Beranda / Romansa / Richardo Elios / 43. Rumah Sakit

Share

43. Rumah Sakit

Penulis: Rhilll
last update Terakhir Diperbarui: 2021-11-21 09:24:06

"RST MELATI."

Richard menatap tulisan yang bertuliskan sebuah kalimat aneh, pria itu tak ingin curiga, tapi bau darah segar ini membuatnya makin curiga dengan kalimat ini.

"Richard! naik ke lantai empat, tim c sepertinya menemukan seseorang di atas sana," ucap Arnold di balik earphonenya.

Richard dengan cepat membalikkan badannya, pria itu langsung bergegas menaiki anak tangga satu persatu, hingga dia akhirnya sampai di atas.

"Dimana?" tanya Richard saat sampai, tatapannya mengelilingi seluruh sudut ruangan.

"Ini pak, sedang kami amankan, sepertinya anak ini sedang pingsan," ucap salah satu pengawal.

Richard berjalan mendekat kearah anak yang baru saja mereka temukan, dia berjalan mendekat, lalu menyalakan senter tepat di depan wajah anak itu.

"Keynest," gumam Richard dan dengan cepat langsung memeluk Keynest yang sudah pingsan tak sadarkan diri.

"Bawa Keynest ke bawah, dan larikan dia ke rumah sakit," perintah Richard.

Bab Terkunci
Lanjutkan Membaca di GoodNovel
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terkait

  • Richardo Elios   44. Flashback: Misi Keynest

    "Kalau begitu kamu tunggu disini, dan jika aku tidak keluar sampai tiga menit, berarti kamu harus cari bantuan." Keynest memegang kedua pundak saudari kembarnya itu.Kenneth menggelengkan kepalanya, dia tak ingin mereka berdua berpisah, dia takut jika Keynest akan kenapa-kenapa di dalam sana."Lebih baik kita datang dengan polisi," ucap Kenneth dengan nada suara yang gemetar."Aku percaya kamu," ucap Keynest, dia membalikkan badannya dan lari menuju gedung kosong itu.Keynest masuk kedalam gedung, dia berendap-endap menundukan kepala ketika memasuki gedung itu.Matanya mendapati beberapa pengawal yang berlalu lalang, di tempat itu."Ada apa ini? Kenapa banyak sekali orang-orang di tempat ini?" gumam Keynest tak percaya.Padahal gedung yang terlihat sunyi dan sepi sekali, ternyata ada banyak orang di dalam sini."Sial! Sepertinya aku salah masuk, apa sebaiknya aku keluar saja?" batin Keynest, pria kecil itu benar-benar bingun da

    Terakhir Diperbarui : 2021-11-22
  • Richardo Elios   45. Flashback: Keynest dan Black Tiger

    CKLEK!Pintu itu terbuka dengan lebar, mata Keynest menatap beberapa orang bertopeng yang sedang mengelilingi meja bundar.BRAKK!!Pandangan semua orang teralihkan oleh Mr Mommy yang berdiri secara tiba-tiba, bahkan membuat Keynest kaget seketika."Sialan! Siapa yang menyuruh kamu membawanya kesini?" tanya Mr Mommy.Penjaga bertopeng yang mengantar Keynest hanya bisa menunduk dengan hormat. "Maafkan kelancangan saya, tapi anak ini kami temukan menyusup kedalam gedung."Mr Monkey berdiri dari duduknya. "Jadi kalian membiarkan anak kecil menyusup ke tempat ini?"Penjaga itu hanya bisa menganggukkan kepalanya pelan. "Aku tidak tahu bagaimana caranya, dia me--"DORR!!Peluru pistol langsung tertancap dengan hebat di kepala penjaga itu, topengnya hancur lebur dan dirinya terjatuh tak bernyawa.Darahnya terciprat ke wajah Keynest, pria kecil itu berjalan mundur ketakutan, jantungnya benar-benar berdetak tak karuan

    Terakhir Diperbarui : 2021-11-23
  • Richardo Elios   46. Sebuah Rahasia

    "Aku ingin bertanya, apa yang kamu lihat di dalam gedung itu?"Richard menatap manik dalam mata Keynest, dia sangat berharap besar bahwa Keynest akan memberikannya jawaban.Keynest menggelengkan kepalanya pelan. "Aku tidak tahu, saat aku masuk di dalam gedung, tidak ada siapa-siapa di tempat itu.""Apa kamu yakin tidak melihat siapa-siapa di tempat itu?" tanya Richard lagi dan mendapat balasan gelengan kepala dari Keynest."Tapi sebelum kamu naik ke lantai empat, apa kamu melihat sebuah tulisan? Atau darah?" tanya Richard ingin memastikan lagi dan lagi.Keynest kebingungan, pria kecil itu menggelengkan kepalanya, dia heran dan bingun dengan apa yang di katakan Richard.Richard sedikit kecewa, padahal dia benar-benar menantikan jawaban dari Keynest, dia ingin tahu siapa dalang di balik kalimat yang ada di gedung itu."Lalu kenapa kamu bisa pingsan di lantai empat?" tanya Arnold ketika berjalan mendekat."Di dalam benar-benar gel

    Terakhir Diperbarui : 2021-11-24
  • Richardo Elios   47. Masakan Bunda

    Pagi hari yang cerah, jam menunjukan pukul 06:00. Terlihat seorang gadis bangun sepagi mungkin untuk menyiapkan sarapan.Kirana mengikat rambutnya kebelakang, dia mengeluarkan beberapa bumbu dan bahan mentah untuk ia siapkan sebagai sarapan.Gadis kecil itu ingin sekali menyiapkan sesuatu untuk Richard, dia merasa Richard selalu menampung banyak masalahnya sendiri."Aku harus berusaha dengan giat," gumam Kirana, dia langsung mengerjakan semua tugas-tugasnya.Kirana menyibukkan dirinya dengan bahan makanan di depannya, dia memasak berlangsung hingga sampai sekitar jam 7, akhirnya semua masakannya selesai."Sudah bangun?" tanya Kirana ketika melihat Richard turun dari tangga.Richard langsung menatap semua makanan yang ada di atas meja, dia terlihat kagum dengan masakan Kirana yang kelihatannya sangat enak."Apa kamu yang memasaknya?" tanya Richard.Kirana tersenyum manis, dan menganggukkan kepalanya pelan-pelan.TING! TON

    Terakhir Diperbarui : 2021-11-27
  • Richardo Elios   48. Misteri Bom Masa Lalu

    BRUMM!! BRUMM!!Richard mengendarai mobil dengan cepat, namun terlihat santai, entah kenapa hari ini dia benar-benar gembira sekali.Pria itu senyam senyum sendiri, dia teringat dengan kenangannya bersama bunda, baru kali ini Richard bisa merasakan masakan hangat bunda, walau pembuatnya berbeda."Apa Kirana akan membuatkanku makanan yah?" gumam Richard salah tingkah.Richard menggelengkan kepalanya tak mau pikir panjang, dia melajukan mobilnya dan tak sampai sejam, akhirnya dia mendaratkan mobilnya di depan kantor.Pria itu keluar dari mobil dengan wajah yang masih tersenyum, dia melangkahkan kakinya berjalan masuk.Terlihat banyak sekali para pekerja dan karyawan yang sangat terkejut, mereka seakan-akan melihat sisi lain dari boss mereka."Sudah lama sekali aku tak melihat boss tersenyum.""Iya, aku sampai kaget, kirain salah orang, atau boss kesurupan gitu."Para pekerja mulai bergosip, mereka benar-benar terkejut seka

    Terakhir Diperbarui : 2021-11-29
  • Richardo Elios   49. Siapa Yang Terlibat?

    TOK! TOK!Richard mengetuk pintu Apotik, dia dan Arnold sedang mencoba menghubungi orang di dalam."Apa mereka sedang keluar?" tanya Richard sembari menolehkan kepalanya kemana-mana.Arnold mengetuk pintu lagi, dan dengan cepat penghuni di dalamnya langsung membukakan pintu apotik.Mata mereka berdua mendapati seorang gadis remaja yang mungkin masih SMA.Gadis itu menatap Richard dan Arnold secara bergantian. "Mau beli apa om?" tanyanya."Ah ... kami datang kesini untuk bertemu ibumu," ucap Arnold ragu-ragu."Ibu? Mau perlu apa sama ibuku?" tanya gadis itu lagi."Kami ada keperluan mendesak," jawab Arnold."Keperluan mendesak? Keperluan apa sampai mendesak? Yang aku ingat, ibuku tak pernah punya kenalan seperti kalian," ucap gadis itu, dia sepertinya curiga dengan tingkah laku Richard dan Arnold."Ah, kam--" Ucapan Richard terhenti saat melihat wanita paruh baya yang tengah memasuki Apotik.Wanita itu terdi

    Terakhir Diperbarui : 2021-12-01
  • Richardo Elios   50. Kebahagiaan

    Sebuah mobil hitam pekat melaju dengan cepat di jalan raya, mobil itu tak menghiraukan beberapa pengendara mobil yang mencaci maki mereka."Apa kamu sudah lupa? Bukannya ayahmu sedang keluar kota?" tanya Arnold, dia tak percaya bahwa Richard akan pergi menemui ayahnya.Richard masih sibuk mengendarai mobil. "Aku tahu, tapi aku masih ingin mencari tahu, kenapa dia bisa terlibat dengan rencana pengboman rumah sakit itu."Arnold menghembuskan nafasnya kasar, walau dia sudah berulang-ulang kali berbicara dengan Richard, tapi tetap saja tak di dengar olehnya."Apa kamu sudah tahu lokasi ayahmu?" tanya Arnold.Richard menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak, tapi aku akan bertanya kepada Sandra."CKITTT!!Richard berhasil mendaratkan mobilnya di depan kediaman Hernandos, dia keluar dan langsung di sambut oleh beberapa penjaga."Apa Nyonya besar ada di dalam?" tanya Richard.Para pengawal langsung menganggukkan kepala mereka deng

    Terakhir Diperbarui : 2021-12-02
  • Richardo Elios   51. Obat Perangsang

    Sunset sore mulai menghilang, gelap malam mulai memunculkan keberadaannya.Bulan pun ikut bersinar, bahkan ada beberapa bintang yang sudah bermunculan di atas langit.Richard menatap keluar jendela, hari ini dia benar-benar sangat lelah, dia kembali memfokuskan dirinya untuk mengendarai mobil.Setelah mengantar Arnold pulang ke rumahnya, Richard kini pulang sendirian, walau Arnold sebenarnya mau mengantar Richard, dia takut jika Richard akan kenapa-kenapa di jalan sana, tapi Richard bahkan tak sedikit pun menghiraukan ucapannya.CKITTT!!Richard mendaratkan mobilnya tepat di depan rumah, dia mengambil jas lalu keluar dari mobil.Langkah kakinya menaiki anak tangga satu persatu dan mulai berjalan masuk ke dalam rumah."Apa Kirana sedang membuat makanan untukku?" batin Richard tersenyum sendiri, dia sangat lelah malam ini, tapi dia tak ingin Kirana melihatnya dalam keadaan menyedihkan.TING TONG!Richard menekan bell, dia

    Terakhir Diperbarui : 2021-12-03

Bab terbaru

  • Richardo Elios   119. Episode Spesial

    Pagi hari yang cerah membentang luas diangkasa, matahari menunjukan sinar ultra violetnya dan menyinari seluru makhluk hidup dimuka bumi.Bunga bermekaran dimana-mana sambil menunjukan keindahannya, musim semi menjadi musim yang paling ditunggu semua orang.Tak hanya bunga-bunga saja, bahkan pohon juga menunjukan buah segarnya kepada makhluk hidup lainnya.Hari demi hari, minggu demi minggu dan bulan demi bulan, tiga tahun terlewat begitu saja, semuanya tampak normal pada umumnya.Seluruh kota masih sama seperti dulu, semua bangunan dari pribadi maupun umum masih sama seperti tahun lalu, mungkin yang berubah hanyalah anak-anak kecil yang sudah mulai perlahan beranjak remaja dan dewasa.Dipagi hari yang cerah ini, kebahagiaan mulai terpancar besar disebuah gedung mewah, terlihat banyak sekali orang yang datang menghadiri pernikahan seorang pria dan gadis muda."Selamat atas pernikahannya, Arnold Bernald dan Angelina Casanova."Tulisan tersebut terpampang dengan jelas diatas banguan meg

  • Richardo Elios   118. END

    CEKLEK!!Pintu rumah langsung terbuka dengan lebar, pintasan ingatan langsung terlintas dan membuat jantung Richard berdegub sangat kencang tak teratur."RICHARD!" teriak Kirana saat melihat Richard hampir saja jatuh kebawah.Richard menggelengkan kepalanya dengan kuat, pria itu mencoba menetralisirkan nafasnya."Kalau kamu tidak kuat, kita undur saja," ucap Kirana khawatir dengan mental suaminya itu.Richard menegakkan badannya kembali, dia menatap Kirana diselingi dengan senyuman kecil, tak lama tangannya menggenggam kuat tangan kecil milik Kirana."Aku tidak mau kabur lagi," ucap Richard masih mengeratkan pegangan tangannya.Kirana menatap suaminya itu, walau sudah berkata bahwa dia akan mengatasinya, tapi hati gadis kecil itu selalu saja merasa khwatir akan suaminya.Mereka berdua langsung melangkahkan masuk kedalam rumah, hawa keadaan sekitar langsung berubah dengan drastis.Terasa sejuk didalam, tak dingin maupun panas, seperti membuat tubuh untuk tetap betah dan tinggal disini.

  • Richardo Elios   117. Hari Peringatan

    Pagi hari yang selalu diawali dengan cerahnya matahari, kini berganti menjadi mendung seperti musim dingin pada umumnya.Awan menghitam dari subuh, namun air hujan tak kunjung turun setitik pun, dunia seperti sedang bersedih hari ini.Jam menunjukan pukul 07:00, terlihat kedua pasangan yang sudah memakai pakaian serba hitam, mereka akan pergi untuk memperingati hari seseorang."Apa tidak ada yang ketinggalan?" tanya Richard kepada Kirana.Gadis yang ditanya hanya menggelengkan kepalanya dengan pelan, tanpa menunggu waktu lama, mobil langsung menuju dengan cepat dijalan raya.Sepanjang perjalanan, Richard tak terlalu membicarakan sesuatu, mungkin kenangan-kenangan pahit itu muncul lagi diingatannya, apalagi Richard belum sepenuhnya melupakan kejadian yang menyeramkan itu.Kirana menatap awan hitam yang membentang luas diatas, langit seperti mengetahui bahwa mereka sedang bersedih hari ini."Seperti biasanya, aku benci awan seperti ini," ucap Richard membuka obrolan.Kirana yang tengah

  • Richardo Elios   116. Berkunjung

    CKITT!!Mobil hitam pekat itu mendarat disebuah rumah sakit pusat kota, keempat orang itu turun dan menatap bangunan didepan.Didalam perjalanan mereka sempat membatalkan janji untuk pergi jalan-jalan, dan terpaksa mengunjungi seseorang dirumah sakit ini."Apa ayah sudah melakukan pemeriksaan?" tanya Richard dan mendapat anggukan pelan dari Kenneth."Kemarin sudah melakukan pemeriksaan terakhir, mungkin ayah saat ini berada diruang rawatnya," jawab Kenneth.Richard menatap Kirana yang tengah membawakan bungkusan kue untuk Justin.Tanpa menunggu waktu lama, mereka langsung berjalan masuk kedalam rumah sakit. Berasa dejavu, Richard teringat kembali saat dia berada dirumah sakit sebulan yang lalu, setelah insiden Black Tiger dan Dark Devil.Semuanya terjadi begitu cepat, bahkan Richard masih ingat bagaimana Andy, musuh mereka yang mati dengan terhormat.Tak mau memikirkan masa lalu yang suram itu, Richard menepuk pelan pipinya supaya tersadar, dan menatap masa depan yang cerah.CKELEK!P

  • Richardo Elios   115. Batal Hiburan

    Pagi hari yang cerah mulai menyapa, seperti hari-hari biasa lainnya, semua orang kembali melakukan aktivitas mereka, dari pekerja kantoran sampai anak-anak sekolahan.Disebuah hotel, terlihat banyak sekali orang-orang yang sudah siap bepergian pulang karena menginap semalaman ditempat ini, ada juga yang menetap menikmati masa liburan mereka."Apa tidak ada yang ketinggalan lagi?" tanya Kirana kepada Keynest, karena gadis kecil itu membawakan banyak sekali buku-buku belajar.Pandangan Kirana tertuju pada Serani dan Acha yang berjalan mendekat, mereka berpelukan dengan Kirana sebelum berpamitan pulang."Kami duluan yah, maaf gak bisa pulang barengan," ucap Serani tak tegaan, karena keadaan membuat mereka seperti ini.Serani dan Acha mereka bekerja disatu perusahaan batik yang terkenal diindonesia, mereka beruntung mendapat cuti libur sehari, dan hari ini terpaksa pergi ke kantor.Kirana tersenyum menatap kedua sahabatnya itu. "Gak apa-apa, setidaknya kalian masih menyempatkan diri untuk

  • Richardo Elios   114. Truth Or Dare

    Piknik liburan berakhir dengan cepat hingga malam hari, mereka semuanya setuju untuk melakukan penginapan malam ini.Hawa dingin malam mulai menerpa seluruh tubuh orang-orang, walau tadi pagi cuacanya sedang bagus, tak menutup kemungkinan, karena ini adalah musim dingin.Dari arah pantai, terlihat seorang gadis yang berjalan menyusuri pasir. Dingin yang ia rasakan, walau sudah memakai jaket tebal, tapi dinginnya angin malam ini, benar-benar membuat seluruh tubuhnya seperti membeku.Langkah kakinya terhenti tepat didepan air laut, dia menatap air yang begitu tenang, serta ingatan waktu ia jatuh cinta untuk pertama kalinya, langsung terlintas begitu saja."Kirana!" teriak seseorang dan membuatnya membalikkan badan kebelakang.Senyumannya mengembang menatap pria yang tengah berlari cemas kearahnya, dengan cepat pelukan hangat langsung dia terima dengan kedatangan pria itu."Kamu dari mana saja? Aku khawatir saat kamu gak ada dihotel," ucap Richard sambil memeluk erat tubuh Kirana.Kirana

  • Richardo Elios   113. Piknik Bersama

    Musim kian berganti dan berlalu dengan cepat, semua aktivitas mulai kembali dengan normal layaknya seorang manusia pekerja dipagi hari.Hidup terasa menjadi ringan dan bermakna, lika-liku yang selama ini diperjuangkan, kini telah usai dan diganti dengan sebuah kebahagiaan.Matahari mulai menyapa sebuah rumah mewah, terlihat cahayanya yang mulai masuk melalui celah-celah rumah, dan mengganggu indra seorang gadis yang tengah tertidur pulas.Gadis itu mengedipkan matanya berkali-kali, dan menetralkan penglihatannya, iris matanya pun teralihkan dengan seorang pria yang kini tengah tertidur disampingnya."Sudah bangun?" tanya pria itu sembari membuka mata dan memiringkan tubuhnya kedepan gadis itu.Kirana kaget dan menatap Richard cukup lama, ternyata pria itu sudah bangun dari tadi, dan mungkin sedang mengumpulkan tenaga untuk bangun.Seminggu setelah pernikahan berlalu, Kirana dan Richard resmi menjadi seorang pasangan baru, dan baru tadi malam saja mereka melakukan kegiatan yang biasa d

  • Richardo Elios   112. Pernikahan Yang Bahagia

    Acara selamatan dari semua pengunjung pun berakhir, kini kedua pasangan itu dapat beristirahat dan menikmati pertunjukan dari para penari maupun penyanyi."Akhirnya kalian bisa duduk dengan tentram," ucap Angelina dan Arnold yang kini tengah menghampiri kedua pasangan itu."Jangan bahas itu lagi, kaki ku seakan-akan mau terlepas saja," ucap Richard sambil memijit pelan betisnya."Iya, bahkan sepanjang selamatan, Richard selalu memohon supaya semua ini cepat berlalu," canda Kirana, dia merasa lucu ketika melihat tingkah Richard yang cemberut akibat acara selamatan yang tak kunjung selesai.Mereka bertiga langsung tertawa dan menistakan Richard, sehingga membuat pria yang diejek hanya bisa pasrah dengan keadaan.Dari kejahuan, terlihat kedua orang gadis yang tengah menatap Kirana tersenyum bahagia bersama teman-teman barunya itu."Apa dia melupakan kita? Dia bahkan tidak menceritakan pernikahan kontrak itu sekali pun," ucap Acha yang kini merasa kesal karena tingkah Kirana.Serani menco

  • Richardo Elios   111. Acara Salaman

    Pesta pernikahan digelar dengan begitu meriah, setelah kedua pasangan dinyatakan sah menjadi suami dan istri, pesta tarian maupun nyanyian dari artis terkenal, langsung memeriahkan acara tersebut.Orang-orang berpesta ria sambil mencicipi makanan serta minuman yang telah disediakan.Kedua pasangan yang menjadi topik utama itu, kini sedang bersalamah dan berfoto dengan orang-orang yang hadir diacara pernikahan mereka.Acara salaman memakan waktu yang cukup lama untuk bersalaman dengan semua orang yang hadir diacara itu, dari sekian banyaknya orang, hingga akhirnya tersisa sedikit orang saja untuk menyelesaikan acara salaman."Bagaimana perasaan kalian berdua?" tanya Angelina dan Arnold yang kini naik untuk berpegangan tangan dengan kedua mempelai."Lelah, lebih baik kalian berdua turun saja, biar acara salaman ini cepat berakhir," ucap Richard yang sudah lelah dengan salaman terus menerus.Arnold menahan tawanya, baru kali ini dia melihat Richard kesusahan seperti orang yang mau mati.

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status