Share

Kehancuran Arjun

Penulis: Author Receh
last update Terakhir Diperbarui: 2024-11-03 07:16:02

Arjun masuk ke kamarnya dengan langkah berat. Sesaat setelah pintu tertutup, amarah yang terpendam mulai memuncak. Ia memandangi sekeliling kamarnya yang kini terasa dingin dan kosong, mengingat setiap kenangan yang dulu ia anggap tulus, ternyata hanyalah kebohongan.

Dengan gerakan penuh amarah, Arjun meraih vas di atas meja dan membantingnya hingga pecahan keramik berserakan di lantai. Kemudian, foto-foto dan barang-barang yang pernah ia simpan dengan hati-hati, satu per satu ia lempar hingga menimbulkan bunyi pecahan yang memecah keheningan.

“Kenapa harus seperti ini?!” serunya, suara parau di tengah isak yang akhirnya tak bisa ia tahan lagi. “Apa semua ini hanya lelucon?!”

Arjun menutup wajahnya dengan tangan, menahan air mata yang mengalir deras. Seorang pria yang biasanya kuat dan penuh wibawa kini menangis, merasakan kehancuran yang tak pernah ia duga akan terjadi padanya. Betrayal yang ia rasa menekan dada begitu berat, hingga napas terasa sesak.

Sambil jatuh terduduk d
Bab Terkunci
Lanjutkan Membaca di GoodNovel
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terkait

  • Skandal Panas Sekretaris Seksi   Rencana Kepindahan Olivia

    Olivia duduk di tepi tempat tidurnya, menatap kosong ke arah jendela yang menghadap ke kota. Angin malam yang dingin berembus, tetapi itu tak mampu mengusir kebingungan dan rasa takut yang melilit hatinya. Bayangan Arjun muncul di benaknya, namun kali ini bukan sebagai sosok yang selalu membuatnya merasa istimewa, melainkan sebagai seseorang yang kini pasti membencinya setelah semua yang terjadi. Dia menarik napas dalam-dalam, merasakan denyut di perutnya yang kini menandakan kehidupan baru yang tumbuh. Air mata mengalir tanpa disadari. "Mungkin ini yang terbaik. Aku harus pergi. Arjun… dia tidak akan pernah menerima ini. Dia bahkan mungkin tidak mau melihatku lagi." Olivia bergumam pelan pada dirinya sendiri. Setelah merenung beberapa lama, Olivia memutuskan untuk membuat rencana baru. Dia akan meninggalkan kota ini, menjauh dari masa lalu yang kacau, dan memulai hidup baru di tempat yang tak seorang pun mengenalnya. Dengan begitu, dia bisa melindungi bayi dalam kandungannya dari

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-03
  • Skandal Panas Sekretaris Seksi   Kehidupan Baru

    Pagi harinya, Olivia terbangun dengan sinar matahari yang lembut menyelinap melalui jendela kamarnya. Ada perasaan tenang yang baru baginya, tetapi juga rasa asing yang sulit ia jelaskan. Menatap perutnya yang masih rata, ia tersenyum kecil, merasakan kehadiran kecil yang tumbuh di dalamnya. "Aku akan baik-baik saja," gumamnya pelan, mencoba meyakinkan dirinya sendiri. "Kita akan baik-baik saja." Hari itu, ia memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar kota kecil itu, menikmati suasana baru yang jauh dari hiruk-pikuk kota besar dan segala drama yang ditinggalkannya. Ia berjalan melewati jalan-jalan kecil yang dipenuhi toko-toko lokal, beberapa orang menyapanya ramah, dan anak-anak bermain ceria di taman. Saat melintasi sebuah kedai kopi kecil, Olivia tergoda untuk masuk dan memesan secangkir kopi. Meski ia tahu bahwa kafein sebaiknya dihindari selama kehamilan, ia memutuskan untuk sesekali memanjakan diri dengan secangkir teh hangat saja. Setelah memesan, ia memilih duduk di deka

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-04
  • Skandal Panas Sekretaris Seksi   Kebencian Elvira

    Di sisi lain, Elvira berada di kamarnya dengan wajah memerah, pandangan matanya menyala penuh amarah. Ia menggigit bibir, berusaha menahan erangan frustrasi yang sudah di ujung lidah. Namun, emosi itu terlalu besar untuk disembunyikan. Dengan sekali sentakan, ia menghempaskan bingkai foto di atas meja ke lantai hingga pecah berkeping-keping. “Kenapa bisa sampai begini?” geramnya sambil menatap pantulan wajahnya di kaca meja rias. “Olivia, perempuan licik itu! Dia tidak hanya menghancurkan rencanaku, tapi juga merusak semua yang sudah kupertahankan selama ini.” Elvira mengepalkan tangan, mencoba menenangkan diri, tetapi pikirannya berkecamuk. Ingatannya berputar pada setiap langkah yang telah ia rencanakan dengan teliti, semua demi memastikan Olivia tidak lagi berada di dekat Arjun. Namun, semua usahanya seakan berbalik, menghantamnya tanpa ampun. “Aku tidak akan tinggal diam!” suaranya rendah, penuh tekad. “Jika dia pikir dia bisa menang begitu saja, dia salah besar. Aku akan pa

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-05
  • Skandal Panas Sekretaris Seksi   Pencarian alivia

    Lima bulan telah berlalu sejak Olivia pergi, namun bayangannya masih menghantui Arjun di setiap sudut hidupnya. Dia memang sudah berusaha bangkit; fokus pada pekerjaannya, kembali berbaur dengan keluarga, dan menjalani rutinitas harian seperti biasa. Namun, di tengah kesibukannya, ada momen-momen tertentu yang membuatnya tersadar bahwa cintanya pada Olivia tidak pernah benar-benar hilang. Arjun duduk sendirian di balkon, memandang jauh ke arah kota yang terang di malam hari. Udara dingin menyelimutinya, tetapi hatinya terasa lebih dingin lagi. Ia teringat bagaimana Olivia tertawa di sampingnya, bagaimana ia bermanja, bagaimana setiap momen bersamanya terasa hidup. Saat itu, kemarahan dan kekecewaan yang pernah melanda mulai meredup, berganti dengan kerinduan yang semakin kuat. "Olivia... di mana kamu sekarang?" gumamnya pelan, hampir tak terdengar. Ia menyandarkan kepala ke sandaran kursi, memejamkan mata, dan membiarkan pikirannya melayang jauh ke masa-masa saat ia masih bersam

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-05
  • Skandal Panas Sekretaris Seksi   Olivia luluh

    Setelah percakapan penuh emosi itu, Arjun memutuskan untuk tinggal sementara di kota kecil itu, mencoba membuktikan niat baiknya. Ia tidak memaksa Olivia, tetapi berusaha hadir dalam hidupnya dengan cara yang pelan-pelan menyentuh hatinya kembali. Hari itu, Arjun mengundang Olivia untuk makan malam. Olivia ragu pada awalnya, namun akhirnya setuju. Mereka duduk di restoran kecil di tepi pantai, suasana tenang dengan lampu-lampu temaram yang membuat segalanya terasa hangat. Arjun tidak bisa menyembunyikan tatapan lembutnya setiap kali melihat Olivia. “Aku ingat waktu pertama kita bertemu,” kata Arjun, memulai percakapan dengan senyum tipis. "Aku masih ingat bagaimana kau memandangku dengan tatapan tajam, tapi di saat yang sama kau begitu memikat." Olivia tersenyum kecil, mencoba menyembunyikan perasaannya. “Dan kau begitu arogan waktu itu,” jawabnya, mencoba menjaga nada suaranya agar tetap biasa saja. Arjun tertawa kecil, lalu mengangguk. “Ya, aku tahu. Aku menyesal telah menya

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-06
  • Skandal Panas Sekretaris Seksi   Restu yang diberikan

    Arjun menggenggam tangan Olivia erat, menatap matanya penuh keyakinan. “Aku sudah memikirkan ini, Liv. Aku ingin kita segera menikah. Aku tidak ingin menunda lagi.” Olivia tersentak, ekspresi tak percaya tergambar jelas di wajahnya. "Arjun, kamu serius?" Arjun mengangguk mantap. "Aku sangat serius. Aku ingin memberitahukan rencana pernikahan kita pada keluargaku secepatnya. Aku ingin mereka tahu bahwa kamu adalah pilihanku, satu-satunya." Olivia terdiam sejenak, menatap Arjun dengan campuran perasaan haru dan bahagia. “Aku... aku tidak pernah menyangka kamu akan benar-benar ingin membawa hubungan ini ke pernikahan, Arjun. Setelah semua yang terjadi…” Arjun tersenyum lembut, jari-jarinya mengusap pipi Olivia dengan penuh kasih. “Yang penting adalah apa yang kita inginkan sekarang, bukan masa lalu. Kamu dan anak kita adalah masa depanku, Liv. Aku ingin kita resmi menjadi keluarga.” Olivia terisak kecil, matanya mulai berkaca-kaca. “Kamu tidak tahu betapa bahagianya aku mendeng

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-07
  • Skandal Panas Sekretaris Seksi   Kehidupan Berbeda

    Olivia meneguk jus buahnya perlahan, menikmati kesegaran yang membasahi tenggorokannya. Di sekelilingnya, suasana semakin akrab. Arjun duduk di sampingnya, sesekali meremas tangan Olivia dengan lembut, seolah memastikan kehadiran wanita yang dicintainya itu nyata. Papa Arjun yang sejak tadi diam akhirnya angkat bicara. "Olivia, aku mengerti banyak hal telah terjadi di antara kita. Tapi aku berharap, mulai sekarang semuanya bisa berubah menjadi lebih baik. Demi Arjun, dirimu, dan... cucu kami." Olivia terdiam sejenak, menatap Papa Arjun dengan mata yang berkaca-kaca. "Saya mengerti, Pa. Saya berjanji akan melakukan yang terbaik untuk keluarga ini dan untuk masa depan anak kami." Mama Arjun menyentuh lengan Olivia dengan lembut, memperkuat pesan suaminya. "Kami hanya ingin melihat Arjun bahagia, dan dari apa yang kami lihat sekarang, kamu juga membawanya kebahagiaan itu. Jangan pikirkan yang sudah-sudah, mari kita mulai lembaran baru." Arjun mengangguk pelan, menatap kedua orang

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-08
  • Skandal Panas Sekretaris Seksi   Persiapan Pernikahan

    Olivia duduk di sofa ruang tamu, tangannya mengusap lembut perut buncitnya yang semakin terlihat. Arjun duduk di sampingnya, merangkul pundaknya dengan penuh perhatian. Di seberang ruangan, mama Arjun tampak sibuk berdiskusi dengan para staf rumah tentang dekorasi, makanan, dan musik untuk pesta pernikahan yang akan digelar. “Aku tidak percaya, hanya tinggal beberapa hari lagi,” bisik Arjun sambil menatap Olivia dengan tatapan lembut. Matanya berbinar penuh kasih dan rasa syukur. Olivia tersenyum, meski ada sedikit kelelahan di wajahnya. “Ya, rasanya semua berjalan begitu cepat. Aku bahkan tak menyangka akan berada di sini, merencanakan pernikahan denganmu,” ujarnya, suaranya bergetar pelan. Arjun menggenggam tangan Olivia erat. “Ini nyata, Liv. Dan aku ingin memastikan semuanya sempurna untukmu dan bayi kita,” katanya tegas. Olivia tertawa kecil, berusaha meredakan ketegangan. “Asal kita bersama, aku yakin semua akan baik-baik saja, Jun.” Mama Arjun melirik ke arah mereka b

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-10

Bab terbaru

  • Skandal Panas Sekretaris Seksi   Season 2 Part 33 Pergi dari rumah

    Begitu Regan pergi, ibunya Nayla langsung menutup pintu dengan keras. Napasnya memburu, matanya penuh amarah saat berbalik menatap putrinya. “Kamu ini sebenarnya maunya apa, Nayla?!” bentaknya tajam. Nayla mengepalkan jemarinya, berusaha menahan air mata. “Aku nggak melakukan apa-apa, Bu. Regan yang datang ke sini, aku nggak mengundangnya.” “Tapi kamu juga nggak mengusirnya!” sergah ibunya. “Apa kamu masih belum kapok berurusan dengan laki-laki kaya? Setelah Darren, sekarang Regan? Kamu pikir mereka itu tulus? Mereka hanya mempermainkanmu, Nayla!” Nayla menggeleng, mencoba membela diri. “Regan beda, Bu. Dia nggak seperti Darren.” “Beda? Beda apanya?!” suara ibunya meninggi. “Semua laki-laki seperti mereka sama saja. Mereka bisa mendapatkan segalanya dengan mudah, termasuk perempuan yang mereka mau. Dan kamu? Kamu cuma akan jadi korban lagi, Nayla! Aku nggak mau melihat kamu jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya.” Nayla meremas jemarinya. “Bu, aku sudah dewasa. Aku

  • Skandal Panas Sekretaris Seksi   Season 2 Part 32

    Malam itu, setelah Regan pergi, Nayla duduk termenung di kamarnya. Hatinya terasa berat, meski ia sudah memutuskan untuk tetap tinggal bersama ibunya. Ia tahu ibunya hanya menginginkan yang terbaik, tapi mengapa ia merasa seperti burung dalam sangkar? Ibunya masuk ke kamar, membawa secangkir teh hangat. "Kamu udah makan malam?" tanyanya lembut. Nayla tersenyum kecil. "Udah, Bu." Sang ibu duduk di tepi ranjang, menatap putrinya penuh kasih. "Ibu tahu ini berat buat kamu, Nak. Tapi percayalah, keputusan ini yang terbaik. Pria kaya seperti Regan sama saja seperti mantan suamimu. Mereka punya kuasa untuk mengendalikan perempuan sepertimu." Nayla terdiam. Ia tahu ibunya berbicara berdasarkan pengalaman. Tapi Regan... ia berbeda, kan? "Kamu nggak perlu memikirkan dia lagi. Fokuslah pada hidupmu. Ibu hanya ingin kamu bahagia," lanjut sang ibu, mengelus punggung tangan Nayla. Nayla mengangguk pelan. "Iya, Bu..." Tapi saat ia berbaring di tempat tidur malam itu, pikirannya tetap

  • Skandal Panas Sekretaris Seksi   Season 2 Part 31

    Malam itu, setelah makan malam selesai, Regan kembali ke kamarnya. Ia berdiri di dekat jendela besar yang menghadap ke taman belakang mansion. Hatinya gelisah. Kata-kata ibunya terus terngiang di kepalanya. Ia sadar Nayla butuh waktu. Tapi, apakah ia bisa menunggu? Atau lebih tepatnya, apakah ia bisa membiarkan Nayla terus berada di bawah tekanan ibunya? Regan menghela napas panjang, lalu meraih ponselnya. Ia mencoba menghubungi Nayla, tapi seperti yang sudah ia duga, nomor itu tidak aktif. Pasti ponsel Nayla masih disita oleh ibunya. Ia mengepalkan tangannya, merasa frustasi. Tak lama kemudian, pintu kamarnya diketuk. Sean masuk dengan ekspresi santai. “Kak, masih kepikiran Nayla?” Regan menoleh dan tersenyum tipis. “Apa kelihatannya?” Sean tertawa kecil, lalu berjalan mendekat. “Aku nggak nyuruh Kakak buat nyerah, ya. Tapi coba deh, jangan cuma fokus buat rebut Nayla dari ibunya. Kakak harus yakinin dia kalau dia butuh Kakak juga.” Regan terdiam. Ada benarnya. Ia bisa

  • Skandal Panas Sekretaris Seksi   Season 2 Part 30 Nasehat Keluarga

    Di kediaman keluarga Regan, suasana terasa tegang. Olivia duduk di ruang keluarga dengan ekspresi khawatir, sementara Arjun berdiri di dekat jendela dengan tangan terlipat di dada. Mereka baru saja menerima kabar bahwa Regan diusir dari rumah Nayla, dan itu membuat mereka tak habis pikir. Regan masuk dengan langkah cepat, masih dengan wajah dingin dan rahangnya mengeras. Olivia langsung berdiri dan menghampiri putranya. "Apa yang sebenarnya terjadi, Regan? Kenapa ibunya Nayla sampai bersikap seperti itu?" tanya Olivia cemas. Regan melepas jasnya dan melemparkannya ke sofa. “Dia membenci pria kaya. Dia pikir aku nggak lebih baik dari Darren.” Arjun menghela napas panjang. “Dan kamu hanya menerima begitu saja? Seharusnya kamu bicara baik-baik dengan wanita itu.” Regan mendengus sinis. “Sudah. Tapi ibunya tetap bersikeras. Bahkan menyita ponsel Nayla agar aku nggak bisa menghubunginya.” Olivia menatap putranya dengan iba. Ia tahu betapa Regan mencintai Nayla. “Jadi, kamu mau

  • Skandal Panas Sekretaris Seksi   Season 2 Part 29

    Pagi itu, Nayla baru saja selesai bersiap ketika ibunya tiba-tiba masuk ke kamarnya tanpa mengetuk. “Ponselmu!” suara ibunya tegas, tangannya terulur meminta. Nayla mengernyit. “Kenapa, Bu?” Sang ibu tak mau menjawab dan langsung merebut ponsel Nayla dari meja rias. “Ibu tahu kamu masih berhubungan dengan pria kaya itu! Ibu sudah bilang, jangan ulangi kesalahan yang sama!” ujar ibunya dengan nada tinggi. “Ibu, Regan tidak seperti Darren! Dia tidak akan menyakitiku—” “Omong kosong!” Ibunya memotong kasar. “Mereka semua sama! Uang mereka membuat mereka berpikir bisa memiliki segalanya, termasuk dirimu!” Nayla menggigit bibirnya, berusaha menahan air mata. “Ibu, aku yang menjalani hidupku. Aku berhak memilih siapa yang aku cintai.” Tatapan ibunya mengeras. “Kalau begitu, jangan tinggal di rumah ini. Kalau masih keras kep

  • Skandal Panas Sekretaris Seksi   Season 2 Part 28 Ketidaksetujuan Ibu

    Nayla menatap ibunya dengan mata terbelalak, tak percaya dengan kata-kata yang baru saja ia dengar. "Ibu serius?" tanyanya, suaranya terdengar sedikit gemetar. Ibunya menghela napas panjang, lalu menatap putrinya dengan penuh ketegasan. "Iya, Nayla. Ibu nggak mau kamu terjebak lagi dalam hubungan dengan pria kaya. Lihat apa yang terjadi dengan pernikahanmu dulu. Darren memperlakukanmu seperti barang yang bisa dibuang begitu saja." "Tapi, Bu... Regan berbeda," Nayla mencoba membela. "Tidak ada yang benar-benar berbeda, Nayla," ibunya menyela dengan nada tajam. "Mereka sama saja. Pria kaya punya kuasa, dan mereka selalu ingin mengendalikan segalanya. Ibu nggak mau kamu terluka lagi." Nayla menundukkan kepala. Ia tahu ibunya berkata seperti itu karena khawatir. Tapi… hatinya tidak bisa begitu saja menolak perasaan yang mulai tumbuh untuk Regan. "Jadi... Ibu mau aku menjauhi Regan?" tanyanya lirih. "Ya, Nayla. Ibu ingin kamu hidup tenang, tanpa bayang-bayang pria kaya yang b

  • Skandal Panas Sekretaris Seksi   Season 2 Part 27

    Nayla menggeleng dengan cepat, mencoba menata kembali perasaannya. “Nggak perlu, Regan. Aku bisa pergi sendiri.” Regan menatapnya dalam, seolah mencari kebohongan dalam ucapannya. “Aku cuma ingin memastikan kamu sampai dengan selamat, Nayla.” Sebelum Nayla sempat membalas, ibunya tiba-tiba melangkah mendekat. Wanita paruh baya itu menatap Regan dengan sorot tegas. “Maaf, Regan. Tapi aku rasa Nayla benar. Kami bisa pergi sendiri.” Regan menoleh ke arah ibu Nayla, terkejut dengan nada suaranya yang penuh ketegasan. “Tante, aku hanya ingin membantu—” “Sudah cukup, Nak,” potong ibunya Nayla lembut, tapi berwibawa. “Aku tahu kamu peduli pada Nayla. Tapi biarkan dia menentukan jalannya sendiri. Biarkan dia menjalani hidupnya tanpa bayang-bayang siapa pun.” Regan terdiam, rahangnya mengeras. “Aku nggak pernah bermaksud mengekangnya, Tante…” Ibu Nayla tersenyum tipis, lalu menepuk pundak Regan pelan. “Aku tahu. Tapi justru karena itu, kamu harus menghormati keputusannya.” Nayla

  • Skandal Panas Sekretaris Seksi   Season 2 Part 26 Kepindahan Nayla dan Ibunya

    Nayla menatap layar ponselnya, jemarinya sedikit gemetar saat menekan nomor ibunya. Ia menarik napas dalam, berusaha menenangkan diri sebelum akhirnya panggilan tersambung. “Nayla?” suara ibunya terdengar di seberang, penuh kekhawatiran. “Kenapa, Nak? Kamu baik-baik saja?” “Ibu…” suara Nayla bergetar. “Aku… aku merasa nggak aman di sini. Aku baru saja menerima pesan ancaman. Aku takut, Bu.” Hening sejenak. Lalu suara ibunya terdengar lebih tegas. “Pulanglah, Nayla. Kamu nggak bisa terus-terusan seperti ini. Kita cari tempat yang lebih aman untuk tinggal.” Nayla menggigit bibir, hatinya terasa lebih tenang mendengar kepastian itu. “Tapi, Bu… pindah ke mana?” “Aku sudah bicara dengan pamanmu. Dia punya rumah kosong di luar kota, tempatnya lebih tenang dan aman. Kita bisa tinggal di sana sementara.” Nayla terdiam, berpikir sejenak. Tawaran itu terdengar masuk akal. Ia tak bisa terus-menerus berada dalam bayang-bayang Darren, atau siapa pun yang mungkin ingin mencelakainya. “Baik,

  • Skandal Panas Sekretaris Seksi   Season 2 Part 25

    Nayla masih mencoba mengabaikan perasaan tidak nyaman yang menghantuinya sejak tadi. Ia kembali sibuk melayani pelanggan di toko bersama Rania, mencoba menepis pikiran buruk yang sempat terlintas. Namun, di luar sana, seseorang tengah mengamati setiap gerak-geriknya. Pria itu berdiri di sudut jalan, mengenakan hoodie hitam, berusaha menyembunyikan identitasnya. Tangannya dengan cekatan mengambil ponsel dan mengetik pesan. "Dia masih di toko. Sepertinya belum sadar kalau diawasi." Tak lama kemudian, mobil hitam berhenti beberapa meter dari toko. Jendela bagian belakang sedikit terbuka, memperlihatkan wajah Darren yang tengah tersenyum sinis. Ia membaca pesan dari anak buahnya, lalu mengetik balasan. "Terus awasi. Aku akan mengambil langkah berikutnya." Darren menutup ponselnya dan menatap ke arah toko dengan tatapan tajam. "Kau pikir bisa lepas dariku semudah itu, Nayla?" gumamnya dengan nada dingin. "Kita lihat sampai kapan kau bisa bertahan tanpa aku." Di dalam toko, Na

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status