Share

Bab 544

Author: Anak Ketiga
Semua orang mulai curiga, jangan-jangan dulu Susan sengaja menyembunyikan kecantikannya?

Ternyata tebakan mereka tidak salah.

Susan sadar sebagai seorang penjual, dia akan menghadapi berbagai macam orang.

Memang benar, kecantikan termasuk sebuah keberuntungan, tetapi sifatnya yang sulit menerima aturan tak tertulis di lingkungan kerja, justru akan mendatangkan bahaya.

Karena itulah, dia tidak perlu ambil pusing untuk berdandan secantik mungkin, bahkan terkadang dia sengaja membuat dirinya terlihat jelek.

Namun, berbeda halnya dengan sekarang. Saat ini, dia akan berkencan dengan Kak Tobi, tentu saja dia harus tampil sempurna.

Keduanya pun masuk ke dalam mobil. Hanya berselang sepuluh menit setelah mereka berangkat, ponsel Susan berdering. Ternyata ibunya Susan meneleponnya.

"Susan, sudah pulang kerja belum? Kami semua sudah sampai dan menunggumu."

"Ya, aku barusan pulang kerja. Tunggu aku setengah jam lagi." Setelah dihitung-hitung, seharusnya setengah jam mereka bisa sampai ke restoran
Locked Chapter
Continue Reading on GoodNovel
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Rutewi
novel yg ada updatenya sdh pasti ceritanya kek sinetron striping ga berbobot
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Raja Naga Meninggalkan Gunung   Bab 545

    Ibunya Susan berjalan tergesa-gesa sambil berteriak, "Susan, ada apa denganmu? Kenapa lambat sekali?""Lambat di mananya? Aku sudah berusaha secepat mungkin.""Bu, kenalkan, ini pacarku, Tobi." Susan langsung memperkenalkan Tobi kepada ibunya.Apa?Pacar?Ibunya Susan tercengang. Putrinya benar-benar membawa pacarnya ke sini.Sebelumnya, saat ibunya menyuruh Susan kencan buta, putrinya menolak dan mengatakan dia sudah punya pacar.Ibunya Susan langsung menyuruhnya membawa pacarnya ke sini.Namun, siapa sangka, putrinya benar-benar membawa pacar ke sini.Dia terhenyak kembali. Tanpa menoleh sedikit pun ke arah Tobi, dia langsung memarahi putrinya, "Susan, apa yang kamu lakukan? Sejak kapan kamu punya pacar?""Kami baru resmi pacaran beberapa hari yang lalu, aku baru saja berencana untuk memberitahumu." Susan takut ketahuan oleh ibunya, jadi dia sengaja mengatakan mereka baru menjalin hubungan beberapa hari yang lalu."Nggak bisa!"Ibunya Susan keberatan, "Aku nggak setuju. Segera akhiri

  • Raja Naga Meninggalkan Gunung   Bab 546

    Tak disangka, Tuan Josef malah berkata, "Bibi, yang datang semua adalah tamu, biarlah dia ikut bergabung."Karena jaraknya tidak terlalu jauh, Josef bisa mendengarnya, bahkan bisa menebak situasinya. Ekspresi wajahnya tiba-tiba berubah masam.Namun, dia tidak memperlihatkannya secara langsung. Diam-diam dia berpikir dalam hatinya.'Asalkan bocah ini nggak menyentuh Susan, aku masih bisa melepaskannya. Kalau nggak, aku pasti akan memberi pelajaran pada bocah miskin ini.'Melihat Tuan Josef telah angkat bicara, ibunya Susan pun tidak mengusir Tobi lagi. Dia hanya menatap tajam Tobi dan memperingatkannya, "Nak, sebaiknya jaga ucapanmu baik-baik. Kalau nggak, aku juga nggak akan segan-segan lagi."Tobi mengangkat bahu tak berdaya, lalu mengikuti mereka.Ibunya Susan buru-buru memperkenalkan putrinya, memuji betapa luar biasa putrinya. Sebaliknya, dia mengatakan Tobi hanya rekan putrinya yang kebetulan bertemu dengannya.Namun, Susan langsung berkata, "Kak Tobi bukan hanya rekanku, Ayah, ke

  • Raja Naga Meninggalkan Gunung   Bab 547

    "Hah? Ini rokok khusus yang diisap oleh tokoh-tokoh besar di Jatra?" ucap ibunya Susan terkejut sembari menyerahkan rokok itu kepada Josef dengan gemetar."Ya, rokok Danhil memang rokok langka dan nggak pernah dijual untuk kalangan luar. Bahkan, orang kaya pun nggak bisa membelinya. Hanya saja, ini sama sekali bukan rokok Danhil yang asli."Josef tidak mengamati rokok itu dengan cermat, lantaran dia sendiri belum pernah mencoba rokok itu, jadi bagaimana dia bisa membedakannya?"Palsu?"Mendengar itu, ibunya Susan langsung memarahinya, "Nak, apa kamu begitu tak tahu malu? Beraninya kamu memberi kami rokok palsu, apalagi di pertemuan pertama seperti ini?""Kamu kira bisa membodohi kami? Seandainya Tuan Josef nggak di sini, mungkin kami sudah ditipu olehmu.""Apa kamu masih mau bilang kamu itu tuan muda di Jatra? Oh ya, margamu Yudistira, 'kan? Jangan-jangan kamu mau bilang kamu itu tuan muda dari Keluarga Yudistira?"Ibunya Susan emosi.Dia tidak tahu kalau kata-kata yang diucapkannya se

  • Raja Naga Meninggalkan Gunung   Bab 548

    Ibunya Susan terlihat cemas, apalagi ini satu-satunya peluang untuk mendapat menantu kaya. Dia bergegas berdiri dan memarahi putrinya, "Cepat berdiri, tuangkan anggur untuk Tuan Josef, lalu minta maaf kepadanya!"Josef tampak tidak senang. Awalnya, dia mengira malam ini akan dilewati dengan santai dan bahagia. Dia juga sangat yakin wanita cantik ini pasti akan jatuh di tangannya malam ini.Tak disangka, gadis ini begitu sulit ditaklukkan. Dia bukan hanya membawa pacarnya ke sini, bahkan mengabaikan rayuan manisnya. Berani sekali dia tidak sopan kepadanya. Benar-benar cari masalah.Kali ini, dia tak kuasa menahan amarahnya lagi.Meski Josef bukan keturunan langsung dari Keluarga Saswito, setidaknya dia juga memiliki hubungan kekerabatan dengan Keluarga Saswito.Mana mungkin dia membiarkan orang kelas bawah begitu tidak sopan kepadanya?Ibunya Susan menyadari wajah Tuan Josef yang berubah. Dia kembali memarahi putrinya, "Susan, kenapa hanya diam saja? Cepat minta maaf kepada Tuan Josef."

  • Raja Naga Meninggalkan Gunung   Bab 549

    Melihat putrinya tidak menanggapi Josef, ibunya Susan kembali mengomelinya, "Susan, apa lagi yang kamu pertimbangkan?""Tobi hanya seorang karyawan biasa yang ditakdirkan menjadi pencari nafkah sepanjang hidupnya. Kalau kamu bersama dengan pria seperti itu, kalian nggak akan pernah bisa maju.""Sebaliknya, Tuan Josef itu tuan muda berbakat dari Keluarga Saswito. Bukan hanya hebat, dia juga punya kepribadian yang baik. Wanita yang bisa menikah dengannya pasti akan sangat beruntung."Mendengar pujian itu, Josef makin bangga.Menggunakan reputasi Keluarga Saswito memang menguntungkannya. Meskipun dia bukan keturunan langsung Keluarga Saswito, dia juga termasuk kerabat dan punya hubungan darah dengan Keluarga Saswito.Ada sedikit keraguan di hati ayahnya Susan. Sebenarnya dia tidak begitu menyukai Josef, apalagi melihat Josef yang terang-terangan mengancam. Seandainya putrinya menikahinya, mungkin kehidupannya juga tidak akan seindah itu.Terlebih lagi, putra konglomerat yang modelnya sepe

  • Raja Naga Meninggalkan Gunung   Bab 550

    Josef tampak bangga, lalu memandang Tobi dengan tatapan mengejek. 'Bocah ini baru teringat dengan identitasku sebagai tuan muda dari Keluarga Saswito? Dia pasti ketakutan. Sebentar lagi, dia pasti akan berlutut dan memohon ampun.'"Terlambat?""Nggak terlambat sedikit pun!"Tobi tersenyum, lalu berkata, "Kebetulan aku juga kenal salah seorang tuan muda dari Keluarga Saswito. Apa kamu kenal dia?""Panjat sosial?""Tobi, di saat kamu mau mati, kamu masih melakukan ini? Asal kamu tahu, tak peduli siapa yang datang hari ini, nyawamu sudah berakhir. Koneksi yang kamu punya itu pun nggak ada gunanya lagi."Beraninya bajingan ini merebut hati wanita yang disukainya? Bahkan, wanita itu rela berkorban untuknya, bagaimana Josef sanggup menerimanya?Tobi terdiam. Melihat tatapan yang lainnya, bahkan Susan sendiri juga beranggapan dirinya sedang panjat sosial, dia langsung berkata, "Jujur saja, aku kenal Yudi, tuan muda dari Keluarga Saswito. Kamu tahu dia?"Yudi?Bukankah itu putra sulung dari Ke

  • Raja Naga Meninggalkan Gunung   Bab 551

    Memikirkan hal ini, Yudi makin kesal.Tak peduli siapa orang itu, jika dia berani merusak hubungan Tobi dengan keluarganya, Yudi pasti akan membuat nyawanya berakhir nahas.Apalagi, tanpa bantuan Tuan Tobi, Keluarga Saswito sudah pasti akan hancur.Baru-baru ini, Keluarga Saswito tengah dilanda musibah.Adiknya, Lindy Saswito, tak sengaja menyinggung Darel Capaldi, tuan muda Keluarga Capaldi di Jatra, yang mana tuan muda itu juga terkenal dengan sepak terjangnya yang kejam.Keluarga Saswito telah berusaha keras menyelesaikan masalah itu, tetapi Darel tidak hanya menuntut ganti rugi sebesar dua triliun, dia juga meminta Lindy mengikutinya selama sebulan agar wanita itu melayaninya.Mana mungkin Yudi dan ayahnya bisa menyetujui persyaratan seperti itu?Bukan hanya tidak rela mengorbankan Lindy seperti itu, tetapi mengeluarkan ganti rugi sebanyak dua triliun itu ibaratnya mengambil nyawa Keluarga Saswito.Walaupun Keluarga Saswito punya aset triliunan, tetapi aset tetaplah aset, kenyataan

  • Raja Naga Meninggalkan Gunung   Bab 552

    Apalagi, Kak Tobi juga termasuk orang yang sangat baik.Itu sebabnya, dia masih membantu Tobi bicara.Menghadapi cercaan semua orang, Tobi pun angkat bicara, "Siapa bilang aku berpura-pura?""Masih nggak mau ngaku? Bukankah tadi kamu bilang mau telepon? Kenapa sekarang malah pura-pura menjawab telepon? Sepertinya, kamu nggak punya nomornya sama sekali, 'kan?" ucap Josef sambil tersenyum sinis."Berpura-pura?"Tobi menggelengkan kepalanya, lalu lanjut berbicara dengan si penelepon, "Yudi, bagaimana kalau kamu bilang sendiri kepadanya, apa benar aku berpura-pura?"Begitu kata-kata itu keluar, semua orang tersentak.Namun, Josef tertawa terbahak-bahak, lalu berkata dengan suara lantang, "Masih berpura-pura? Oh, jadi maksudmu, yang barusan meneleponmu itu Yudi?""Haha! Lucu sekali, benar-benar!""Apa begitu lucu?" ucap Tobi tak berdaya."Tentu saja. Kamu pikir kamu itu siapa? Yudi meneleponmu? Mana mungkin ada kebetulan seperti itu? Kami baru saja menyuruhmu menelepon Yudi, eh sekarang kam

Latest chapter

  • Raja Naga Meninggalkan Gunung   Bab 1670

    Saat ini, semuanya juga seharusnya sudah berakhir.Setelah semua orang bubar, Vamil maju ke depan sambil tertawa, "Tobi, kamu benar-benar memberiku kejutan besar kali ini.""Awalnya, aku kira kamu setidaknya membutuhkan lima tahun untuk menandingi kekuatan mereka. Aku nggak menyangka kekuatannya akan meningkat secepat itu. Benar-benar di luar dugaanku.""Bolehkah kamu beri tahu aku sudah sampai mana kekuatanmu saat ini?"Vamil sangat penasaran.Tobi mengangkat bahu tak berdaya dan berkata, "Nggak ada lawan, jadi aku juga nggak begitu jelas.""Aku hanya tahu, kalau aku menyerang dengan seluruh kekuatanku, aku bisa menghancurkan kota dengan mudah.""...."Semua orang benar-benar tercengang, lalu berkata tak berdaya, "Luar biasa!"Vamil terdiam, lalu menggelengkan kepalanya. "Nak, kamu benar-benar mengejutkanku. Oh ya, kapan kalian akan menikah? Jangan terlalu lama. Aku nggak punya banyak waktu lagi."Jelas, dia sangat puas dengan Tobi dan berharap bisa menghadiri pernikahan mereka.Mende

  • Raja Naga Meninggalkan Gunung   Bab 1669

    Kata-kata dominan Tobi barusan membuat orang-orang Harlanda makin antusias. Saking bersemangatnya, mereka yang menonton siaran langsung dari rumah pun bersorak kegirangan.Mereka sangat gembira. Jadi, perlu mengekspresikan kegembiraan yang mereka rasakan.Hanya saja kalimat 'siapkan misil' yang diucapkan Tobi membingungkan mereka.Apa yang terjadi? Siapkan misil? Apa maksudnya? Tiba-tiba tanda tanya muncul memenuhi seluruh layar.Semua orang benar-benar tercengang mendengar kata-kata itu.Banyak orang mengungkapkan pertanyaan mereka.Di saat bersamaan, para petugas di pangkalan rudal itu juga tampak berkeringat dingin. Biasanya, dalam situasi apa pun, dia pasti akan melaksanakan perintah dengan tegas. Namun, dia jelas-jelas gugup saat ini dan kembali mengkonfirmasi.Radiya mengangguk. Untuk memastikan tidak terjadi kesalahan, dia bahkan turun tangan memperhatikan masalah ini.Jika bukan karena menyaksikan kekuatan Tobi yang melampaui orang biasa dengan matanya sendiri, dia benar-benar

  • Raja Naga Meninggalkan Gunung   Bab 1668

    Negara Harlanda seketika dibanjiri berbagai kata-kata pujian, sorak-sorai, dan kekaguman.Di mata mereka, Tobi sudah termasuk dewa pelindung Harlanda.Sebaliknya di mata dunia luar, mereka mulai takjub terhadap kekuatan Negara Harlanda. Bahkan, juga ada rasa takut.Tobi tidak peduli dengan masalah ini. Dia teringat bahwa selama periode ini, ada banyak orang yang membuat onar. Jadi, dia pun berkata, "Sejauh yang aku tahu, akhir-akhir ini, banyak wilayah yang meremehkan seni bela diri Negara Harlanda kita. Bisa-bisanya mereka memandang rendah seni bela diri kita.""Kalau begitu, aku akan perlihatkan pada mereka akan betapa hebatnya seni bela diri Negara Harlanda. Master-master hebat lainnya yang jarang menampakkan diri nggak perlu mengambil tindakan, cukup mereka yang ada di sini yang melakukannya saja.""Pandu, keluarlah!"Tobi tiba-tiba menyebut nama Pandu.Awalnya, Pandu sempat terkejut. Namun, reaksinya cukup cepat. Begitu menerima perintah Tobi, dia segera melompat keluar dan berkat

  • Raja Naga Meninggalkan Gunung   Bab 1667

    Tobi perlahan melambaikan tangan kanannya. Tubuh Hirawan seketika terhempas keluar dari lapangan dan mendarat tepat di samping orang-orang Melandia yang tengah membawa rekan mereka yang tak sadarkan diri tadi.Membiarkan mereka membawa Hirawan pergi.Selanjutnya, giliran Luniver.Semua orang yang hadir di sana kini memandang Tobi dengan tatapan penuh kekaguman dan keterkejutan.Vamil dan lainnya yang mendukung Tobi semuanya tampak antusias. Awalnya, mereka mengira krisis besar yang dihadapi kali ini akan mendatangkan ancaman bagi seni bela diri Harlanda. Siapa sangka, hal ini bisa dengan mudah diselesaikan oleh Tobi.Meski Luniver masih belum bertindak, berdasarkan kekuatan yang dimilikinya, sudah pasti tidak akan semudah mengendalikan Hirawan lagi."Luniver, giliranmu sekarang!" seru Tobi dengan nada datar.Begitu Tobi selesai berbicara, semua orang terkejut.Mereka sangat familier dengan kekuatan Luniver. Apalagi, setelah pertarungan kemarin, namanya kini sangatlah populer.Jelas sek

  • Raja Naga Meninggalkan Gunung   Bab 1666

    Wajah Hirawan berubah kusut. Hanya saja, lantaran sudah mengambil langkah pertama, bukankah pengorbanannya akan sia-sia jika dia menyerah sekarang?Jadi dia bangkit, lalu berlutut di depan Tobi lagi sambil berkata dengan suara keras, "Maaf, aku mengakui kesalahanku!"Plak, plak!Tamparan keras lainnya datang.Hirawan benar-benar terpana. Dia tampak kaget sekaligus marah."Suaramu terlalu keras. Aku nggak suka!" kata Tobi dengan nada datar.Semua orang tahu bahwa Tobi sengaja melakukan semua itu. Dia memang ingin mempermainkan Hirawan di hadapan semua orang.Hal ini membuat orang Melandia makin malu.Salah satu orang Melandia yang menyaksikan adegan itu langsung melompat dan berseru, "Hentikan, hentikan! Kamu sedang ....""Enyahlah!"Tobi mendengus dingin, lalu melambaikan tangan kanannya.Meski berada ratusan meter jauhnya, orang itu langsung merasakan sakit luar biasa di bagian dadanya. Tubuhnya terpental mundur puluhan meter dan langsung tak sadarkan diri.Kemudian, dia diseret pergi

  • Raja Naga Meninggalkan Gunung   Bab 1665

    Kata-kata yang diucapkan Tobi barusan penuh dengan kekuatan spiritual yang kuat. Namun, dia mengendalikannya dengan sangat baik dan hanya menargetkan Hirawan seorang."Nggak!"Hirawan menggertakkan gigi dan meraung. Kekuatan di sekitarnya berkumpul secara gila-gilaan, membentuk energi yang besar dan menakutkan. Dia jelas ingin melawan.Melihat adegan ini, semua orang langsung terkejut.Terutama, tornado besar terbentuk di atas kepala Hirawan. Kekuatan dahsyat itu meledak dan sekali lagi memperlihatkan energinya yang menakjubkan dan menakutkan.Semua orang dikejutkan oleh momentum yang luar biasa itu.Orang-orang Melandia sangat gembira saat melihat adegan itu. Mereka berkata dengan penuh semangat, "Sudah kuduga, Hirawan barusan sengaja mempermainkan mereka. Sekarang dia baru menunjukkan kekuatannya yang sesungguhnya.""Benar, sekarang akhirnya dia melawan. Pokoknya, harus beri pelajaran pada bocah itu.""...."Satu per satu dari mereka sangat bersemangat pada awalnya, tetapi setelah be

  • Raja Naga Meninggalkan Gunung   Bab 1664

    "Dia juga idolaku!""Aku juga!""Haha. Masih berpura-pura. Bukankah kalian sangat sombong dan bangga barusan? Ayo lanjutkan lagi.""...."Dalam sekejap, semua orang Harlanda bersorak kegirangan. Baik mereka yang menonton dari internet maupun mereka yang menyaksikan secara langsung. Terutama mereka yang mengenali Tobi dan hubungannya dekat dengannya. Semuanya sangat bersemangat.Sebaliknya, satu per satu dari wajah orang Melandia berubah muram. Mereka sepenuhnya tidak percaya dengan adegan yang terjadi di depan mereka.Di mata mereka, sosok Hirawan sangatlah kuat bagaikan dewa. Jadi, bagaimana Hirawan bisa ditaklukkan secara tiba-tiba. Bahkan, wajahnya bisa ditampar di depan umum?Apalagi, ini juga merupakan tamparan di wajah mereka. Tentu saja mereka sangat marah."Curang! Mereka pasti curang!""Manipulasi. Mereka pasti menggunakan manipulasi!""Hirawan, katakan sejujurnya, apakah kamu sengaja mengalah pada mereka? Kamu ingin mereka senang dulu, kemudian membuat mereka terpuruk nantiny

  • Raja Naga Meninggalkan Gunung   Bab 1663

    Melihat Tobi berjalan mendekatinya, Hirawan tampak mengerutkan keningnya. Karena dia menyadari bahwa dirinya tidak bisa merasakan kekuatan apa pun dari tubuh Tobi.Hanya ada dua kemungkinan untuk situasi seperti ini. Pertama, lawan jauh lebih kuat dari dirinya. Jadi, dia tidak bisa merasakan kekuatannya. Namun, Hirawan bahkan masih bisa merasakan kekuatan Vamil dan Luniver.Apa pun alasannya, mustahil kekuatan Tobi akan lebih tinggi dibandingkan mereka berdua, 'kan?Yang kedua, mungkin Tobi telah mempelajari teknik untuk menyembunyikan kekuatan.Jika penilaiannya tidak salah, pasti Tobi telah menyembunyikan kekuatannya.Berpura-pura terlibat hebat. Apa Tobi mengira bisa menakuti dirinya?Bibir Hirawan melengkung. Kemudian, dia berkata dengan nada menghina, "Tobi si pengecut, akhirnya kamu berani menampakkan dirimu? Kupikir kamu akan terus bersembunyi sampai akhir."Tobi tersenyum, tetapi senyumannya tampak sinis, lalu berkata dengan nada datar, "Bersembunyi? Mana mungkin aku bersembuny

  • Raja Naga Meninggalkan Gunung   Bab 1662

    "Tapi aku harap kalian bisa lebih kuat hari ini. Setidaknya, biarkan aku melakukan sedikit pemanasan.""Kalau nggak, bukankah akan sangat membosankan?""Selain itu, aku juga nggak akan bermurah hati lagi hari ini. Begitu naik ke atas, hanya ada dua pilihan di depan kalian. Kalau nggak hidup ya mati. Coba aku lihat apa masih ada orang Harlanda yang nggak takut mati?"Begitu kata-kata ini dilontarkan, sekali lagi kolom komentar dibanjiri banyak orang. Apalagi, banyak orang yang teringat dengan Tobi, yang disebut Hirawan sebelumnya itu, masih belum muncul juga.Perkataan Hirawan tentunya mengundang emosi banyak master Harlanda. Semuanya terlihat marah dan bersiap untuk naik ke atas panggung.Efendi juga mengambil langkah ke depan dan hendak naik ke atas panggung.Namun, di saat bersamaan, Tobi lebih dulu memimpin dan berjalan langsung ke atas panggung.Indira yang berada di sebelahnya tertegun sejenak. Bagaimanapun, dia juga termasuk master paling kuat di antara para Pelindung Harlanda. K

Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status