Beranda / Rumah Tangga / SURGA YANG TAK DIINGINKAN / Bab 4b. POV Rani (Penjelasan Zian)

Share

Bab 4b. POV Rani (Penjelasan Zian)

Penulis: Aryan Lee
last update Terakhir Diperbarui: 2025-02-11 07:50:09

Aku melihat mata Mas Zian yang tampak mengantuk sekali. Pasti dia belum tidur karena mencari ku semalaman. Namun, ada kecemasan dan kepanikan yang masih terlihat jelas dari sorot matanya. Mengetahui itu rasanya sulit percaya, kalau Mas Zian telah menduakan cintaku.

"Sekarang tidurlah aku tunggu penjelasan Mas setelah makan siang nanti!" seruku kemudian.

Mas Zian tampak menggeleng seraya berkata, "Nggak bisa, kita harus bicara sekarang juga!"

"Baiklah aku siap mendengarkannya!" ujar ku yang sudah tidak sabar menunggu Mas Zian memberikan penjelasan.

"Malam itu aku dan Dahlia meeting dengan salah satu klien orang luar untuk membahas kerjasama yang akan kami jalani. Untuk menghormatinya aku meneguk minuman keras yang disajikan. Aku mabuk dan meminta Dahlia mengantar ke kantor. Tanpa sadar aku tidur dengannya karena mengira dia adalah kamu," jelas Zian sambil mengingat kejadian di malam itu.

Bulir-bulir air mata ku mulai berjatuhan ketika mendengar pengakuain Mas Zian. Ternyata suamiku telah melakukan kesalahan yang membuatku mengetahui alasannya menikahi Dahlia.

"Awalnya kami menganggap apa yang telah terjadi adalah sebuah kekhilafan semata. Tapi Dahlia hamil dan aku harus bertanggungjawab!" sambung Mas Zian dengan penuh penyesalan.

Sekali lagi pengakuan Mas Zian membuat duniaku serasa mau runtuh. Namun, aku berusaha untuk tetap mengendalikan diri ini.

"Di mana kalian melakukannya?" tanyaku sambil menahan amarah.

"Di-di kontrakan Dahlia," jawab Zian dengan jujur.

Mendengar itu aku langsung menepis tangan Mas Zian dan menjauh seraya bertanya, "Katanya cuma minum sedikit, kenapa Mas nggak pulang ke rumah?" Bagiku alasan Mas Zian terlalu murahan.

Mas Zian langsung berdiri dan kembali menjelaskan, "Aku juga tidak tahu, semua terjadi begitu cepat dan --'

"Dan kebablasan karena tidak bisa mengendalikan hawa nafsu?" potongku yang membuat Mas Zian langsung terbungkam.

"Bukan, begitu Sayang. Mas juga nggak tahu kenapa bisa lepas kendali seperti itu," ujar Mas Zian yang kubalas dengan seulas senyum simpul.

Aku tidak bisa menahan diri dan terus mengeluarkan kekesalan hati ini. "Sudah khilaf terus menyembunyikannya. Apa Mas tidak pernah memikirkan bagaimana perasaanku, kalau sampai tahu sendiri? Jika saja Mas bilang dari awal, mungkin hatiku tidak akan sesakit ini," ujarku sambil menyeka air mata yang hendak tumpah.

"Maaf, Mas memang salah dan terpaksa berbohong karena tidak mau menyakiti atau membuatmu marah yang mungkin bisa menjadi penyebab perpisahan kita. Sungguh Mas sangat menyesal dan akan menceraikan Dahlia sekarang juga," ucap Mas Zian dengan bersungguh-sungguh.

Hatiku memang sakit, tetapi tidak dengan naluriku sebagai seorang wanita.

"Jangan menambah dosa Mas, masih ada jalan keluar yang terbaik untuk kita!" ujarku yang membuat Mas Zian menatapku dengan saksama.

"Tolong jangan gugat Mas karena

pernikahan kami sampai anak itu lahir saja. Nanti kita yang akan membesarkan anak itu dan Dahlia menyetujuinya," jelas Mas Zian kembali yang membuatku batin dan logikaku berperang hebat.

Aku menghela nafas panjang haruskah aku menerima kenyataan ini, kalau Mas Zian akan mempunyai keturunan dari rahim wanita lain. Mungkinkah ini adalah takdir Allah memberikan kami anak, kenapa harus berbalut kebohongan?

"Apa Mas yakin bisa menceraikan Dahlia nanti. Bagaimana kalau Mas dalam setahun jatuh cinta kepadanya?" tanyaku yang ingin secepatnya mendapatkan jawaban.

"Itu tidak mungkin, Mas hanya cinta kepadamu. Dahulu, sekarang dan selamanya," sahut Mas Zian kembali meyakinkanku.

Jujur aku masih tidak terima dimadu secara diam-diam. Namun, pengakuan Mas Zian membuatku seperti makan buah simalakama. Di satu sisi aku marah dan benci, tetapi aku sangat mencintainya meskipun hati ini terasa sakit. Apakah aku harus menjalani pernikahan poligami ini. Memang hanya sembilan bulan saja, tetapi kita tidak tahu apa yang akan terjadi selama itu. Ya Allah kuat dan sanggupkah diriku ini?

Ingin sekali aku ingin mengakhiri hubungan ini. Akan tetapi, memori perjuangan cinta kami kembali berputar di benakku. Masa-masa yang sulit telah dilalui bersama. Haruskah pengorbananku akan sia-sia belaka?

"Semua sudah terjadi, sebagai seorang istri aku berhak memutuskan bukan? Baiklah aku akan..." Aku menghela nafas panjang sebelum mengambil keputusan terberat di dalam hidup ini.

BERSAMBUNG

Bab terkait

  • SURGA YANG TAK DIINGINKAN   Bab 5. Keputusan Rani

    "Aku akan tinggal di sini, sampai anak itu lahir," ujarku memutuskan. Zian tampak menggeleng seraya berkata, "Mas tidak bisa jauh dari kamu, biar Dahlia aku suruh tinggal di rumah ibu saja!""Apa bedanya, nanti Mas setiap minggu akan pulang kampung juga untuk menjenguk anak itu kan?" sahut Rani dengan sengit. "Tentu saja bersama kamu," ujar Zian yang tidak mau tinggal terpisah dengan Rani. Rani kembali menolak dengan tegas, "Pokoknya aku tidak mau pulang!""Jangan seperti ini Sayang, tolong mengertilah posisi Mas!" Pinta Zian dengan memohon. "Sebelum melakukan kebohongan itu, apakah Mas mengerti sedikit saja perasaan aku?" Rani balik bertanya sambil menatap Zian dengan tajam. "Pulanglah Mas, aku mau menenangkan diri di sini!" serunya dengan ketus. "Tunggu Ran, kita belum selesai bicara!" seru Zian yang hendak menyusul, tetapi tidak enak dengan Tuan rumah. Jujur hatinya belum tenang saat ini dan tidak akan pergi sebelum Rani mau pulang bersamanya."Rani masih emosi, jadi kamu haru

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-24
  • SURGA YANG TAK DIINGINKAN   Bab 5b. Luluh

    Tiba-tiba pembicaraan mereka terhenti ketika mendengar teriakan Kang Yahya dari kamar tamu. "Mas Zian belum pulang Teh?" tanya Rani yang terkejut mendengarnya."Belum, tadi Teteh suruh istirahat di kamar tamu. Cepat lihat dia!" jawab Teh Ratih sambil berseru. Rani segera menuju ke kamar tamu untuk mengetahui apa yang telah terjadi. Ia Kang Yahnya sedang berusaha menyadarkan Zian. "Ambil kompres, badan suamimu panas sekali!" seru Kang Yahnya yang segera dikerjakan oleh Rani. Dengan telaten Rani mengompres suaminya yang tampak pucat. Ia tidak kaget Zian tiba-tiba pingsan karena selama mereka menikah, sudah beberapa kali seperti ini kalau sedang kelelahan. "Jangan pergi Rani, maafkan Mas!" Zian mengigau yang membuat Rani tertegun mendengarnya. Tiba-tiba Rani melihat Zian terisak dan terbangun sambil menjambak rambutnya dengan ketakutan. "Tidak Rani, Mas tidak mau pisah sama kamu!" racau Zian dengan mata yang masih terpejam. "Mas tenanglah, aku di sini!" sahut Rani sambil menggeng

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-24
  • SURGA YANG TAK DIINGINKAN   Bab 6. POV ZIAN( Istriku Berubah)

    Sejak memaafkan kesalahan dan menerima alasanku menikah lagi, Rani mulai menjaga jarak denganku. Apalagi sejak aku mulai membagi waktu untuk kedua istriku. Memang dia tetap melayaniku seperti biasanya. Akan tetapi, perasaanku mengatakan Rani sangat terluka dan belum bisa menerima telah dimadu secara diam-diam.Aku juga melihat ketakutan di mata Rani yang biasanya selalu menatapku dengan penuh cinta. Padahal sudah berulang kali aku katakan, kalau cinta ini hanya untuknya seorang. Aku memang sangat mencintai Rani yang tidak akan tergantikan oleh siapa pun.Jujur sebenarnya akulah yang sangat takut kehilangan Rani. Dia wanita mandiri dan bisa saja mengajukan gugatan atas pengkhianatan yang telah kulakukan. Namun, aku merasa bersyukur, Allah masih mempersatukan kami dalam ikatan cinta ini. Sungguh aku tidak pernah punya niat menyakiti Rani sedikitpun dengan menikah lagi ini. Namun, aku juga tidak mengerti kenapa bisa melakukan aib itu. Sehingga dengan mudahnya menyusun rencana kebohongan

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-24
  • SURGA YANG TAK DIINGINKAN   Bab 7. Pertemuan.

    Akhirnya Rani membuka cafe dengan mengontrak di salah satu ruko yang berada tidak jauh dari rumahnya. Ia memperkerjakan dua orang teman dekatnya. Cafe itu diberi mana 'Rain' karena Rani suka melihat hujan.Hujan masih turun membasuh rindu bumi. Membuat sebagian orang enggan untuk ke luar rumah. Seperti Rani yang tampak mematung sambil menatap ke luar jendela. Rintikan air membuat angannya mengingat kebiasaan ia dan Zian di saat seperti ini. Biasanya Rani akan membuat teh aroma melati dan semangkuk mie instan untuk dimakan berdua.Rani hanya bisa tersenyum mengenang masa-masa itu karena kini keadaan telah berbeda. Sudah tiga hari ini Zian tidak pulang ke rumah karena sedang bersama Dahlia, besok baru dengannya. Ia mencoba untu menjalani pernikahan poligami ini dengan ikhlas. Lagi pula hanya sembilan bulan, setelah itu mereka akan selalu bersama-sama lagi tanpa orang ketiga. Namun, bukan itu yang Rani risaukan. Ia takut suatu hari nanti suaminya jatuh cinta kepada Dahlia. Apalagi ada s

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-24
  • SURGA YANG TAK DIINGINKAN   Bab 7b. Dilema

    Sebelum kenal dengan Zian, Rani pernah menyukai Azka. Namun, pria itu sangat dingin dan tidak merespon sebaliknya. Ketika pria itu sedang perbantuan ke luar pulau, Rani bertemu dengan Zian. Pada saat ia menjadi pengantin baru Azka kembali dan menyatakan perasaannya. "Maaf Azka, aku sudah menikah," ujar Rani sambil menunjukan cincin di jadi manis kanan. "Aku tidak tahu," ujar Azka dengan penuh penyesalan. Setelah pembicaraan mereka yang terakhir, Azka pergi ke luar kota. Sejak saat itu Rani tidak tahu kabarnya lagi. Kini takdir mempertemukan mereka kembali, ketika Rani sedang dilema dipoligami, entah untuk apa. "Ya Allah, jangan sampai kehadiran Azka menjadi ujian lagi untuk rumah tanggaku," lirih Rani dengan ketakutan yang kian melanda. Tidak lama kemudian terdengar suara ponsel berdering, Rani segera menerima vidio call yang ternyata dari suaminya. "Kamu di mana, kenapa belum pulang?" tanya Zian terdengar cemas. "Aku di ruko Mas, rencananya mau menginap di sini. Mas kok sudah

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-24
  • SURGA YANG TAK DIINGINKAN   Bab 8. Kemarahan Zian

    "Mas Zian mana Mbak?" tanya Dahlia sambil mencari sosok yang sangat dirindukan itu."Tidak tahu, tapi tadi Pak Zian menelepon saya menanyakan kabar Ibu dan Bilang akan datang secepatnya ke sini!" jawab asisten itu yang membuat Dahlia semakin kesal. "Pasti Mas Zian mengira aku sengaja masuk rumah sakit, kalau sampai terjadi sesuatu sama anak ini semua itu karena kesalahanmu Mas," batin Dahlia dengan pikiran yang kalut. Dahlia tidak terima Zian pulang ke rumah Rani. Dalam situasi hujan membuatnya jadi panik dan takut sendirian. Sehingga ia mencari cara untuk dapat membuat Zian kembali bersamanya. Tiba-tiba perutnya sakit dan minta diantar asisten berobat. Akhirnya pukul enam pagi, Zian sudah sampai di rumah sakit Dahlia dirawat. Ia melihat istri mudanya itu langsung tersenyum senang, seperti tidak terjadi apa pun."Mas," panggil Dahlia dengan seulas senyum yang mengembang. "Kamu egois Dahlia, selalu saja memanfaatkan kehamilanmu!" sahut Mas Zian sambil menatap Dahlia dengan tajam.

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-24
  • SURGA YANG TAK DIINGINKAN   Bab 9. Tinggal Bersama Maduku

    "Baiklah, Mas boleh bawa Dahlia ke rumah!" sahut Rani mengizinkan. "Terima kasih atas pengertianmu," ucap Zian yang merasa beruntung sekali mempunyai istri sangat pengertian seperti Rani. Setelah mendapat izin dari Rani, Zian kembali menemui Dahlia. Ia menatap istri mudanya itu seraya berpesan, "Baiklah kamu boleh tinggal di rumah Mas, tapi ingat jangan pernah gunakan alasan kehamilanmu untuk menyakiti Rani""Iya Mas," sahut Dahlia sambil mengangguk kecil. "Aku harus tahu kenapa Mas Zian sangat mencintai Mbak Rani," ujarnya di dalam hati.Dahlia sangat senang sekali ketika diperbolehkan tinggal satu atap dengan Rani. Dengan begitu ia bisa bertemu suaminya setiap hari. Ketika sampai di tempat tujuan, wanita itu pun tampak terkagum melihat kediaman yang ditempati Rani jauh lebih besar dari rumahnya. Dengan perasaan yang berdebar-debar Dahlia mengikuti langkah Zian untuk memasuki kediaman itu."Assalamualaikum...," ucap Zian ketika pulang bersama Dahlia dan seorang asisten."Waalaikums

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-24
  • SURGA YANG TAK DIINGINKAN   Bab 10. Dusta

    "Tentu saja tidak," jawab Dahlia dengan gugup. "Sikap manjaku selama ini karena bawaan bayi yang ingin diperhatikan dan dekat dengan ayahnya. Apakah perasaan itu salah?" elaknya kemudian. Sambil tersenyum Rani kembali menyahuti, "Tidak salah dan wajar sekali, tapi tolong mengertilah posisi Mas Zian yang harus bekerja dan membagi waktu," sambungnya kemudian. Mendengar itu Dahlia serasa ditampar, akan keegoisannya yang telah memanfaatkan anak itu. "Maaf aku mau kembali ke kamar dulu . Takut masuk angin, kalau kelamaan di luar," pamit Dahlia yang enggan melanjutkan pembicaraan itu. Setelah bicara dan menatap Dahlia secara langsung. Rani dapat menyimpulkan, kalau wanita itu sangat mencintai Zian. Sehingga membuatnya semakin takut, kehilangan cinta suaminya suatu hari nanti. "Ya Allah, aku sangat mencintai Mas Zian. Tolong jangan pisahkan kami!" doa Rani di dalam hati sambil melihat senja. Ia tidak mau cinta Zian suatu hari nanti seperti senja yang hilang dipeluk malam. ***Beberapa

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-24

Bab terbaru

  • SURGA YANG TAK DIINGINKAN   Bab 10a. Aku Harus Pergi

    Rani kemudian menceritakan awal kisah cintanya dengan Zian. Selain itu masa-masa sulit diawal pernikahannya mereka. Hingga suaminya bisa sukses menjadi seorang kontraktor seperti sekarang ini. Mendengar cerita Rani, membuat Dahlia terenyuh. Ia merasa bersalah telah hadir di antara mereka. Tanpa wanita itu sadari ada rasa sesal yang mulai tumbuh di hatinya. Namun, ia tetap yakin cintanya kepada Zian bukanlah sebuah kesalahan.Tiba-tiba ponsel Rani berdering, sehingga pembicaraan mereka harus terhenti. "Halo Mas," ucap Rani yang mendapat telepon dari Zian."Halo sayang, apa kabar? Maaf baru bisa menghubungimu, Mas sangat sibuk sekali," sahut Zian dari seberang sana. "Alhamdulillah .., aku baik. Semoga pekerjaan Mas lancar dan sukses. Aaminn ...," jawab Rani sambil mendoakan. "Terima kasih Sayang, oh ya apakah Dahlia berulah atau merepotkan mu?" tanya Zian dengan penuh perhatian. Rani menoleh ke arah Dahlia dan menjawab, "Lia tidak menyusahkan sama sekali.""Baguslah sudah dulu ya.

  • SURGA YANG TAK DIINGINKAN   Bab 10. Dusta

    "Tentu saja tidak," jawab Dahlia dengan gugup. "Sikap manjaku selama ini karena bawaan bayi yang ingin diperhatikan dan dekat dengan ayahnya. Apakah perasaan itu salah?" elaknya kemudian. Sambil tersenyum Rani kembali menyahuti, "Tidak salah dan wajar sekali, tapi tolong mengertilah posisi Mas Zian yang harus bekerja dan membagi waktu," sambungnya kemudian. Mendengar itu Dahlia serasa ditampar, akan keegoisannya yang telah memanfaatkan anak itu. "Maaf aku mau kembali ke kamar dulu . Takut masuk angin, kalau kelamaan di luar," pamit Dahlia yang enggan melanjutkan pembicaraan itu. Setelah bicara dan menatap Dahlia secara langsung. Rani dapat menyimpulkan, kalau wanita itu sangat mencintai Zian. Sehingga membuatnya semakin takut, kehilangan cinta suaminya suatu hari nanti. "Ya Allah, aku sangat mencintai Mas Zian. Tolong jangan pisahkan kami!" doa Rani di dalam hati sambil melihat senja. Ia tidak mau cinta Zian suatu hari nanti seperti senja yang hilang dipeluk malam. ***Beberapa

  • SURGA YANG TAK DIINGINKAN   Bab 9. Tinggal Bersama Maduku

    "Baiklah, Mas boleh bawa Dahlia ke rumah!" sahut Rani mengizinkan. "Terima kasih atas pengertianmu," ucap Zian yang merasa beruntung sekali mempunyai istri sangat pengertian seperti Rani. Setelah mendapat izin dari Rani, Zian kembali menemui Dahlia. Ia menatap istri mudanya itu seraya berpesan, "Baiklah kamu boleh tinggal di rumah Mas, tapi ingat jangan pernah gunakan alasan kehamilanmu untuk menyakiti Rani""Iya Mas," sahut Dahlia sambil mengangguk kecil. "Aku harus tahu kenapa Mas Zian sangat mencintai Mbak Rani," ujarnya di dalam hati.Dahlia sangat senang sekali ketika diperbolehkan tinggal satu atap dengan Rani. Dengan begitu ia bisa bertemu suaminya setiap hari. Ketika sampai di tempat tujuan, wanita itu pun tampak terkagum melihat kediaman yang ditempati Rani jauh lebih besar dari rumahnya. Dengan perasaan yang berdebar-debar Dahlia mengikuti langkah Zian untuk memasuki kediaman itu."Assalamualaikum...," ucap Zian ketika pulang bersama Dahlia dan seorang asisten."Waalaikums

  • SURGA YANG TAK DIINGINKAN   Bab 8. Kemarahan Zian

    "Mas Zian mana Mbak?" tanya Dahlia sambil mencari sosok yang sangat dirindukan itu."Tidak tahu, tapi tadi Pak Zian menelepon saya menanyakan kabar Ibu dan Bilang akan datang secepatnya ke sini!" jawab asisten itu yang membuat Dahlia semakin kesal. "Pasti Mas Zian mengira aku sengaja masuk rumah sakit, kalau sampai terjadi sesuatu sama anak ini semua itu karena kesalahanmu Mas," batin Dahlia dengan pikiran yang kalut. Dahlia tidak terima Zian pulang ke rumah Rani. Dalam situasi hujan membuatnya jadi panik dan takut sendirian. Sehingga ia mencari cara untuk dapat membuat Zian kembali bersamanya. Tiba-tiba perutnya sakit dan minta diantar asisten berobat. Akhirnya pukul enam pagi, Zian sudah sampai di rumah sakit Dahlia dirawat. Ia melihat istri mudanya itu langsung tersenyum senang, seperti tidak terjadi apa pun."Mas," panggil Dahlia dengan seulas senyum yang mengembang. "Kamu egois Dahlia, selalu saja memanfaatkan kehamilanmu!" sahut Mas Zian sambil menatap Dahlia dengan tajam.

  • SURGA YANG TAK DIINGINKAN   Bab 7b. Dilema

    Sebelum kenal dengan Zian, Rani pernah menyukai Azka. Namun, pria itu sangat dingin dan tidak merespon sebaliknya. Ketika pria itu sedang perbantuan ke luar pulau, Rani bertemu dengan Zian. Pada saat ia menjadi pengantin baru Azka kembali dan menyatakan perasaannya. "Maaf Azka, aku sudah menikah," ujar Rani sambil menunjukan cincin di jadi manis kanan. "Aku tidak tahu," ujar Azka dengan penuh penyesalan. Setelah pembicaraan mereka yang terakhir, Azka pergi ke luar kota. Sejak saat itu Rani tidak tahu kabarnya lagi. Kini takdir mempertemukan mereka kembali, ketika Rani sedang dilema dipoligami, entah untuk apa. "Ya Allah, jangan sampai kehadiran Azka menjadi ujian lagi untuk rumah tanggaku," lirih Rani dengan ketakutan yang kian melanda. Tidak lama kemudian terdengar suara ponsel berdering, Rani segera menerima vidio call yang ternyata dari suaminya. "Kamu di mana, kenapa belum pulang?" tanya Zian terdengar cemas. "Aku di ruko Mas, rencananya mau menginap di sini. Mas kok sudah

  • SURGA YANG TAK DIINGINKAN   Bab 7. Pertemuan.

    Akhirnya Rani membuka cafe dengan mengontrak di salah satu ruko yang berada tidak jauh dari rumahnya. Ia memperkerjakan dua orang teman dekatnya. Cafe itu diberi mana 'Rain' karena Rani suka melihat hujan.Hujan masih turun membasuh rindu bumi. Membuat sebagian orang enggan untuk ke luar rumah. Seperti Rani yang tampak mematung sambil menatap ke luar jendela. Rintikan air membuat angannya mengingat kebiasaan ia dan Zian di saat seperti ini. Biasanya Rani akan membuat teh aroma melati dan semangkuk mie instan untuk dimakan berdua.Rani hanya bisa tersenyum mengenang masa-masa itu karena kini keadaan telah berbeda. Sudah tiga hari ini Zian tidak pulang ke rumah karena sedang bersama Dahlia, besok baru dengannya. Ia mencoba untu menjalani pernikahan poligami ini dengan ikhlas. Lagi pula hanya sembilan bulan, setelah itu mereka akan selalu bersama-sama lagi tanpa orang ketiga. Namun, bukan itu yang Rani risaukan. Ia takut suatu hari nanti suaminya jatuh cinta kepada Dahlia. Apalagi ada s

  • SURGA YANG TAK DIINGINKAN   Bab 6. POV ZIAN( Istriku Berubah)

    Sejak memaafkan kesalahan dan menerima alasanku menikah lagi, Rani mulai menjaga jarak denganku. Apalagi sejak aku mulai membagi waktu untuk kedua istriku. Memang dia tetap melayaniku seperti biasanya. Akan tetapi, perasaanku mengatakan Rani sangat terluka dan belum bisa menerima telah dimadu secara diam-diam.Aku juga melihat ketakutan di mata Rani yang biasanya selalu menatapku dengan penuh cinta. Padahal sudah berulang kali aku katakan, kalau cinta ini hanya untuknya seorang. Aku memang sangat mencintai Rani yang tidak akan tergantikan oleh siapa pun.Jujur sebenarnya akulah yang sangat takut kehilangan Rani. Dia wanita mandiri dan bisa saja mengajukan gugatan atas pengkhianatan yang telah kulakukan. Namun, aku merasa bersyukur, Allah masih mempersatukan kami dalam ikatan cinta ini. Sungguh aku tidak pernah punya niat menyakiti Rani sedikitpun dengan menikah lagi ini. Namun, aku juga tidak mengerti kenapa bisa melakukan aib itu. Sehingga dengan mudahnya menyusun rencana kebohongan

  • SURGA YANG TAK DIINGINKAN   Bab 5b. Luluh

    Tiba-tiba pembicaraan mereka terhenti ketika mendengar teriakan Kang Yahya dari kamar tamu. "Mas Zian belum pulang Teh?" tanya Rani yang terkejut mendengarnya."Belum, tadi Teteh suruh istirahat di kamar tamu. Cepat lihat dia!" jawab Teh Ratih sambil berseru. Rani segera menuju ke kamar tamu untuk mengetahui apa yang telah terjadi. Ia Kang Yahnya sedang berusaha menyadarkan Zian. "Ambil kompres, badan suamimu panas sekali!" seru Kang Yahnya yang segera dikerjakan oleh Rani. Dengan telaten Rani mengompres suaminya yang tampak pucat. Ia tidak kaget Zian tiba-tiba pingsan karena selama mereka menikah, sudah beberapa kali seperti ini kalau sedang kelelahan. "Jangan pergi Rani, maafkan Mas!" Zian mengigau yang membuat Rani tertegun mendengarnya. Tiba-tiba Rani melihat Zian terisak dan terbangun sambil menjambak rambutnya dengan ketakutan. "Tidak Rani, Mas tidak mau pisah sama kamu!" racau Zian dengan mata yang masih terpejam. "Mas tenanglah, aku di sini!" sahut Rani sambil menggeng

  • SURGA YANG TAK DIINGINKAN   Bab 5. Keputusan Rani

    "Aku akan tinggal di sini, sampai anak itu lahir," ujarku memutuskan. Zian tampak menggeleng seraya berkata, "Mas tidak bisa jauh dari kamu, biar Dahlia aku suruh tinggal di rumah ibu saja!""Apa bedanya, nanti Mas setiap minggu akan pulang kampung juga untuk menjenguk anak itu kan?" sahut Rani dengan sengit. "Tentu saja bersama kamu," ujar Zian yang tidak mau tinggal terpisah dengan Rani. Rani kembali menolak dengan tegas, "Pokoknya aku tidak mau pulang!""Jangan seperti ini Sayang, tolong mengertilah posisi Mas!" Pinta Zian dengan memohon. "Sebelum melakukan kebohongan itu, apakah Mas mengerti sedikit saja perasaan aku?" Rani balik bertanya sambil menatap Zian dengan tajam. "Pulanglah Mas, aku mau menenangkan diri di sini!" serunya dengan ketus. "Tunggu Ran, kita belum selesai bicara!" seru Zian yang hendak menyusul, tetapi tidak enak dengan Tuan rumah. Jujur hatinya belum tenang saat ini dan tidak akan pergi sebelum Rani mau pulang bersamanya."Rani masih emosi, jadi kamu haru

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status