Share

BAB 100

Penulis: Nuraselina
last update Terakhir Diperbarui: 2023-03-15 11:43:12
"Silahkan saja, kamu pikir aku takut!" balas Azlan.

Wartawan itu mengepalkan tangannya, ia merasa geram dengan pria yang baru saja merusak kameranya. Jenifer mengambil langkah menghampiri mereka lalu menggenggam tangan Azlan yang sudah terkepal. Azlan pun tak kalah kesal dengan wartawan yang ada di hadapannya.

"Biar aku saja yang mengurusnya honey, kamu tunggu saja di sana," timpal Jenifer, ia mencium pipi Azlan setelah menyelesaikan perkataannya lalu mendorong tubuh Azlan menjauh darinya.

Azlan pergi begitu saja dengan kekesalan yang ada di hatinya. Ia membiarkan Jenifer mengatasi masalahnya, ia tidak mau pusing meladeni wartawan itu. Ia mengambil tisu yang ada di meja lalu menghapus pipinya yang tadi sudah dicium Jenifer.

"Kenapa wanita itu tidak tahu malu sekali? Berkali-kali gue tolak masih aja tidak ada kapoknya," gerutunya sambil menghapus jejak bibir Jenifer di pipinya.

Jenifer berjalan sambil melenggak lenggokkan tubuhnya di hadapan Azlan, senyuman juga tidak lepas dari bi
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

  • Suami Tampan Tetapi Pengangguran   BAB 101

    "Apaan sih ngagetin aja, ngapain pulang?!" Nauma terbangun karena bentakan Azlan yang terlalu keras, ia juga melempar bantal guling yang sedang ia peluk. Azlan tercengang melihat bantal guling yang dipakaikan topeng wajahnya, bahkan di topeng itu wajah Azlan sudah dicoret-coret oleh istrinya. Kepalanya di beri tanduk layaknya iblis, bahkan mata dan giginya dibuat mengerikan layaknya hantu. "A-aku pikir kamu sedang tidur dengan pria lain?" balas Azlan kikuk sambil menggaruk kepalanya. Karena penerangan yang tidak cukup, Azlan melihat bantal guling itu hanya di bagian topengnya saja. Ia tidak menyangka jika pria yang ia maksud adalah sebuah guling bertopeng dirinya. "Makanya kalau punya mata digunakan, memangnya aku itu kamu yang enak-enakan bermalam dengan wanita lain," ucap Nauma lagi. "Maaf... aku minta maaf... aku tidak bermalam dengannya. Dia yang mengikutiku sampai ke rumah itu." Azlan menjelaskan semuanya pada Nauma secara rinci meskipun Nauma mendengar penjelasan itu dengan

    Terakhir Diperbarui : 2023-03-15
  • Suami Tampan Tetapi Pengangguran   BAB 102

    "Kali ini tidak boleh gagal, gue nggak perduli publik mau bilang apa juga. Sepertinya uang hasil kerja gue juga sudah mencukupi buat bayar denda, nanti gue tanya Nauma, semoga aja dia nggak khilaf ngabisin uang itu seperti dulu," gumamnya sambil masuk ke dalam kamar. Selama ini Azlan sudah membuat rekening baru, ia dijatah bulanan oleh istrinya. Rekening bank yang biasa menjadi tempat transfer gajinya pun diserahkan ke istrinya. Azlan berjalan menghampiri istrinya yang sedang bersantai di kasur sambil memainkan ponselnya. "Mmb... Neng. U-uang yang di rekening masih ada berapa saldonya?" tanya Azlan karena ia tidak menggunakan mobile banking. "Kenapa tiba-tiba nanya isi rekening? Akang tidak percaya denganku? Aku tidak tahu berapa jumlahnya karena aku tidak pernah menggunakannya sedikit pun. Kalau Akang tidak percaya ambil saja di lemari itu dan cek sendiri. Tidak usah diberikan lagi padaku," balas Nauma. Azlan salah menanyakan hal itu pada istrinya, ia juga tidak berani mengambil b

    Terakhir Diperbarui : 2023-03-15
  • Suami Tampan Tetapi Pengangguran   BAB 103

    "Ke mana dia nggak pulang-pulang sudah malam seperti ini?" tanya Azlan. Azlan berjalan mondar-mandir dengan gelisah, sudah hampir tengah malam tapi Nauma belum juga pulang. Azlan sengaja mengosongkan kegiatannya hari ini khusus untuk menemani istinya. Azlan merasa cemas dengan keselamatan istrinya, berulang kali ia menelpon tapi tidak ada tanggapan sama sekali. "Kemana dia sebenarnya?" cemas Azlan. Azlan mencoba menelpon istrinya sekali lagi, begitu dering ke tiga ia mendapat jawaban dari panggilan itu. "Halo, kamu di mana Neng? Kenapa belum pulang?" tanya Azlan begitu tersambung. "Dia baik-baik saja, tidak usah khawatir. Dia sedang bersamaku," balas pria yang mengangkat panggilan Azlan. Azlan paham suara siapa yang ada di seberang telpon, Azlan mengerenyitkan keningnya saat sendengar suara itu. Suara yang sudah tidak asing lagi di telinganya, suara yang biasa memberikan ancaman padanya. "Mana istriku?" tanya Azlan geram. "Ada di kamar mandi," balas Mr. Jhon acuh lalu mematikan

    Terakhir Diperbarui : 2023-03-16
  • Suami Tampan Tetapi Pengangguran   BAB 104

    "Maaf Tuan, saya permisi ke toilet," ucap Nauma setelah menerima tindakan Mr. Jhon. Nauma merasa tidak pantas menerima perlakuan seperti itu dari pria asing, terlebih dia wanita yang sudah bersuami. Pegerakan Nauma tidak luput dari pandangan Azlan, lalu ia mengikuti istrinya sampai ke toilet. Begitu sudah masuk ke dalam toilet, Azlan langsung menutup pintu dan menguncinya dari dalam. Azlan berjalan menghampiri istrinya, Nauma belum menyadari kehadiran suaminya di dalam toilet. Begitu dekat dengan istrinya, Azlan menyandarkan tubuhnya pada dinding yang ada di belakang Nauma. "Seperti ini kah kelakuan seorang istri? Bermalam dengan orang asing dan meninggalkan suaminya di rumah sendiri?" ucap Azlan sambil bersedekap dada. Nauma mengangkat wajahnya setelah mendengar suara yang tak asing di telinganya. Ia melihat cermin dan mendapati Azlan sedang tersenyum sinis padanya. Sontak ia membalikkan tubuhnya menghadap sang suami. Azlan mengeluarkan seringai jahat di wajahnya, api cemburu sud

    Terakhir Diperbarui : 2023-03-16
  • Suami Tampan Tetapi Pengangguran   BAB 105

    "Ayo kita pulang!" Azlan menarik tangan istrinya di hadapan Mr. Jhon. Mr. Jhon terkejut dengan kehadiran Azlan di hadapannya. Ia tidak menyangka jika Azlan mencari istrinya sampai ke kantor. "Lepaskan tangan Nauma, kamu tidak ada hak menarik tangannya dengan kasar seperti itu," ucap Mr. Jhon menghempaskan tangan Azlan dari lengan Nauma. "Tidak usah bersandiwara lagi, di sini hanya ada kita. Kamu sudah tahu kalau dia adalah istriku," balas Azlan. Nauma terkejut mendengar ucapan suaminya, Nauma menatap wajah Mr. Jhon dan Azlan bergantian. Tapi hanya ada kemarahan di wajah suaminya dan ketenangan di wajah Mr. Jhon. "Jadi selama ini Tuan sudah tahu kalau dia adalah suamiku?" tanya Nauma penasaran. "Aku baru mengetahuinya sekarang, apakah benar kalian suami istri?" balas Mr. Jhon bersandiwara. Ia tidak mau Nauma menilai dirinya buruk. "Tidak usah berpura-pura, aku tahu kamu sedang bersandiwara," timpal Azlan. Nauma menatap wajah suaminya. "Cukup Kang, aku percaya dengan Mr. Jhon," u

    Terakhir Diperbarui : 2023-03-16
  • Suami Tampan Tetapi Pengangguran   BAB 106

    "Neng," panggil Azlan lagi. Nauma menurunkan kaca jendela mobilnya, ia menatap suaminya dengan pandangan penuh kekecewaan. Azlan juga menatap istrinya dengan penuh tanda tanya. "Lihatlah siapa yang ada di sana, untuk apa kalian janjian malam-malam seperti ini? Aku bekerja hingga malam saja Akang sudah kebakaran jenggot seperti ini. Sana temui kekasihmu Kang, tidak usah memperdulikanku lagi," ucap Nauma lalu menutup kembali kaca jendela mobilnya. Nauma juga mengabaikan ketukan-ketukan di jendela mobilnya. Ia terus melajukan mobilnya tidak mau mendengar balasan dari suaminya. "Untuk apa dia datang ke sini? Karena dia Nuama bertambah marah, sial!" gerutu Azlan menghampiri Jenifer yang sudah menunggu di samping mobilnya. Azlan melangkah dengan kesal, ia mengabaikan kehadiran Jenifer. Ia melewatinya dan masuk mobil begitu saja. Tapi pergerakan Azlan tertangkap oleh Jenifer, ia buru-buru berlari ke pintu penumpang dan masuk sebelum Azlan menguncinya. "Ngapain kamu ke sini?" tanya Azlan

    Terakhir Diperbarui : 2023-03-17
  • Suami Tampan Tetapi Pengangguran   BAB 107

    "Kamu salah paham Neng, ini tidak seperti yang kamu pikirkan," ucap Azlan panik. Naum kembali lagi, ia melihat posisi Azlan yang sedang berpelukkan. Nauma menggelengkan kepalanya melihat keromantisan yang terpampang nyata di hadapannya. Ia tersenyum kecut dan masuk ke dalam gedung Jhon Company untuk mengambil ponselnya yang tertinggal. Sedangkan Jenifer tersenyum senang melihat Azlan dan Nauma bertengkar karenanya. Ia tidak melepaskan pelukkannya pada tubuh Azlan dan itu membuat Azlan bertambah marah. "Lepas!" bentak Azlan. "Kenapa kamu takut sekali dengan wanita itu?" tanya Jenifer. "Karena dia adalah istriku! Istri sahku!" balas Azlan menekankan kata istri pada ucapannya. Jenifer tidak terkejut mendengar pengakuan Azlan, ia justru tersenyum saat mendengar pengakuan pria yang sangat dicintainya. Tapi tidak dengan Mr. Jhon, ia terlihat marah karena Azlan mengakui itu di hadapan adiknya. Mr. Jhon belum mengetahui jika adiknya sudah lebih dulu mengetahui status Azlan yang sebenarny

    Terakhir Diperbarui : 2023-03-17
  • Suami Tampan Tetapi Pengangguran   BAB 108

    'Wanita gila macam apa yang aku hadapi ini?' batin Azlan. Azlan belum menjawab pertanyaan Jenifer, ia masih terdiam, matanya menatap Mr. Jhon berharap mendapatkan solusi. Tapi Mr. Jhon tidak memberikan solusi apapun, ia juga tidak mungkin melawan adiknya sendiri. Mr. Jhon menggelengkan kepalanya pada Azlan. Ia sangat mengetahui sifat asli adiknya, Jenifer memiliki hati sekeras batu. Selama ini tidak ada yang bisa menolak keinginannya. "Turuti saja permintaannya, ini semua demi keselamatan Nauma," ucap Mr. Jhon pada Azlan. 'Dan Nauma akan menjadi milikku,' sambungnya dalam hati. Permintaan Jenifer membawa keuntungan bagi Mr. Jhon. Jika Azlan lebih memilih keselamatan istrinya, ia akan memiliki peluang untuk meraih hati Nauma. Sampai saat ini, tidak ada wanita manapun yang mampu menggetarkan hatinya kecuali Nauma. Azlan mengusap wajahnya kasar, pilihan sulit baginya jika harus menerima permintaan Jenifer. Ia juga merasa yakin, bahwa Mr. Jhon pun merasa senang dengan permintaan adikn

    Terakhir Diperbarui : 2023-03-17

Bab terbaru

  • Suami Tampan Tetapi Pengangguran   BAB 163. Tamat

    "Kenapa saat hatiku sudah memilihmu jusrtu kau yang menghilang?" gumam Nauma sambil berjalan mencari taksi.Rumah Azlan yang ia datangi ternyata sudah dijual, tapi ia tak putus asa. Nauma mengunjungi Strar Entertaint, agensi tempat Azlan bekerja. Nauma pikir Azlan masih menjadi artis dan bekerja dengan Agnes."K-kamu Nauma?" tanya Fero yang tak sengaja melihat Nauma memasuki lobi kantornya."Ya, ini aku. Sudah lama kita tak bertemu," balas Nauma."Kau sudah berubah sekali, semakin cantik dan mempesona. Oh ya, untuk apa kau ke sini?" tanya Fero."Apakah Azlan ada di sini? Aku mencari ke rumahnya tapi ia tak tinggal di sana lagi, nomor ponselnya pun sudah tak aktif lagi," tanya Nauma.Fero mengembuskan napas saat mendengar pertanyaan Nauma. "Dia sudah tak bekerja di sini lagi, sekarang dia tak memiliki pekerjaan, semua harta yang diberikan Mr. Jhon pun sudah diambil dan dia sudah tak memiliki apapun. Tapi untuk apa kau mencarinya, bukankah kau sudah menikah dengan Mr. Jhon?" tanya Fero

  • Suami Tampan Tetapi Pengangguran   BAB 162

    "Kenapa Azlan, Nak?" tanya Ibu Tomi sambil berlari karena mendengar teriakan anaknya."Kak Azlan tak sadarkan diri, Bu. Lebih baik kita bawa ke rumah sakit sekarang," balas Tomi cemas.Tomi dan ibunya membawa Azlan ke rumah sakit terdekat, sepanjang perjalanan ia merasa cemas karena keadaan Azlan. Wajahnya sudah terlalu pucat, mata menghitam dan terlihat lebih kurus dari biasanya.Ia melajukan mobil dengan kecepatan penuh tanpa memperdulikan makian pengguna jalan lainnya. Ibu Tomi pun merasa cemas karena tak biasa berada di jalan raya dengan kecepatan seperti ini."Hati-hati, Nak," ucap Ibu Tomi memperingati anaknya.Begitu sampai di rumah sakit mereka langsung melarikan Azlan ke ruang UGD. Dalam perjalanan menuju UGD mereka bertemu dengan Fero yang kebetulan sedang syuting di rumah sakit untuk film terbarunya. Fero pun membantu Tomi mendorong brangkar pasien."Apa yang terjadi? Mengapa ia jadi seperti ini?" tanya Fero."Nanti aku ceritakan, yang penting kondisi Kak Azlan membaik dulu

  • Suami Tampan Tetapi Pengangguran   BAB 161

    "Maaf Nyonya. Semua biaya atas nama Axcel sudah dilunasi," ucap petugas administrasi saat Nauma ingin membayar tagihan rumah sakit."Siapa yang telah membayarnya?" tanya Nauma penasaran."Pria yang mendonorkan mata untuk anak anda."Nauma terkejut dengan apa yang ia dengar. Azlan menjalankan peran sebagai Orangtua yang sesungguhnya dengan menjaga Axcel tanpa sepengetahuannya. Bahkan biaya operasi yang terbilang mahal pun Azlan lakukan. "Baiklah kalau begitu, terima kasih."Nauma pergi dengan tatapan kosong, ia masih memikirkan Azlan di hatinya. Nauma pun merogoh tas kecil yang ia bawa dan mengambil ponselnya. Ia mencari nomor Azlan hendak menelpon dan mengucapkan rasa terima kasihnya."Kenapa nomornya tidak aktif?" gumam Nauma.Nauma kembali menelpon Azlan dengan nomor yang dulu Azlan gunakan sebagai Mr. A, tapi tetap saja nomor itu tak aktif sama sepeti nomor sebleumnya. "Kenapa nomor ini juga tak aktif? Apakah ia mengganti nomornya?" gumam Nauma."Ada apa?" tanya Mr. Jhon menghamp

  • Suami Tampan Tetapi Pengangguran   BAB 160

    "Mengapa kau ada di sini?" tanya Nauma begitu seorang pria keluar dari kamar mandi.Azlan terkejut saat melihat kehadiran Nauma di ruang rawatnya, ia tak bisa menjawab pertanyaan Nauma. Nauma pun terlihat menahan kesedihannya sambil memandang wajah Azlan yang terdapat perban di bagian mata. "Apakah kau yang mendonorkan mata untuk Axcel?" tanya Nauma lagi.Azlan masih terdiam, ia tak tahu harus menjawab apa, rasanya percuma ia menyembunyikan identitasnya saat Nauma mengetahui apa yang ia lakukan.Azlan mengambil ponsel Nauma di lantai dan memberikannya. Ia pun tersenyum dan berkata. "Tenang saja, aku akan pulang begitu pengobatan ini selesai, aku pun janji akan menghilang dari hidup kalian," ucap Azlan menahan sesak di hati.Nauma tak menerima ponsel yang Azlan berikan, ia masih terpaku pada wajah Azlan yang berbalut perban. Tanpa ia sadari air mata sudah jatuh begitu saja membasahi pipi. Azlan pun panik dengan kesedihan yang Nauma tampakkan. Ingin sekali rasanya memeluk wanita yang

  • Suami Tampan Tetapi Pengangguran   BAB 159

    "Tentu saja bisa, tapi kau harus melewati serangkaian tes terlebih dulu untuk melihat kecocokan mata kalian," ucap sang dokter."Baiklah, aku akan melakukan tes itu sekarang juga," balas Azlan.Azlan menjalani pemerikasaan dan ia bersyukur karena matanya cook untuk didonorkan. Tomi merasa cemas dengan keputusan yang diambil Azlan. Sedangkan Azlan memantapkan hati untuk kesempurnaan anaknya. Ia tak akan tega melihat Axcel hidup dengan kekurangan."Apakah kau serius dengan keputusanmu, Kak?" tanya Tomi."Tentu saja, kau tenanglah, bukan hal buruk hidup dengan satu mata," balas Azlan.Dokter memberikan jadwal operasi pada Azlan, serangkaian tindakan pun telah Azlan lakukan. Hari demi hari ia tinggal di rumah sakit, dan mendapati kabar bahwa operasinya telah berhasil. Rasa syukur selalu ia ucapkan.Azlan pun melihat keadaan Axcel saat malam tiba, tentunya hanya dari luar jendela. Ia tak ingin Nauma mengetahui apa yang ia lakukan untuk anaknya."Syukurlah kalau kau sudah bisa melihat denga

  • Suami Tampan Tetapi Pengangguran   BAB 158

    "Tapi mobil itu adalah mobil kesayangamu, Kak," balas Tomi."Tak ada yang lebih penting dari keselamatan anakku, aku harus segera menemuinya. Hati ini tak akan tenang jika belum melihat keadaannya dengan mata kepalaku sendiri. Sekarang juga kau temani aku ke dealer mobil," ucap Azlan.Azlan berlari menuju kamarnya mengambil kunci mobil serta berkas yang dibutuhkan, kemudian ia dan Tomi langsung menuju dealer mobil tempatnya membeli dulu. Pekatnya malam membuat jalanan semakin lengang, hingga Tomi berpikir dealer yang mereka tuju pasti sudah tidak beroperasi."Sepertinya Dealer mobil sudah tutup di jam segini, Kak. Lebih baik besok saja kita ke sana," ucap Tomi."Semoga saja belum." Azlan mengemudikan mobil dengan kecepatan penuh, hingga Tomi berpegangan pada tali pengaman yang ada di tubuhnya.Harapan Azlan tak menjadi kenyataan, dealer mobil yang mereka tuju sudah tutup, tapi Azlan tak patah semangat. Ia mencari dealer mobil lainnya yang masih buka. Keberuntungan tak berpihak padanya

  • Suami Tampan Tetapi Pengangguran   BAB 157

    Nauma : Entahlah, aku pun tak tahu apa yang aku rasakan. Benar apa yang kau katakan, masih ada cinta untuknya. Tapi saat mengingat pengkhianatannya aku merasakan sesak yang sangat menyakitkan. Terlebih kemarin ada seorang pria yang melamarku, pria itu yang selama ini menjagaku dan anakku.Azlan tak langsung membalas pesan itu, ia sadar jika kesalahannya tak mungkin bisa dimaafkan begitu saja. Azlan pun yakin, pria yang dimaksud Nauma adalah Mr. Jhon. Senyum pahit terukir di wajahnya, merasa tak memiliki harapan sama sekali.Azlan : Ikutilah apa yang hatimu katakan, aku doakan kebahagiaan untukmu. Semoga kau mendapatkan cinta yang tulus dan tak tersakiti lagi.Nauma : Terima kasih kau sudah mau mendengarkanku, padahal kita tak pernah saling mengenal, tapi entah mengapa rasanya nyaman sekali berbicara denganmu.Azlan : Jangan berterima kasih karena aku tak melakukan apapun. Jika kau membutuhkan teman bercerita kau bisa menghubungiku. "Ya, lebih baik kau bersama dengan Mr. Jhon, pria it

  • Suami Tampan Tetapi Pengangguran   BAB 156

    "Kau yang siapa? Mengapa pintu rumahku tak bisa dibuka seperti ini?" tanya Azlan ksal."Ini adalah rumahku, sudah dua tahun aku membeli rumah ini dari Jenifer," balas pria paruh baya yang ada di hadapan Azlan."Kakak dan adik itu membuat hidupku menderita saja, seenaknya menjual rumahku," gumam Azlan."Aku tak pernah menjual rumah ini, dan aku tak pernah menandatangani surat jual beli rumah ini," ucap Azlan pada pemilik rumahnya."Tapi aku membelinya dengan resmi, apakah kau Tuan Azlan?""Ya, benar aku Azlan.""Masuklah Tuan, aku akan tunjukkan berkas pembelianku dulu, tanda tanganmu pun ada di berkas itu."Azlan memasuki rumah dan menunggu di ruang tamu, sudah banyak perubahan di rumah ini. Bahkan barang-barang yang dulu sudah di ganti oleh pemilik barunya. Azlan menaruh kesal di hati saat mengetahui rumahnya telah dijual oleh Jenifer."Sebelumnya perkenalkan, aku Ryan," ucap pemilik rumah memperkanalkan diri."Mana berkasnya?" tanya Azlan tak sabar.Ryan mengeluarkan surat perjanjia

  • Suami Tampan Tetapi Pengangguran   BAB 155

    Azlan : Aku berasal dari Indonesia.Nauma : Kebetulan, aku juga berasal dari Indonesia, senang berkenalan denganmu.Pesan demi pesan mereka balas hingga menjelang malam. Ketenangan hadir di hati saat bisa bertukar pesan dengan wanita yang dicintainya. Azlan tidur dengan nyenyak sambil memeluk ponselnya. Berbulan-bulan sudah ia tinggal di negara orang.Berkali-kali pula ia mencoba mendekati Nauma dan Axcel, tapi hanya penolakan yang ia terima. Tabungannya pun sudah hampir habis, pekerjaan di Jakarta pun sedang menunggunya. Azlan memutuskan untuk menemui Nauma dan Axcel, ia ingin sekali lagi memperjuangkan perasaannya."Ya, ini adalah yang terkahir, jika mereka masih menolakku, maka aku akan pulang ke Indonesia," gumamnya sambil mengenakan jaket.Azlan menuju apartemen Nauma menggunakan bus, sepanjang perjalanan ia berdoa agar Nauma mau menerimanya lagi. Hanya sekedar harapan dengan kemungkinan kecil, ia tak begitu yakin jika Nauma mau menerimanya lagi. Terlebih penolakan-penolakan yang

DMCA.com Protection Status