Sienna akhirnya sadar bahwa bukan Darwo yang ingin menemuinya, melainkan Daria. Kemudian, Daria meneruskan, "Tiga tahun lalu, dia menikah dengan putraku. Putraku nggak menyukainya, jadi pergi ke luar negeri selama tiga tahun."Begitu topik ini dibahas, para wanita di pesta teh mulai berbisik untuk bergosip. "Benar, saat itu ada keributan besar karena Tuan Jacob pergi ke luar negeri.""Mereka bahkan nggak mengadakan pesta nikah, hanya pergi mengambil akta nikah.""Diabaikan selama tiga tahun? Pasti dia merasa sedih sekali, 'kan?"Ketika melihat semua orang dipenuhi antusiasme, Daria tersenyum dingin sambil berucap, "Sesudah Jacob pulang, mantan menantuku ini pun nggak mau menyerah. Dia terus mengejar-ngejar pria tanpa peduli pada harga diri sendiri. Entah bagaimana caranya dia hamil, tapi terakhir keguguran.""Aku kira dia akan menyerah setelah kejadian itu, tapi masih saja mengikuti Jacob seperti perangko. Nggak peduli sebenci apa Jacob padanya, wanita ini masih terus berusaha memenang
Di mata Daria, segala hal yang dilakukan Sienna sudah pasti untuk menggoda Jacob. Wanita jalang ini adalah putri Leslie, jadi semua kesalahan ada pada Sienna. Kalau Sienna mati, reputasinya hancur, atau meninggalkan ibu kota, pernikahan Daria dengan Steven masih bisa diselamatkan.Daria benar-benar mencintai Steven. Mereka telah mengenal selama bertahun-tahun, bahkan saling menyukai sejak kecil. Atas dasar apa Leslie merebut semuanya?Sementara itu, Sienna dikurung oleh pengawal di sebuah ruangan yang gelap. Ruangan ini digunakan untuk menghukum penjahat.Setelah dilempar masuk, Sienna tanpa sadar bersandar di dinding. Kemudian, dia seperti mendengar suara gemeresik. Suara seperti ini sungguh menakutkan di lingkungan gelap.Sienna sontak menjulurkan tangannya. Begitu menyentuh sesuatu yang lembut dan dingin, dia baru tahu itu adalah seekor ular."Ah!" seru Sienna. Ruangan gelap ini terlalu luas, jadi suaranya bergema, membuat suasana menjadi makin menakutkan.Di tengah kegelapan, beber
"Itu bukan urusanku," sahut Jacob sambil mematikan komputernya. Kemudian, dia melirik waktu dan mendapati sudah saatnya untuk tidur.Entah kenapa, Jacob merasa sangat gelisah malam ini. Setelah mandi dan berbaring, dia masih tidak bisa tidur.Jacob mengambil buku untuk dibaca, tetapi sama sekali tidak bisa fokus. Pukul 1 dini hari, dia pun mengganti pakaian dan memutuskan untuk keluar.Kali ini, Jacob datang ke Kompleks Mawaria. Masih ada beberapa lampu yang masih menyala di sini. Jacob menurunkan jendela mobilnya sedikit, lalu mengisap rokok dengan santai.Sesaat kemudian, Jacob mengeluarkan ponsel untuk menelepon Sienna. Tidak ada yang mengangkat. Dia bersandar di kursi sambil memandang ke depan dengan termangu. Dia sendiri merasa bingung, mengapa dirinya datang kemari tengah-tengah malam begini.Setelah tersenyum mengejek diri sendiri, Jacob mengemudikan mobilnya pergi. Di tengah perjalanan, dia melewati perusahaan Keluarga Winata. Namun, karena tidak terlalu memperhatikan keluarga
Sienna duduk di sudut ruangan, masih membenturkan kepala ke dinding. Dia sudah meringankan tenaganya, tetapi masih mengulangi tindakan yang sama.Sementara itu, si pengawal takut pada binatang di dalam ruangan sehingga pergerakannya terbatas. Dia buru-buru menghampiri Sienna, berniat untuk menodainya di luar.Ketika pengawal itu menariknya, Sienna sontak berteriak melengking dan mendorongnya. Dia bahkan tidak tahu apa yang ada di hadapannya dan hanya berniat untuk melarikan diri. Ke mana pun boleh, asalkan bukan ruangan ini.Pengawal itu pun terjatuh di atas beberapa ekor ular karena dorongan Sienna. Dia ketakutan hingga berteriak histeris.Sienna sontak tersadar karena teriakan ini. Dia menerjang ke depan, lalu menghantamkan kepala si pengawal dengan keras ke lantai.Pengawal itu merasa pusing dan akhirnya jatuh pingsan. Melihat ini, Sienna bergegas berjalan ke luar. Akan tetapi, dia tidak makan seharian sehingga perutnya terasa sangat sakit.Di luar tidak ada siapa pun. Daria menying
Tatapan dingin Jero tertuju pada Daria, tampak pula emosi rumit di dalamnya. Faktanya, karakter Jero tidak seperti yang ditampilkannya selama ini.Setelah menghabiskan beberapa saat untuk menikmati lukisan tersebut, Jero mengobrol dulu dengan beberapa tamu sebelum pergi.Setelah kembali ke mobil, Jero melihat Sienna sudah diletakkan di jok belakang. Mobil melaju ke vila Jero. Setibanya di sana, dia menggendong Sienna ke lantai 2.Jero menyuruh pelayan memandikan Sienna sekaligus mengoleskan obat di kepalanya. Kemudian, dia juga menyuruh dokter datang untuk memeriksa kondisi Sienna."Dia hanya terlalu syok, Tuan Jero nggak perlu khawatir," ucap dokter itu. Jero pun menghela napas mendengarnya. Dia benar-benar geram setiap teringat perbuatan Keluarga Yuwono. Beraninya Daria memperlakukan seorang wanita dengan begitu kejam!....Setelah semua tamu pergi, Daria bertanya kepada para pengawal, "Sudah ketemu?""Nyonya, belum ketemu," jawab salah satu pengawal."Dasar nggak berguna! Masa bisa
Ketika berjalan di jalan setapak, Jacob melihat sesuatu yang sangat berkilau di pinggir. Dia maju, lalu berjongkok untuk mengambilnya. Itu adalah jepit rambut yang bertatahkan berlian. Jelas sekali, ini aksesori wanita yang cukup mahal.Pelayan kediaman Keluarga Yuwono tidak mungkin memakai jepit rambut seperti ini. Apakah milik tamu wanita yang datang menghadiri pesta?Jacob bangkit. Meskipun tidak memiliki kesan apa pun terhadap jepit rambut itu, dia merasa sayang jika dibuang begitu saja.Daria melihat jelas semua itu. Dia tahu bahwa itu adalah barang Sienna. "Jacob, itu seharusnya milik tamu wanita yang datang ke acara teh. Berikan saja padaku, aku akan mengembalikannya nanti."Jacob tidak mengatakan apa-apa, hanya menunduk menatap jepit rambut tersebut. Ketika Daria menjulurkan tangan untuk mengambilnya, Jacob bertanya dengan perlahan, "Penny sempat kemari?"Daria terkesiap hingga tangannya bergetar. Dia membalas, "Siapa Penny? Aku nggak kenal!" Suasana hati Daria sedang tidak sta
"Keluarga Yuwono memperlakukanmu sekejam ini, kamu nggak membenci mereka?" tanya Jero yang tidak memahami hubungan Sienna dengan Jacob. Namun, ketika melihat Daria memaki Sienna saat itu, Jero kira-kira tahu apa yang terjadi dan merasa semua ini sangat konyol.Di satu sisi, Jacob berhubungan dengan Penny. Di sisi lain, Jacob membiarkan Penny ditindas begitu saja. Apakah pria ini benar-benar menyukai Penny?Kalau Jacob memperhatikan mantan istrinya ini sedikit saja, dia pasti akan mengetahui identitasnya yang sebenarnya.Sayangnya, pria angkuh seperti Jacob menganggap mantan istrinya ini seperti seekor semut. Jadi, dia tidak mungkin peduli pada Sienna. Sungguh konyol!Sienna tidak mengatakan apa pun, hanya memakan buburnya dengan tenang. Jero tiba-tiba duduk di ranjang, lalu mengambil mangkuk tersebut dan meletakkannya di nakas. Sesudahnya, dia memeluk Sienna dan menepuk punggungnya sambil berucap, "Nangis saja kalau kamu mau."Sejak membawa Sienna kemari, wanita ini hanya tidur atau me
Sore hari, Jero mendapatkan panggilan dari temannya. Dia diajak untuk keluar minum-minum. Lantaran tidak tenang membiarkan Sienna sendirian, dia pun berpesan, "Kamu harus istirahat dengan baik. Pokoknya kamu harus pulih dulu. Daria nggak akan melepaskanmu begitu saja. Lebih baik kamu susun rencana. Kalau nggak, begitu kamu pergi dari sini, dia akan menangkapmu lagi."Sienna tentu saja tidak bisa menang melawan Keluarga Yuwono sendirian.....Setibanya di klub, Jero mendapati ternyata Jacob juga berada di sini. Jero mengangkat alisnya, lalu duduk di sebelah Mike.Malam ini, Mike telah menghubungi Sienna, tetapi Sienna mengatakan dirinya ada di rumah Jero. Begitu melihat Jero, Mike langsung berujar, "Jero, kamu benar-benar baik. Entah kata-kata manis seperti apa yang kamu bilang ke Penny sehingga dia bersedia tinggal di vilamu."Mike sedang menyinggung 2 orang. Yang pertama, dia sedang memancing amarah Jacob yang duduk tidak jauh dari sana. Yang kedua, dia sedang menguji perasaan Jero.J
Namun, Arlo dan yang lainnya tidak menyangka kota tempat Jacob berada tiba-tiba dilanda kepanikan pada siang harinya.Tepat pada pukul tujuh paginya, seorang pasien yang sudah terinfeksi penyakit ditemukan berada di pusat kota yang paling ramai. Ini berarti penyakit itu sudah menyebar ke pusat kota. Pusat perbelanjaan tempat ditemukan pasien itu sudah diisolasi dan semua orang di dalamnya ditahan untuk diperiksa, sedangkan orang yang berada di luar merasa ketakutan.Jacob berdiri di balkon hotel dan melihat orang-orang yang berada di jalanan bergerak dengan tergesa-gesa. Semua orang beramai-ramai pergi ke supermarket untuk membeli barang karena kota ini akan segera kacau. Oleh karena itu, dia langsung mengernyitkan alis saat menerima telepon dari Jero dan jantungnya berdebar. "Menjaga satu orang pun kamu tidak becus!"Jero yang sadar dengan kesalahannya tidak berani membantah.Jacob berusaha untuk menahan emosinya, lalu segera mencoba menelepon Sienna setelah menutup teleponnya, tetapi
00 menundukkan kepala dan memikirkannya sebentar, lalu perlahan-lahan menggelengkan kepala. "Tuan sudah menyelamatkan nyawa seluruh keluargaku dan membuat keluarga kami hidup damai selama bertahun-tahun ini. Aku melakukan semua ini dengan sukarela."Dari tatapan mata 00, terlihat ada perasaan yang disembunyikannya. Dia tentu saja memiliki penyesalan yaitu pria di depannya ini tidak menyukainya, padahal dia sudah menjalani operasi plastik untuk menyerupai Sienna. Jika dia berdandan, orang biasa tidak akan bisa membedakannya dengan Sienna.00 benar-benar ingin selalu menemani Jacob menggantikan Sienna, tetapi dia juga tahu menyatakan perasaannya adalah tindakan yang gegabah karena dia hanya seorang pengganti. Perkataannya pada Sienna saat itu yang bisa menyebabkan kesalahpahaman sudah termasuk tindakan terberani yang pernah dilakukannya seumur hidupnya.Dia bertekad harus menyelesaikan misi kali ini karena Jacob sudah menyelamatkan nyawa seluruh keluarganya.Jacob mengeluarkan sebuah kal
Namun, orang baik yang mendanai yayasan ini memang menyediakan tempat tinggal untuk semua pengungsi ini. Jadi, tidak ada yang curiga.Apalagi, orang-orang yang dikabarkan bekerja di Jalan Wally memang mengirim uang kepada keluarga mereka. Itulah sebabnya ucapan pihak yayasan sangat meyakinkan.Jacob menyipitkan matanya. Dia mengamati lingkungan yang kacau di sekitar. Jacob tidak tahan tinggal di lingkungan seperti ini. Akan tetapi, lingkungan ini bagaikan surga bagi pengungsi yang terbiasa tinggal di tempat kotor.Bahkan, di bagian tengah terdapat patung orang baik itu. Kabarnya, banyak orang yang menyembah patung itu setiap hari.Jacob sudah memahami sistem di tempat ini secara garis besar. Saat langit masih gelap, Jacob berkeliling di lantai bawah lagi.Orang-orang di yayasan terlihat beraktivitas dengan bebas. Sebenarnya, banyak kamera pengawas dipasang di setiap sudut. Bahkan ada orang yang berpatroli.Banyak pengungsi tidak tidur. Mereka duduk di kursi panjang sambil mengobrol di
Ed mulai menyiapkan data yang diperlukan untuk mengajukan diri menjadi ketua. Saat menyerahkan dokumen, Ed mendengar suara yang keras dari aula. Kemudian, terdengar suara teriakan staf yang histeris.Ed buru-buru pergi ke aula. Dia melihat seseorang yang diikat dengan rantai besar. Sepertinya orang itu berusia sekitar 19 tahun. Matanya memerah, dia terlihat agresif.Salah satu staf menyuntikkan obat bius kepada orang itu, tetapi dia tidak tumbang. Orang itu malah menyeringai dan meraung pada staf yang mendekat.Ed mengernyit. Mae berjalan mendekatinya dan berujar, "Ini hasil penelitian terbaru. Dia akan menjadi senjata mematikan yang hebat. Dia memang kelihatan masih muda, tapi setidaknya dia sudah membunuh 1.000 orang."Ed terkejut. Mae tersenyum dan menjelaskan, "Ngeri, ya? Staf penelitian mengurung dia dan ribuan anak di kamar yang terletak di lantai paling bawah. Hanya orang yang melewati 7 rintangan bisa bertahan hidup."Mae meneruskan, "Hanya dia yang berhasil melewati 7 rintanga
Mae meletakkan stempel ubur-ubur di samping dan tidak melihatnya lagi. Suasana di kamar menjadi hening. Ed tidak tahu pemikiran Mae. Selama ini, Mae sangat misterius.Mae meminum teh, lalu tersenyum dan bertanya, "Bagaimana dengan putri Luna yang pernah kamu ceritakan sebelumnya?"Ed menyahut, "Dia masih hidup."Mae mengangkat alisnya. Jika Ed yang bertindak, seharusnya putri Luna sudah mati. Mae berkomentar, "Sepertinya kamu memberinya kesempatan untuk hidup.""Nggak menarik kalau langsung dibunuh," timpal Ed. Dia ingin memperlakukan mereka seperti bahan eksperimen di ruang observasi. Ini adalah tujuan akhir Ed membawa Sienna kembali ke Bloodkillers.Ed ingin Sienna merasakan kesenangan menjadi seorang pemimpin. Setelah mendapatkan kepercayaan Sienna, Ed akan membawanya ke markas penelitian. Saat itu, Sienna akan menjadi bahan eksperimen yang bisa dikendalikan oleh Ed.Namun, Ed tidak menyangka Sienna sama sekali tidak tertarik untuk menjadi pemimpin. Sienna hanya ingin bersama Jacob
Anak buah Jacob keluar pagi-pagi. Jacob berpesan kepada 00 lagi untuk jalan-jalan di luar, tetapi jangan terlalu mencolok. Kemudian, 00 memakai masker dan topi. Dia mulai jalan-jalan di kota.Sementara itu, Ed dan Hans sampai di Kango pada sore hari. Namun, mereka tidak pergi ke kota, melainkan pergi ke markas penelitian dengan menaiki helikopter.Markas penelitian terletak di paru-paru dunia dan lingkungannya sangat rumit. Markas ini ditutupi hutan yang lebat dan dikelilingi berbagai macam racun. Jadi, markas ini terletak di bawah tanah.Awalnya, investasi untuk proyek ini sebesar ratusan triliun. Setelah puluhan tahun berlalu, markas penelitian ini masih terlihat baru.Alat sensor pupil di depan pintu memeriksa identitas Ed dan Hans. Mereka harus menjalani pemeriksaan seperti ini setiap berjalan 10 meter. Tujuannya adalah mencegah orang luar masuk.Selain data pupil, masih ada alat perbandingan rekaman cara berjalan di pemeriksaan terakhir. Koridor sepanjang 20 meter ini dipenuhi den
Namun, Jacob sudah pergi ke Afrikan. Sienna juga tidak berdaya. Dia menarik napas dalam-dalam, akhirnya dia hanya mengirim pesan singkat kepada Jacob.[ Hati-hati. ]Jacob membalas pesan Sienna.[ Nana, jangan khawatir. Aku akan segera kembali. Aku baru sampai, jadi aku belum memahami kondisi di sini. Aku takut ada yang melacak keberadaanku, makanya terkadang ponselku dimatikan. ][ Kalau kamu tidak bisa menghubungiku, jangan cemas. Aku akan melaporkan perkembangan situasi di sini 3 hari sekali. ]Jacob masih takut Sienna marah, jadi dia mengirim pesan kepada Sienna lagi.[ Oke? ]Jacob sudah telanjur pergi ke Afrikan. Sienna tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Tentu saja Sienna tahu Jacob bertindak cepat karena kondisi Omar sudah sekarat.Ditambah dengan kondisi Luna, mereka harus segera menyelidiki markas penelitian. Sienna membalas pesan Jacob.[ Oke. ]Melihat pesan Sienna yang singkat, Jacob tahu Sienna pasti marah. Hatinya terasa sakit. Jacob jarang mengirim emotikon saat mengobrol.
Sekarang Ed sudah menerima pesan dari markas penelitian. Jadi, dia dan Hans harus pergi ke sana. Hans tetap mengikuti Ed, bahkan dia tidak bisa mempunyai pemikiran sendiri. Hans akan melakukan apa pun yang diperintahkan Ed.Saat mereka berdua naik ke pesawat, Hans bertanya, "Apa kali ini kita akan membuat Jacob nggak bisa kembali selamanya?""Iya. Kita mau buat dia mati tragis," sahut Ed. Jacob pasti mati jika berani pergi ke Afrikan pada masa-masa seperti ini.....Setiap hari, media internasional terus memberitakan tentang wabah penyakit di Afrikan. Semua negara segera menyuruh penduduk mereka untuk kembali dari Kango saat wabah penyakit masih bisa dikendalikan. Jika wabah penyakit sudah menyebar ke tempat lain, dunia akan dilanda bencana.Jacob yang baru sampai di Kango langsung pergi ke hotel. Jacob dan 00 tinggal di hotel yang sama, 00 terus mengikuti Jacob ke mana pun dia pergi.Saat tengah malam, sekelompok orang juga menginap di hotel ini. Mereka semua adalah anak buah Jacob.J
Hans dan Ed berbeda. Hans tumbuh besar di markas penelitian. Dia merupakan subjek penelitian.Sebelum menginjak usia 5 tahun, Hans hanya dikelilingi alat-alat. Dia melihat orang-orang yang memakai jas putih dari kaca. Hans mengira orang-orang itu adalah orang tuanya.Kala itu, Hans tidak memahami apa pun. Dia juga tidak pernah melihat langit dan tumbuh-tumbuhan. Ketika Hans diutus untuk mencari Ed, itu adalah pertama kalinya Hans keluar.Sejak kecil, mereka sudah disuntikkan hormon. Jadi, mereka memiliki kecerdasan di atas rata-rata meski baru berusia 5 tahun.Rasa simpati Ed timbul saat melihat ekspresi Hans yang terkejut dan rasa penasaran Hans terhadap dunia. Namun, saat itu Ed tidak langsung setuju untuk kembali ke markas penelitian. Ed berkata, "Aku mau tahu pendapat Bibi Luna."Ed tinggal di organisasi selama beberapa tahun. Dia menganggap Luna seperti ibunya. Sewaktu Ed mempertimbangkan untuk memberi tahu Luna tentang Hans, dia mendengar percakapan Luna dengan tetua pertama."Ke