Share

SEPERTI ORANG G*LA

Author: HANDA
last update Last Updated: 2024-05-19 07:24:52

Puri kaget setengah mati. Untuk sesaat dia mematung, namun tak lama dia terkekeh.

"Bersyanda ... Bersyanda..." kata Puri sambil menunjuk ke arah putranya, kemudian kembali terkekeh.

Sementara Azlin makin miris melihat tingkah ibunya. Dengan berat hati, Azlin kembali mengulang kata-katanya. "Tidak, Bu. Aku lagi gak bercanda. Semua perhiasan ibu beserta kotaknya sudah hilang."

Perlahan Puri mengubur tawanya. "Gak mungkin! Gak mungkin perhiasanku hilang! Argh!"

Puri kembali mengamuk. Dia mengacak-acak rambutnya sendiri. Azlin sudah berusaha menahan ibunya, tapi justru malah tubuhnya yang terhuyung ke belakang.

Entah bagaimana ceritanya, tenaga Puri mendadak terasa besar. Azlin yang seorang laki-laki pun tampak kewalahan.

"Sadar, Bu! Istighfar, Bu!"

Sayangnya ucapan Azlin sama sekali tak digubris oleh Puri. Puri semakin mengamuk, bahkan ia kembali mencabut selang infusnya sendiri, hingga darah pun merembes keluar dari lubang bekas jarum infus.

"Ibu!" Azlin panik saat melihat begitu banyak
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

  • RAHASIA BAPAK MERTUA    MODUS SUGIONO

    Saat ini malam telah datang. Sugiono tampak sedang berjalan mondar-mandir dalam rumahnya."Ini sih harus aku sendiri yang nyamperin ke sana. Aku tahu cara yang paling jitu," gumam Sugiono diikuti suara kekehan.Gegas Sugiono mengambil sarung miliknya yang pada dasarnya jarang ia gunakan, apalagi sampai ia gunakan untuk beribadah.Sugiono pun segera keluar dari rumahnya lalu melangkah menuju rumah Alda. Dia segera mengeruk pintu rumah tersebut pelan-pelan.Selang beberapa detik, pintu rumah yang disewa oleh Alda pun perlahan terbuka. Alda pun muncul dari depan dengan raut wajahnya yang kaget melihat pria tua itu datang ke rumahnya mengenakan sarung yang diangkat sampai menutupi kepala plontosnya."Loh, kamu kenapa, Om? Ada apa datang kemari?" tanya Alda yang melihat Sugiono tampak menggigil dari balik sarung yang ia kenakan."Aku lagi demam dan badanku langsung menggigil seperti ini. Bisa gak kamu urutin badanku?" Sugiono tampak semakin menggigil.Alda terpaku mendengar permintaan Sugi

    Last Updated : 2024-05-20
  • RAHASIA BAPAK MERTUA    MUSIBAH BESAR MELANDA

    Saat ini Azlin masih berada di dalam ruang dokter. Tak terasa air matanya menetes setelah mendengar penjelasan dari dokter mengenai kondisi ibunya.Azlin merasa kemalangan terus-menerus menerpa hidupnya tanpa henti dalam waktu beberapa hari terakhir ini."Lalu saya harus berbuat apa, Dok?" tanya Azlin sambil mengusap air matanya."Saran saya, sebaiknya Anda membawa ibu Anda ke psikiater terlebih dahulu sebelum kondisinya semakin menjadi parah. Bagaimanapun ibu Anda tengah mengalami depresi. Karena kalau kondisinya semakin parah, rujukan terakhir tentu saja hanya rumah sakit jiwa," kata dokter tersebut.Azlin mematung mendengar kata 'rumah sakit jiwa'. Tak pernah sedikitpun dia membayangkan kalau ibunya akan ada di fase seburuk ini.Azlin tidak banyak protes dengan penjelasan yang dipaparkan oleh dokter, karena dirinya pun merasakan berbagai keanehan yang terjadi pada diri Puri, yang tidak bisa bersikap layaknya manusia normal."Baiklah, dok. begitu saya permisi."Azlin tampak keluar d

    Last Updated : 2024-05-21
  • RAHASIA BAPAK MERTUA    PURI JUAL RUMAH

    Kediaman Azlin saat ini benar-benar sepi, hanyalah Puri tinggal seorang diri, termangu diam di balik jendela kamarnya.Pikirannya melayang, ketakutan juga kegelisahan tak henti menghantuinya.Seketika Puri tertawa terbahak-bahak, dan loncat dari ranjang di tepi jendela itu."Buaahahaha, mana dia? Mana dia? Mana si Sugiono itu? Biar, aku kasih pelajaran yang setimpal untuknya. Akan aku remas wajahnya biar tak laku lagi. Terus, akan aku rajam onderdilnya, biar tau rasa. Nggak banyak mainin cewek sana sini lagi."Bola mata Puri berputar liar, tangannya mengangkang, lalu menjambak dan mengacak kasar rambutnya."Aaargh, kemana pria itu? Kemana, hah?" jeritnya lagi.Nafasnya memburu oksigen sekitar. Puri pun berlari keluar, mencari ke setiap arah putra sematawayangnya."Azlin!" teriaknya memanggil. "Azlin kamu di mana sih?" jeritnya lagi meronta-ronta.Sayang sekali kali ini rumah sudah tak berpenghuni. Azlin terpaksa pergi meninggalkan Puri di rumah seorang diri, demi melihat keadaan toko b

    Last Updated : 2024-05-22
  • RAHASIA BAPAK MERTUA    KELUARGA YANG TERCERAI BERAI

    Ruang putih yang terpapar cahaya menjadi pandangan pertama Azlin saat ini. Aroma bau obat alkohol menjadi khas di tempat itu.Azlin menoleh ke samping, dia melihat orang lain yang ikut terdampar seperti dirinya di atas blankar."Uh, dimana aku?" gumam Azlin dengan kepalanya yang berdenyut kencang.Azlin tersadar dari pingsan dan mendadak ingat kejadian sebelum ia berakhir di rumah sakit itu."Emmh, tokoku...." lirihnya.Hatinya terasa terisis saat ia mengingat kenyataan yang terjadi padanya. "Tokoku... Bagaimana denga tokoku?" gumamnya lagi dengan suara yang sangat parau.Seorang suster wanita berkata, "Ah, akhirnya anda sudah siuman ya, Pak? Tunggu, sebentar!, ya Pak." Wanita berbaju putih bergegas keluar, lalu masuk membawa seorang pria berkemeja kotak-kotak.Sosok yang baru datang itu lantas berkata, "Pak, aku orang yang membawa bapak ke sini. Aku cuma mau menyampaikan, kalau mobil bapak ringsek parah dan nggak bisa diselamatkan," urai pria itu dengan perlahan.Mendengar uraian pri

    Last Updated : 2024-05-23
  • RAHASIA BAPAK MERTUA    JIHAN DIRUNDUNG DUKA

    Hari kian malam, udara dingin menusuk ke seluk tubuh Puri yang hanya mengenakan sehelai daster dengan aksen batik rumahan.Sesekali wanita paruh baya itu menggaruk tangannya yang jadi santapan empuk para nyamuk jalanan."Azlin, kamu di mana Azlin?" gumam Puri terus menahlilkan ucapan itu. Ia melirik ke sana kemari, dan jalanan semakin sepi tak berpenghuni."Azlin ibu takut...." ucap Puri kembali menangkup seluruh tubuhnya dengan dua belah tangannya.Hingga Puri terdampar di teras ruko yang tutup. Bulir air matanya memenuhi dasar pipi. Matanya terus meneliti kesemua arah, untuk memastikan dirinya jauh dari ancaman.Setelah lama berjaga diri, Puri merasa lelah, dia menurunkan tangannya, lalu memeluk perutnya yang terus bergemuruh. "Azlin, ibu lapar ...." rengeknya seperti anak kecil.Isaknya tak henti, nasib malang ibu tua itu membawa dirinya meringkuk di lantai tak beralas. Dan saat waktu itu tiba, Puri gerak cepat bangkit dan menghampiri sebuah tong sampah. Puri melihat seseorang memb

    Last Updated : 2024-05-24
  • RAHASIA BAPAK MERTUA    DIA BELUM JUGA TAUBAT

    Setelah serangkaian peristiwa yang melanda, Sugiono, si pria tua m*sum, bukannya bertobat dia malah semakin beringas.Kedua tangan Sugiono terkepal. Di dalam bola matanya tampak sosok wanita berhijab bernama Jihan. "Sesuai janji yang pernah kuucapkan, aku akan membalaskan dendamku pada perempuan itu. Karena dialah yang telah membongkar semua kegiatanku."Setiap kali Jihan pergi dari rumahnya, terutama saat Jihan berangkat bekerja, maka Sugiono akan mengacaukan seisi rumah Jihan.Ya, dia adalah dalang di balik kejanggalan yang kerap Jihan alami selama ini di rumah baruDia pun tak sungkan untuk memberikan teror- teror kecil pada Jihan, hingga peristiwa tak terduga bagi Jihan pun terjadi.Dan, malam ini adalah malam nahas Jihan. Sugiono sudah merencanakan rencana jahat untuk Jihan yang sepertinya tidak akan pernah Jihan lupakan seumur hidupnya.Sambil tertawa ngakak, Sugiono pun berkata, "Akhirnya aku bisa juga m*nikmati tub*h perempuan itu. Wanita yang sudah menjadi mantan menantuku. D

    Last Updated : 2024-05-25
  • RAHASIA BAPAK MERTUA    KEADAAN KIAN MEMBURUK

    "Perutku lapar sekali." Puri terlihat mengusap- ngusap perutnya sendiri.Kondisi Puri makin hari makin memprihatinkan. Bahkan bau badannya sudah begitu menusuk hidung, karena sudah beberapa hari tak mandi."Ah, aku minta makan saja sama Azlin." Puri tampak tersenyum lebar. Dia mulai beranjak mengelilingi tempat tersebut. "Azlin! Di mana kamu? Perut ibu lapar banget nih."Sejak berpisah dengan Azlin, ia kerap mencari- cari Azlin, meski tak pernah ketemu."Kamu di mana sih, Azlin? Jangan main petak umpet sama ibu. Ibu lelah dan lapar," keluh Puri sambil tetap mencari-cari Azlin di sekitar tempat itu.Tiba-tiba mata Puri terbelalak saat melihat sebuah etalase kaca, di mana di dalamnya terdapat nasi dan lauk pauknya. Salah satu lauk itu adalah ayam goreng."Aku mau ayam goreng itu," gumam Puri dengan tatapan matanya yang tak lepas dari ayam goreng di dalam etalase tersebut.Perlahan Puri ke arah kedai dengan etalase berisi makanan tersebut. Saat pria penjual nasi pagi itu pergi ke belakan

    Last Updated : 2024-05-26
  • RAHASIA BAPAK MERTUA    SUGIYONO DAPAT MANGSA BARU

    Sugiono dan Alda masih berdiri berhadapan dengan wajah mereka yang jaraknya cukup dekat.Rasanya Sugiono ingin segera menerkam gadis berusia dua puluh tiga tahun tersebut. Apalagi saat ini Alda seperti sengaja menggodanya."Apa syaratnya?" tanya Sugiono berdebar- debar.Alda langsung tersenyum manis pada Sugiono lalu berkata, "Syaratnya adalah cukup kamu berikan aku uang 100 juta, Om.""Apa? 100 juta?"Sugiono terperanjat kaget mendengar syarat yang diminta Alda. Perlahan Alda keluar dari toilet sambil merangkul leher pria berkepala plontos tersebut."Dengarkan ucapanku baik-baik ya. Aku ini masih virgin loh, Om. Uang 100 juta itu gak ada artinya dibandingkan k*nikmatan yang akan Om rasakan karena bisa meraih kegadisanku. Setelah ini Om bebas deh m*makai tubuhku kapanpun, meski harus gratis sekalipun. Ini hanya harga awal saja," kata Alda.Sugiono menelan salivanya keras-keras. Bayangan indah itu kini berputar-putar di dalam otaknya yang memang kotor dan m*sum itu."Baiklah, kalo mema

    Last Updated : 2024-05-28

Latest chapter

  • RAHASIA BAPAK MERTUA    SUGIONO BERAKHIR NELANGSA

    Wajah seketika memucat setelah mendengarkan penjelasan dari dokter spesialis kulit dan kelamin tersebut."Bagaimana mungkin saya bisa menginap HIV, Dok?" tanya Sugiono yang masih tak percaya dengan penjelasan dokter tersebut. Suaranya bergetar."Ada beberapa faktor yang memungkinkan seseorang bisa tertular penyakit mematikan ini. Bisa melalui pemakaian obat-obatan terlarang dalam jangka panjang, penggunaan jarum suntik yang digunakan oleh beberapa orang dan yang paling fatal adalah melalui hubungan seks dengan seseorang sudah terjangkit HIV," paper dokter tersebut.Sugiono tampak terdiam mematung setelah mendengarkan pemaparan dokter spesialis kulit dan kelamin tersebut. Seketika Sugiono teringat dengan Alda, karena hanya dengan perempuan itu sajalah belakangan ini dia melakukan hubungan badan.'Apa jangan-jangan Alda memang pengidap HIV AIDS? Sebelumnya tubuhku baik-baik saja saat berhubungan badan dengan Puri maupun dengan istri-istrinya Azlin,' batin Sugiono yang sebenarnya saat in

  • RAHASIA BAPAK MERTUA    NASIB AKHIR ORANG-ORANG JAHAT

    Malam telah beranjak semakin larut. Sugiono yang tadi sore sudah tertidur dengan lelap karena kelelahan, seketika terbangun. Dia terbangun karena merasakan ingin buang air kecil."Duh, gelap lagi. Ini jam berapa, ya?" tanya Sugiono pada dirinya sendiriSugiono pun beranjak menuju jendela sambil menyingkap gordennya. "Ternyata ini sudah malam. Pantes aja gelap. Kirain tadi ada pemutusan aliran listrik."Sugiono pun segera menyalakan semua lampu yang ada dalam rumah itu. Setelah itu dia bergegas melangkah menuju kamar mandi untuk buang air kecil."Aaargh!" Sugiono memekik tertahan saat merasakan perih dan nyeri di sekitar kelelakiannya. "Loh, kok berdarah?"Kedua mata Sugiono terbelalak saat ia melihat air s*ninya berwarna merah. Keanehan di tubuh Sugiono makin hari makin menjadi-jadi, termasuk dengan air s*ninya yang berwarna merah tersebut.Setelah kegiatannya di dalam kamar mandi selesai, Sugiono pun beranjak ke arah ruang tengah. Dia menghempaskan tubuhnya ke arah kursi sambil mengh

  • RAHASIA BAPAK MERTUA    SUGIONO GALAU

    Hari kian gelap. Gulungan awan hitam menyelubungi langit-langit.Tubuh Sugiono lelah menanti kedatangan seseorang di halaman depan rumah itu.Angin sesekali menyapa Sugiono dan meneriaki pria malang itu."Aaargh, sialan. Dingin banget sih!" kesal Sugiono menepuk nyamuk hitam yang hinggap bagian pipinya.Meskipun, dia sudah tertimpa kemalangan, tapi egonya masih meninggi. Ia bertindak seperti pemilik dunia."Kalau saja aku ketemu dengan Alda saat ini, aku akan mematahkan seluruh persendiannya. Aku akan kerjain dia sampai mulut anunya berbusa. Dasar manusia murahan. Lihat saja, aku akan melakukan semuanya," sumpah serapah Sugiono mulai meluap-luap.Tapi, power Sugiono kembali melemah saat dia melihat jalanan masih sepi. Wanita yang ia tunggu tak kunjung datang juga. Hati Sugiono terasa terkikis saat itu.Sugiono pun mengeluarkan ponselnya dan melihat dasar layar ponsel itu.Pria berkepala plontos itu lantas menekan nomor Alda di dalam phone booknya dan memijit tombol telpon untuk menyam

  • RAHASIA BAPAK MERTUA    SUGIONO KEMALINGAN, JIHAN MENDAPAT KEBAHAGIAAN

    Sugiono semakin kaget saat tidak menemukan uang beserta ATM di dalam dompet."Ah, mana dompetku? Atmku? Uangku juga? Astaga, semua hilang? BAGAIMANA INI?" erang Sugiono merasa stres dan gila.Hanya kartu identitas saja yang tersisa di atas laci kamarnya."Ada yang tidak beres. Pasti, tadi ada maling di sinil" Ssugiono menggaruk kepalanya yang plontos botak.Dia meyakini kalau kontrakannya dimasuki garong darat.Sugiono memutar otaknya, dia memikirkan beberapa hal yang ia perbuat sebelumnya. "Alda," celetuk Sugiono saat tiba-tiba mengingat sosok wanita itu.Wajah dan ucapan Alda seakan menari-nari dalam ingatannya. "Ya, aku yakin ini semua ulah si cewek sialan itu," dengus Sugiono berwajah garang.la menghembuskan nafasnya panas. Lalu bangkit dari posisinya yang terpuruk setelah kehilangan segala karunnya.Laki-laki botak itu melenggang ke samping rumah sambil berkacak pinggang."Mana wanita itu?" Sugiono mendengus marah. Hingga kakinya mencapai halaman kontrakan Alda.Rumah hening dan

  • RAHASIA BAPAK MERTUA    SIAPA SEBENARNYA ALDA?

    FLASH BACK ONAlda menangis di bawah titisan hujan.Wanita berdagu lancip itu menangisi kepergian ibu dan ayahnya yang mendadak meninggal secara tragis.Kala itu Alda masih berusia 17 tahun. Seorang teman yang sama-sama tinggal di satu kampung merangkul tangannya.Di bawah langit yang mendung, tubuh mereka basah kuyup terkena air hujan. "Jangan bersedih! Aku juga ditinggal orang tuaku, kok, bahkan sudah setahun lalu. Kamu bisa kerja sama aku. Nanti kita dapat banyak kemewahan dari para klien."Awalnya, Alda tak menghiraukan kata-kata orang di sampingnya, namun sesaat dia mencerna hingga keingintahuan Alda tentang hal yang dialami orang itu, ia pun menoleh."Apa maksud kamu?"Wanita di sampingnya lekas merangkul Alda dengan sebelah tangan kirinya. "Pokoknya, kamu ikut saja. Jangan banyak tanya, yang jelas seluruh kesedihan kamu akan hilang, dan kamu akan hidup bahagia.""Benarkah?"Teman Alda sejak kecil itu, lantas menarik tangannya tak bersyarat.Dilihatlah apartemen kawannya yang be

  • RAHASIA BAPAK MERTUA    ALDA TAHU KEBUSUKAN SUGIONO

    FLASH BACK ONRumah kontrakan yang kosong di sebelah kediaman Alda tiba-tiba kedatangan seorang lelaki paruh baya berkepala botak.Awalnya, Alda hanya memperhatikan dengan acuh, merasa bahwa kehadiran orang baru itu tidak memiliki berpengaruh besar bagi hidupnya.Namun, hari demi hari kehadiran lelaki itu mulai mencuri perhatian Alda. Pernah sekali- kali ia memergoki pria botak itu sedang mencuri pakaiannya saat ia mencoba mengeringkannya di bawah sinar matahari yang hangat."Apa yang di lakukan bapak itu, ya?" bisik hati Alda, lalu kembali masuk dan bersembunyi di balik pintu tanpa di ketahui oleh Sugiono.Alda yang terkejut, keesokannya ia memanggil teman-temannya untuk memberitahu mereka tentang peristiwa itu."Heh, kalian kenal sama bapak itu nggak sih?" tanya Alda saat dia berkumpul dengan orang- orang yang mengontrak lainnya."Nggak tahu tuh. Sepertinya bapak itu baru ya?" jawab dari wanita lainnya yang ia sebut sebagai teman."Iya bapak itu orang baru di sini," timpal rekan lai

  • RAHASIA BAPAK MERTUA    NYARIS DIBAKAR

    Jihan terengah kesakitan. Nafasnya memburu oksigen sekitar."Lepaskan! Siapa kamu?" cecar Jihan yang kini sudah terjerat dalam ikatan tubuh pria itu.Kedua tangan Jihan dicengkram erat hingga sulit untuk melawan. Sedangkan tubuh mungilnya sudah ditindih oleh badan besar berdada bidang itu.Wajah asing yang menyergap Jihan sangat mencekam. "Diam kamu! Kalu tidak diam, nyawamu akan melayang," ancamnya.Jihan meronta sekuat tenaga. Tak ada cara lain untuk dia melepaskan diri, hingga ia melakukan cara lain semampu tenaganya."Cuihh!"Jihan menyemprotkan salivanya, hingga wajah pria itu terciprat cairan kental dari mulut Jihan."Blegedes! Berani sekali kamu? Kamu mau melawan?""Aku nggak akan diam saja, aku nggak sudi kedatangan tamu kaya binatang seperti kamu!" lawan Jihan menantang pria berbalutkan kaus hitam itu.Mata pria itu semakin tajam, ia menghempas nafas panas, seolah siap melahap mangsanya.Dalam ketegangan, pria asing itu merobek sebelah baju yang ia kenakan. Lantas menggulingk

  • RAHASIA BAPAK MERTUA    AZLIN BERTEMU IBUNYA

    Saat ini malam sudah semakin larut. Pria berusia 24 tahun itu tampak masih kelelahan setelah dikejar oleh anjing malam."Fiuh! Kakiku rasanya seperti mau lepas dari persendiannya. Andai saja tak ada truk tadi yang melintas dan membunyikan klakson, mungkin aku sudah menjadi korban keganasan anjing-anjing malam itu," gumam Azlin sambil nyekak keringatnya.Saat ini nafasnya bahkan masih ngos-ngosan. Azlin pun bersandar di tembok toko yang berada di pinggiran jalan besar tersebut."Aku harus ke mana lagi?" tanya Azlin pada dirinya sendiri. Bingung, sebab tak punya tempat tinggal.Azlin menatap jalanan yang tampak sepi. Hanya beberapa kendaraan saja yang saat ini melintas. Meski tanpa tujuan Azlin pun tetap melangkah meninggalkan lokasinya berdiri.Saat sedang melangkah, seketika kening Azlin mengernyit. Dia melihat seorang wanita tanpa hijab dengan bajunya yang sudah sangat kotor dan kumal, sedang tidur meringkuk di bawah tiang neon trotoar."Kenapa rasanya aku familiar sekali dengan gela

  • RAHASIA BAPAK MERTUA    SAKIT TIBA-TIBA

    Pagi yang cerah menyapa Azlin dengan kebingungan di dalam hatinya.Ia berjalan luntang-lantung tak tentu arah. Sampai tibalah lapar yang tak tertahankan membuatnya merenung sejenak di sebuah lorong kecil."Ya tuhan, kemana lagi aku berjalan? Kemana aku harus cari uang?" keluh Azlin menghrmpaskan di pinggir trotoar.Matanya menyapu seluruh tempat itu, memandang dengan cermat keadaan sekitar.Hingga dia memutuskan untuk mengatasi masalahnya dengan mengunjungi pasar setempat.Meskipun langkah ini agak nekat, tapi Azlin yakin dia bisa menemukan cara untuk mengisi perutnya yang kosong.Saat tiba di pasar, dia melihat tumpukan barang-barang yang perlu diangkat oleh penjual. Ide langsung muncul dalam pikirannya."Hemh, apa aku bisa?" Pikir Azlin memutar otaknya.Azlin pun langsung menyambangi tempat seorang pria yang sedang bersusah payah mengangkat banyak barang."Maaf, Bapak. Apa aku bisa kerja pada bapak?" tanya Azlin ragu."Kerja? Maaf-maaf. Pelayan tokoku sudah terlalu padat. Aku juga h

DMCA.com Protection Status