Home / Pendekar / SSSN 2 : LEGENDA PEDANG NAGA API / 35. RACUN BUNGA PENGENDALI ROH 2

Share

35. RACUN BUNGA PENGENDALI ROH 2

Author: Evita Maria
last update Last Updated: 2024-09-28 07:59:34

Biarawati Yun Hui mengerutkan kening semakin dalam mendengar saran Han Ming. Dengan cepat, ia bergerak mendekati Ming Mei yang masih tak sadarkan diri di pangkuan Xiao Lin. Dengan hati-hati, ia menyibakkan rambut gadis itu, memeriksa tengkuknya dengan seksama.

"Astaga!" Seruan kaget Yun Hui mengejutkan orang-orang di sekelilingnya. Wajahnya memucat saat ia menemukan bintik luka keunguan di tengkuk Ming Mei, persis seperti yang digambarkan Han Ming. "Benar, ada luka keunguan di sini," ujarnya dengan suara bergetar.

"Sudah dapat dipastikan, murid Anda terkena racun Bunga Pengendali Roh,” ungkap Han Ming dengan nada serius, “hanya Datuk Racun Selatan yang memiliki racun seperti itu. Racun yang bisa mengendalikan gerakan mangsa dari jarak jauh."

Para tamu dari berbagai sekte dunia persilatan mulai berbisik-bisik satu sama lain. Beberapa orang bahkan mulai memeriksa tengkuk mereka sendiri dengan panik.

"Jadi, Datuk Racun Selatan benar-benar ada di sekitar sini?" Mata elang Biarawati Yun Hu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
mantap bah
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • SSSN 2 : LEGENDA PEDANG NAGA API   36. MENYELAMATKAN DU FEI

    Lin Mo melesat bagai anak panah, pedangnya terhunus tajam membelah angin. Mata berfokus pada sosok Du Fei, targetnya yang tak berdaya. Kaki-kakinya bergerak lincah, meninggalkan jejak debu tipis yang beterbangan. Tanpa ia sadari, sesosok bayangan hitam berkelebat di atas genting. Sosok itu bergerak turun seperti burung elang yang menukik mengincar mangsanya. Seakan berlomba dengan Lin Mo, bayangan itu juga melesat ke arah Du Fei dengan kecepatan tinggi.Memiliki ilmu meringankan tubuh yang jauh lebih sempurna, sosok misterius itu nyaris melayang di atas tanah. Gerakannya begitu ringan, seolah raganya terbuat dari kapas. Dalam sekejap mata, bayangan itu telah menggapai Du Fei lebih dulu. Tangan kekarnya dengan sigap merenggut bahu si pemuda, lalu membawanya terbang ke atas atap. Suara derit halus terdengar dari atap yang bergetar saat mereka mendarat, Begitu cepatnya gerakan sosok tadi, hingga netra Lin Mo yang tajam hanya mampu menangkapnya sebagai sekelebat bayangan yang lewat d

    Last Updated : 2024-09-28
  • SSSN 2 : LEGENDA PEDANG NAGA API   37. MENYELAMATKAN DU FEI 2

    Biarawati Yun Hui menatap Chang Su penuh selidik, alisnya nyaris tertaut. Sesaat kemudian ia berseru dengan nada dingin dan tajam. "Sungguh besar nyalimu, Chang Su! Berani membuat kekacauan di dunia persilatan!"Han Tze menyambung perkataan Yun Hui, bibirnya melengkung membentuk senyum sinis. "Tidak heran, Ketua Hui!" ujarnya, nada suaranya mencemooh. "Chang Su adalah pendiri sekte hitam Iblis Bayangan, sekte yang pekerjaannya hanya merampok dan membunuh.""Ia sudah lama menghilang dari dunia persilatan," imbuh Han Ming geram. Matanya memancarkan kesedihan yang dalam saat ia melanjutkan, "Sampai sebulan yang lalu, tiba-tiba ia muncul di Wisma Pedang dan membunuh ayah kami."Sementara mereka berbicara, Chang Su hanya mendengarkan dengan santai. Bibirnya yang hitam menyeringai lebar, memperlihatkan deretan gigi yang menguning. Rambut abu-abunya yang sedikit berantakan, beriap-riap dipermainkan angin gunung, menambah kesan liar pada penampilannya. Ditambah kulit wajah yang pucat bagai m

    Last Updated : 2024-09-28
  • SSSN 2 : LEGENDA PEDANG NAGA API   38. MENYELAMATKAN DU FEI 3

    Melihat para pendekar yang terdiam mendengar sindiran menohok Datuk Racun Selatan, Han Ming mengambil inisiatif. Ia maju selangkah, matanya menatap tajam ke arah Chang Su."Kau kira dengan permainan katamu, kami akan terpengaruh?" ujar pria berusia sekitar 30-an itu. Suaranya penuh dengan nada mencemooh. Ia mendengus pelan sebelum melanjutkan dengan nada geram, "Cepat serahkan obat penawar dan pemuda itu!"Han Tze, tak mau kalah, segera maju mendampingi kakaknya. Dengan sikap mengancam, ia berkata kepada Chang Su, "Kami tahu kau masih terluka dalam. Melawan kami sama saja mencari mati!"Mendengar gertakan itu, seringai yang sedari tadi menghiasi wajah Chang Su seketika lenyap. Sorot matanya berubah dingin, memancarkan aura ancaman yang tak kalah garang. "Kalian manusia-manusia licik!" desisnya, "maju semua kalau berani!"Kedua Han bersaudara saling melirik, seolah berkomunikasi tanpa kata. Sejenak mereka berpandangan, lalu saling mengangguk penuh arti. Sedetik berikutnya, dalam geraka

    Last Updated : 2024-09-29
  • SSSN 2 : LEGENDA PEDANG NAGA API   39. MENYELAMATKAN DU FEI 4

    Biarawati Yun Hui yang mengamati dari bawah, dengan cepat menyadari bahwa kedua Han bersaudara tak mampu menghadapi Chang Su.Sosok kakek tua yang masih lincah dan mematikan itu tampaknya terlalu tangguh untuk mereka. Tiba-tiba sebuah pemikiran licik bermain di kepalanya, satu-satunya cara untuk meruntuhkan perlawanan kakek tua tersebut adalah dengan menyerang dari belakang.Begitu melihat ada kesempatan di mana Chang Su yang sedang berduel dengan Han Ming, membelakanginya, Yun Hui segera melenting naik ke atas atap. Dengan gerakan menukik, Biarawati Yun Hui menerjang ke arah Chang Su yang tengah sibuk meladeni serangan Han Ming.Du Fei, mengetahui gurunya dalam bahaya segera berteriak, “Awas, Guru!”Refleks, remaja pria itu bergerak maju menutupi punggung Chang Su dengan tubuhnya. Dengan tangan terentang, ia berdiri tegak menghalangi Yun Hui.Ketua Hoa Mei terkejut bukan kepalang oleh reaksi tak terduga Du Fei yang memilih menjadi tameng hidup gurunya, membentak dengan nada geram sa

    Last Updated : 2024-09-29
  • SSSN 2 : LEGENDA PEDANG NAGA API   40. PERTOLONGAN TAK TERDUGA

    "Aku sudah bilang tidak akan mati dengan mudah," pria tua itu tersenyum, suaranya serak, "mari pergi dari sini!"Tanpa membuang waktu, Du Fei segera memapah Chang Su. Mereka berjalan tertatih-tatih, meninggalkan area Bu Tong Pai yang kini berubah kacau. Suara-suara teriakan dan derap langkah kaki terdengar di belakang mereka, sepertinya Biarawati Yun Hui tak mau melepaskan mereka begitu saja."Tangkap mereka!" Suara teriakan Ketua Hoa Mei itu terdengar sampai jauh ke bawah bukit. Pedangnya teracung tinggi, siap menggerakkan para pengikutnya. Namun, ketika ia berusaha bangkit untuk memimpin pengejaran, tubuhnya tidak bisa diajak berkompromi. Kaki kiri terasa mati, menolak untuk bergerak sesuai keinginannya. Akibatnya, ia terhuyung ke depan dan jatuh kembali ke tanah.Mengetahui rekan mereka tak berdaya, sekitar delapan ketua sekte aliran putih yang tersisa mengambil inisiatif. Berlari melesat keluar gerbang Bu Tong Pai, mata mereka berfokus pada sosok Chang Su dan Du Fei yang semakin

    Last Updated : 2024-09-30
  • SSSN 2 : LEGENDA PEDANG NAGA API   41. SATU MURID DUA GURU

    "Berhenti!"Semua kepala menoleh ke arah asal suara. Di belakang mereka, berdiri seorang pria berpakaian compang-camping, akan tetapi memancarkan aura wibawa yang luar biasa. Da Ye, ketua Sekte Pengemis Kai Pang, telah tiba bersama sepuluh muridnya.Wajah Du Fei yang pucat karena mencemaskan Guru Chang, seketika berseri saat melihat sosok yang pernah menyelamatkan dirinya dari Lin Mo di kota Shiyan beberapa hari lalu."Delapan lawan satu? Sungguh tidak terhormat!" cela Da Ye, suaranya penuh kecaman.Delapan ketua sekte aliran putih terdiam, saling pandang dengan ragu. Meski Sekte Pengemis Kai Pang sering dipandang rendah oleh sekte-sekte besar, namun reputasi Da Ye sebagai pangeran bungsu negeri Qi yang meninggalkan segala kemewahan dan memilih jalan pengembaraan, membuat mereka segan untuk bertindak gegabah.Meski sedikit gentar, Ketua Khongtong tetap berusaha menjaga wibawa. Ia berkata dengan nada ketus, "Itu urusan kami!" Da Ye mendengus, matanya menatap tajam delapan pria angkuh

    Last Updated : 2024-09-30
  • SSSN 2 : LEGENDA PEDANG NAGA API   42. DI MANA MING MEI?

    Suasana di gedung Bu Tong Pai berangsur tenang, menyisakan keheningan setelah badai ketegangan mereda. Delapan ketua sekte telah kembali obat penawar untuk korban racun mematikan Bunga Pengendali Roh.Ketua Khongtong meneteskan cairan obat berwarna kehitaman ke dalam mulut para korban satu per satu. Setelah menunggu satu jam lamanya, keajaiban pun terjadi. Satu demi satu korban mulai menunjukkan tanda-tanda kesadaran. Kelopak mata mereka bergerak-gerak sebelum akhirnya terbuka, pandangan yang tadinya kosong kini mulai fokus. Perlahan, mereka mulai bangkit dan memandang sekeliling dengan tatapan bingung, seolah baru bangun dari tidur panjang.Senyum lega yang baru saja terkembang di wajah delapan ketua sekte seketika lenyap, seperti embun pagi yang menguap oleh sengatan matahari, begitu menyadari keberadaan Biarawati Yun Hui yang duduk tegak dengan pancaran mata setajam pedang."Ketua Hui!" seru Ketua Khongtong, Tokoh itu buru-buru menangkupkan kedua tangan ke depan dada, memberi hor

    Last Updated : 2024-10-01
  • SSSN 2 : LEGENDA PEDANG NAGA API   43. CINTA TERLARANG

    "Ehmm ... Ming Mei ... dia ...," Xiao Lin tergagap, ia berubah menjadi gugup seketika.Melihat perubahan sikap ini, Yun Hui mengernyitkan kening. "Apakah ada yang kau sembunyikan?""Ti-tidak ada, Guru!" Xiao Lin menjawab cepat meski suaranya terdengar gemetar, "Ming Mei tadi meminta izin pergi ke hutan mencari buah berri."Yun Hui menghela napas panjang, gerutuan pelan keluar dari bibirnya. "Aneh sekali anak itu. Baru saja mengalami pelecehan, aku pun sedang terluka, malah pergi bermain-main!"Xiao Lin menunduk dalam, jemarinya saling bertaut dengan gelisah. Ia tak berani menatap langsung mata gurunya yang tajam dan penuh selidik. Pikirannya berkecamuk, mengingat kejadian beberapa saat lalu.Ia sudah berusaha keras melarang Ming Mei pergi, apalagi gadis itu baru saja sembuh dari pengaruh racun Bunga Pengendali Roh."Ming Mei, kau baru saja pulih dari pengaruh racun. Lebih baik istirahat dulu!" ujarnya penuh perhatian. Namun, Ming Mei yang keras kepala malah mendengus gusar."Kakak bel

    Last Updated : 2024-10-01

Latest chapter

  • SSSN 2 : LEGENDA PEDANG NAGA API   236. BIDAN YANG MALANG

    Malam telah turun ketika Bidan Lian menyelesaikan tugasnya membantu kelahiran seorang ibu muda di kediaman sebuah keluarga di pinggiran kota raja. Bayi laki-laki yang baru saja ia bersihkan dan diberi selimut, menangis kuat—pertanda baik bagi kehidupan si kecil. Suami dari ibu muda memberikan sekantung koin perak sebagai upah, disertai sebungkus kue kacang merah sebagai tanda terima kasih."Terima kasih, Bidan Lian. Tanpamu, aku tak tahu apa yang akan terjadi pada kami," ucap tuan rumah yang baru saja menjadi ayah dengan mata berkaca-kaca.Bidan Lian menepuk lembut pundak pria itu, "Sudah menjadi tugasku, Nak. Dulu aku yang membantu proses kelahiranmu dan sekarang anakmu. Tuhan memberiku umur panjang."Wanita tua itu mengikat kantung koin di pinggangnya dan membungkus kue dalam saputangan. Setelah berpamitan, ia melangkah meninggalkan kota raja menuju desanya yang terletak beberapa kilometer jauhnya.Jalanan mulai sepi. Cahaya rembulan menyinari jalan setapak yang akan dilalui Bidan

  • SSSN 2 : LEGENDA PEDANG NAGA API   235. PERMAINAN BERBAHAYA

    Senja telah berganti malam, bulan sabit menghiasi langit dengan sinar pucatnya. Di paviliun Putri Qi Yue yang sunyi, tiga sosok duduk melingkari meja kayu berukir.Cheng Zhuo menatap Qi Lung dengan tatapan tajam, mengeluarkan sebuah kotak kecil yang indah dari dalam jubahnya. Dengan gerakan lambat, ia membuka kotak itu, menampilkan sebuah botol kecil berisi serbuk putih."Pangeran," ucap Cheng Zhuo setengah berbisik, "ini adalah jalan terbaik untuk mengatasi masalah kita."Qi Lung memperhatikan botol yang kini berada di atas meja dengan bingung, "Apa itu?""Racun langka dari pegunungan barat," jelas Cheng Zhuo. "Tidak berbau, tidak berasa. Jika dicampurkan sedikit demi sedikit pada makanan Ratu Sayana setiap hari, racun ini tidak akan membunuhnya.""Lalu apa efeknya?" tanya Qi Lung, suaranya bergetar halus."Racun ini bekerja perlahan," Cheng Zhuo tersenyum tipis. "Awalnya dia akan merasa sedikit lelah, kemudian lemahlah anggota tubuhnya satu per satu. Pada akhirnya, dia akan lumpuh t

  • SSSN 2 : LEGENDA PEDANG NAGA API   234. PERMAINAN TAKDIR

    Ombak-ombak berdebur di kaki tebing, mengirimkan buih-buih putih yang terpercik tinggi. Angin laut berhembus kencang, membawa aroma asin yang tajam. Di atas tebing yang curam, Qi Lung berdiri tegak, rambutnya melambai liar ditiup angin. Matanya menatap jauh ke laut lepas, seolah mencari jawaban dari ketidakpastian yang kini mengisi hidupnya.Dari kejauhan, Cheng Zhuo akhirnya menemukannya setelah mencari seharian. Napasnya tersengal, kelelahan dan kelegaan terpancar di wajahnya yang sudah menua."Pangeran Qi Lung!" seru pria itu, melangkah hati-hati mendekati tepi jurang.Qi Lung menoleh perlahan. Tatapannya yang dingin dan penuh amarah membuat kelegaan Cheng Zhuo berubah menjadi kekhawatiran dalam sekejap."Pangeran, mengapa Anda tidak pulang seharian?" tanya Cheng Zhuo, berusaha menjaga nada suaranya tetap tenang. "Putri Qi Yue dan hamba sangat mengkhawatirkan Anda."Qi Lung mendengus pelan, sebuah senyum pahit tergambar di wajahnya yang tampan. "Mengapa kalian khawatir padaku?" tan

  • SSSN 2 : LEGENDA PEDANG NAGA API   233. TERKUAKNYA SEBUAH RAHASIA

    Sinar matahari pagi menerobos masuk melalui celah-celah dedaunan, menciptakan pola bayangan yang indah di tanah lapangan latihan istana. Pangeran Qi Lung mengayunkan pedangnya dengan kecepatan yang mengagumkan. Keringat membasahi dahinya, namun wajahnya tetap fokus dan penuh tekad.Di hadapannya, Cheng Zhuo—guru bela diri istana yang terkenal dengan ketajaman matanya—mengamati setiap gerakan sang pangeran dengan seksama. Meski sudah berusia lanjut, sorot matanya masih tajam dan gesturnya penuh wibawa."Bagus, Pangeran," puji Cheng Zhuo saat Qi Lung menyelesaikan rangkaian gerakan terakhirnya. "Kemampuan pedang Anda meningkat pesat."Qi Lung menurunkan pedangnya dan membungkuk hormat pada gurunya. "Terima kasih atas bimbingan Guru Cheng. Tapi…," ia terdiam sejenak, "aku selalu bertanya-tanya, mengapa seorang putra mahkota sepertiku harus bersusah payah berlatih ilmu pedang? Bukankah kelak aku akan memiliki banyak pengawal yang siap melindungiku?"Cheng Zhuo mengusap jenggot putihnya ya

  • SSSN 2 : LEGENDA PEDANG NAGA API   232. PILIHAN HIDUP PANGERAN ZHEN YI

    Sinar matahari jatuh lembut menyapu halaman kuil Shaolin yang asri. Dedaunan menari pelan ditiup angin, menciptakan harmoni alam yang menenangkan jiwa. Du Fei dan Yun Hao berjalan beriringan memasuki gerbang kuil yang megah, menarik perhatian beberapa murid yang sedang berlatih di halaman."Sudah lama aku tidak mengunjungi kuil," ucap Du Fei sambil memandang sekeliling dengan takjub. Arsitektur kuil yang indah dan atmosfer ketenangan membuatnya merasa damai. "Apakah kita akan bersembahyang?"Yun Hao menggeleng pelan, senyum tipis menghiasi wajahnya yang tampan. "Tidak, Du Fei. Aku membawamu ke sini untuk tujuan lain."Du Fei menoleh, alisnya terangkat penuh tanya."Aku memiliki seorang saudara lain ayah," lanjut Yun Hao, suaranya sedikit berubah, ada kerinduan yang tersirat di sana. "Namanya Zhen Yi. Ia memilih jalan berbeda dari kita—ia memutuskan untuk tinggal di kuil Shaolin setelah kepergianku beberapa waktu lalu.""Saudaramu tinggal di kuil ini?" tanya Du Fei, tidak menyembunyika

  • SSSN 2 : LEGENDA PEDANG NAGA API   231. KESEMPATAN KEDUA

    Di sebuah lembah hijau yang tenang, tak jauh dari kotaraja, pemandangan haru terlihat jelas di bawah langit kelabu. Seorang gadis kecil bersimpuh di hadapan tiga makam yang masih baru, tanahnya masih gembur. Di belakangnya, sepuluh orang dewasa juga berlutut dengan kepala tertunduk. Mereka adalah anggota terakhir sekte Iblis Bayangan yang tersisa setelah pertempuran berdarah di alun-alun.Gadis kecil itu menangis pilu, tubuh mungilnya bergetar hebat. Ia membungkuk dalam-dalam hingga keningnya membentur tanah di depan makam orang tuanya. Air mata membasahi tanah makam ibunya."Ibu…," isak Yao Chen, suaranya tersendat-sendat. "Ayah... kalian kemana? Kenapa aku ditinggal sendiri? Aku harus tinggal dengan siapa sekarang?"Tangisannya semakin menjadi, mengiris hati siapapun yang mendengarnya. Dalam semalam, dunia gadis kecil itu telah hancur berkeping-keping. Kedua orang tua yang menjadi sandarannya kini telah pergi untuk selamanya.Lian Xi, pria setengah baya dengan wajah keras namun mata

  • SSSN 2 : LEGENDA PEDANG NAGA API   230. PENGAMPUNAN DARI RAJA

    Dengan suara lantang, Lin Mo memerintahkan pasukannya, "Serang lebih gencar! Jangan biarkan dia lolos! Aku menginginkan pedang itu!"Hujan anak panah semakin intens. Du Fei masih mampu menangkisnya, namun fokusnya terganggu seiring dengan tumbangnya beberapa pengikut Iblis Bayangan.Di tengah kekacauan pertempuran, sebuah suara lembut namun dingin terdengar dari belakang Lin Mo."Lin Mo!"Lin Mo membeku mendengar suara yang sangat dikenalnya. Perlahan, ia berbalik, dan matanya melebar melihat sosok wanita cantik dalam balutan pakaian putih berdiri persis dibelakangnya."Ming Mei? Bagaimana kau—"Kalimatnya terputus oleh rasa sakit yang luar biasa. Ming Mei telah menusukkan ebuah belati perak tepat ke perutnya sebelum ia sempat menghindar. Lin Mo terbelalak, menatap wajah cantik yang dulu menjadi kekasihnya."Ini untuk semua kebohonganmu," bisik Ming Mei, matanya berkaca-kaca namun penuh kebencian.Lin Mo muntah darah, tangannya gemetar memegangi gagang belati yang menancap di perutnya

  • SSSN 2 : LEGENDA PEDANG NAGA API   229. IBLIS BAYANGAN DALAM BAHAYA

    Darah mengucur deras dari punggung Xiao Lin, membuat pakaiannya perlahan berubah merah. Yao Pang memeluk tubuh istrinya, tangannya bergetar.Bibir Xiao Lin yang mulai memucat bergerak lemah. "Jaga anak kita," bisiknya dengan suara hampir tak terdengar, sebelum mata perlahan menutup untuk selamanya."TIDAK!" raung Yao Pang, mendekap erat tubuh tak bernyawa istrinya. Air mata mengalir di wajahnya yang biasanya tanpa ekspresi.Du Fei yang menyaksikan kejadian itu membeku sejenak, lalu amarah membakar dadanya. Ia menoleh ke arah datangnya anak panah dan melihat sekelompok prajurit dengan busur di tangan mereka. Di depan pasukan itu berdiri seorang pria gagah dengan pakaian panglima perang—Lin Mo."Apa maksud semua ini?" teriak Du Fei, tangannya sudah siap di gagang pedangnya.Lin Mo mendongak dengan angkuh. "Mereka adalah anggota sindikat Iblis Bayangan yang telah membunuh banyak orang tak bersalah. Hukuman mati adalah balasan yang setimpal!""Kau tidak berhak mengeksekusi siapapun tanpa

  • SSSN 2 : LEGENDA PEDANG NAGA API   228. HUKUMAN MATI

    Di ruang pengadilan kota raja yang megah, Yao Pang berdiri dengan tangan terikat, wajahnya tenang meski nasib di ujung tanduk. Hakim menatapnya dengan dingin."Yao Pang!" suara hakim agung menggelegar memenuhi ruangan. "Kau telah terbukti bersalah atas percobaan pembunuhan terhadap pejabat istana Du Fei. Beri tahu kami, siapa yang memerintahkanmu melakukan kejahatan ini?"Yao Pang menatap lurus, bibirnya terkatup rapat. Salah satu sumpah pengikut Iblis Bayangan adalah tidak membocorkan identitas klien."Tidak ada jawaban?" tanya hakim lagi dengan nada mengancam. "Ketahuilah, kebisuanmu hanya akan memperburuk hukumanmu."Yao Pang tetap membisu. Dalam hati ia bergumam, "Maafkan aku, Xiao Lin, Yao Chen.""Baiklah," hakim agung mengetuk palunya dengan keras. "Atas kejahatan percobaan pembunuhan terhadap pejabat istana, dan penolakanmu untuk bekerja sama dengan pengadilan, kau, Yao Pang, dijatuhi hukuman mati dengan cara dipenggal! Hukuman akan dilaksanakan besok pagi di alun-alun kota!"-

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status