Ekspresi wanita itu sontak berubah. Saking terkejutnya, dia langsung mematung di tempat. Saat tersadar kembali, Jacob sudah tidak berada di sana lagi. Seketika, pandangannya yang polos langsung sirna, digantikan dengan tatapan bingung melihat sosok Jacob.Beberapa detik kemudian, dia tampak tersenyum, tetapi senyumannya malah menyiratkan kegetiran. Ponselnya tiba-tiba berdering, ternyata panggilan itu dari keluarganya."Sayang, kamu masih di luar?""Mami, aku segera pulang," jawabnya sambil tetap melihat ke arah perginya Jacob. Setelahnya, dia berjalan ke arah pengawal yang sedang menunggunya. Sementara itu, Jacob yang baru masuk ke mobil langsung ingin menelepon Sienna menanyakan kondisinya. Namun karena tiba-tiba ada telepon yang mencarinya menanyakan urusan pekerjaan, Jacob terpaksa hanya mengirimkan pesan.[ Agak sibuk. Nana, tunggu aku pulang. ]Saat menerima pesan itu, Sienna sudah sedang berbaring di ranjang. Lantaran terlalu memaksakan diri pulang dari rumah sakit tadi siang, s
Di bawah panggung, Sienna sudah menemukan meja Direktur Ford. Alasannya mengincar Ford tak lain karena Direktur Ford berteman baik dengan Rowen. Saat Sienna menelepon Rowen, dia juga pernah mengobrol dengannya sebentar.Begitu Sienna menghampirinya, pria itu mengangguk dan tersenyum seraya berkata, "Penny, akhirnya kita ketemu juga. Rowen sering membicarakan tentangmu, tapi ini pertama kalinya aku berjumpa langsung denganmu."Rowen terlalu membanggakan Sienna sebagai murid terakhirnya. Dia sering memamerkan fotonya bersama Sienna pada setiap orang yang ditemuinya. Jadi, wajar saja Direktur Ford mengenalinya.Sienna membalas senyumnya dan berujar, "Paman Frank, dia artis baru perusahaanku, pemeran utama pria film 'Badai' yang baru dirilis beberapa hari lalu."Usai berkata begitu, Sienna mengisyaratkan Jack untuk bersulang pada Frank. Jack mengambil segelas anggur, lalu berujar sopan, "Halo, Pak Frank, senang bertemu denganmu."Frank tahu apa yang diinginkan Sienna. Demi menghormati Rowe
Semua orang yang memandang Sienna berpikir bahwa dia tidak akan naik ke panggung. Jika dibandingkan dengan orang-orang borjuis di sini, Sienna memang terlalu sederhana. Jika bukan karena Jacob, siapa pun tidak akan memedulikannya. Kini, semua orang tengah mentertawai Sienna sambil meliriknya dengan sinis.Di saat Jack dilanda kegundahan, dia melihat Sienna melangkah menuju panggung. Raut terkejut menghiasi wajah orang-orang. Apa Sienna sudah sinting? Apa dia serius mau mempermalukan dirinya sendiri di atas panggung?Sienna tidak memakai setelan yang terlalu mewah malam ini. Lagi pula, tujuannya datang ke bisnis adalah untuk membahas bisnis. Jadi, penampilan sederhananya sangat bertolak belakang dengan Gwen yang berdandan cantik. Di lingkaran para borjuis, pesta semacam ini biasanya diadakan beberapa kali dalam sebulan. Jika bukan demi bisnisnya, Sienna sudah pasti tidak akan datang.Sesampainya di atas panggung, Sienna mengangguk pelan pada para hadirin. Kemudian, dia menoleh dan menat
Setelah semua orang sadar dari keterkejutan, bunyi tepuk tangan seketika membahana di ruangan. Tidak ada yang memedulikan Gwen yang tampak frustrasi di atas panggung. Beberapa wanita dari keluarga berada segera mengelilingi Sienna."Sienna, kamu berbakat dalam banyak hal. Nggak heran Rowen sangat menyukaimu.""Aku membutuhkan guru biola untuk putraku. Apa kamu bisa membimbingnya di waktu luangmu?""Sienna, kamu bisa datang kapan pun kami mengadakan pesta minum teh."Kehormatan seorang perempuan bukanlah pemberian pria, melainkan diperjuangkan sendiri. Jika Sienna bergantung pada pertolongan Jacob malam ini, orang-orang ini tidak mungkin menghargainya.Sienna mengulum senyum dan berkata, "Maaf, perusahaanku lumayan sibuk belakangan ini.""Nggak masalah. Kami semua tahu tentang perusahaanmu. Kalau kelak kamu butuh partner kerja sama, silakan hubungi kami.""Baik, terima kasih semuanya," sahut Sienna sambil tersenyum tipis.Ada begitu banyak orang yang mengelilingi Sienna. Seseorang bahka
Saat Sienna berjalan ke samping mobil, dia memijat dahinya dengan perlahan. Jack yang berdiri di samping memandangnya dengan tatapan kagum."Bu Sienna, lagu itu enak sekali. Mencengangkan sekali."Sienna merasa lucu, dia hanya menepuk pundak Jack dengan pelan. "Ambasador Ford sudah di tangan kita. Siap-siap untuk tanda tangan kontrak besok, berusahalah dengan baik."Jack memandangnya dengan tatapan rumit. Melihat tidak ada orang di sekitarnya, dia berkata dengan pelan, "Bu Sienna, ada sesuatu di wajahmu. Coba tutup matamu."Sienna tidak merasa curiga, "Di mana?"Melihat wajah itu, Jack menelan ludahnya sejenak. Ingin sekali rasanya dia mencium Sienna, tapi malah terdengar suara langkah kaki dari belakangnya. Jack terpaksa menggosok pipi Sienna sekilas, lalu berkata dengan nada kecewa, "Nggak ada lagi."Sienna membuka matanya dan tersenyum. "Makasih, akan kusuruh manajermu untuk menjemputmu. Kamu pulang saja dulu."Usai melontarkan perkataan itu, Sienna melihat sosok Jacob yang berdiri
Jacob mundur beberapa langkah saat didorong. Sienna telah membuka pintu kamar, menjulurkan setengah badannya ke luar. Namun, pinggangnya dirangkul lagi oleh Jacob."Ah!" Pintu kembali ditutup rapat. Jacob membalikkan posisi mereka, Sienna menghadap Jacob. Pria ini menatapnya lekat-lekat. Tatapan ini sudah cukup untuk membuat suasana panas.Sienna tanpa sadar mundur dan berucap, "Jacob, jangan begini. Kamu juga tahu hubungan kita ...."Mereka tidak punya hubungan apa-apa. Sienna hanya membungkus tubuh dengan handuk. Lantaran terlalu gugup, handuknya pun hampir terjatuh.Jacob sontak memasukkan tangannya ke handuk. Dia berkata, "Terserah kamu mau hubungan seperti apa ...."Napas Jacob tidak stabil. Dia menggendong Sienna, lalu membawanya ke atas lemari di dekat jendela. Kamar sangat gelap karena lampu dimatikan. Suasana seperti ini membuat Sienna terangsang hingga tidak bisa berkata-kata.Pada akhirnya, Jacob melemparkan handuk itu. Tanpa persetujuan Sienna, dia tidak akan melakukan hal
"Cacat? Apa maksudmu?" tanya Sienna.Mata dan bibir Jacob tampak merah karena ciuman panas tadi. Dia mendorong pintu dengan satu tangannya, lalu menatap Sienna dan membalas dengan jengkel, "Bukannya kamu lulusan Universitas Seni Nasional? Masa tidak mengerti maksudku? Aku tidak bisa melampiaskan hasratku, makanya jadi cacat. Kalau aku tidak punya keturunan, itu salahmu."Kenapa pria ini begitu tidak tahu malu? Sienna sampai terperangah dibuatnya. Dia melirik kemaluan Jacob sekilas, mendapati tidak ada reaksi apa pun di bawah sana.Jacob bersandar di pintu sambil memejamkan mata, seolah-olah menyuruh Sienna untuk melihatnya sendiri. Pria ini terlalu terbuka.Sienna pun mulai berpikir, apakah yang dikatakan Jacob benar? Jika Jacob benar-benar cacat, Darwo pasti akan menginterogasi mereka nanti.Sementara itu, Jacob akan menyalahkan Sienna atas masalah ini. Sienna tidak sanggup menanggung konsekuensi sebesar ini. Dia menelan ludah, lalu bertanya, "Kok kamu tahu sudah cacat?"Bulu mata Jac
Lampu di kamar masih menyala, keduanya sama-sama berbaring dengan tenang. Sienna mengira dirinya akan mengalami insomnia, tetapi malah mulai mengantuk. Dalam sekejap, dia pun tertidur lelap.Sementara itu, Sony sudah tiba di lantai bawah. Jacob menyuruh Sony membawa pergi pakaiannya yang ada di sini sehingga dia tidak berani bertindak lalai.Rina membuka pintu untuknya. Sony sudah mengikuti Jacob bertahun-tahun, dia asisten yang sangat berbakat.Saat ini, Sony melirik ke lantai atas dan mendapati tidak ada pergerakan apa pun. Dia bertanya pada Rina, "Bibi Rina, Tuan Jacob dan Nona Penny bertengkar lagi, ya?"Jika tidak, mana mungkin Jacob menyuruhnya datang dengan terburu-buru. Setelah berpikir sejenak, Rina menjawab dengan ragu karena tidak mendengar suara apa pun, "Aku kurang tahu.""Bibi Rina, kamu pergi tidur saja. Aku hanya akan membereskan pakaian Tuan Jacob. Setelah itu, aku langsung pergi," ujar Sony.Sekarang sudah larut malam. Rina sudah tua sehingga tidak bagus jika bergadan
Jacob tidak mengatakan apa-apa. Dia langsung masuk dan mengambil koper Sienna yang berada di dalam kamar, lalu menggenggam tangan Sienna dan menariknya keluar.Pada saat itu, ponsel Sienna kembali berdering, tetapi dia tidak memperhatikannya karena yang ada di pikirannya hanya mengapa Jacob bisa begitu cepat tiba. Pikirannya agak kacau dan Jacob juga tidak mengatakan apa-apa, sehingga dia merasa bersalah dan memilih untuk diam. Selain itu, dia juga merasa agak lemas karena sakit di lambungnya tadi.Saat hendak masuk ke dalam mobil, ponsel Sienna kembali berbunyi. Kopernya sudah dimasukkan ke dalam bagasi dan Jacob ke kursi depan untuk menyalakan mobilnya, sedangkan dia berdiri di luar untuk menerima panggilan."Sienna, kamu di mana? Bukankah aku sudah bilang jangan berkeliaran?" tanya Jacob.Mendengar pertanyaan itu, seluruh tubuh Sienna langsung menjadi kaku dan pikirannya segera menjadi jernih. Apa maksudnya ini? "Jacob?""Ya."Jacob bertanya dengan nada yang sangat cemas, "Kenapa ka
Motor pun berhenti di pusat kota. Tidak ada begitu banyak gedung tinggi di Kango dan gedung yang tertinggi di sana pun hanya sekitar puluhan lantai saja. Yang tidak diketahui Sienna adalah daerah itu adalah tempat yang dihuni Jacob saat ini. Gedung tertinggi yang dilihatnya itu kebetulan adalah pusat kesejahteraan sosial.Sementara itu, saat ini Jacob sudah berada di bandara untuk menjemput Sienna. Sebelumnya, jadwal penerbangan pesawat sempat tertunda, tetapi sekarang tiba-tiba tidak ada informasi tentang penerbangan itu lagi. Setelah bertanya-tanya, dia baru tahu Sienna sudah meninggalkan bandara.Jacob hanya bisa melihat Sienna mengendarai motor bersama seorang wanita karena jumlah kamera pengawas di sepanjang jalan di Kango sangat sedikit. Namun, ke mana mereka pergi, tidak ada yang tahu. Dia yang merasa panik pun meminta timnya untuk memeriksa kembali kamera di sepanjang jalan dan akhirnya menemukan jejak Sienna di sebuah jalan.Mengetahui Sienna menuju kota yang dihuninya sekaran
Namun, Arlo dan yang lainnya tidak menyangka kota tempat Jacob berada tiba-tiba dilanda kepanikan pada siang harinya.Tepat pada pukul tujuh paginya, seorang pasien yang sudah terinfeksi penyakit ditemukan berada di pusat kota yang paling ramai. Ini berarti penyakit itu sudah menyebar ke pusat kota. Pusat perbelanjaan tempat ditemukan pasien itu sudah diisolasi dan semua orang di dalamnya ditahan untuk diperiksa, sedangkan orang yang berada di luar merasa ketakutan.Jacob berdiri di balkon hotel dan melihat orang-orang yang berada di jalanan bergerak dengan tergesa-gesa. Semua orang beramai-ramai pergi ke supermarket untuk membeli barang karena kota ini akan segera kacau. Oleh karena itu, dia langsung mengernyitkan alis saat menerima telepon dari Jero dan jantungnya berdebar. "Menjaga satu orang pun kamu tidak becus!"Jero yang sadar dengan kesalahannya tidak berani membantah.Jacob berusaha untuk menahan emosinya, lalu segera mencoba menelepon Sienna setelah menutup teleponnya, tetapi
00 menundukkan kepala dan memikirkannya sebentar, lalu perlahan-lahan menggelengkan kepala. "Tuan sudah menyelamatkan nyawa seluruh keluargaku dan membuat keluarga kami hidup damai selama bertahun-tahun ini. Aku melakukan semua ini dengan sukarela."Dari tatapan mata 00, terlihat ada perasaan yang disembunyikannya. Dia tentu saja memiliki penyesalan yaitu pria di depannya ini tidak menyukainya, padahal dia sudah menjalani operasi plastik untuk menyerupai Sienna. Jika dia berdandan, orang biasa tidak akan bisa membedakannya dengan Sienna.00 benar-benar ingin selalu menemani Jacob menggantikan Sienna, tetapi dia juga tahu menyatakan perasaannya adalah tindakan yang gegabah karena dia hanya seorang pengganti. Perkataannya pada Sienna saat itu yang bisa menyebabkan kesalahpahaman sudah termasuk tindakan terberani yang pernah dilakukannya seumur hidupnya.Dia bertekad harus menyelesaikan misi kali ini karena Jacob sudah menyelamatkan nyawa seluruh keluarganya.Jacob mengeluarkan sebuah kal
Namun, orang baik yang mendanai yayasan ini memang menyediakan tempat tinggal untuk semua pengungsi ini. Jadi, tidak ada yang curiga.Apalagi, orang-orang yang dikabarkan bekerja di Jalan Wally memang mengirim uang kepada keluarga mereka. Itulah sebabnya ucapan pihak yayasan sangat meyakinkan.Jacob menyipitkan matanya. Dia mengamati lingkungan yang kacau di sekitar. Jacob tidak tahan tinggal di lingkungan seperti ini. Akan tetapi, lingkungan ini bagaikan surga bagi pengungsi yang terbiasa tinggal di tempat kotor.Bahkan, di bagian tengah terdapat patung orang baik itu. Kabarnya, banyak orang yang menyembah patung itu setiap hari.Jacob sudah memahami sistem di tempat ini secara garis besar. Saat langit masih gelap, Jacob berkeliling di lantai bawah lagi.Orang-orang di yayasan terlihat beraktivitas dengan bebas. Sebenarnya, banyak kamera pengawas dipasang di setiap sudut. Bahkan ada orang yang berpatroli.Banyak pengungsi tidak tidur. Mereka duduk di kursi panjang sambil mengobrol di
Ed mulai menyiapkan data yang diperlukan untuk mengajukan diri menjadi ketua. Saat menyerahkan dokumen, Ed mendengar suara yang keras dari aula. Kemudian, terdengar suara teriakan staf yang histeris.Ed buru-buru pergi ke aula. Dia melihat seseorang yang diikat dengan rantai besar. Sepertinya orang itu berusia sekitar 19 tahun. Matanya memerah, dia terlihat agresif.Salah satu staf menyuntikkan obat bius kepada orang itu, tetapi dia tidak tumbang. Orang itu malah menyeringai dan meraung pada staf yang mendekat.Ed mengernyit. Mae berjalan mendekatinya dan berujar, "Ini hasil penelitian terbaru. Dia akan menjadi senjata mematikan yang hebat. Dia memang kelihatan masih muda, tapi setidaknya dia sudah membunuh 1.000 orang."Ed terkejut. Mae tersenyum dan menjelaskan, "Ngeri, ya? Staf penelitian mengurung dia dan ribuan anak di kamar yang terletak di lantai paling bawah. Hanya orang yang melewati 7 rintangan bisa bertahan hidup."Mae meneruskan, "Hanya dia yang berhasil melewati 7 rintanga
Mae meletakkan stempel ubur-ubur di samping dan tidak melihatnya lagi. Suasana di kamar menjadi hening. Ed tidak tahu pemikiran Mae. Selama ini, Mae sangat misterius.Mae meminum teh, lalu tersenyum dan bertanya, "Bagaimana dengan putri Luna yang pernah kamu ceritakan sebelumnya?"Ed menyahut, "Dia masih hidup."Mae mengangkat alisnya. Jika Ed yang bertindak, seharusnya putri Luna sudah mati. Mae berkomentar, "Sepertinya kamu memberinya kesempatan untuk hidup.""Nggak menarik kalau langsung dibunuh," timpal Ed. Dia ingin memperlakukan mereka seperti bahan eksperimen di ruang observasi. Ini adalah tujuan akhir Ed membawa Sienna kembali ke Bloodkillers.Ed ingin Sienna merasakan kesenangan menjadi seorang pemimpin. Setelah mendapatkan kepercayaan Sienna, Ed akan membawanya ke markas penelitian. Saat itu, Sienna akan menjadi bahan eksperimen yang bisa dikendalikan oleh Ed.Namun, Ed tidak menyangka Sienna sama sekali tidak tertarik untuk menjadi pemimpin. Sienna hanya ingin bersama Jacob
Anak buah Jacob keluar pagi-pagi. Jacob berpesan kepada 00 lagi untuk jalan-jalan di luar, tetapi jangan terlalu mencolok. Kemudian, 00 memakai masker dan topi. Dia mulai jalan-jalan di kota.Sementara itu, Ed dan Hans sampai di Kango pada sore hari. Namun, mereka tidak pergi ke kota, melainkan pergi ke markas penelitian dengan menaiki helikopter.Markas penelitian terletak di paru-paru dunia dan lingkungannya sangat rumit. Markas ini ditutupi hutan yang lebat dan dikelilingi berbagai macam racun. Jadi, markas ini terletak di bawah tanah.Awalnya, investasi untuk proyek ini sebesar ratusan triliun. Setelah puluhan tahun berlalu, markas penelitian ini masih terlihat baru.Alat sensor pupil di depan pintu memeriksa identitas Ed dan Hans. Mereka harus menjalani pemeriksaan seperti ini setiap berjalan 10 meter. Tujuannya adalah mencegah orang luar masuk.Selain data pupil, masih ada alat perbandingan rekaman cara berjalan di pemeriksaan terakhir. Koridor sepanjang 20 meter ini dipenuhi den
Namun, Jacob sudah pergi ke Afrikan. Sienna juga tidak berdaya. Dia menarik napas dalam-dalam, akhirnya dia hanya mengirim pesan singkat kepada Jacob.[ Hati-hati. ]Jacob membalas pesan Sienna.[ Nana, jangan khawatir. Aku akan segera kembali. Aku baru sampai, jadi aku belum memahami kondisi di sini. Aku takut ada yang melacak keberadaanku, makanya terkadang ponselku dimatikan. ][ Kalau kamu tidak bisa menghubungiku, jangan cemas. Aku akan melaporkan perkembangan situasi di sini 3 hari sekali. ]Jacob masih takut Sienna marah, jadi dia mengirim pesan kepada Sienna lagi.[ Oke? ]Jacob sudah telanjur pergi ke Afrikan. Sienna tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Tentu saja Sienna tahu Jacob bertindak cepat karena kondisi Omar sudah sekarat.Ditambah dengan kondisi Luna, mereka harus segera menyelidiki markas penelitian. Sienna membalas pesan Jacob.[ Oke. ]Melihat pesan Sienna yang singkat, Jacob tahu Sienna pasti marah. Hatinya terasa sakit. Jacob jarang mengirim emotikon saat mengobrol.