Sienna sengaja memeras pakaiannya saat berjalan keluar. Kemudian, dia menuju ke kamar tidur untuk mengambil 1 set piyama baru.Kali ini, Jacob tidak bermain-main lagi dan langsung keluar dari kamar mandi. Begitu melihat sekujur tubuh Sienna basah kuyup, dia mengangkat dagu wanita ini seraya berkata, "Mandilah."Saat ini, pendingin ruangan di dalam kamar sedang terbuka, tetapi Sienna tidak merasa kedinginan. Setelah mendengar perkataan Jacob, dia segera masuk ke kamar mandi. Dia juga diberikan sebuah kemeja pria.Untuk mencegah Jacob masuk secara tiba-tiba, Sienna pun langsung mengunci pintu kamar mandi dan berendam dengan tenang. Jika orang lain tahu bahwa Jacob mengizinkan orang lain untuk menggunakan kamar mandinya, mereka pasti akan sangat terkejut.Dalam hal ini, Jacob sudah berusaha mengendalikan misofobia yang dirinya rasakan. Namun, Sienna sama sekali tidak menyadari hal ini. Selesai mandi, lebih dari setengah jam telah berlalu. Terdengar suara orang yang sedang rapat, diiringi
Entah mengapa, Jacob merasa nyaman saat memeluk wanita ini. Lebih tepatnya nyaman, puas, dan damai. Mereka menggunakan sabun mandi yang sama sehingga aroma tubuh mereka juga sama. Ini bukan pertama kalinya mereka seperti ini.Namun, kali ini mereka sama-sama sudah bercerai. Hal ini membuat Jacob menjadi bertambah puas.Begitu Sienna duduk, pakaiannya langsung dilepas oleh Jacob. Kemudian, Jacob kembali memakai gelang gaharunya.Lekuk tubuh Sienna sangat bagus. Wanita ini biasanya mengenakan pakaian tertutup sehingga bentuk tubuhnya tidak terlalu jelas. Sienna memiliki bentuk tubuh yang ideal dan wajah yang cantik. Ketika pertama kali tidur dengannya, Jacob merasa sangat puas, tetapi pria ini tidak mau mengakuinya.Malam makin larut. Lampu di dalam ruangan masih terang. Jacob memeluk Sienna di ruang tamu. Lantaran Jacob terlalu tinggi, Sienna terlihat sangat mungil saat duduk di pangkuannya.Setelah menunduk dan berciuman untuk waktu yang lama, Jacob menengadah. Matanya tampak berbinar
Di dalam vila yang terletak di pinggiran kota, terlihat beberapa pengawal yang sedang berlutut di atas tanah. Raut wajah mereka sangat serius."Bos, kami sudah mencoba berbagai cara, tapi keamanan di Vila Cahwana yang diatur Pak Darwo sangat ketat. Kami benar-benar kesulitan untuk menembus penjagaan di sana," ucap salah satu pengawal.Darwo telah bergabung dengan pasukan militer selama bertahun-tahun. Apalagi, dia pernah menjadi komandan. Keamanan yang dia atur benar-benar tidak ada celah, bahkan profesional sekalipun tidak akan bisa menembusnya.Yang paling penting adalah pelayan yang bekerja di Vila Cahwana sangat sedikit. Mereka semua sudah bekerja di sana lebih dari 3 tahun. Setiap hari, Rina akan menghitung jumlah mereka. Oleh sebab itu, tidak mungkin ada orang yang menyusup menjadi pelayan.Jumlah pelayan hanya ada belasan. Sisanya adalah penjaga keamanan. Orang-orang ini dilatih sendiri oleh Darwo, jadi mereka pasti setia.Jika benda itu benar-benar ada di Vila Cahwana, mereka h
Yasmin memandang Sienna dengan sinis, seolah-olah Sienna adalah wanita licik. Yasmin berujar, "Penny, kamu keluar dulu. Ada yang mau aku bicarakan dengan Jacob."Sienna berdiri, lalu keluar tanpa ragu sedikit pun. Namun, sebelum pintu ditutup, Sienna mendengar Yasmin bertanya, "Kamu serius dengan desainer ini? Jadi, bagaimana dengan Nona dari Keluarga Shankar?"Jacob mengernyit. Dia merasa lucu, terakhir kali Jero juga mengungkit tentang wanita itu. Masalahnya, Jacob sama sekali tidak kenal dengan wanita tersebut.Yasmin menjelaskan, "Jacob, semalam aku sudah bertemu dengan Jero dan dia mengungkit masalah ini secara nggak langsung. Aku baru tahu ternyata kamu dan Nona dari Keluarga Shankar terus berhubungan. Dia itu anak kesayangan Keluarga Shankar, kamu nggak boleh memperlakukan dia seperti memperlakukan Sienna. Keluarga Shankar pasti nggak akan melepaskanmu."Saat mendengar ini, Sienna menutup pintu. Dia juga menghadiri acara ulang tahun Jacob dan Jero memang berkata seperti itu. Kel
Lukas yang berdiri tidak jauh dari sana tahu pemikiran Jacob. Jadi, sekarang Lukas tidak mengatakan apa pun. Jacob menghabiskan biskuitnya dengan santai, lalu Sienna bertanya kepada Lukas, "Ada kopi, nggak?"Lukas menjawab, "Ada, aku akan membuatkannya."Sienna mengangguk sekalian membuang bungkusan biskuit ke tong sampah di samping. Jacob merasa sangat senang, dia makin menyukai Sienna. Beberapa menit kemudian, Jacob menarik Sienna dan mencium bibir Sienna, lalu berkomentar, "Penny, kamu lumayan cocok menjadi sekretaris ...."Tiba-tiba, terdengar suara cangkir terjatuh di lantai. Sienna segera mendorong Jacob dan melihat Lukas berdiri di depan pintu. Tangan Lukas dibasahi kopi, sudah jelas dia terkejut melihat kejadian tadi. Lukas segera memungut pecahan cangkir, lalu meminta maaf dan pergi membuat secangkir kopi yang baru.Sienna mengernyit, dia bahkan curiga Jacob sengaja berbuat seperti ini. Namun, apa maksud Jacob? Sienna memandang Jacob. Sementara itu, Jacob sedang membaca dokume
Di sisi lain, Jacob masih marah karena Sienna berinisiatif pergi. Namun, Jacob pandai menyembunyikan perasaannya dan dia hanya melanjutkan pekerjaannya. Malam nanti, Jacob akan memberi pelajaran kepada Sienna. Hanya saja, saat jam pulang kerja, Jacob menerima panggilan telepon dari kediaman Keluarga Yuwono.Raina berkata dengan serius, "Jacob, aku akui ucapanku waktu itu memang salah."Sebenarnya, Jacob tidak percaya Raina bisa mengakui kesalahannya. Raina hanya memperhatikan Desmond. Waktu itu, Raina yang kesal pindah ke luar setelah Desmond meninggal dan dia tidak pulang selama 6 tahun. Mana mungkin orang yang pilih kasih seperti Raina bisa tiba-tiba mengakui kesalahannya?Namun, ucapan Raina selanjutnya menarik perhatian Jacob. Raina berucap, "Aku punya barang peninggalan kakakmu. Coba kamu lihat sekalian pulang untuk temani aku makan."Jacob tidak pernah merasakan kasih sayang dari Raina, tetapi terdengar suara Daria dari ujung telepon. "Aku dan nenekmu ingin meminta maaf kepadamu.
Sienna langsung berdiri setelah mendengar perkataan Jovita, dia bertanya, "Apa kamu bilang?"Jovita tertawa, lalu mendesah dan menyahut, "Aku sudah menahannya begitu lama, awalnya aku pikir kamu akan segera menyetujuinya. Tapi, kamu sudah menghabiskan waktuku. Apa daya, terpaksa aku harus memakai cara ini."Sienna sangat geram, dia sangat membenci Keluarga Tandiono. Sienna teringat dirinya membawa abu ayahnya dengan hati-hati saat hendak dimakamkan ....Jovita melanjutkan, "Nona Sienna, sekarang abu ayahmu ada di tempatku, aku punya koneksi di rumah duka. Abu yang diberikan kepadamu itu mayat beberapa anjing liar yang dikremasi. Kebetulan cukup untuk mengisi gucimu. Aku juga nggak menyangka masalah akan menjadi seperti ini."Jovita bertanya dengan lembut, "Apa sekarang kamu sudah bersedia untuk berbincang denganku?"Sienna sudah menenangkan dirinya, dia tidak boleh jatuh ke jebakan wanita ini. Sienna bertanya balik, "Nona Jovita mau berbincang di mana?"Jovita mengirimkan alamatnya kep
Jacob langsung berdiri, dia hendak pergi. Namun, Jacob merasa pusing. Dia memandang makanan di meja dengan tatapan muram. Baru kali ini Daria dan Raina memasak untuk Jacob, bahkan mereka ingin merayakan ulang tahun Jacob. Siapa sangka, ternyata mereka memberi Jacob obat.Hati Jacob terasa sakit, dia memijat keningnya dan berujar, "Aku tidak suka dengan Elena dan aku tidak ingin menikahinya. Kemungkinan kakakku masih hidup, jadi ...."Raina menyela, "Kamu nggak usah bohong. Waktu itu, kakekmu sudah memberitahuku, Desmond nggak mungkin hidup lagi. Aku memang berharap Desmond bisa pulang. Tapi, Jacob, kalau sekarang kamu merasa tersiksa, suruh Elena bantu kamu."Jacob merasa pusing dan dia samar-samar melihat Elena menghampirinya. Jacob meraih pergelangan tangan Elena dan mencampakkannya. Jacob membentak, "Pergi kamu!"Elena terjatuh ke lantai, dia merasa kesakitan sampai hampir menangis. Raina kesal setengah mati, dia menarik ujung baju Jacob dan menegur, "Apa maksudmu? Apa kamu nggak me