-24 21:32:06

Di dalam ruang pertemuan yang temaram, beberapa tetua duduk melingkar. Suasana terasa begitu tegang.

Tetua berjanggut panjang mengetuk ujung jarinya ke meja kayu tua. Tatapannya tajam, menelusuri wajah rekan-rekannya satu per satu.

"Kita tidak bisa membiarkan dia tinggal di sini lebih lama. Kekuatan yang dia tunjukkan terlalu luar biasa, terlalu mencurigakan," katanya dengan nada datar, tetapi penuh tekanan.

Seorang pria bertubuh kurus dengan wajah tirus menyandarkan tubuhnya ke kursi, bibirnya melengkung tipis.

"Kau benar. Ratu Bai Xian mungkin mempercayainya karena dia telah menyelamatkannya, tetapi apakah itu cukup untuk menjamin bahwa dia tidak memiliki agenda lain?"

Wanita paruh baya berambut putih panjang mendesah pelan.

"Kalian terlalu berlebihan. Dia memang misterius, tetapi dia belum menunjukkan tanda-tanda niat buruk. Jika kita bertindak gegabah dan menyinggungnya, itu bisa membawa bencana bagi kita."

Tetua berjanggut panjang menyipitkan matanya.

"Justru karena dia belum
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin seru
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 293

    Xuan Li berdiri di tengah alun-alun dengan tatapan santai, seolah-olah situasi ini hanyalah hiburan baginya. Namun, di balik sikapnya yang tenang, tekanan spiritual yang ia lepaskan membuat banyak orang merasa tercekik. Murid-murid Lembah Angin menelan ludah, sementara beberapa tetua yang lebih lemah mulai berkeringat dingin.Tetua berjanggut panjang, yang baru saja menuduhnya, menggertakkan giginya. "Beraninya kau mengancam kami di tempat ini?! Kau pikir bisa lolos begitu saja setelah melakukan hal ini?"Xuan Li tidak menjawab. Sebaliknya, ia menoleh ke arah murid yang tergeletak di tanah, yang tubuhnya masih bergetar hebat. Matanya menyipit, memeriksa dengan saksama aura hitam samar yang melingkupi tubuh pemuda itu.‘Serangan jiwa, ya?’ pikirnya.Ia berlutut, meletakkan dua jarinya di atas dahi murid itu, mengabaikan tatapan penuh kecurigaan yang tertuju padanya. Dalam sekejap, seberkas cahaya perak berkilat dari ujung jarinya dan meresap ke dalam tubuh si murid. Aura hitam yang t

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-24
  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 294

    Xuan Li terdiam, tetapi tekanan spiritual yang ia lepaskan semakin kuat. Udara bergetar hebat, menciptakan pusaran energi yang tak kasat mata. Murid-murid yang lebih lemah merasakan dada mereka seakan tertindih beban raksasa dan langsung jatuh berlutut. Beberapa tetua mulai berkeringat dingin, wajah mereka menegang saat mencoba menahan tekanan yang semakin mencekik."I-Ini bukan tekanan biasa…!" bisik salah satu tetua dengan suara bergetar.Langit di atas Lembah Angin yang tadinya cerah kini berubah kelam. Awan hitam berkumpul, berputar seperti pusaran raksasa, sementara kilatan petir ungu kebiruan menari di antaranya. Angin bertiup kencang, menerbangkan dedaunan dan mengguncang bangunan di sekitar.Bai Xian, yang sejak tadi hanya mengamati dengan tenang, menyipitkan matanya. "Dia marah…"Bukan sekadar marah biasa. Ini adalah kemarahan yang cukup untuk mengganggu keseimbangan energi spiritual di seluruh lembah.Di antara para tetua, pria berjanggut panjang yang sebelumnya lantang menu

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-24
  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 295

    Langit yang semula gelap perlahan kembali cerah, tetapi ketegangan di udara belum sepenuhnya sirna. Para tetua yang sebelumnya gemetar di bawah tekanan spiritual Xuan Li kini mulai mengatur napas mereka, meski masih waspada. Murid-murid Lembah Angin, yang tadi tersungkur ketakutan, menatap Xuan Li dengan campuran rasa hormat dan gentar.Di tengah suasana tegang itu, Bai Xian menatap pemuda di hadapannya dengan ekspresi sulit terbaca. Perkataannya barusan masih menggema di udara."Aku juga bisa menghancurkannya kapan saja."Kalimat itu bukan sekadar ancaman kosong. Semua orang di tempat ini tahu bahwa jika Xuan Li menghendakinya, Lembah Angin mungkin sudah menjadi puing-puing saat ini.Namun sebelum Bai Xian bisa merespons lebih jauh, suara tawa rendah tiba-tiba terdengar di antara para tetua."Heh… Jadi begitu rupanya."Tetua berjanggut panjang yang tadi menentang Xuan Li kini berdiri dengan ekspresi berbeda. Bukan lagi ketakutan, melainkan sesuatu yang lebih licik, seolah baru saja m

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-25
  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 296

    Langit di atas Lembah Angin bergetar saat formasi pelindung runtuh, meninggalkan lembah itu dalam keadaan tanpa perlindungan. Para tetua yang baru saja merebut kekuasaan terperangah, menyaksikan kehancuran yang terjadi di depan mata mereka.Tetua Zhao, yang sebelumnya penuh kemenangan, kini menatap Xuan Li dengan mata membelalak penuh amarah. “Wu Yu! Kau benar-benar berani…”Namun, sebelum ia bisa menyelesaikan kalimatnya, udara di sekitar mereka berubah drastis.Wuusshh!Sebuah aura membunuh yang dingin dan mengerikan menyelimuti seluruh aula. Rasanya seperti ribuan pedang tak kasat mata menggantung di atas kepala mereka, siap menebas dalam sekejap. Para tetua yang hendak melancarkan serangan langsung membeku di tempat.Braaak!Satu per satu, mereka jatuh berlutut, tubuh mereka gemetar hebat. Beberapa di antara mereka bahkan sulit bernapas, wajah mereka memucat seolah hidup mereka sedang berada di ujung tanduk.Mata emas Xuan Li menatap mereka tanpa emosi. “Kalian ingin menyerangku

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-25
  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 297

    Angin bertiup lembut saat Xuan Li mengeluarkan artefak terbang, sebuah perahu roh dengan pola ukiran kuno yang memancarkan cahaya samar. Tanpa banyak bicara, ia melangkah ke atasnya, diikuti oleh Bai Xian dan Qing Peng.“Bersiaplah, kita berangkat,” ujar Xuan Li dengan nada datar sebelum mengaktifkan artefak itu.Wuusshh!Dalam sekejap, perahu roh melesat ke langit, meninggalkan Lembah Angin yang kini berada dalam kehancuran. Bai Xian menoleh sekali ke belakang, melihat tempat yang selama ini menjadi rumahnya, sebelum akhirnya menghela napas panjang.Qing Peng, yang masih terluka, berusaha duduk dengan stabil. “Ke mana kita akan pergi?”“Ke tempat yang aman,” jawab Xuan Li singkat.Mereka melintasi pegunungan dan hutan yang luas, hingga akhirnya memasuki wilayah utara Kekaisaran Bulan Perak. Tempat ini masih alami, dikelilingi oleh lembah hijau, aliran sungai yang jernih, serta bukit yang dipenuhi tanaman obat.Xuan Li memperlambat laju perahu roh dan akhirnya mendarat di salah satu b

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-25
  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 298

    Langit malam Bukit Obat seharusnya sunyi seperti biasa. Namun, malam ini ada sesuatu yang berbeda.Udara mendadak berubah. Suhu meningkat, seakan api tak kasatmata menyebar di seluruh penjuru langit. Angin tidak lagi berembus lembut, melainkan berputar liar seperti tarian roh-roh kuno yang baru terbangun dari tidurnya.Kemudian, semuanya terjadi dalam sekejap.Cahaya merah keemasan membelah kegelapan, melesat ke langit seperti tombak yang ditempa oleh api surgawi. Dari dalam cahaya itu, sesosok makhluk agung muncul, seorang penguasa langit yang telah lama terlupakan. Sayapnya yang menyala menebar percikan api suci ke segala arah, sementara jeritan nyaringnya menggema hingga ke sudut dunia.Di tempat yang jauh, di kedalaman wilayah tersembunyi Klan Phoenix, para tetua yang sedang bermeditasi serempak membuka mata."Ini… darah leluhur kita telah bangkit!" seru seorang tetua, suaranya bergetar antara keterkejutan dan harapan.Di sudut ruangan, seorang wanita tua dengan rambut perak yang

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-26
  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 299

    Langit di atas Bukit Obat masih bergejolak setelah kemunculan energi Phoenix yang membelah malam. Suasana yang seharusnya tenang kini dipenuhi tekanan mengerikan, membuat para penghuni bukit merasa gelisah tanpa alasan yang jelas.Di dalam kediaman megah yang baru saja terbentuk, Bai Xian duduk di tepi ranjang, menatap Xuan Li yang tengah duduk bersila.Hawa panas dan dingin terus berputar di sekelilingnya, menandakan konflik energi di dalam tubuhnya.Xuan Li tidak stabil.Setelah menyerap sebagian energi Bai Xian, darah Phoenix yang seharusnya menjadi takdir Bai Xian malah mengalir dalam tubuhnya, bertabrakan dengan tubuh gioknya yang murni.Dua kekuatan besar itu tidak selaras, menciptakan ketidakseimbangan berbahaya.Bai Xian bisa merasakan bagaimana aura Xuan Li melonjak naik, tetapi pada saat yang sama, wajahnya sedikit pucat, menunjukkan bahwa tubuhnya sedang berada di ambang batas.“Wu Yu… kau baik-baik saja?” tanyanya pelan, suaranya penuh kekhawatiran.Xuan Li membuka matanya

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-26
  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 300

    Tetua berjubah merah menyipitkan mata. "Kau ingin bernegosiasi?" suaranya mengandung ejekan, seakan tak percaya bahwa seorang manusia berani berbicara sejajar dengan Klan Phoenix.Xuan Li mengangguk, tatapan matanya tetap tajam. "Ya. Aku akan menyerahkan darah leluhur Phoenix yang ada dalam tubuhku, tetapi dengan satu syarat, Bai Xian harus bebas untuk pergi bersamaku."Kata-kata itu membuat atmosfer semakin tegang. Bai Xian membelalakkan mata, sementara para tetua menatap Xuan Li dengan penuh kecurigaan."Berani sekali kau menyebutkan syarat seperti itu," geram tetua lain, seorang pria tua dengan janggut api yang berkilauan. "Putri kami adalah pewaris klan. Kau pikir kami akan begitu saja menyerahkannya kepadamu?"Tetua wanita berambut perak menatap Xuan Li dalam diam. Tidak seperti yang lain, sorot matanya lebih tajam, seakan menimbang sesuatu."Aku tidak meminta kalian menyerahkannya sepenuhnya," lanjut Xuan Li, suaranya tetap tenang. "Aku tahu betapa berharganya darah leluhur in

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-26

Bab terbaru

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 304

    Suasana di Ruang Utama Istana Api Abadi tetap tegang setelah pertemuan para tetua berakhir. Feng Ru duduk di singgasananya, jemarinya mengetuk-ngetuk sandaran kursi dengan ritme pelan namun terukur. Matanya yang tajam menatap kosong ke depan, pikirannya terus berputar mencari jalan keluar.Keberadaan Bai Xian adalah berkah sekaligus ancaman. Ia adalah pewaris sah Klan Phoenix, namun noda yang melekat pada dirinya membuat posisinya rapuh. Jika kabar ini menyebar ke dunia luar, banyak yang akan mempertanyakan kelayakannya sebagai penerus.Dan lebih dari itu, ia belum bisa memastikan darah siapa yang mengalir dalam diri Bai Xian.Feng Ru tidak bisa mengambil risiko.Karena itu, hanya ada satu cara untuk mengamankan status Bai Xian sekaligus mengontrol situasi, yaitu pernikahan.Feng Ru menarik napas panjang, lalu memberi isyarat kepada salah satu pelayan istana. “Panggil Bai Xian dan Xuan Li ke aula utama.”Pelayan itu segera bergegas pergi.Di sudut ruangan, salah satu Tetua mengamati

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 303

    Suasana di Ruang Utama Istana Api Abadi terasa tegang. Ratu Feng Ru duduk di singgasananya dengan punggung tegak, tetapi ekspresi wajahnya suram. Matanya yang biasanya berkilau kini redup, menyimpan kemarahan dan kekecewaan yang tak terucap.Di hadapannya, para tetua Klan Phoenix berdiri dengan kepala tertunduk, tak seorang pun berani membuka suara. Keheningan mencekam, hanya sesekali dipecahkan oleh suara bara api yang berderak di tungku raksasa di sudut ruangan.Feng Ru menarik napas dalam-dalam, mencoba menekan gejolak emosi di dadanya. “Aku tidak ingin membahas masa lalu Bai Xian di sini,” suaranya tenang tetapi sarat dengan ketegasan. “Ini bukan sesuatu yang perlu didengar oleh semua orang.”Tetua pertama, Feng Rui, yang berdiri di samping, mengangguk dengan hormat. “Kami memahami, Yang Mulia.”Namun, meski tidak diucapkan, semua orang di ruangan itu tahu apa yang ada di benak mereka masing-masing. Bai Xian, pewaris yang hilang selama dua puluh tahun, akhirnya ditemukan. Tapi da

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 302

    Di dalam Istana Api Abadi, kediaman para pemimpin Klan Phoenix, suasana terasa hening meski udara dipenuhi kehangatan dari bara yang tak pernah padam. Aroma belerang tipis menguar di udara, bercampur dengan jejak mistis api Phoenix yang mengalir di seluruh tempat ini.Di dalam kamar yang diterangi cahaya merah keemasan, Xuan Li terbaring di ranjang batu giok api. Napasnya stabil, tetapi tubuhnya masih menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Bai Xian duduk di sisi ranjang, wajahnya menyiratkan kelegaan sekaligus kecemasan.Di luar kamar, Qing Peng berdiri dengan tangan terlipat di dada, matanya waspada terhadap setiap gerakan di lorong istana.Pemimpin Klan Phoenix, Feng Ru, yang juga nenek Bai Xian, telah memberikan tempat peristirahatan bagi Xuan Li. Sebagai pemimpin yang bijaksana dan penuh wibawa, ia memahami pentingnya memberi waktu bagi mereka untuk pulih sebelum membicarakan masa depan.Beberapa tetua klan sebelumnya telah menawarkan pengobatan khusus untuk Xuan Li. Mereka mengusulka

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 301

    Langit di atas Bukit Obat dihiasi warna merah keemasan, memancarkan aura mistis yang membakar. Suhu di sekeliling semakin meningkat seiring riak energi yang mengguncang udara. Di pusat area itu, Xuan Li berdiri dengan tubuh berlumuran darah, napasnya berat, tetapi matanya tetap tajam.Di hadapannya, Bai Xian menatapnya dengan mata lebar. Ia tahu betapa berbahayanya ini bagi Xuan Li."Wu Yu, hentikan! Kau akan terluka!" serunya panik.Tetapi Xuan Li tidak mendengarkan. Tangannya bergetar saat energi dalam tubuhnya bergejolak hebat. Keringat dingin membasahi pelipisnya, tetapi ia tetap bertahan.Akhirnya, cairan emas bercahaya merembes keluar dari pori-porinya, melayang di udara. Itu adalah Darah Leluhur Phoenix.Para tetua Phoenix menatapnya dengan takjub, tetapi ekspresi mereka segera berubah menjadi khawatir saat Xuan Li terhuyung ke belakang, nyaris jatuh."Wu Yu!" Bai Xian buru-buru menangkapnya, tetapi Xuan Li hanya tersenyum samar.Dengan napas terengah, ia mendorong darah leluhu

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 300

    Tetua berjubah merah menyipitkan mata. "Kau ingin bernegosiasi?" suaranya mengandung ejekan, seakan tak percaya bahwa seorang manusia berani berbicara sejajar dengan Klan Phoenix.Xuan Li mengangguk, tatapan matanya tetap tajam. "Ya. Aku akan menyerahkan darah leluhur Phoenix yang ada dalam tubuhku, tetapi dengan satu syarat, Bai Xian harus bebas untuk pergi bersamaku."Kata-kata itu membuat atmosfer semakin tegang. Bai Xian membelalakkan mata, sementara para tetua menatap Xuan Li dengan penuh kecurigaan."Berani sekali kau menyebutkan syarat seperti itu," geram tetua lain, seorang pria tua dengan janggut api yang berkilauan. "Putri kami adalah pewaris klan. Kau pikir kami akan begitu saja menyerahkannya kepadamu?"Tetua wanita berambut perak menatap Xuan Li dalam diam. Tidak seperti yang lain, sorot matanya lebih tajam, seakan menimbang sesuatu."Aku tidak meminta kalian menyerahkannya sepenuhnya," lanjut Xuan Li, suaranya tetap tenang. "Aku tahu betapa berharganya darah leluhur in

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 299

    Langit di atas Bukit Obat masih bergejolak setelah kemunculan energi Phoenix yang membelah malam. Suasana yang seharusnya tenang kini dipenuhi tekanan mengerikan, membuat para penghuni bukit merasa gelisah tanpa alasan yang jelas.Di dalam kediaman megah yang baru saja terbentuk, Bai Xian duduk di tepi ranjang, menatap Xuan Li yang tengah duduk bersila.Hawa panas dan dingin terus berputar di sekelilingnya, menandakan konflik energi di dalam tubuhnya.Xuan Li tidak stabil.Setelah menyerap sebagian energi Bai Xian, darah Phoenix yang seharusnya menjadi takdir Bai Xian malah mengalir dalam tubuhnya, bertabrakan dengan tubuh gioknya yang murni.Dua kekuatan besar itu tidak selaras, menciptakan ketidakseimbangan berbahaya.Bai Xian bisa merasakan bagaimana aura Xuan Li melonjak naik, tetapi pada saat yang sama, wajahnya sedikit pucat, menunjukkan bahwa tubuhnya sedang berada di ambang batas.“Wu Yu… kau baik-baik saja?” tanyanya pelan, suaranya penuh kekhawatiran.Xuan Li membuka matanya

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 298

    Langit malam Bukit Obat seharusnya sunyi seperti biasa. Namun, malam ini ada sesuatu yang berbeda.Udara mendadak berubah. Suhu meningkat, seakan api tak kasatmata menyebar di seluruh penjuru langit. Angin tidak lagi berembus lembut, melainkan berputar liar seperti tarian roh-roh kuno yang baru terbangun dari tidurnya.Kemudian, semuanya terjadi dalam sekejap.Cahaya merah keemasan membelah kegelapan, melesat ke langit seperti tombak yang ditempa oleh api surgawi. Dari dalam cahaya itu, sesosok makhluk agung muncul, seorang penguasa langit yang telah lama terlupakan. Sayapnya yang menyala menebar percikan api suci ke segala arah, sementara jeritan nyaringnya menggema hingga ke sudut dunia.Di tempat yang jauh, di kedalaman wilayah tersembunyi Klan Phoenix, para tetua yang sedang bermeditasi serempak membuka mata."Ini… darah leluhur kita telah bangkit!" seru seorang tetua, suaranya bergetar antara keterkejutan dan harapan.Di sudut ruangan, seorang wanita tua dengan rambut perak yang

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 297

    Angin bertiup lembut saat Xuan Li mengeluarkan artefak terbang, sebuah perahu roh dengan pola ukiran kuno yang memancarkan cahaya samar. Tanpa banyak bicara, ia melangkah ke atasnya, diikuti oleh Bai Xian dan Qing Peng.“Bersiaplah, kita berangkat,” ujar Xuan Li dengan nada datar sebelum mengaktifkan artefak itu.Wuusshh!Dalam sekejap, perahu roh melesat ke langit, meninggalkan Lembah Angin yang kini berada dalam kehancuran. Bai Xian menoleh sekali ke belakang, melihat tempat yang selama ini menjadi rumahnya, sebelum akhirnya menghela napas panjang.Qing Peng, yang masih terluka, berusaha duduk dengan stabil. “Ke mana kita akan pergi?”“Ke tempat yang aman,” jawab Xuan Li singkat.Mereka melintasi pegunungan dan hutan yang luas, hingga akhirnya memasuki wilayah utara Kekaisaran Bulan Perak. Tempat ini masih alami, dikelilingi oleh lembah hijau, aliran sungai yang jernih, serta bukit yang dipenuhi tanaman obat.Xuan Li memperlambat laju perahu roh dan akhirnya mendarat di salah satu b

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 296

    Langit di atas Lembah Angin bergetar saat formasi pelindung runtuh, meninggalkan lembah itu dalam keadaan tanpa perlindungan. Para tetua yang baru saja merebut kekuasaan terperangah, menyaksikan kehancuran yang terjadi di depan mata mereka.Tetua Zhao, yang sebelumnya penuh kemenangan, kini menatap Xuan Li dengan mata membelalak penuh amarah. “Wu Yu! Kau benar-benar berani…”Namun, sebelum ia bisa menyelesaikan kalimatnya, udara di sekitar mereka berubah drastis.Wuusshh!Sebuah aura membunuh yang dingin dan mengerikan menyelimuti seluruh aula. Rasanya seperti ribuan pedang tak kasat mata menggantung di atas kepala mereka, siap menebas dalam sekejap. Para tetua yang hendak melancarkan serangan langsung membeku di tempat.Braaak!Satu per satu, mereka jatuh berlutut, tubuh mereka gemetar hebat. Beberapa di antara mereka bahkan sulit bernapas, wajah mereka memucat seolah hidup mereka sedang berada di ujung tanduk.Mata emas Xuan Li menatap mereka tanpa emosi. “Kalian ingin menyerangku

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status