Home / Rumah Tangga / Suamiku Bukan Tukang Ojol Biasa / Bab 16a - Mantan Kekasih Aldo

Share

Bab 16a - Mantan Kekasih Aldo

Author: Eka_Mom
last update Huling Na-update: 2025-03-05 11:05:10

"Selamat siang, ada yang bisa di bantu?" wanita itu berbalik dan menatapku. Ada tatapan tak suka dari kedua matanya.

"Saya ingin bertemu Mas Aldo. Bukannya bertemu dengan pembantu."

"Mohon maaf Mas Aldo masih belum pulang. Apa ada yang ingin disampaikan?"

Wanita berjalan menghampiriku. Kebetulan saat itu, aku hanya memakai daster saja. Mungkin wanita itu mengira jika aku pembantu di sini.

"Kamu lancang sekali memanggil majikanmu dengan panggilan mas. Apa kamu mau dipecat jadi pembantu." wanita itu tak terima saat aku memanggil Mas Aldo dengan embel - embel mas. Andai aku mengaku jika aku istrinya, apakah dia percaya? Sebaiknya aku berpura - pura saja menjadi pembantu. Aku ingin tahu siapa sebenarnya dirinya. Ada hubungan apa dia dengan suamiku.

"Mohon maaf, ada apa anda mencari Tuan Aldo?"

"Bilang sama majikanmu, bahwa kekasihnya Evelyn sudah kembali dari luar negeri. Nanti malam saya akan kembali kesini. Jangan lupa siapkan makan malam romantis untuk kami. Ingat ya. Jangan sampai lup
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Kaugnay na kabanata

  • Suamiku Bukan Tukang Ojol Biasa   Bab 16b - Mantan Kekasih Aldo

    "Tapi mas, dia nanti malam akan kemari. Katanya mau makan malam romantis denganmu," aku tunjukkan wajah cemburuku pada Mas Aldo. Mas Aldo menyadarinya dan memelukku semakin erat."Baiklah nanti kita akan makan malam bersamanya. Aku akan mengenalkanmu padanya. Aku suka melihatmu cemburu seperti ini.""Siapa yang cemburu," aku langsung memalingkan wajahku tak ingin melihatnya."Ah masa? Berarti aku boleh nih makan berdua saja dengannya?""Apa mas? Coba ulangi lagi?" aku melotokan mataku ke arah Mas Aldo. Seketika Mas Aldo tertawa terbahak - bahak saat melihat kemarahanku."Mana mungkin aku melakukannya sayang. Ya sudah yuk, kamu segera bersiap - siap. Aku ingin mengajakmu berbelanja.""Sekarang mas?""Ya dong. Hari ini aku akan membelikanmu gaun untuk makan malam nanti. Akan kubuktikan jika istriku jauh lebih cantik dari pada dia."Aku menganggukkan kepalaku dan mulai bersiap untuk pergi. Sedangkan Mas Aldo sudah menungguku di dalam mobil. Tampak ada dua pelayan akan mengikuti kami berb

    Huling Na-update : 2025-03-05
  • Suamiku Bukan Tukang Ojol Biasa   Bab 17a - Makan Malam

    "Alhamdulillah mbak, Mas Aldo habis dapat rejeki. Tak masalahkan jika sesekali kami makan disini," aku langsung menjawab ucapan Mbak Sari. Kulihat tatapan Mbak Sari seperti meremehkan kami karena bisa makan di restoran mahal ini. Untuk sementara ini, aku tak ingin Mbak Sari tahu siapa Mas Aldo sebenarnya. "Ya semoga saja kalian bisa membayarnya. Ingat ya jangan panggil aku jika kalian tak bisa membayarnya. Apalagi kulihat kalian memesan menu mahal disini." "Tenang saja mbak, uang kami masih cukup untuk membayar makanan ini. Bahkan makanan Mbak Sari juga bisa kubayarkan." Mas Aldo menanggapi ucapan Mbak Sari bernada kesal. Aku berusaha menenangkannya agar tidak terpancing. "Sombong sekali kamu Aldo. Baru sekali punya uang banyak saja sudah belagu. Jangan - jangan uang kalian dari hasil mencuri ya." "Jaga ucapanmu mbak. Jika tidak tahu yang sebenarnya jangan asal bicara saja.. Lebih baik Mbak Sari pergi dari sini. Atau mau saya panggilkan security karena anda menganggu ketenangan k

    Huling Na-update : 2025-03-06
  • Suamiku Bukan Tukang Ojol Biasa   Bab 17b - Makan Malam

    "Tuan mohon maaf, nona Evelyn sudah datang." "Oh ya bik, suruh tunggu di ruang makan. Kami akan segera turun." "Baik tuan." Pelayan itu menganggukkan kepalanya dan pergi meninggalkan kami. Ternyata wanita itu sudah datang. Aku harus tunjukkan padanya, jika diriku lebih baik dari dirinya. Namun aku baru menyadari, jika suamiku sungguh sangat tampan malam ini. Dengan jas berwarna merah maroon senada dengan gaun yang aku kenakan malam ini. "Sayang, apa kamu sudah siap?" "Aku siap mas. Mengapa kau tampan sekali malam ini. Bisa - bisa mantanmu merebutmu dariku," Mas Aldo seketika tertawa mendengar ucapanku. "Percayalah cintaku sudah mentok sama kamu," aku tersenyum dan langsung bergelayut manja di lengan Mas Aldo. Biar saja perempuan itu cemburu. Aku dan Mas Aldo akhirnya berjalan menghampiri mereka. Tampak dari jauh Evelyn tak datang sendiri. Terlihat ada 2 orang laki - laki dan perempuan yang sudah berusia tua. Namun mereka berpenampilan sangat mewah. Sepertinya kedua orang itu a

    Huling Na-update : 2025-03-06
  • Suamiku Bukan Tukang Ojol Biasa   Bab 18a - Ingin Kembali

    Diam - diam aku memperhatikan penampilan Evelyn. Mantan Mas Aldo ini memang benar - benar cantik. Penampilannya juga sangat sexy. Entah apa dia sengaja memakai baju yang terbuka itu untuk menarik perhatian suamiku."Bercandamu gak lucu. Pasti kamu bohongkan sayang? Aku yakin wanita ini kamu bayar untuk berpura - pura menjadi istrimu. Sudahlah kau tak bisa berbohong padaku. Aku tahu mas, kamu sakit hati padaku karena sikapku yang dulu. Tapi sekarang, aku akan kembali padamu. Papa dan mama sudah merestui hubungan kita."Astaga kenapa wanita ini begitu sangat percaya diri sekali. Bisa - bisanya dia berpikiran seperti itu. Mas Aldo langsung menyangkal tuduhannya itu."Aku tak lagi bersandiwara padamu. Kau mau bukti?"Tak lama kemudian salah satu pelayan datang menghampiri kami. Tampak dia membawa buku nikah kami. Evelyn merebut buku nikah itu dan membukanya. Seketika wajahnya berubah menjadi pucat dan kaget kala melihat buku nikah itu. Mas Aldo merebut kembali buku nikah itu dari tangan

    Huling Na-update : 2025-03-07
  • Suamiku Bukan Tukang Ojol Biasa   Bab 18b - Ingin Kembali

    "Enak saja kamu bilang aku pembantu. Kamu saja tak pernah menanyakan siapa aku sebenarnya."Aku menyela pembicaraan mereka. Enak saja perempuan itu berkata seperti itu. Evelyn tak menghiraukan ucapanku dan tetep membujuk suamiku untuk kembali padanya. "Do, aku sudah jauh - jauh kesini. Kau malah pergi dengan perempuan itu.""Aku tak pernah menginginkanmu disini. Jadi silahkan kalian segera makan dan pergi dari rumah ini. Dan setelah itu jangan pernah menginjakkan kaki di rumah ini. Karena kehadiran kalian tak pernah diharapkan di sini."Mereka semua begitu terkejut mendengar ucapan Mas Aldo. Tampak raut wajah mereka memerah menahan amarahnya."Cukup Aldo! Sikapmu pada kami sungguh keterlaluan. Kalau tahu begini, kami tak sudi datang kesini. Ayo ma, Evelyn kita pulang!""Tapi pa, aku masih ingin berbicara dengan Aldo. Aku yakin Aldo masih mencintaiku.""Terserah kalau kamu ingin tetap disini. Lebih baik papa dan mama pulang. Ayo ma, aku tak sudi berada di sini. Kehadiran kita tak per

    Huling Na-update : 2025-03-07
  • Suamiku Bukan Tukang Ojol Biasa   Bab 19a - Bapak Jatuh Sakit

    Aku langsung berlari menghampiri bapak. Tak ada seorangpun berad di rumah ini. Aku langsung berteriak memanggil Mas Aldo yang masih berada diluar. Mas Aldo langsung datang menghampiriku."Apa yang terjadi dengan bapak dek?""Aku gak tahu mas. Tiba - tiba bapak pingsan.""Apa tak ada orang di rumah ini dek?""Tidak ada mas. Kita harus segera membawa bapak ke rumah sakit. Aku takut bapak kenapa - kenapa.""Kamu tenang dulu ya dek. Aku akan memanggil Pak Joko sekarang."Mas Aldo langsung berlari ke depan untuk memanggil Pak Joko. Tak lama kemudian Mas Aldo datang bersama Pak Joko. Mereka langsung mengangkat tubuh bapak dan membawanya ke dalam mobil.Saat kami sudah berada di luar, kulihat beberapa tetangga sudah berkumpul teras rumah. Sepertinya mereka mendengar teriakanku tadi. Mereka tampak terkejut saat melihat tubuh bapak di angkat oleh Mas Aldo dan Pak Joko."Diva, bapakmu kenapa?" mereka tampak khawatir melihat kondisi bapak yang tak sadarkan diri."Aku juga gak tahu buk, tiba - ti

    Huling Na-update : 2025-03-08
  • Suamiku Bukan Tukang Ojol Biasa   Bab 19b - Bapak Jatuh Sakit

    "Assalamualaikum.""Halo Diva kau bawa kemana bapak. Jangan seenaknya saja kau bawa kerumah sakit. Dia hanya sakit biasa saja. Tak perlu membawanya kesana. Obat warungpun cukup untuk mengobatinya.""Astaghfirullah buk, mengapa berbicara seperti itu. Kondisi bapak saat ini sangatlah mengkhawatirkan. Tekanan darahnya tinggi dan gula darahnya juga tinggi. Bapak harus dirawat dirumah sakit.""Uang darimana kamu akan membayarnya. Bukannya langsung meneleponku malah kamu seenaknya saja membawa bapakmu kesana.""Ibu tenang saja, kami akan membayar semua pengobatan bapak.""Halah sok kaya kamu. Kontrakan saja sampai pindah karena tak mampu membayar. Ini sok - sok an mau bayar biaya rumah sakit. Mau pakai uang apa kamu. Sudah suruh bapakmu pulang saja. Merepotkan sekali. Sudah sakit, ditambah di PHK, menambah bebanku saja.""Apa! Bapak di PHK Bu? Sejak kapan?""Sudah satu bulan ini bapakmu di PHK. Kau lihatkan bapakmu hanya menyusahkan saja.""Astaghfirullah bu. Kenapa ibu berkata seperti itu.

    Huling Na-update : 2025-03-08
  • Suamiku Bukan Tukang Ojol Biasa   Bab 20a- Kamar VIP

    Pov SariSeketika aku membelalakkan mataku saat melihat bapak dirawat di rumah sakit yang mahal. Apalagi saat mendapati bapak ada di kamar VIP.Awalnya aku tak percaya jika ibu tiriku ini lebih dekat denganku. Entah apa yang membuat beliau lebih condong padaku. Padahal anak kandungnya adalah Diva. Seharusnya dia lebih menyayangi Diva dari pada aku.Saat pertama kali bapak meminta izin untuk menikah kembali, aku sempat ragu. Di usiaku yang masih dini dulu, aku selalu di bayang - bayangi oleh ibu tiri yang jahat. Namun saat bapak memperkenalkan ibu tiriku ini, dia bersikap baik padaku.Bu Ratna selalu memberikan perhatian dan kasih sayangnya padaku. Hingga akhirnya hatiku luluh dan menyetujui bapak menikah lagi.Setelah mereka resmi menikah, ternyata sikap ibu tetap sama yaitu selalu memprioritaskan diriku. Sedari kecil aku yang tak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu, tiba - tiba mendapatkan perhatian dari ibu tiriku, membuatku seakan di utamakan. Padahal di sini aku hanya anak t

    Huling Na-update : 2025-03-09

Pinakabagong kabanata

  • Suamiku Bukan Tukang Ojol Biasa   Bab 53 - Bahagia ( Tamat )

    Hari ini adalah hari bahagia untuk Sari. Setelah satu bulan lamanya menyiapkan rencana pernikahan, akhirnya hari itu tiba. Sari berpenampilan cantik dengan kebaya putih yang melekat ditubuhnya. Sari tetap memakai hijab sehingga menambah kecantikannya.Fery yang melihat penampilan Sari saat itu seketika tak bisa menyembunyikan perasaan kagumnya. Fery sudah tak sabar ingin menghalalkan wanita yang dicintainya itu.Akad nikah dilaksanakan di kediaman Wijaya. Semua tamu sudah hadir untuk menyaksikan acara sakral itu. Dengan sekali ucap, proses ijab kabul itu sudah terlaksana. Kini Fery dan Sari sudah resmi menjadi suami istri.Ucapan selamat mulai terdengar dari para tamu. Sengaja Sari menginginkan pesta pernikahan yang sederhana karena dirinya tak pantas untuk mengadakan pesta mewah. Namun nyatanya Fery memberikan kejutan pada dirinya.Setelah proses akad nikah itu, Fery mengajak Sari ke hotel untuk menjalani resepsi pernikahannya. Sebelumnya Sari sudah didandani layaknya pengantin."Mas

  • Suamiku Bukan Tukang Ojol Biasa   Bab 52 - Lamaran

    Fery turun dari mobilny dengan pakaian jasnya. Sari begitu terkejut saat melihat kedatangan Fery. Namun yang membuatnya semakin terkejut, Fery tak datang sendiri. Fery datang bersama dua orang laki - laki dan perempuan yang usianya tak muda lagi. Sari yakin jika kedua orang itu adalah orang tua Fery.Ada perasaan rindu dihatinya setelah lama tak bertemu dengan laki - laki itu. Fery tersenyum sembari membawa buket bunga di tangannya."Assalamualaikum.""Waalaikumsalam. Kamu kenapa kesini?""Boleh aku bertemu dengan kedua orangtuamu?""Untuk apa bertemu dengan bapak dan ibu?""Ada sesuatu yang ingin saya bicarakan dengan mereka." Belum Sempat Sari menjawab, Wijaya keluar dan menatap beberapa orang yang tak dikenalinya. Namun dia mengingat ssok Fery yang merupakan teman Aldo."Lho kamu bukannya teman Aldo ya? Siapa namanya?" Wijaya berusaha mengingatnya. Namun dia tak kunjung mengingatnya."Benar pak. Saya teman Aldo. Nama saya Fery.""Ah iya nak Fery. Mereka siapa?""Mereka kedua orang

  • Suamiku Bukan Tukang Ojol Biasa   Bab 51 - Menghilang

    “Kenapa menyendiri disini? Tidak gabung dengan lainnya di dalam.”“Aku lebih suka disini. Apalagi suasananya begitu tenang.”“Oh begitu. Hmnn sebelumnya apa aku boleh bertanya sesuatu?”“Tentang apa ya?”“Apa kamu sudah punya kekasih?”Sari seketika tersenyum mendengar pertanyaan Fery. “Apa Aldo tidak cerita kalau saya ini seorang janda.”"Ya Aldo sudah mencertakan semuanya. Tapi saya hanya ingin memastikan saja jika anda belum mempunyai kekasih.""Tapi apa tujuan anda menanyakan hal itu? Padahal pertanyaan itu sangatlah pribadi.""Maaf jika saya terkesan lancang. Hanya saja sejak pertama kali saya bertemu denganmu, saya mulai jatuh cinta padamu."Sejenak Sari terdiam dan menatap wajah Fery. Dia tak menyangka jika ada laki - laki yang tiba - tiba mengungkapkan perasaannya."Bagaimana bisa anda tiba - tiba menyukai saya. Padahal kita baru saja bertemu hari ini.""Lebih tepatnya dua kali aku sudah bertemu denganmu.""Tapi kamu belum tahu siapa saya sebenarnya. Apalagi masa lalu saya ya

  • Suamiku Bukan Tukang Ojol Biasa   Bab 50 - Dewi Keguguran

    PlakPlakDua kali tamparan berhasil mendarat di pipi Hendra. Hendra hanya bisa meringis menahan rasa sakitnya.“Apa yang kau lakukan pada putriku!!!”“Papa, aku tak sengaja pa. Maafkan aku.”“Kau pikir aku bodoh. Ingat jika terjadi sesuatu pada putriku, kau orang pertama yang akan kuberi perhitungan.”“Maafkan aku pa.”“Kau tahu kan bagaimana kejamnya keluarga Sanjaya. Aku bisa menghancurkanmu dalam waktu sedetik saja. Selama ini saya membiarkan putriku bersamamu. Kuturuti semuanya agar dia bisa bahagia dan tanpa kekurangan apapun saat hidup denganmu. Tapi apa yang kami dapatkan sekarang. Kau membuat putriku hampir saja kehilangan nyawanya.”Hendra seketika berlutut di hadapan papa mertuanya itu. Dia tak ada niatan untuk melakukan hal seperti itu. Tak bisa dia bayangkan nantinya jika Sanjaya akan menghancurkan hidupnya.“Maafkan aku pa. Aku memang bersalah. Aku akan melakukan apapun untuk menebus semua kesalahanku.”Perhatian semua orang tertuju pada Hendra. Namun Sanjaya tak menggub

  • Suamiku Bukan Tukang Ojol Biasa   Bab 49 - Kemarahan Dewi

    Tangan Dewi bergetar saat melihat foto Hendra sedang bermesraan dengan beberapa wanita cantik. Dewi tak menyangka jika suaminya tega melakukan hal itu.Dewi melemparkan ponselnya ke arah ranjang tempat tidurnya. Setelah itu dia membanting foto pernikahannya yang terpajang di dinding kamarnya. "Kurang ajar kamu Hendra. Berani sekali kamu menghianatiku."Dengan nafas memburu Dewi mengambil ponselnya. Dewi pun menghubungi seseorang untuk melakukan sesuatu pada Hendra."Halo, tarik semua investasi dari perusahaan suamiku. Dan satu lagi blokir ATM dan kartu kreditnya."Baik nona akan kami laksanakan."Dewi mengambil koper dan memasukkan semua barang Hendra ke dalamnya. Setelah itu Dewi menyeret koper itu keluar dari kamar ini. Dengan bantuan asisten rumah tangganya, koper itu sudah berada diluar. Kini Dewi sudah menunggu kepulangan suaminya itu.Hendra yang berada di ruangan kantornya begitu terkejut saat menerima kabar dari sekretarisnya jika Dewi menarik semua saham di perusahannya yang

  • Suamiku Bukan Tukang Ojol Biasa   Bab 48 - Ancaman Hendra

    "Ada apa Sari? Kenapa kamu terlihat gelisah begitu?""I...ni Bu."Sari menunjukkan pesan yang dikirimkan Hendra pada dirinya. Ratna pun akhirnya membaca pesan itu. Aku tidak akan menyerah untuk membuatmu kembali padaku. Bersiaplah sayang suatu hari kita akan bersatu lagi."Astaga, kamu harus lebih hati - hati mulai sekarang Sari. Kalau perlu biar bapak yang mengantarkan dan menjemput kamu."Wijaya yang baru saja menunaikan sholat Maghrib menghampiri ibu dan putrinya itu. Tampak Sari begitu ketakutan setelah memegang ponselnya."Ada apa Bu? Kenapa kalian begitu ketakutan sekali.""Pak, rupanya Hendra masih saja menganggu Sari. Bapak baca ini pesan darinya."Wijaya membaca pesan itu. Setelah itu terlihat kilatan amarah dari wajahnya."Kurang ajar, masih saja dia menganggu putriku.""Pak aku takut, bagaimana kalau suatu saat dia mengangguku.""Kamu tenang saja Sari. Mulai besok bapak akan mengantarkan dan menjemputmu.""Tapi bapak kan kerja. Lagipula arah kantor Sari dan pabrik bapak be

  • Suamiku Bukan Tukang Ojol Biasa   Bab 47 - Menyelidiki Hendra

    Di kediaman rumah Aldo yang mewah, tampak mereka sudah mempersiapkan kejutan untuk menyambut kepulangan Diva dari rumah sakit. Begitu banyak hiasan balon dan juga tulisan selamat datang untuk menyambut Diva. "Wah ini bagus sekali do.""Iya Bu, ini semua hasil kerja keras semua pelayan disini. Mereka begitu menyayangi Diva sehingga mereka rela lembur seharian demi kejutan ini.""Diva memang pantas mendapatkannya. Karena dia memang orang yang baik.""Ya sudah Bu, sebentar lagi Diva datang. Mama dan papa sudah menjemputnya.""Kalau begitu kita bersiap - siap. Sayang sekali tak ada bapak disini.""Siapa bilang aku tak ada disini.""Lho pak, bukannya bapak ke rumah kita yang baru untuk meletakkan barang - barang kita?""Kamu tenang saja Bu, semua sudah beres. Itu berkat bantuan anak buah Aldo.""Syukurlah kalau begitu.""Hmnn sepertinya Diva sudah datang. Ayo kita bersiap menyambutnya."Mereka semua berkumpul di balik pintu tak terkecuali semua pelayan yang bekerja di rumah itu. Para pela

  • Suamiku Bukan Tukang Ojol Biasa   Bab 46 - Ancaman Aldo

    "Sebaiknya kamu pulang. Ibu tak ingin terjadi fitnah diantara kalian.""Tapi Bu, jika diizinkan aku ingin rujuk dengan Sari. Aku menyesal karena telah menceraikannya.""Gila kamu mas. Tak sudi aku kembali bersamamu. Lebih baik aku jadi janda seumur hidup daripada harus kembali denganmu.""Jangan sok jual mahal kamu Sari. Kamu tak ingat dengan perselingkuhanmu dulu? Dengan gampangnya kau memberikan tubuhmu untuk orang lain."Plak ...plak ..Dua tamparan tiba - tiba diberikan Ratna kepada mantan menantunya itu. Dengan nafas yang memburu, Ratna mengusir Hendra dari hadapannya."Pergi kamu...pergi!!! Berani sekali kamu menghina putriku. Memang saya akui putriku memang bersalah. Tapi kamu tak pantas menghina dirinya."Ratna berbicara seperti itu sembari membelalakkan matanya. Hendra tak terima dan ingin membalas mantan ibu mertuanya itu. Matanya memerah seolah ingin melahap habis lawan dihadapannya."Beraninya anda menampar saya. Saya bisa menghancurkan keluarga anda. Anda salah berhadapan

  • Suamiku Bukan Tukang Ojol Biasa   Bab 45 - Kadatangan Mantan

    Sari dan Ratna begitu terkejut melihat rumah yang ditunjukkan oleh Wijaya. Rumah itu jauh lebih besar dari rumah yang saat ini mereka tempati."Pak, ini rumah bapak sekarang?""Ya, lebih tepatnya rumah kita.""Tapi rumah ini bagus sekali pak. Bapak dapat uang darimana? Jangan bilang Aldo yang memberikannya?" Ratna tampak khawatir saat tahy suaminya tiba - tiba membeli rumah sebagus ini."Bukan, ibu tenang saja. Ini murni uang bapak. Sebenarnya rumah ini bapak hadiahkan untuk Diva. Kalian masih ingat gak, Aldo pernah kasih uang bapak sebagai pengganti biaya resepsi Sari yang batal?""Oh ya, aku ingat pak. Tapi harga rumah ini pasti mahal pak. Dan untuk membeli rumah ini butuh uang yang lebih banyak.""Ya bapak tahu. Maka dari itu, bapak menjual rumah kita yang lama. Alhamdulillah rumah lama kita sudah laku dan akhirnya bapak bisa membeli rumah ini.""Alhamdulillah kalau begitu pak. Aku turut bahagia mendengarnya.""Kalian mau lihat suasana di dalam?""Boleh pak. Ayo Bu kita masuk."Ra

Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status